
Jam sudah menunjukkan pukul 20.09 WIB, Hadi masih sibuk dengan laptopnya, pasalnya senyuman itu pudar seketika, saat jam sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB, ia merasa lebih gelisah, entah kenapa perasanya sangat gelisah, yang harusnya gelisah itu istrinya, tapi kini bahkan yang gelisah ia, sedangkan istrinya dari habis makan malam, istrinya masih belum masuk kamar juga. Hadi memutuskan untuk menemui istrinya, ia takut bertanya sesuatu pada ibunya, bagaimana pun juga ia yakin istrinya belum pernah menonton film yang lebih pulgar, karena semuanya di batasi oleh Hadi, yang bisa istrinya lihat di ponselnya hanya film 17 tahun, dan itu juga membuat istrinya menonton film remaja yang tidak mendidik menurut Hadi, hingga membuat istrinya melakukan ciuman ganas padanya. Hadi sampai di ruang tamu, di ruang tamu sangat sepi, ia langsung bertanya pada pelayan yang ada di situ
" BI, nona muda kemana?"
" Nona muda ada di kamar nyonya, tuan muda."
Setelah mendengar jawaban dari pelayan, Hadi langsung berjalan ke arah kamar ibunya, lalu langsung mengetuk pintu
Tok-tok
Henny yang sedang mengobrol obrolan dewasa dengan menantunya, ia mendengar ketukan pintu, ia langsung menyuruhnya untuk masuk
" Masuk."
Setelah mendengar teriakkan dari dalam, Hadi langsung masuk ke dalam kamar, ia langsung mendekati ibunya dan istrinya, lalu ia langsung bertanya
" Sayang, apa kau tidak bertanya macam-macam pada mamah?"
" Tidak hubby, tadi mamah cuma menyuruh aku untuk temenin ngobrol di sini."
Setelah mendengar jawaban dari istrinya, Hadi langsung melihat ke arah ibunya dengan tatapan yang menyelidiki, tapi ibunya langsung bertanya
" Sayang, kenapa wajahmu seperti gelisah?, apa ada yang kau pikirkan?"
Sebenarnya tadi menantunya sudah cerita, kalau Hadi terlalu takut untuk melakukan malam pertama, tapi ia tetap pura-pura tidak tau, kalau ia sudah tau dari menantunya, dan menantunya juga sudah menceritakan tentang kesalah pahaman mereka, hingga membuat Hadi mabuk. Hadi hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak berniat untuk jujur, bukan'kah terlalu memalukan jika ia jujur kalau ia takut untuk melakukan malam pertama, walaupun ia takut istrinya kenapa-napa, tapi ia yakin akan di tertawaan oleh ibunya. Henny langsung menarik anaknya untuk duduk di sampingnya, setelah itu, ia langsung menasehati anaknya
" Lakukanlah kewajibanmu sebagai seorang suami, jangan takut sebelum terjadi apa-apa, percayalah akan baik-baik saja, jangan terus membayangkan masa lalu yang terus menghantui pikiranmu, ingat, kalian itu sudah menikah, sudah seharusnya kalian melakukan hal yang sesuai di dalam pernikahan kalian, mamah tau kau sangat kuatir, tapi apa kau mau."
__ADS_1
Henny menghentikan pembicaraannya, ia langsung menyuruh menantunya untuk ke kamar, ia ingin malam pertamanya terjadi, apa lagi tadi menantunya sudah cerita panjang lebar tentang yang di alami oleh anaknya
" Sayang, bisa tinggalkan mamah berdua sama suamimu?"
" Iya mah, kalau begitu Riana keluar dulu."
" Ingat, sudah berkali-kali mamah bilang, namamu Kristiani."
" He, belum terbiasa mah, iya sudah Kristiani keluar dulu."
" Iya sayang."
Riana langsung keluar dari kamar ibu mertuanya. Sekarang di kamar, tinggal ada Hadi dan ibunya. Setelah istrinya keluar, Hadi langsung bertanya pada ibunya
" Mamah tidak mengajari Kristiani macem-macem'kan?, dan apa yang Kristiani ceritakan pada mamah?"
