
Mereka berdua masih saling berpelukan dengan erat, rasanya tidak ingin melepaskan satu sama lain. Mereka berpelukan seperti sedang melepas rindu bertahun-tahun, walaupun jelas-jelas mereka berpisah hanya kemarin siang, terus sorenya mereka bertengkar, bahkan mereka baru selesai sekarang, jam sudah menunjukkan pukul 04.00 WIB. Setelah berpelukan sekitar 15 menit, mereka berdua langsung melepaskan pelukannya. Hadi langsung mencium kening istrinya cukup lama, bahkan ia memang sangat rindu dengan kening istrinya yang sudah menjadi kebiasaannya setiap saat. Setelah itu, Hadi langsung memegang tangan istrinya yang sedikit berdarah karena gigitan, ia langsung bertanya pada istrinya
" Apa sakit, sayang?"
Riana hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Hadi langsung berbicara lagi
" Jangan pernah lakukan ini lagi, sudah berkali-kali aku bilang."
" Kenapa, apa Hubby menghawatirkan aku?"
" Tentu aku sangat kuatir sayang."
" Lalu kenapa tidak ingin mendengarkan penjelasanku?, hubby, kau harus tau, hatiku jauh lebih sakit saat melihatmu meluki tanganmu sendiri, jadi hubby juga jangan pernah lakukan itu lagi."
" Iya sayang, aku minta maaf, aku tidak bisa mengontrol emosiku."
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi langsung menyuruh istrinya untuk tidur
" Sayang, sekarang lebih baik kau tidur, kau pasti sangat lelah, maafkan aku, hingga membuatmu lelah karena sikap kanak-kanakanku, mulai dari sekarang, aku janji akan menjadi suamimu yang baik."
" Hubby, kau janji akan menjadi suami yang baik, tapi kenapa sampai sekarang kau belum saja melakukan tugasmu menjadi suami seutuhnya."
" Aku harus melakukan apa sayang?"
" Hubby, kenapa masih saja memakai kemeja, sana ganti baju tidur."
" Sayang, sekarang sudah pagi, aku malas untuk mengganti baju."
__ADS_1
Riana langsung membuka kancing baju kemeja suaminya. Hadi yang mendapat perlakuan itu, ia langsung mundur dua langkah dari Istrinya, lalu ia langsung bertanya pada istrinya
" Apa yang kau lakukan sayang?, kau tidak boleh melakukan hal yang berlebihan, ingat, kau masih 17 tahun."
" Hubby, aku hanya ingin belajar menjadi istri yang baik, apa salahnya?, apa perlakuanku menurut hubby salah?, hubby, sampai kapan kau anggap aku sebagai Gadis kecil?"
" Sampai sayang lulus SMA."
Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung membaringkan tubuhnya, membelakangi suaminya yang masih berdiri, lalu langsung menutup seluruh tubuhnya, ia sangat kesal pada suaminya, yang masih saja menganggap ia seorang Gadis kecil
" Apa yang aku lakukan itu salah?, aku sudah belajar mati-matian di internet, agar menjadi istri yang baik, tapi lagi-lagi dia selalu menganggapku sebagai Gadis kecil." batin Riana
Hadi yang melihat kelakuan istrinya, ia tau kalau istrinya marah. Hadi langsung duduk di samping ranjang, lalu ia langsung berbicara pada istrinya
" Sayang, jangan marah, aku tidak bermaksud membuatmu marah, tolong jangan marah."
" Sudah dong sayang, jangan marah, aku tidak bermaksud menganggapmu sebagai Gadis kecil."
Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, ia langsung menjawab ucapan itu masih dengan membelakangi suaminya
" Memang kenyataannya hubby selalu menganggap aku sebagai Gadis kecil!"
" Bukan begitu sayang, aku merasa tidak pantas dengan seusiamu yang masih terlalu muda, aku hanya ingin menjagamu dengan baik."
Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung duduk, kini matanya langsung menatap mata suaminya dengan tatapan sinis, lalu ia langsung bertanya pada suaminya
" Untuk apa kau menikahiku?, kalau kau masih terus saja memperlakukan aku seperti Gadis kecil?"
