Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 81. Telpon dari Yulia


__ADS_3

Hadi sampai di kamar, ia langsung meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang miliknya. Riana langsung menatap wajah suaminya. Hadi juga langsung menatap wajah istrinya sambil tersenyum, ia tau istrinya benar-benar sangat malu, terlihat jelas wajah istrinya yang merah seperti tomat. Riana langsung berbicara pada suaminya


" Om, aku benar-benar malu."


" Sudahlah, kita juga sudah menikah, bukan sedang pacaran, mamah dan papah juga sudah pernah melakukan hal itu, buktinya hingga ada aku dan Aldi."


Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung menepuk kening suaminya sambil berbicara


" Dasar mesum."


Hadi yang mendapat perlakuan seperti itu, ia semakin tersenyum, lalu ia langsung duduk di samping istrinya, setelah itu ia langsung berbicara lagi


" Yang aku katakan itu benar sayang, mamah dan papah itu sudah tau, untuk apa kita malu, kita juga sudah menikah."


" Iya iya deh om, terserah Om saja deh."


" Serius kah sayang?"


" Serius Om."


Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, ia langsung menggoda istrinya untuk membuka baju


" Baiklah, sekarang sayang buka bajumu."


Riana yang di suruh buka baju olah suaminya, seketika ia langsung berteriak


" Apa!"

__ADS_1


" Sayang, kenpa teriak?"


" Bukan begitu om, tapi ini masih sore, bagaimana mungkin om menyuruhku untuk membuka baju?"


Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, ia langsung berbicara sambil mendaratkan sentilan pelan pada kening istrinya


" Sayang, kau belum mandi, siapa juga yang akan melakukan itu, dasar gadis nakal."


Riana yang mendapat sentilan memang tidak sakit, dan tidak berbicara lagi, tapi wajahnya tambah merah, karena malu. Tadi malu pada kedua mertuanya, sekarang malu pada suaminya, lalu ia langsung berbicara di dalam hatinya


" Kenapa aku sangat mesum." batin Riana


Setelah itu Riana langsung turun dari ranjang suaminya, lalu langsung berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi. Hadi yang melihat istrinya lari, ia hanya tersenyum, ia tau kalau istrinya sangat malu padanya, ia langsung berbicara


" Dasar Gadis kecil aneh, bagaimana mungkin aku akan melakukan itu di usiamu yang masih baru mengijak 17 tahun."


" Kenapa dia mengatakan itu, kenpa dia tidak langsung menyuruhku untuk mandi, benar-benar suami aneh, tunggu, tapi bukan dia yang aneh, tapi aku yang aneh, sejak kapan pikiran mesumku ini tumbuh?, benar-benar sangat memalukan, tapi wajarlah, aku dan om sudah lama tidak bertemu, dan aku juga seperti itu wajar, aku adalah istrinya."


Riana awalnya mengatakan suaminya yang aneh, lalu ia sendiri yang di katakan aneh, tapi akhirnya ia juga membela dirinya. Setelah mengatakan itu Riana langsung membuka bajunya, lalu langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya. Hadi seperti biasa, ia langsung membuka laptopnya untuk menyelesaikan pekerjaan, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi


Ting...Ting


Hadi langsung mengambil ponselnya, lalu ia langsung melihat siapa yang menelponnya, ternyata yang menelpon adalah Yulia. Hadi langsung berjalan ke arah balkon, setelah di balkon, ia langsung mengangkat telepon dari Yulia. Yulia yang di angkat telponnya, ia langsung berbicara lebih dulu


" Sayang, kenpa akhir-akhir ini kau selalu saja tidak membalas pesan WhatsApp dariku, dan teleponku juga tidak pernah kau angkat, apa kau sedang menghindariku?"


Hadi yang mendengar pertanyaan dari tunangannya, ia ingin sekali mengetakan kalau ia ingin mengakhiri hubungannya, karena ia sudah menemukan kekasih kecilnya, dan itu semua juga bukan salah ia, tapi salah tunangannya yang membatalkan pernikahan dan pergi mengejar karirnya, tapi ini bukan waktu yang tepat, ia menerima seutuhnya Yulia, berbicara secara langsung, jadi ia ingin mengakhiri hubungannya secara langsung, agar semuanya jelas, lalu Hadi langsung menjawab pertanyaan dari tunangannya

__ADS_1


" Tidak ko, aku akhir-akhir ini sibuk."


