Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 126.


__ADS_3

Sudah 3 hari dari pertemuan Riana dan orang tuanya, dan kemarin sore orang tuan Riana sudah pulang lagi. Sekarang Hadi sedang ada di kantornya, dengan wajah yang masih di tekuk, karena tadi pagi istrinya masih saja tertidur pulas, bahkan jangankan untuk menemani sarapan, untuk memberikan ucapan selamat pagi saja tidak. Hadi langsung memijat-mijat pelipisnya yang merasa sangat pusing, pusing karena sangat merindukan istrinya, walaupun ia baru saja di kantor 2 jam, tapi entahlah, ia merasa tidak ingin jauh dari istrinya


" Apa semalam mainnya keterlaluan, hingga kristiani masih saja tidur?" batin Hadi


Biasanya Hadi akan main hanya sekali, tapi semalam ia bermain dengan istrinya hingga dua kali, bahkan sampai istrinya benar-benar lelah. Hadi langsung mengacak-acak rambutnya sendiri, bahkan ia biasanya selalu gila kerja, tapi kali ini semangatnya hilang. Repan yang melihat tuan mudanya terus berpikir hingga 2 jam, ia langsung bertanya pada tuan mudanya


" Tuan muda, apa sedang memiliki masalah dengan nona muda?"


" Tidak ada, saya hanya merindukan istri saya."


Repan yang mendengar jawaban dari tuan mudanya, ia hanya mengerutkan keningnya, ia bingung dengan tuan mudanya, jelas-jelas tuan mudanya baru saja di kantor sekitar 2 jam, tapi tuan mudanya mengatakan rindu


" Apa tuan muda sudah menjadi bucin? Bisa-bisanya tuan muda bilang rindu." batin Repan


Tiba-tiba ada suara ketukan pintu


Tok-tok


Repan langsung menyuruh orang itu untuk masuk


" Masuk."


" Permisi pak CEO, tadi ada telpon dari Resepsionis, kalau ada seorang Gadis yang ingin bertemu dengan Anda, tapi tadi Gadis itu tidak menyebutkan namanya, dia mengatakan kalau menunggu di meja resepsionis."


" Baiklah, kau boleh keluar."


" Baik pak CEO."

__ADS_1


Sekertaris Hadi langsung keluar lagi dari ruangan Hadi. Hadi langsung tersenyum, ia pikir Riana yang datang ke kantornya, Hadi langsung berdiri


" Repan, kau di sini saja, saya akan keluar dulu."


Repan tidak menjawab ucapan dari tuan mudanya, ia sedikit bingung dengan tuan mudanya, biasanya tuan mudanya tidak pernah menemui orang sembarang, tapi kali ini tuan mudanya tidak mempermasalahkan itu. Hadi langsung keluar dari ruangannya. Setelah tuan mudanya keluar, Repan baru menjawab ucapan tuan mudanya sambil membungkuk, seolah-olah ia sedang berbicara dengan tuan mudanya


" Baik tuan muda."


Hadi sampai di depan Resepsionis, ia langsung melihat ke arah Gadis itu, yang awalnya wajahnya ceriah, tapi sekarang menampilkan wajah tidak suka, setelah tau siapa yang datang. Yulia langsung tersenyum saat melihat Hadi, ia langsung memeluk Hadi sangat erat


" Hadi, aku tidak bisa melupakanmu, aku mau kita mulai lagi dari awal, tolong kasih aku kesempatan kedua."


Hadi langsung melepaskan pelukan Yulia, ia langsung menatap mata Yulia. Hadi bisa melihat kalau Yulia tidak baik-baik saja, terlihat jelas wajah Yulia sangat pucat, dan badan yang sedikit kurus, membuat ia menjadi merasa bersalah


" Apa Yulia sakit karena aku? Atau Yulia memang benar-benar sedang sakit?" batin Hadi


" Maafkan aku Yulia, aku tidak bisa memberikan kesempatan kedua, aku sangat mencintai kristiani, aku tidak bisa meninggalkan dia."


" Aku juga tidak menyuruh kau untuk melepaskan Gadis itu Hadi, aku hanya ingin bersamamu, aku tidak peduli kau tidak mau melepaskannya, yang jelas jadikan aku istri keduamu, bukan'kah itu hal yang mudah?"


" Yulia, aku tidak akan pernah memiliki istri lagi, Kristiani adalah istriku satu-satunya, aku hanya mencintainya, tolong kau mengerti posisiku."


