Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 75. Menceritakan masa lalu


__ADS_3

Riana sampai di hotel melati, ia langsung memeluk kakaknya dengan erat, bahkan tangisan yang ia tahan, untuk tidak menangisi suaminya, tapi tiba-tiba saja pecah


Hiks....hiks...hiks...


Kristian juga membalas pelukan dari adiknya sambil membelai pucuk kepala adiknya, lalu ia langsung berbicara pada adiknya


" Sudah sayang, jangan menangis."


" Koko, kenpa aku harus mencintai pria seperti Om Hadi, hiks...hiks... Kenapa aku mencintai om Hadi semudah itu, hiks...hiks.."


" Sayang, sudah jangan menangis, kau mencintai Hadi adalah hal yang wajar, dia adalah."


Kristian baru saja akan bilang, dia adalah pria masa lalumu, tapi ucapanya sudah di potong oleh adiknya


" Iya Koko, aku tau, dia adalah pria yang paling sempurna, dia pintar, kaya, tampan, dan cuek, dia benar-benar sangat sempurna, tidak seharusnya aku mencintai dia, hiks...hiks.."


" Sayang, bukan itu maksud Koko, kenpa kau menjadi seperti Hadi?, yang memotong pembicaraan orang lain?"


" Aku sedih Ko, Om Hadi tadi mengatakan cinta padaku, tapi dia masih memiliki tunangan, dan dia juga bilang, aku banyak kesamaan dengan kekasih kecilnya, aku benci ko, hiks...hiks... Kenapa Om Hadi tidak bisa mencintai aku dari hatinya, tapi Om Hadi mencintai aku karena banyak kesamaannya."


" Sayang, Hadi tidak salah, kalau dia bilang, kau seperti kekasih kecilnya, karena."


Kristian baru saja akan bilang, karena kau adalah kekasih kecil Hadi, tapi ucapan itu sudah di potong oleh adiknya

__ADS_1


" Apa karena usiaku dan usia Gadis masa lalunya sama Koko?, apa Koko tau Gadis itu seperti apa?, lalu kemana Gadis itu?, kenapa om Hadi tidak mengejar cinta Gadis itu?, apa Gadis itu meninggal?"


Kristian yang mendapat banyak pertanyaan dari adiknya hanya bisa menghela nafas berat, lalu ia langsung melepaskan pelukan dari adiknya. Setelah itu ia langsung menghapus air mata adiknya sambil berbicara


" Jangan menangis, kau tidak seharusnya mengatakan itu pada Hadi, Hadi adalah pria yang kau cintai, dari dulu hingga sekarang, kau masih tetap mencintai orang yang sama, termasuk Hadi, Hadi tidak salah mencintaimu, walaupun Hadi tidak tau siapa kau sebenarnya, tapi perasaan Hadi tidak bisa di bohongi, dia tetap mencintai Gadis yang sama."


" Apa maksud Koko?, apa Koko sedang menghiburku?, Koko, aku tidak butuh di hibur."


Kristian langsung mengajak adiknya untuk duduk, mungkin sekarang saatnya ia jujur siapa Hadi sebenarnya, ia tidak ingin terus menutupinya, kalau ia menunggu ingatan adiknya pulih, mungkin akan lama, dan ia tidak ingin pikirannya terus terbebani oleh masalah mereka. Setelah duduk, Kristian langsung mengambil kotak yang ia letakkan di meja, itu adalah kotak berisi kalung. Kalung itu, adalah dari Hadi untuk adiknya, saat Hadi berjanji akan menikahi adiknya. Kristian langsung membuka kotak itu, lalu ia langsung memberikan kotak itu pada adiknya sambil bertanya


" Apa kau ingat ini sayang?"


Riana langsung mengambil kotak itu, ia langsung mengambil kalung itu, kalung itu ada namanya HaKris. Riana langsung bertanya pada kakanya


" Iya, parfum itu adalah pemberian darimu, Hadi memang menjual parfum itu, Hadi berharap bisa menemukanmu."


" Apa maksud Koko?"


" Sayang, Koko yakin kau sering melihat bayangan-bayang masa kecilmu bersamanya."


Kristian langsung mengambil foto yang sudah ia siapkan di meja, itu adalah foto adiknya bersama Hadi, lalu ia langsung menyerahkannya pada adiknya


" Sayang lihat foto ini."

__ADS_1


Riana langsung mengambil foto yang di serahkan kakanya, ternyata itu adalah foto ia dengan pria kecil yang ada seperti di fotonya


" Koko, kenpa Koko memiliki foto ini?"