" Mamah tuh tidak ngerti posisi aku."
" Bagaimana tidak mengerti posisimu, mamah juga pernah muda, mamah juga pernah memiliki kecemasan dalam malam pertama, tapi tidak dengan papah, papah bersikap biasa saja, tapi berbeda dengan kau, di sini yang gelisah dirimu, lihat wajah Kristiani, dia terlihat santai, apa kau mau mengecewakan dia?. Hadi, kalau kau tidak melakukannya, dan terus menundanya, apa kau tidak takut kalau adikmu merebut istrimu, bagaimana pun juga mereka pernah menjalin hubungan sebelumnya, ingat itu."
Henny bersyukur, kalau tadi menantunya sudah cerita semua tentang kesalah pahaman kemarin pada ia, jadi ia bisa mengancam anak pertamanya. Hadi yang mendengar ucapan ibunya, ia sedikit kesal, wajahnya sudah mulai merah, bagaimana mungkin ibunya mengatakan nanti di rebut oleh adiknya, membuat ia sedikit takut oleh hal itu, bagaimana pun juga adiknya sangat sempurna, adiknya masih muda, tampan juga tidak jauh beda dengan ia, hanya saja kepintaran adiknya pas-pasan, tidak seperti ia, yang sudah terjun ke dunia bisnis dari masa remaja, lalu ia langsung bertanya pada ibunya
" Mamah mengancam aku?"
" Tidak mengancam, siapa juga yang mengancam, itu pakta, mereka dulu pernah memiliki hubungan, jadi mereka akan mudah kembali lagi, jika kau tidak memenuhi sebagai suami seutuhnya, ingat, wanita itu bukan hanya butuh kenyamanan, tapi juga kehangatan."
Hadi yang mendengar ucapan ibunya, yang lagi-lagi ucapan ibunya benar, ia langsung meramas rambutnya dengan kasar, memang kalau sudah berdebat dengan ibunya, ia tidak akan menang, apa lagi ini masalah dewasa, jelas ia tidak pernah tertarik dengan cerita dewasa, membuat ia salah lagi salah lagi. Henny langsung menepuk bahu anaknya
__ADS_1
" Jangan gelisah, semuanya akan baik-baik saja, pasti nanti juga kau minta jatah tiap malam."
Hadi yang mendengar ucapan ibunya, meminta jatah setiap malam, ia langsung marah
" Mamah!, aku bukan pria brengsek!"
" Siapa yang mengatakan kau berengsek, sayang, mamah serius, sudah jangan emosi seperti itu, kalian itu mau malam pertama saja susahnya minta ampun, sudah seperti kucing mau beranak saja ribet."
" Gak tau ah, mamah ngeselin!"
Hadi langsung merucutkan bibirnya, ia sangat kesal dengan ucapan ibunya tadi, jelas-jelas ia sedang memiliki kekutiran, tapi ibunya dengan sengaja memancing emosinya, dan mengejeknya. Henny yang melihat kelakuan anaknya, ia hanya bisa tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu ia langsung bertanya usia anaknya
" Sayang, usiamu sudah berapa tahun?, masih saja seperti anak-anak, ingat sudah punya istri."
" Aku tau mah, aku sudah punya istri."
" Harusnya kau itu semakin dewasa, bukan seperti anak-anak, bukan'kah saat belum bersama Kristiani kau tidak seperti itu, kau selalu bersikap dewasa, tapi kenapa sekarang seperti anak-anak?, apa terbawa jiwa muda istrimu?"
Hadi yang terus mendengar ocehan ibunya, ia sangat kesal, ia langsung teriak pada ibunya sambil menatap mata ibunya
" Mamah!"
" Iya! Sudah kau temui istrimu, kasihan dia, Semoga berhasil!"
" Mamah, aku itu mau malam pertama, bukan mau lomba tender."
Henny yang mendengar jawaban dari anaknya, ia langsung tertawa, pasalnya sudah terlihat lebih jelas, sekarang wajah anaknya tambah gelisah, membuat ia gemes pada anaknya
__ADS_1
" Hahaha, sudah-sudah sana, kalau berdebat terus tidak jadi malam pertama."