__ADS_1
Hadi hanya diam sambil menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, ia bingung mau menjawab apa. Riana yang tidak mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung berbicara lagi
" Aku lupa, pernikahan kita dulu adalah sebuah kontrak untuk menutupi aib keluargamu, dan tanpa tidak di sengaja kita bertemu lagi, dan kalau kita bertemu tidak memiliki ikatan pernikahan, mungkin saja kau sampai sekarang belum menikahiku."
Hadi yang mendengar ucapan dari istrinya yang mengatakan aib, ia hanya bisa menghela nafas berat, ia memang sangat ingin seperti sahabat-sahabatnya yang memiliki istri dan punya anak, tapi dengan usia istrinya yang masih terlalu muda, membuat ia enggan untuk melakukan itu, dan entah kenapa, ia juga tidak mengerti istrinya menjadi marah, jelas-jelas hanya perkara baju, tapi melebar kemana-mana, membuat Hadi bingung, lalu Hadi langsung bertanya pada istrinya
" Apa yang kau inginkan sayang?"
Riana yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia langsung tersenyum, lalu langsung menjawab pertanyaan itu masih sambil tersenyum
" Mari kita lakukan malam pertama kita sekarang."
Hadi yang mendapat ajakan dari Istrinya, ia sangat menyesalinya, andaikan saja ia mau di buka bajunya oleh istrinya, istrinya tidak akan mengajak ia dengan hal konyol. Riana yang tidak mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung merucutkan bibirnya, ia sangat kesal dengan suaminya. Hadi yang melihat istrinya merucutkan bibirnya, ia merasa sangat gemas, ia ingin sekali melahap bibir istrinya sampai habis, ia juga bukan pria yang tidak normal, ia juga sangat menginginkan hal itu, tapi ia selalu ingat, kalau istrinya adalah Gadis 17 tahun, dan itu membuat ia tidak bisa melakukan apa-apa. Riana yang masih belum mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung menarik selimut lagi, lalu ia langsung membaringkan tubuhnya lagi, tapi Hadi dengan cepat menahan tubuh istrinya untuk duduk lagi, dan tanpa aba-aba ia langsung mencium bibir istrinya sambil menyangga kepala istrinya.Riana yang mendapat perlakuan itu, ia langsung memejamkan mata. Hadi langsung mengabsen semua rongga mulut istrinya, ia tidak ingin istrinya marah lagi, apa lagi ia juga menginginkan hal itu. Setelah sekitar 10 menit, Hadi menghentikan ciumannya, karena nafas istrinya tersengal-sengal, lalu Hadi langsung tersenyum sambil mencibir pada istrinya
" Bicaranya saja besar, ingin melakukan malam pertama, baru ciuman saja sudah tersengal-sengal, apa lagi kalau milikku masuk, pasti jerit-jerit."
Riana yang mendengar cibiran dari suaminya, ia langsung menarik suaminya, hingga suaminya terjatuh di atas ranjang. Riana langsung naik di atas tubuh suaminya, lalu langsung mencium bibir suaminya dengan sangat ganas, bahkan ia juga menggigit lembut bibir bawah suaminya, membuat Hadi tidak bisa mengimbangi ciuman istrinya yang sangat ganas seperti macan. Tidak lama kini nafas Hadi yang tersengal-sengal oleh ulah istrinya. Riana juga mulai lelah, ia langsung menyadarkan kepalanya di dada bidang milik suaminya. Hadi yang melihat istrinya lelah, ia langsung mengelus rambut istrinya sambil terus berpikir tentang istrinya
" Dari mana kristiani belajar mencium sesaorang seganas itu, tidak mungkin Aldi mengajari Kristiani hal seperti itu. Astaga, kenapa aku harus berpikir terlalu jauh. Aldi dan kristiani tidak mungkin melakukan itu." batin Hadi
Riana yang menyadarkan kepalanya di dada suaminya, ia langsung minta maaf
" Hubby, aku minta maaf, terlalu Ganas, tapi itu adalah hasil nonton film remaja."
" Sayang, jangan pernah nonton film remaja lagi, itu tidak bagus untuk seusiamu."
Walaupun Hadi mengatakan itu, tapi ia bersyukur karena istrinya melakukan itu dari film yang di tonton nya, tapi tetap saja, itu pelajaran yang tidak bagus untuk seusia istrinya
__ADS_1