
Setelah mandi, Riana langsung keluar dengan langkah pelan, ia langsung melihat ke arah suaminya yang sibuk dengan laptopnya. Riana langsung mendekati suaminya, ia memutuskan untuk minta maaf, ia tau suaminya pasti sangat marah, terlihat jelas suaminya hanya sibuk di laptopnya. Riana langsung duduk di samping suaminya, lalu ia langsung minta maaf pada suaminya
" Hubby, aku minta maaf."
Hadi tidak menggubris permintaan maaf dari Istrinya, bahkan jangankan untuk menjawab, melirik saja pada tidak, ia sangat fokus pada laptopnya. Riana yang melihat suaminya hanya sibuk pada laptopnya, ia langsung minta maaf lagi
" Hubby, aku minta maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi, aku tau, aku sangat keterlaluan, tapi itu semua aku lakukan hanya penasaran, bagaimana pun juga aku adalah seorang istri. Hubby, tolong jangan diam."
Hadi masih diam membisu, ia masih saja fokus pada laptopnya, hanya suara ketika saja yang terdengar oleh telinga Riana. Riana langsung menghela nafas berat, ia mencoba untuk minta maaf lagi, walaupun matanya sudah berkaca-kaca, ia ingin sekali menangis, tapi sebisa mungkin ia tahan, ia langsung duduk di lantai, lalu langsung minta maaf lagi
" Hubby, aku minta maaf, tolong jangan hanya diam."
Hadi yang terus mendengar permintaan maaf dari istrinya, ia langsung mendengus kesal, sudah pusing mikirin pekerjaan, dan sekarang di buat pusing lagi oleh Istrinya, ia langsung berbicara tanpa melirik ke arah istrinya, jari-jari masih sibuk untuk mengetik
" Berhenti minta maaf, aku sedang sibuk, tolong jangan menggangguku."
Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, tanpa melirik ke arah ia, sekarang ia langsung meneteskan air mata, ia tau suaminya sangat marah, ia tau suaminya tadi sangat kuatir, tapi ia bisa-bisanya seperti mengejek suaminya tadi, dan itu membuat suaminya sangat marah
" Kenapa aku sangat bodoh, jelas-jelas hubby tidak menyukaiku, kalau aku mencari tahu tentang seputar malam pertama, jelas-jelas hubby sudah menegurku saat aku menciumnya dengan ciuman Ganas, kenapa harus berbicara seperti itu coba." batin Riana
Riana sangat prustasi dengan sikap suaminya, ia benar-benar tidak menyangka masalah yang sepele akan menjadi besar seperti ini. Hadi masih tetap tidak peduli pada istrinya, emosinya masih belum bisa ia kontrol, untuk itu ia mengalihkan pikirannya untuk pekerjaan, ia memang tidak ingin istrinya menjadi seorang Gadis liar di ranjang, walaupun ia tau, istrinya hanya mencoba untuk lebih mengetahui hal yang sepantasnya ia ketahui, karena istrinya adalah seorang istri, tapi tetap saja, bagi Hadi istrinya sangat salah, dan benar-benar salah. Hadi tau, sekarang istrinya sedang menangis, ia memang sudah mendengar suaranya yang ingin menangis tadi, tapi ia tidak ingin istrinya mengulangi kesalah yang sama, bahkan ia saja yang usianya sudah 28 tahun, ia tidak pernah mencari tau tentang seputar malam pertama, atau pun yang mengandung berbau mesum, ia hanya ingin pengetahuan hal itu dari pikirannya sendiri, bukan dari adegan-adegan di film, atau pun mencari tau di google, dan kemarin pagi adalah pertama kalinya, ia mencari tau tentang seputar malam pertama, karena ketakutan yang belum jelas adanya itu selalu menghantui pikirannya, jadi ia terpaksa mencari tau, agar tidak mengecewakan istrinya, tapi istrinya entah sejauh mana mengetahui tentang itu. Hadi langsung menutup laptopnya, ia langsung melihat ke arah istrinya yang terduduk di lantai
" Kemarilah."
