
Setelah Yulia pergi, Hadi hanya diam, ia bahkan tidak fokus untuk bekerja, bukan apa-apa, ia merasa tidak enak hati pada Yulia, tapi walaupun begitu, setidaknya ia sudah jujur, dan tidak memiliki beban sedikitpun. Hadi langsung melihat jam yang menujukan pukul 13.00 WIB, ia langsung mengajak asistennya untuk menjemput istrinya
" Repan, ayo kita jemput nona muda."
" Baik tuan muda."
Hadi dan asistennya langsung keluar dari kantornya, hingga ia sampai di mobil. Di perjalanan tidak ada suara sedikitpun, itu membuat pikiran Repan sedikit kacau, dari tuan mudanya mengusir Yulia sekitar 1 jam yang lalu, dari situ juga tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut tuan mudanya
" Kasihan tuan muda, pasti hatinya sangat dilema, walaupun tuan muda memiliki sikap dingin, tapi ternyata tuan muda juga masih memiliki rasa kasihan pada nona Yulia, sebenarnya ini juga bukan sepenuhnya salah tuan muda, andaikan saja nona Yulia tidak memilih karirnya, mungkin semuanya tidak akan seperti ini, mungkin tuan muda tidak akan menikahi nona Kristiani, dan mungkin juga, nona Kristiani di nikahi oleh tuan kecil, bagaimana pun juga dulu tuan kecil dan nona Kristiani memiliki hubungan." batin Repan
Repan memang sudah mengetahui kalau Riana pernah memiliki hubungan dengan Aldi, sebelum menikah dengan tuan mudanya, bahkan Repan juga tau, setelah Riana menikah dengan tuan mudanya, tapi mereka berdua masih memiliki rasa cinta. Setelah menempuh perjalanan cukup lama, mereka sampai di sekolah. Hadi langsung menyuruh asistennya untuk menunggu di mobil
" Repan, kau tunggu di sini."
" Baik tuan muda."
Hadi langsung turun, ia langsung berjalan ke arah kelas istrinya, hingga ia sampai, ternyata pintu kelas masih tertutup, itu artinya istrinya masih belajar, ia memutuskan untuk menunggu di luar kelas, tidak peduli banyak anak-anak sekolah yang sesekali melihat ia. Sedangkan di kelas, Riana masih fokus belajar, berbeda dengan Angga yang hanya melamun sambil menunggu anak-anak mengerjakan tugas. Angga sebenarnya tidak sanggup untuk melihat wanita yang di cintainya sudah memiliki pria lain, tapi apa boleh buat, ia hanya seorang guru, dan seorang CEO dari perusahaan kecil, bahkan masih di bawah naungan Hadi Wijaya, dan itu tidak bisa berbuat apa-apa, kalau ia sampai macam-macam, ia yakin perusahaannya akan mendapatkan masalah, dan bahkan ia juga pasti di berhentikan menjadi guru, namen ia juga sudah berpikir akan pindah dari sekolah ini, ia tidak ingin terus melihat wanita yang sudah menjadi milik orang lain, ia takut tidak bisa mengontrol perasanya, dan mengakibatkan melakukan kejahatan. Mereka semua sudah selsai, ketua kelas segera mengumpulkan buku tugas yang di berikan gurunya, setelah selsai bel pun langsung berbunyi
Tring...
Angga langsung mengahiri pelajarannya
" Baiklah anak-anak, pelajaran kita cukup sampai di sini."
" Baik pak." jawab mereka kompak
Angga langsung keluar, tanpa menengok ke arah Riana, bahkan ia dari pertama masuk, ia tidak melihat ke arah Riana, ia tidak ingin semakin kecewa dengan perasaannya, untuk itu ia langsung keluar. Arumi yang melihat gurunya langsung pergi, ia langsung bilang tumben pada Riana, karena Arumi sekarang memang sudah berteman dengan Riana, bahkan pas jam istirahat, mereka juga ke kantin bareng
" Tumben, pak Angga nggak mengeliat kau Ri, eh Kristiani, aku lupa sudah biasa manggil Riana, jadi lagi-lagi salah manggil nama."
