
Setelah pulang dari kantor, Hadi langsung masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Riana, ia pergi menyiapkan baju ganti untuk setelah menyiapkan baju suaminya, Riana melihat ponsel suaminya menyala, ternyata sebuah panggilan masuk dari Yulia. Riana langsung menghela nafas berat
" Aku angkat saja atau jangan, tapi ada apa Yulia menelpon hubby, dan kenapa ponsel hubby dengan nada silent."
Setelah mengatakan itu Riana memutuskan untuk mengangkat telponnya, dari pada ia bertanya sendiri. Setelah mengangkat telpon itu Yulia langsung berbicara lebih dulu
" Hadi, aku tidak membutuhkan uangmu, kenapa kau mentransfer dengan jumlah yang sangat banyak, aku tau uang 2 meliyar bagimu sedikit, tapi bagiku sangat banyak, jangan lakukan itu lagi, aku akan mentransfer uangmu kembali setelah urusanku selsai di sini."
Riana tidak menjawab ucapan dari Yulia, ia langsung memutuskan sambungannya sepihak. Tubuhnya sudah merasa panas dan gemetar, ia langsung berpikir macam-macam pada suaminya, ia yakin tidak mungkin suaminya memberikan uang cuma-cuma pada Yulia
" Apa yang sebenarnya mereka lakukan di kantor, kenapa hubby mentransfer uang sebanyak itu, atau jangan-jangan hubby mau menjadikan Yulia istri kedua." batin Riana
Riana langsung meletakkan ponsel suaminya di meja lagi, ia langsung duduk di atas ranjang, hingga tidak terasa air matanya mengalir, ia menatap foto pernikahannya di atas meja sambil tersenyum getir
" Tega sekali kau hubby. Sepertinya aku memang terlalu bodoh, aku terlalu percaya kalau hubby mencintaiku, seharusnya aku tidak percaya begitu saja. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak ingin bertanya lagi kalau hanya mendapatkan kebohongan, tapi aku juga tidak bisa diam saja begitu, setelah apa yang hubby lakukan di belakangku." batin Riana
Hadi keluar dari kamar mandi, masih menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya, ia langsung menghampiri istrinya yang duduk di atas ranjang
" Sayang, kau kenapa menangis?"
Hadi akan menghapus air mata istrinya, tapi istrinya langsung menghapus air matanya sendiri dengan kasar, membuat Hadi sangat kuatir
" Sayang, kau kenapa?"
Riana menggelng pelan, matanya tidak berani menatap suaminya, rasa kecewa pada suaminya sangat besar, otaknya sudah tidak bisa berpikir, bahkan bayang-bayang Yulia dan Hadi yang bermesraan itu terlintas di pikirannya
" Apa yang aku pikirkan? Tidak, hubby tidak mungkin seperti itu." batin Riana
Riana langsung menghela nafas kasar, pandangan matanya masih tetap menunduk, tangannya sudah terkepal. Hadi yang melihat istrinya seperti itu, ia bingung dengan Istrinya
" Sayang, kau kenapa?"
__ADS_1
" Hubby kenapa berbohong? Hubby kenapa bilang tidak tertarik dengan wanita lain, tapi pada akhirnya hubby tertarik dengan Yulia."
Riana langsung menghela nafas kasar, hatinya sangat sakit, bahkan ia bertanya masih tetap menunduk
" Maksudmu apa sayang?"
Riana langsung mengambil ponsel suaminya, ia langsung mengecek riwayat transferan di M-BANKING, lalu langsung memberikannya pada Hadi
" Katakan padaku apa maksudnya ini? Hubby, kalau masalah uang aku tidak peduli, tapi aku yakin hubby melakukan sesuatu bersama Yulia."
Hadi hanya menghela nafas berat, saat istrinya mengetahui ia mentransfer uang pada Yulia, ia sudah silent nada ponselnya, agar istrinya tidak mengetahuinya kalau sampai Yulia telpon, ia takut salah paham, tapi ternyata tetap saja istrinya salah paham
" Sayang, perusahaan ayahnya Yulia sedang di ambang kebangkrutan, aku hanya membantunya, apa salah aku membantunya?"
" Salah! Kau membantu mantan tunanganmu, dan akan memperistri mantan tunanganmu dengan iming-iming uang!"