" Kau bilang mengerti? Aku kurang mengerti apa padamu Hadi? Aku menemanimu di saat kau terpuruk Karena Kristiani, dan sekarang kau kembali lagi dengan kristiani, bahkan aku tidak minta yang lebih gila, aku hanya minta menjadi istri kedua, apa susahnya untukmu?"


" Sangat susah Yulia, aku tidak pernah mencintaimu, aku juga tidak ingin menyakiti hati kristiani dan termasuk hatiku, kalau sampai kau menjadi istri kedua, aku juga akan menderita. Yulia, kalau kau mencintaiku, kau pasti akan melepaskanku, yang penting aku bahagia, tapi sepertinya kau bukan mencintaiku, melainkan kau terobsesi denganku."


" Aku sangat tulus mencintaimu Hadi. Kau masih bilang terobsesi? Setelah apa yang aku lakukan selama ini, apa kau tidak bisa melihat ketulusan cintaku? Gadis mana yang rela melepaskan pria yang sudah mati-matian untuk menyembuhkan luka lamanya, dan berharap cintanya akan di balas, tapi setelah sembuh kau meninggalkan aku begitu saja, bahkan kau menikah dengan Gadis yang sudah membuatmu seperti mayat hidup. Hadi, aku tidak tau dengan cara apa lagi agar bisa mendapatkanmu, jelas-jelas aku tidak memintamu untuk menjadi milikku seutuhnya, aku hanya minta kau juga menikahiku, hanya itu yang aku inginkan."

__ADS_1


" Yulia, kau harus ingat, aku sudah memberikan kesempatan untuk menikah denganku, tapi kau meninggalkanku dan memilih karirmu, apa kau lupa hal itu? Apa kau lupa akan membuat aku kehilangan nyawa hanya karena ulah bodohmu? Yulia, aku tidak ingin memberikan kesempatan lagi, lebih baik kau pergi dari kantorku."


" Aku tidak ingin pergi, sebelum kau menyetujuinya, aku hanya ingin meminta kesempatan kedua, tidak lebih dari itu."


Kepala Yulia sudah pusing, memang akhir-akhir ini Yulia tidak menjaga kesehatannya, semenjak Yulia tau kalau Hadi menikah dengan Gadis masa lalunya, ia menjadi terus memikirkan tentang dirinya, ia yakin tidak akan bisa memiliki Hadi lagi, tapi setelah lama berpikir, ia memutuskan untuk menjadi istri kedua, tapi ternyata tetap saja, jangankan untuk memiliki Hadi seutuhnya, ingin menjadi istri kedua saja, Hadi tidak menginginkannya. Yulia langsung memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Hadi yang melihat Yulia pusing, ia sedikit panik, walaupun ia tidak memiliki perasaan, tapi tetap saja Yulia adalah Gadis yang sudah menemaninya di saat terpuruk


" Yulia, kau tidak apa-apa?"


" Kepalaku pusing."


" Kalau begitu kau ikut ke ruanganku."


Yulia hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi langsung merangkul bahu Yulia, karena Yulia masih saja memegangi kepalanya, lalu langsung berjalan ke arah ruangannya. Setelah di ruangannya, Hadi langsung menyuruh Yulia untuk istirahat di ranjang ruangannya


" Kau istirahat dulu, aku akan menyuruh Repan untuk menghubungi dokter."


" Tidak perlu Hadi, aku hanya ingin istirahat sebentar, boleh kau duduk di sini untuk menemaniku?"


Hadi yang mendengar pertanyaan dari Yulia, ia sangat tidak enak untuk menolaknya, tapi kalau ia menemani Yulia, ia lebih merasa bersalah pada istrinya, walaupun posisi Yulia berbaring di ranjang, dan Hadi duduk di sofa, tapi tetap saja, ia merasa serba salah, untuk itu ia memutuskan berbohong pada Yulia


" Iya, aku keluar dulu sebentar, karena ada laporan yang harus aku tanda tangani."


" Baiklah, tapi cepat kembali lagi, aku hanya ingin di temani olehmu, kau tidak mungkin sedang menolakku?"


" Aku tidak menolakmu, aku hanya akan menandatangani sebentar."


" Baiklah."

__ADS_1


Hadi langsung keluar dari ruangan tempat istirahatnya, lalu ia langsung mencari keberadaan Repan, yang belum ia lihat batang hidungnya dari masuk ruangannya, tidak biasa Repan pergi, biasanya Repan selalu patuh jika di suruh menunggu, maka Repan akan menunggunya hingga kembali


__ADS_2