__ADS_1
" Santai saja Arumi, aku di panggil Riana maupun Kristiani sama saja, bahkan aku sudah terbiasa di panggil Riana, jadi kadang-kadang aku juga suka lupa kalau namaku sekarang Kristiani, apa lagi ingatanku juga belum sepenuhnya pulih, oh iya, jangan berbicara tentang pak Angga, ngggak enak di dengar sama sahabatmu."
" Hehehe, lupa."
Susan yang melihat keakraban mereka, ia hanya tersenyum, bahkan dari tadi pagi, saat Arumi minta maaf pada Riana, ia sudah tersenyum, karena sekarang sudah tidak ada lagi, yang namanya musuh-musuhan. Susan keluar lebih dulu, ia melihat Hadi yang sedang berdiri, lalu ia langsung buru-buru masuk ke dalam kelas lagi, ia langsung memanggil Riana
" Riana, suamimu sudah datang."
" Oh, iya."
Arumi langsung berbicara pada Riana
" Cie, soswit banget, jelas-jelas masih jam kerja, tapi suaminya sudah datang."
" Ih apaan sih Arumi, iya sudah, aku duluan iya, bye semua."
" Haii hubby, apa sudah lama."
" Belum lama ko sayang, ayo kita pulang ke rumah mamahku."
" Kenapa mendadak pulang hubby?, apa Hubby tidak betah tinggal di rumah mamahku?, dan kenapa wajah hubby terlihat seperti sangat lelah?"
" Aku baik-baik saja, ayo pulang."
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi langsung menggandeng tangan istrinya, ia tidak peduli banyak anak-anak yang melihat. Mereka sampai di mobil. Hadi langsung membuka pintu untuk Istrinya, setelah di dalam, Hadi langsung menyuruh asistenya pulang ke rumah orang tuanya
" Repan, pulang ke rumah mamah."
" Baik tuan muda."
__ADS_1
Riana langsung melihat ke arah suaminya, entah kenapa suaminya tidak biasanya seperti kelelahan, lalu ia langsung berpikir tentang suaminya, hingga ia tau, apa alasan suaminya seperti kelelahan
" Apa mungkin karena Yulia?, apa suamiku sudah memutuskan hubungan denganya." batin Riana
Setelah berpikir, Riana langsung menyadarkan kepalnya, di dada milik suaminya, tapi ia tidak ingin bertanya tentang Yulia, ia yakin kalau suaminya sedikit sedih karena tentang itu, jadi ia memutuskan untuk diam. Hadi yang melihat istrinya menyadarkan kepalanya, ia langsung memeluk tubuh istrinya, lalu langsung bertanya pada istrinya
" Apa tadi pelajaran yang di berikan Angga sulit?"
Riana hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Hadi yang melihat jawaban istrinya, ia langsung berbicara lagi
" Aku tau, kau Gadis yang pintar, mana mungkin kau tidak bisa menyelesaikan tugasnya, oh iya, aku juga mau bilang, kalau aku sudah berbicara jujur pada Yulia, dan sudah mengakhiri hubunganku."
Riana yang mendengar penjelasan dari suaminya, ia langsung mengangkat kepalanya, lalu langsung melihat ke mata suaminya sambil bertanya
" Apa, hubby serius?"
" Tentu saja serius sayang, kita sudah menikah, untuk apa aku berbohong padamu."
Riana tidak bertanya lagi pada suaminya, ia langsung menyadarkan kepalanya lagi pada dada bidang milik suaminya sambil tersenyum, tapi tiba-tiba ia mencium aroma parfum wanita, dan itu bukan aroma parfum milik ia, ia langsung mengangkat kepalanya lagi, lalu langsung menatap mata suaminya dengan tatapan sinis, setelah itu ia langsung bertanya pada suaminya
" Kenapa di jasmu berbau harum parfum wanita?, apa hubby yakin sudah mengakhiri hubungan hubby?, atau Hubby belum berani mengatakan padanya, tapi hubby bilang padaku sudah mengatakannya, apa Hubby hanya ingin membuat aku senang?, untuk apa membuat aku senang dengan kebohongan?"
Setelah mengatakan itu, mata Riana langsung berkaca-kaca, ia yakin kalau suaminya belum menjelaskan pada Yulia, karena ia mencium aroma parfum yang berbeda
...***************...
Makasih kakak sudah pindah ke novel ini
__ADS_1