
Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, ia lagi-lagi di buat kesal oleh suaminya, lalu ia langsung berbicara pada suaminya sambil mengangkat kepalanya
" Hubby, ciuman itu untuk usia 17 tahun ke atas, aku sudah 17 tahun, tentu aku boleh melakukan itu."
Hadi langsung meraih kepala istirnya, untuk bersandar lagi di dada bidang miliknya, lalu ia langsung menjawab ucapan istrinya
" Aku tau sayang, tapi kau tidak boleh melakukkan ciuman seganas itu, jangan lakukan lagi."
" Kenapa?"
" Karena aku sangat mencintaimu, aku takut tidak bisa menahan hasratku, sayang, sebenarnya ada sesuatu yang selalu aku takutkan di usiamu yang masih terlalu muda, saat itu aku sedang ada perjalanan bisnis, dan orang yang memiliki kerja sama denganku, anaknya itu baru saja menikah, dan tiba-tiba saja anak pria itu mengangkat tubuh istrinya untuk di bawa ke rumah sakit, dengan keadaan yang mengenaskan, banyak darah yang menetes ke lantai, dan itu membuat aku takut untuk melakukan malam pertama, aku takut menyakitimu, aku sangat mencintaimu, aku tidak bisa menyakitimu, itu kenapa aku sebisa mungkin untuk menahan hasratku."
" Hubby, aku tidak akan seperti itu, itu hanya wanita yang memiliki banyak 8 ciri-ciri yang memiliki seperti itu, tapi yang jelasnya mungkin saja Gadis itu hamil sebelum malam pertama, atau bisa juga ada sesuatu yang lain dari 8 ciri-ciri itu."
" Tapi tetap saja aku takut sayang."
Bagi Hadi, ia tidak masalah untuk menahan hasratnya, rasa takut di masa lalunya terus saja menghantui dirinya, dan itu membuat ia tidak bisa melakukan hubungan badan, ia selalu takut menyakiti istrinya, karena ia sangat menyayangi istrinya. Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, ia hanya bisa menghela nafas berat, ia tidak tau kenapa suaminya begitu takut melakukan hal itu, jelas-jelas hal itu belum benar adanya, karena ia dan suaminya belum pernah melakukan hal itu, tapi suaminya sudah takut, dan itu harus menunda malam pertama lagi dan lagi. Hadi langsung menyuruh istrinya untuk tidur, apa lagi sekarang sudah pagi
" Sayang, sekarang tidur, kau harus istrihat, aku takut kau sakit, kalau kurang istirahat."
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia langsung memejamkan matanya masih di atas tubuh suaminya. Hadi langsung mengelus-elus punggung istrinya agar segera tidur, ia sangat kasihan pada istrinya yang masih belum tidur hingga pagi karena ulahnya, andaikan ia tidak egois semalam, mungkin istrinya sudah tidur, tapi karena ia egois. membuat istrinya tidak tidur. Riana yang masih di atas tubuh suaminya, ia merasakan ada yang mengganjal di bawah sana, lalu ia langsung mengangkat kepalanya sambil bertanya
" Hubby, kenapa milikmu mengganjal, bagaimana aku bisa tidur?"
__ADS_1
Hadi yang mendengar pertanyaan dari Istrinya hanya bisa menghela nafas berat, bagaimana tidak berdiri, kalau tadi istrinya mencium ia seperti wanita berprofisional, terlebih lagi nafas istirnya yang sedikit memburu membuat kejantanya bangun. Riana yang tidak mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung turun dari atas tubuh suaminya, lalu langsung membaringkan tubuhnya di samping suaminya sambil memeluk tubuh suaminya yang masih telentang, ia langsung berbisik sesuatu pada telinga suaminya dengan suara menggoda
" Yakin hubby bisa tahan sampai usiaku 18 tahun?"
Hadi yang mendapat pertanyaan dari Istrinya, ia langsung melepaskan tangan istrinya yang memeluk tubuhnya, lalu ia langsung duduk, ia mencoba mengontrol nafasnya, yang sudah di penuhi nafsu, setelah itu ia langsung berdiri. Riana melihat suaminya berdiri, ia juga ikut berdiri, lalu langsung merangkul leher suaminya sambil berbicara
" Hubby, ayo lakukan, aku sudah terangsang karena permainanku sendiri."