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu langsung duduk di samping suaminya. Hadi langsung memeluk istrinya sambil minta maaf
__ADS_1
" Aku minta maaf sayang, sudah membuatmu menangis, aku hanya tidak ingin.kau terus membuang waktu berhargamu hanya untuk mencari tentang itu, aku hanya ingin kau fokus untuk sekolah, hanya itu yang aku inginkan."
Riana hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Hadi yang melihat jawaban dari Istrinya, ia langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung bertanya pada istrinya sambil menatap mata istrinya
" Kenapa sayang?, apa kau marah?"
Riana tidak menjawab pertanyaan dari suaminya, ia langsung bertanya pada suaminya
" Hubby, apa kau akan mengabulkan keinginanku?"
" Apa yang sayang inginkan?"
" Yakin hubby akan menuruti keinginanku?"
" Sayang, aku pasti akan menurutinya, termasuk nyawaku akan aku berikan untukmu."
" Sayang, aku memang menginginkan kau punya anak, tapi nanti, setelah kau lulus SMA, aku akan mengijinkanmu punya anak."
" Itu terlalu lama Bi, aku tidak membutuhkan pendidikan, karena pada akhirnya aku akan tetap menjadi seorang istri."
" Sayang, apa kau menyesal telah menikah muda?, hingga kau mengatakan kau akan tetap menjadi seorang istri."
" Bukan itu maksudku Bi, maksudku memiliki anak itu tidak perlu pendidikan Bi, yang penting kita sudah siap."
Hadi langsung memeluk istrinya lagi, ia takut mengambil resiko sebesar ini, ia takut akan membahayakan kesehatan istrinya, apa lagi istrinya masih terlalu muda
__ADS_1
" Sayang, bisakah kali ini turuti keinginanku? aku tidak melarang kau memiliki anak, aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu."
Riana tau suaminya tidak ingin ia kenapa-napa, tapi ia sudah menginginkan memiliki anak, ia tau pasti teman-teman suaminya sudah banyak punya anak, sedangkan suaminya Belum. Riana hanya ingin suaminya tidak terlalu lelah dalam pekerjaannya, karena ada seorang sosok kecil yang akan menemaninya, tapi ternyata sulit untuk ia yang masih usia muda, apa pun suaminya selalu saja melarangnya, dan selalu menganggap ia hanya seorang Gadis kecil, tapi ia tidak bisa apa-apa, ia tidak ingin menambah kemarahan dari suaminya, bagi Riana apa pun yang suaminya lakukan memang ada benarnya juga. Hadi langsung bertanya istrinya
" Apa milik sayang sudah tidak apa-apa?"
Riana hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Hadi langsung bertanya lagi
" Apa nanti ingin melakukan lagi?"
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi yang melihat jawaban dari Istrinya hanya bisa menghela nafas panjang, lalu ia langsung berbicara lagi
" Baiklah, kalau begitu kau harus minum obat KB, hingga usiamu 18 tahun."
Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, ia hanya menjawab dengan anggukan kepala, walaupun hatinya sangat kecewa. Hadi tau istrinya kecewa, ia langsung memeluk istrinya sambil berbicara
" Sayang, aku tau kau sangat kecewa dengan keputusanku, tapi aku hanya tidak ingin kau kenapa-napa, jadi tolong jangan berpikir yang tidak-tidak, aku bukan tidak menginginkan kau punya anak, tapi usiamu masih terlalu muda."
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala, sambil terus berbicara di dalam hatinya
..." Aku pasti akan melakukan itu Bi, aku tidak akan meminum obat KB, aku akan buktikan kalau aku mampu menjadi ibu yang baik, walaupun usiaku masih muda." batin Riana...
...****************...
Haii semua, jangan lupa mampir juga iya di novel baru Author
__ADS_1
Cinta Untuk Najwa