
Repan mencoba tersenyum, walau pun ia sangat kecewa, ia sadar kalau ia sangat tidak pantas untuk Yulia, bagai mana pun juga Yulia adalah wanita karir, sedangkan ia hanya asisten pribadi dari Hadi Wijaya, ia hanyalah orang yang beruntung, tidak menderita karena ke dua orang tuannya sudah meninggal dunia. Yulia langsung tersenyum saat melihat Repan yang mencoba menutupi rasa kecewanya dan mencoba untuk tersenyum
" Repan, umurku sudah sangat cukup untuk menikah, aku tidak ingin berpacaran, kalau kau sunggu-sunggu dan serius, datanglah ke pada orang tuaku, kalau kau belum siap menikah, setidaknya kita memiliki ikatan pertunangan."
Repan yang mendengar ucapan dari Yulia, ia sangat tidak percaya, ia berkali-kali memukul pipinya, kalau ia tidak mimpi dan tidak salah mendengar ucapan dari Yulia. Sementara Yulia hanya tersenyum lebar saat melihat kelakuan Repan yang menurutnya sangat lucu
" Yulia, kau serius?"
Yulia hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia merasa sangat bahagia, karena rasa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Repan yang melihat jawaban dari Yulia, ia langsung tersenyum lebar
" Kau mau menerima kalung pemberianku sebagai tanda ikatan kita untuk sementara waktu sebelum aku datang ke rumahmu? Tapi aku tau kalung ini tidak mahal, apa tidak apa-apa?"
Yulia masih tersenyum saat mendengar pertanyaan dari Repan
" Kau pikir memangnya semua yang aku pakai asli? Repan, dulu keluargaku hampir bangkrut, dan aku bersyukur karena Hadi telah membantu keluargaku, dari situlah aku tidak ingin terlihat sombong, agar orang-orang tidak melakukan kejahatan. Memang kalau saat orang itu karirnya di atas akan banyak yang menyukainya, tapi hanya di depan, kalau di belakangnya belum tentu, apa lagi kalau kita sombong, akan ada banyak orang yang ingin menghancurkan karir kita, karena kita sombong. Menurutku, kalung yang kau berikan, bahkan lebih mahal dari kalung-kalung koleksi miliku."
Yulia memang tidak pernah sombong, semenjak perusahaan orang tuanya akan bangkrut, bahkan seperti sekarang yang karirnya melambung tinggi, ia selalu berpakaian dengan harga yang sangat murah, ia tidak ingin menghambur-hambur uang untuk hal yang tidak jelas, terutama baju-baju, ia akan membelinya yang barang tiruan atau KW, yang penting ia bisa menyisihkan uangnya untuk masa depannya nanti, dari pada ia harus mengambur-ngambur uang, karena menurut ia, ia memang sekarang sedang di atas, tapi besok atau lusa, ia belum tentu masih di atas. Repan menatap pakaian yang di gunakan oleh Yulia, ia yang mengetahui berbagai merek baju, tentu ia tau kalau yang di pakai Yulia barang-barang KW, membuat ia langsung tersenyum
" Iya sudah, aku pakaikan kalungnya."
Yulia langsung menjawab dengan anggukan kepala. Repan langsung berdiri, lalu ia langsung memakaikan kalung itu pada Yulia. Setelah selsai, ia langsung berbicara yang serius pada Yulia
" Nanti aku akan mencari cincin yang lebih mahal dari harga kalung itu. Maaf, mungkin kalung itu sangat jelek, jujur aku tidak tau ke sukaan wanita."
" Repan, kita beli cincin yang murah saja, tapi lumayan bagus, kau jangan menghambur-hambur uangmu, yang terpenting kalau kau serius, kau datang ke rumah, itu sudah jauh lebih cukup buatku."
Repan langsung memeluk Yulia sangat erat, ia menyalurkan rasa syukurnya pada Yulia, karena Yulia bukan hanya menerimanya, tapi Yulia juga menerima keadaannya. Yulia juga membalas pelukan dari Repan, ia juga sama sangat bahagia
" Terima kasih, karena sudah mau menerima aku dengan semua kekuranganku."
