
Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, ia hanya diam mematung, terlebih lagi ia tidak percaya, kalau suaminya sekarang berani mencium bibirnya, lalu pergi begitu saja, seolah-olah yang di lakukan suaminya itu benar, suaminya bahkan tidak meminta persetujuan lagi darinya, suaminya langsung menciumnya
" Kenapa dia berubah menjadi pria mesum?, iya, seharusnya di usia pria itu memang sudah menikah, tapi dia, harus menahan hasratnya hanya untuk menunggu tunangannya kembali, tapi kali ini, sepertinya pria itu sudah memiliki mangsa untuk di nikmati, yaitu aku. Ah sial, kenpa aku hanya diam, saat dia memperlakukan aku seperti itu, aduh Riana, kau tidak boleh melakukan lebih dari itu, kau harus berjaga-jaga, agar pria itu tidak semakin semena-mena." batin Riana
Riana langsung berjalan ke arah ruangan ganti, ia langsung mengenakan baju tambahan, bahkan ia sampai memakai 4 baju dan 4 celana, karena ia takut suaminya akan macam-macam terhadapnya, setelah selesai, ia langsung berjalan ke arah ranjangnya, lalu langsung merebahkan tubuhnya sambil memiringkan tubuhnya ke arah tembok. Tidak bisa di bohongi, perasaannya sangat takut, bahkan AC yang terasa dingin itu, sekarang berubah menjadi panas, karena rasa takut dan sedikit gemetar, tapi ia sebisa mungkin untuk mengontrol ketakutannya. Hadi keluar dari kamar mandi, ia langsung melirik ke arah istrinya yang sudah berbaring menghadap ke arah tembok, lalu ia langsung melihat jam yang masih menujukan pukul 20.21 WIB, ia langsung berpikir tentang istrinya
" Tumben sekali, dia sudah tidur jam segini, biasanya dia nonton TV dulu hingga jam 9, atau besok ada sekolah pagi, itu kenapa dia takut ke siangan." batin Hadi
Hadi memang tidak menyadari, kalau ucapanya akan membuat istrinya memiliki rasa takut, bahkan ia berpikir tentang istrinya takut kesiangan. Hadi langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, sambil memandangi punggung istrinya yang menghadap ke arah tembok, lalu ia langsung tersenyum saat mengingat ucapanya tadi dan mencium bibir istrinya
" Hadi, kau memang gila, kenapa kau mengatakan ingin memiliki anak dari rahimnya, ada-ada saja, iya. Aku memang ingin memiliki anak darimu Kristiani, tapi itu nanti, setelah kau lulus sekolah, aku tidak ingin mengganggumu yang masih sekolah, apa lagi, kau juga belum ingat apa-apa tentangku, yang terpenting sekarang, aku harus membuatnya nyaman di sampingku, dan harus mencari tau juga, siapa sebenarnya kekasihnya, kalau sampai benar, dia memiliki hubungan dengan Kristian, itu tidak beres, mereka adalah Kaka beradik. walaupun aku juga belum sepenuhnya tau, kalau Riana adalah Kristiani, tapi kalau Riana bukan Kristiani, dia tidak akan memiliki epek pusing, saat aku mengucapkan semua kata yang pernah aku ucapkan pada Kristiani, dan kalau bukan juga, tidak mungkin aku langsung memiliki perasaan suka padanya, dari pertama bertemu, saat Riana akan bunuh diri, karena dari dulu, hatiku tidak memiliki rasa suka pada siapapun termasuk dengan Yulia, hanya pada Gadis ini yang membuat perasaanku berbeda." batin Hadi
__ADS_1
Hadi terus saja berpikir, tentang ucapan konyol dan perasaannya. Riana masih belum tidur, perasaannya sangat tidak tenang. Walaupun suaminya tidak mendekati ranjangnya, tapi ucapan suaminya masih terdengar sangat jelas di telinganya, yang mengatakan karena aku ingin memiliki anak dari rahimmu, bahkan rasa gemetar di tubuhnya belum saja berhenti dari tadi