" Sayang, aku tidak bisa melakukan itu, apa lagi sekarang sudah pagi, tidak enak kalau ada yang mengetuk pintu."
Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung melepaskan tangannya yang melingkar di leher suaminya, lalu ia langsung bertanya dengan wajah sumeringah seperti baru mendapatkan emas batangan
" Jadi nanti malam hubby mau?"
" Yes, yes, nanti malam, akhirnya aku jadi istri sepenuhnya."
Hadi yang melihat tingkah konyol istrinya hanya tersenyum, mungkin benar apa kata istrinya, Gadis itu tidak ada kaitannya dengan malam pertama. Hadi langsung meninggalkan istrinya yang masih loncat-loncat, ia langsung mencari tau tentang kenpa saat malam pertama keluar darah banyak, karena ia masih di hantu oleh bayangan-bayang anak dari rekan bisnisnya, bahkan tadi istrinya sudah menjelaskan banyak penyebabnya, ia langsung mencari tau, ia hanya ingin berjaga-jaga, karena hatinya terus saja di hantui dengan pikiran yang tidak jelas. Setelah beberapa menit ia membaca semua ciri-ciri itu, ia mulai bisa tenang, lalu ia melihat istrinya masih saja loncat-loncat, bahkan sekarang istrinya loncat-loncat di atas sofa, membuat Hadi hanya bisa tersenyum, entah apa yang ada di pikiran istrinya, istrinya begitu sangat bahagia saat mendengar persetujuan dari ia
" Kristiani, kalau memang kau sudah siap, dan menginginkannya nanti malam, aku akan melakukan itu, aku juga tidak ingin terus di tuduh mencintai Yulia, karena tidak ingin menyentuh tubuhmu." batin Hadi
Riana langsung masuk ke dalam kamar mandi. Setelah di kamar mandi, ia langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya sambil nyanyi-nyanyi tidak jelas. Sedangkan Hadi, ia masih setia di depan laptopnya, memang setelah menemukan ciri-ciri itu, Hadi langsung mengerjakan pekerjaan kantornya, sambil menunggu istrinya yang sedang mandi. Hadi bekerja sambil terus saja tersenyum, walaupun awalnya keceplosan, tapi ia juga tidak bisa di pungkiri, ia sangat bahagia. Tidak lama ada suara ketukan pintu
Tok-tok
__ADS_1
Hadi yang mendengar ketukan pintu, ia langsung menyuruh untuk masuk
" Masuk."
Henny masuk dengan wajah yang sangat kuatir, jelas ia kuatir, karena jam sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB, tapi anak dan menantunya belum keluar juga, sedangkan ia tau semalam anaknya mabuk. Henny sampai di depan anaknya, ia melihat anaknya yang tersenyum bahagia, tidak ada tanda-tanda masih mabuk, lalu ia langsung bertanya pada anaknya
" Kau sudah tidak apa-apa sayang?"
" Aku baik-baik saja mah, memangnya ada yang salah?"
" Kau kenapa pagi-pagi sudah senyum-senyum sendiri?, dan kemana menantu mamah?"
" He, mamah kepo deh, kalau Kristiani sedang mandi."
" Kristiani baru mandi jam segini?, tidak biasanya, habis kau apakan menantu mamah?" tanya Henny sambil menaikkan turunkan satu alisnya
" Tidak di apa-apain mah, kristiani masih utuh."
" Tapi kenapa kau menjawab sambil tersenyum? tentu ada sesuatu bukan?" tanya Henny masih menaik turunkan satu halisny
Hadi yang terus saja di goda oleh ibunya, ia mulai kesal, ia langsung menyuruh ibunya untuk keluar
" Mamah! keluar deh, pagi-pagi sudah bikin emosi!"
__ADS_1
Henny yang mendengar ucapan dari anaknya, ia hanya terkekeh-kekeh sambil berjalan keluar dari kamar anaknya