" Tentu saja, karena aku sangat menyayangimu, dan mencintaimu, jadi aku harus menerima semua kekuranganmu. Begitu pun kau, harus menerima semua kekuranganku. Mungkin sekarang aku sedang di atas, tapi besok atau lusa, belum tentu aku masih di atas, karena kehidupan tidak pernah ada yang tau, kapan kita akan naik, atau kapan kita akan terjatuh."
Repan hanya menjawab dengan anggukan kepala, karena ia mengerti yang di ucapkan oleh Yulia, bahkan Yulia benar-benar tidak sombong. Setelah lama mereka berpelukan, mereka langsung melepaskan pelukannya, masih dengan senyuman yang tidak pernah pudar di bibir mereka
__ADS_1
" Yulia, ayo kita ke situ."
Repan mengajak Yulia untuk berbasah-basahan. Yulia hanya menjawab dengan anggukan kepalanya, ia langsung meletakan tasnya di pasir, dan juga melepas sepatu tingginya. Repan yang melihat itu, ia juga langsung melepas sepatunya. Setelah itu mereka langsung menyelamkan kakinya di air pantai, sambil sesekali mereka menyiramkan air pada satu sama lain, dan sambil ngobrol hingga tertawa. Setelah sudah hampir magrib, Repan dan Yulia menghentikan aksi bermainnya. Mereka langsung duduk di dekat sepatunya tadi. Repan langsung bertanya apa kira-kira keinginan Yulia yang belum pernah terpenuhi
" Yulia, apa kira-kira keinginanmu yang belum pernah terpenuhi?"
" Ada satu yang belum pernah terpenuhi, yaitu aku ingin melihat terbitnya mata hari dari arah pantai, hingga sekarang aku belum pernah terpenuhi."
" Lalu bagai mana kalau kita menginap di sini untuk melihat terbitnya mata hari?"
" Tidak bisa Repan, di sini tidak ada villa, atau pun tempat untuk menginap, jadi kita nanti akan tidur di mana?"
" Aku akan mencarikan tenda untukmu."
" Sungguh?"
Repan hanya menjawab dengan anggukan kepala. Yulia yang melihat itu semua hanya tersenyum
" Kau tunggu di sini, aku akan mencari tenda dulu."
" Permisi, apa saya boleh minta tolong?"
" Ada apa iya kak?"
Salah satu dari anak remaja lelaki langsung bertanya pada Repan
" Begini apa ada tenda yang tidak di pakai? Boleh saya pinjam untuk satu malam saja? Karena calon istri saya ingin melihat terbit mata hari."
" Tentu saja boleh kak, kebetulan 1 tenda ada 3 orang, nanti saya bisa tidur bersama yang lainnya."
Salah satu dari anak remaja itu langsung melepaskan tenda yang sudah berdiri kokoh, lalu langsung memberikannya pada Repan
" Ini kak."
__ADS_1
Repan langsung mengambil tenda yang di serahkannya, lalu langsung merogoh dompetnya, ia mengeluarkan uang 800rb untuk anak remaja itu
" Ambil ini."
" Saya iklas minjemin kaka."
Anak remaja perempuan juga ikut dalam pembicaraan mereka
" Iya kak, kami iklas."
Repan yang mendengar ucapan dari mereka, ia langsung memasukan uang itu ke dalam saku celana pada remaja lelaki
" Ambil saja, untuk kalian beli minum, saya sudah sangat berterima kasih, karena kalian sudah meminjamkan tenda. Kalau begitu saya permisi."
" Baik kak, terima kasih kembali."
Setelah itu Repan langsung pergi mendekati Yulia, ia langsung memasang tenda untuk Yulia, setelah selsai ia langsung menyuruh Yulia masuk
" Masuklah, sekarang sudah semakin larut, apa ada sesuatu yang kau inginkan?"
" Tidak ada, terima kasih Repan."
Repan hanya menjawab dengan anggukan kepala. Yulia langsung masuk ke dalam tenda, untuk tidur, sedangkan Repan hanya duduk di luar tenda, membuat Yulia menongolkan kepalanya keluar untuk bertanya
" Kau tidak masuk ke tenda?"
" Tidak, aku akan duduk di luar tenda saja."
Repan memang hanya ingin menjaga Yulia agar tetap nyaman
...****************...
__ADS_1