" Sayang, sesibuk apa sih pekerjaanmu?, hingga tidak membalas pesanku?"


" Yulia, aku benar-benar sangat sibuk, aku tidak bisa memberimu kabar, dan berhenti bersikap seperti kanak-kanakan!"


Yulia yang mendengar jawaban dari tunangannya, ia hanya bisa menghela nafas berat, dari kata-kata yang tunangannya ucapkan, tunangannya seperti sedang emosi, tapi ia sama sekali tidak membuat masalah, memang sudah biasa tunangannya bersikap dingin, tapi semenjak ia dan tunangannya akan menikah, tunangannya tidak sedingin seperti dulu, tunangannya selalu memanggilnya dengan panggilan sayang, tapi kali ini, tunangannya memanggil ia dengan panggilan Yulia, bahkan ia juga tidak tau, kesalahan apa yang ia buat, hingga membuat tunangannya berbicara seperti itu, ia bertanya seperti itu bukan'kah hal yang sangat wajar, apa lagi tunangannya seorang CEO, pasti tunangannya tidak sibuk seperti Repan, asisten pribadinya, lalu Yulia langsung berpikir tentang istri kontraknya


" Apa Gadis itu yang membuat Hadi menjadi dingin, apa semudah itu, Hadi mencintai orang yang tidak di kenalnya, aku saja bertahun-tahun ingin mendapatkan hati Hadi, berjuang mati-matian hanya untuk mendapatkan cintanya, tapi hingga saat ini, Hadi masih saja belum bisa membalas cintaku sepenuhnya, Hadi selalu saja bersikap dingin, walaupun kita sudah bertunangan, dan Hadi mulai bersikap lembut karena kita akan menikah, tapi kenapa sekarang berubah lagi menjadi dingin, bahkan sikap dinginnya seperti saat kita belum menjalin hubungan, seperti apa istri kontrak Hadi, hingga membuat Hadi bisa berubah dalam waktu sekejap, apa yang di lihat Hadi dari Gadis itu." batin Yulia


Setelah terus saja berpikir, Yulia langsung minta maaf pada tunangannya, walaupun ia tidak tau kesalahan apa yang ia buat, tapi karena ia sangat mencintai tunangannya, ia tidak ingin membuat masalahnya semakin panjang


" Sayang, aku minta maaf, aku bertanya seperti itu karena aku sangat merindukanmu, maafkan aku sayang, dan kapan ada waktu untuk menelponku?"


Hadi yang mendengar permintaan maaf dari tunangannya, membuat ia tidak enak hati, ini memang tidak sepenuhnya kesalahan Yulia, membuat ia semakin bingung dengan perasaannya, Yulia adalah Gadis yang selalu ada untuk ia selama ia terpuruk telah kehilangan Kristiani, tapi ia juga tidak bisa membohongi perasaannya, kalau hatinya masih saja untuk kristiani


" Apa yang harus aku lakukan, kenpa menjadi seperti ini, aku tidak bisa menyakiti Yulia, dia adalah Gadis yang selalu ada untukku selama bertahun-tahun, tapi aku juga tidak bisa melepaskan kristiani, aku sangat mencintainya, kenapa menjadi rumit, aku tidak ingin menyakiti salah satu dari mereka." batin Hadi


Yulia yang belum mendengar jawaban dari tunangannya, ia langsung berbicara lagi pada tunangannya


" Sayang, apa kau marah padaku?, katakan apa yang harus aku lakukan agar kau memafkanku?"


Hadi pun sadar dari lamunannya, tapi ia bingung harus menjawab apa, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari tunangannya


" Aku tidak marah Yulia, hanya saja aku terlalu lelah, dan banyak pekerjaan akhir-akhir ini."


" Sayang, jujur padaku, kau pasti marah, kau memanggilku dengan panggilan Yulia, Katakan padaku, apa salahku sayang?, agar aku bisa memperbaikinya."

__ADS_1


Hadi yang mendengar pertanyaan dari tunangannya, membuat ia semakin bingung dengan perasaannya, harus bagaimana


__ADS_2