" Riana, jangan terus memikirkan ucapan pria gila tadi, lama-lama kau yang gila, karena terus memikirkan ucapanya, kalau harus percaya, bahwa tidak akan terjadi apa-apa padamu, kalau pria itu menginginkan anak darimu, mungkin pria itu sudah melakukannya saat kau terpengaruh oleh obat perangsang, tapi pria itu tidak melakukan itu, bahkan pria itu membasahi tubuhku, agar menghilangkan rasa panas yang ada dalam diriku, jadi kau jangan berpikir negatif tentang pria itu." batin Riana
Walaupun Riana memiliki rasa takut, tapi ia tetap yakin, kalau suaminya tidak akan melakukan hal itu. Hadi yang terus berpikir, ia pun mencoba untuk memejamkan mata, hingga beberapa menit, tapi ia tidak bisa tidur, lalu ia langsung duduk, ia masih menatap istrinya, setelah itu ia langsung berjalan mendekati istrinya, hingga ia sampai, ia langsung duduk di samping ranjang istrinya, sambil menatap punggung istrinya. Riana yang menyadari suaminya duduk di belakangnya, ia sangat takut, ia langsung memejamkan matanya, lalu ia langsung mengepalkan kedua tangannya yang ada di dalam selimut sambil terus berdo'a
" Tuhan, lindungi aku, jangan sampai pria ini merenggut kehormatanku. Walaupun aku tau, dia adalah suamiku, tapi aku belum siap, aku belum siap pria dewasa ini melakukan itu padaku, terlebih lagi, pria ini melakukan itu hanya sebatas pemuas birahinya, karena sampai kapanpun pria ini tetap mencintai tunangannya, aku tau, aku sepertinya sudah benar-benar mencintai pria ini, setiap di sentuh olehnya, aku merasakan sangat bahagia." batin Riana
Hadi langsung mengelus lembut pucuk kepala istrinya, tapi saat ia mengusap lembut pucuk kepala istrinya, ia merasakan ada keringat dingin di kening istrinya, lalu ia langsung menatap dalam wajah istrinya, ia melihat istrinya seperti memiliki rasa takut, lalu ia langsung berpikir kalau istrinya sedang mimpi
Walaupun ucapan suaminya itu sangat lirih, tapi ia masih mendengar ucapan dari suaminya, lalu ia langsung berdecik kesal
__ADS_1
" Iya, aku memang sedang mimpi buruk, bahkan ini adalah pertama kalinya, aku mimpi yang sangat buruk dan mengerikan, karena ucapan gilamu, entahlah dari kedua kali bertemu, kau selalu saja membuatku hampir gila." batin Riana
Hadi masih mengelus lembut pucuk kepala istrinya, lalu ia langsung mencium kening istrinya, setelah itu, ia langsung mengucapkan selamat tidur di telinga istrinya
" Good night dear."
Riana yang di cium keningnya, dan mendengar ucapan selamat tidur dari suaminya, membuat rasa gemetar itu mulai hilang, rasa takut dan tegang juga mulai mereda, karena yang ia pikirkan, ternyata tidak terjadi, bahkan suara suaminya itu sangat lembut, tidak seperti tadi. Hadi masih menatap wajah istrinya, lalu ia langsung memegang kening istrinya, setelah ia merasa keringat dingin istrinya mulai menghilang, ia pun langsung tersenyum, dan sekarang ia menyadari, kalau ternyata istrinya itu tidak tidur, tapi ia juga tidak tau, apa yang istrinya takutkan hingga pura-pura tidur dan banyak keringat
" Gadis kecil, apa yang kau takutkan?, hingga kau banyak keringat, dan keringatmu itu keringat dingin, seperti sedang takut sesuatu, kau juga pura-pura tidur, tidak biasanya seperti ini." batin Hadi
Setelah berpikir, Hadi langsung melihat leher istrinya, ia melihat ada 4 kerah baju di leher istrinya, setelah itu ia langsung berpikir tentang istrinya
__ADS_1
" Apa yang gadis kecil ini lakukan, kenpa gadis kecil ini memakai banyak baju, tidak heran kalau gadis kecil ini sangat gerah, dasar gadis kecil aneh." batin Hadi
Hadi lagi-lagi tidak menyadari, kalau ucapanya tadi membuat istrinya ketakutan, bahkan ketakutan yang luar biasa, tapi ia terus saja bertanya tentang istrinya, ia seolah-olah tidak pernah membuat istrinya merasakan tertekan