" Aku tidak pernah berpikir seperti itu sayang, aku hanya membantunya, bagaimana pun juga Yulia adalah orang yang sudah bersedia menyembuhkan luka hatiku, aku membantunya hanya menganggap dulu dia sudah membantuku, tidak lebih dari itu sayang."
Riana langsung melempar ponsel milik suaminya di atas ranjang, air matanya terus mengalir, ia tidak mungkin percaya begitu saja pada suaminya, setelah melihat bukti transferan pada Yulia. Hadi langsung duduk di samping istrinya sambil terus menatap istrinya yang menangis
" Aku tidak seperti itu sayang, aku hanya membantunya tidak lebih dari itu, tolong kau percaya padaku, aku tidak ingin kita bertengkar hanya karena masalah yang tidak benar adanya."
Riana menggelengkan kepalanya, seharusnya kalau suaminya tidak ingin salah paham, suaminya sudah menjelaskan tentang uang transferan tanpa ia ketahui sendiri, tapi suaminya bahkan tidak mengatakan apa-apa tentang uang ternferan itu
" Sayang, tolong katakan bagaimana caranya agar kau bisa percaya padaku?"
" Semuanya terlambat, aku sudah mengetahuinya sendiri. Hubby, kalau memang kau tidak bisa menceritakan masalah apa yang di hadapi Yulia padaku, lalu untuk apa kita menikah? Oh, iya aku lupa, pernikahan kita di dasari oleh keterpaksaan saat itu."
" Sayang, aku tidak pernah berpikir seperti itu, aku hanya membantunya tidak lebih dari itu."
Hadi langsung menghapus air mata istrinya, ini memang salahnya, tidak seharusnya ia mentransfer uang tanpa sepengetahuan istrinya, ia hanya takut kalau istrinya berpikir macam-macam, tapi ternyata tidak cerita pada istrinya lebih salah lagi
__ADS_1
" Maafkan aku, aku tidak akan pernah melakukan ini lagi tanpa sepengetahuanmu, tapi ijinkan aku untuk membantu keluarga mereka. Kristiani, aku sudah terlalu banyak salah padanya, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahan yang sering aku buat pada Yulia."
Riana tidak menjawab permintaan maaf dari suaminya, ia langsung memeluk suaminya, ia tidak tau harus berbicara apa lagi, memang kalau di lihat dari penjelasan suaminya, suaminya tidak memiliki perasaan pada Yulia, tapi kalau mengingat suaminya mentransfer tanpa sepengetahuannya, ia sangat marah. Riana tau, itu adalah uang suaminya, bukan uang dirinya, mau buat apapun itu juga berhak suaminya, tapi ia adalah istrinya, dan seolah-olah suaminya itu tidak pernah menganggap ia sebagai istri. Hadi juga membalas pelukan dari istrinya sambil mengusap lembut rambut istrinya
" Sayang, tolong maafkan aku."
Riana langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya
" Aku tidak perlu maaf hubby, aku hanya perlu kejujuranmu, itu bagiku sudah lebih dari cukup, tapi kenapa seolah-olah aku ini tidak di anggap istri olehmu, bahkan masalah seperti ini saja kau tidak cerita padaku. Aku tau, uang itu milikmu, itu hakmu mau kau gunakan untuk apapun juga, tapi setidaknya katakan padaku."
" Iya aku tau aku salah, aku tidak akan melakukan ini lagi, tolong maafkan aku sayang."
" Hubby, aku mau mandi dulu."
Riana langsung berdiri. Hadi juga ikut berdiri, ia langsung menarik istrinya dalam pelukannya
" Tolong jangan marah, aku tidak suka kau menghindariku dengan alasan mandi, kita selesaikan masalah ini secara baik-baik."
Riana langsung melepaskan pelukan dari suaminya, ia langsung mengalihkan pembicaraan
" Itu bajumu sudah aku siapkan, aku mau mandi dulu."
Riana menujuk baju yang sudah ia siapkan untuk suaminya
" Kau benar-benar marah?"
" Tanyakan pada mamah! Siapa yang tidak marah kalau tau suaminya diam-diam mentransfer uang pada wanita lain, walaupun niatnya hanya membantu, tapi tidak begitu caranya."
" Iya sayang, tolong maafkan aku."
" Sudah aku katakan! Aku hanya butuh kejujuranmu, tidak perlu maafmu."
__ADS_1
Hadi hanya bisa menghela nafas berat, ia tidak tau harus berbicara apa lagi