" Itu adalah fotomu bersama Hadi, dan cerita yang Koko ceritakan kemarin adalah nyata, itu adalah kisah cintamu bersama Hadi."


" Maksud Koko?"


" Sayang, Hadi tidak mencintai Yulia. Yulia adalah Gadis yang menemani Hadi dari dulu, hingga Hadi menerima Yulia, karena Yulia selalu di samping Hadi. Walaupun Hadi sangat cuek, tapi Yulia tetap peduli, Yulia tetap di samping Hadi."


" Koko, jadi Hadi adalah pria yang memiliki janji akan menikah denganku?"


" Iya sayang, Hadi adalah orang yang berjanji akan menikahimu. Sayang, Hadi selama ini selalu mencarimu, dia menjual parfum dengan nama parfum HaKris, dan mendirikan rumah sakit yang di beri mana Krisha, dulu cita-citamu adalah ingin menjadi dokter, untuk itu Hadi mendirikan rumah sakit itu, Hadi berharap kau bisa menjadi dokter di rumah sakit itu, dan masalah Yulia, bukan sepenuhnya kesalah Hadi, Hadi hanya tidak enak hati pada Yulia."


" Koko, lalu bagaimana aku menghadapi semua ini?, aku juga tidak ingin menyakiti Yulia, tapi aku juga sangat mencintai om Hadi, aku tidak menyangka kalau om Hadi adalah orang yang aku cintai saat kecil, aku telah mengatakan om Hadi pria brengsek, pria bajingan, tapi ternyata cintanya terhadapku terikat sangat kuat, walaupun aku mengganti namanya, dia tetap bisa merasakan cinta padaku."


" Semua keputusan ada di tanganmu sayang, kau memilih melanjutkan atau meninggalkan, tapi Koko harap kau mengambil keputusan yang tidak menyesalinya, karena ini bukan kesalah Hadi. Hadi sudah menderita semenjak kau menghilang, hidupnya menjadi seperti es, Hadi tidak pernah peduli dengan siapapun itu, Hadi hanya peduli dengan kerjaan dan kerajaan untuk melupakan ingatanya padamu, tapi tetap saja, Hadi tidak pernah bisa melupakanmu."


Riana yang mendengar penjelasan dari kakaknya, ia langsung meneteskan air matanya, ternyata yang ia anggap dingin dan seperti istana es itu adalah kekasih kecilnya, dan bahkan suaminya menjadi seperti itu karena ia sendiri, ia juga tidak menyangka kalau dunia itu terlalu sempit, karena bisa di pertemukan kembali dengan orang yang sudah memiliki janji denganya, dan bahkan suaminya tidak pernah tersenyum saat berbicara dengan siapapun, apa lagi saat berbicara dengan bawahannya, suaminya akan memasang wajah dingin, dan seolah-olah tidak pernah peduli dengan siapapun, ia juga telah menganggap suaminya sangat egois, tapi dari sikap yang selalu di tujukan oleh suaminya, ternyata suaminya hanya menutupi jiwanya yang sangat rapuh


" Om, maafkan aku, aku tidak pernah tau kalau kau adalah pria kecil itu." batin Riana


Riana juga sangat percaya kalau suaminya itu sangat mencintai ia, mengingat saat ia hilang keseimbangan lalu terjatuh ke dalam kolom, suaminya dengan cepat menyelamatkan ia, bahkan suaminya bukan memanggil nama Riana, tapi suaminya memanggil nama Kristiani, bahkan panggil itu tidak sekali dua kali, suaminya terus saja memanggil ia dengan panggilan kristiani, suaminya baru sadar saat asisten pribadinya memanggil ia dengan panggilan nona Riana. Riana juga percaya kalau suaminya tidak mencintai tunangannya, setelah ia terjatuh dari kolam, suaminya bahkan tidak menerima telpon dari tunangannya, suaminya mengatakan pada asistennya kalau ia sedang miteeng, ia mengingat jelas kejadian-kejadian itu, dan suaminya juga bukan pria berengsek, atau pun bajingan yang ia bilang, kalau suaminya bajingan, saat ia terpengaruh obat perangsang, mungkin suaminya akan melakukan layaknya suami-istri, apa lagi ia dan suaminya menikah sah atas nama Tuhan, dan sah di mata negara, tapi semuanya tidak menggunakan kesempatan itu, melainkan suaminya mengguyurnya dengan air shower

__ADS_1


__ADS_2