
Setelah selsai membeli ponsel Hadi membawa istrinya ke pantai tempat ia dan Kristiani habiskan dulu. Sekarang Hadi dan istrinya sudah ada di pantai tersebut, lalu ia langsung menyuruh istrinya untuk menatap air pantai berwarna biru yang bergolongan itu
" Gadis kecil, coba kau lihat air pantai yang bergolongan itu, sangat cantik bukan?"
" Iya om."
Hadi langsung melihat istrinya yang menatap air pantai itu, dan ia juga mengatakan air gelombang itu sangat cantik, karena itu adalah ucapan kristiani dulu. Riana terus menatap air pantai biru itu, ia merasakan tidak asing, bahkan ucapan suaminya yang mengatakan air pantai sangat cantik juga tidak asing ia dengar, tapi ucapan itu, baru ia dengar dari mulut suaminya. Hadi langsung melingkarkan tangannya di pinggang istrinya, lalu kepalanya ia sandarkan di bahu istrinya. Riana yang terkejut, ia langsung bertanya
" Apa yang om lakukan?"
" Gadis kecil, aku ingin mengatakan sesuatu padamu, sesuatu yang pernah aku ucapkan pada seorang gadis, jadi kau diam, kau cukup resapi ucapanku."
" Iya Om."
" Bisa, kau memandang air pantai yang bergolongan itu dengan tatapan tajam, dan kau kosongkan pikiranmu?, yang kau dengarkan cukup suaraku."
" Baik Om."
Riana langsung menghilangkan sesuatu yang ada di dalam pikirannya, lalu ia langsung menatap air pantai yang bergolongan itu dengan tatapan tajam. Hadi langsung menarik nafas dalam-dalam, lalu langsung menghempaskannya dengan perlahan, setelah itu ia langsung berpikir sesaat
" Riana, aku berharap kau adalah Kristiani, dan aku berharap kau secepatnya mengingatku." batin Hadi
Setelah selsai berpikir, ia langsung memulai pembicaraannya
" Kau tau, Om, sangat menyukai air pantai biru ini, Om, ingin mengajakmu setiap hari, setelah kita menikah, kau yang ingin om untuk menikahimu, maka kau harus setia selalu di sisi om, dan kau tau, om ingin menatap air pantai biru itu sambil memeluk pinggangmu."
__ADS_1
Riana yang mendengar ucapan suaminya, ia mulai pusing, kepalnya mulai sakit, tapi ia sekuat tenaga untuk tidak berteriak, ia sangat tertarik dengan ucapan suaminya, dan ucapan itu sangat tidak asing untuknya, apa lagi ia sudah menyadari, kalau kunci ingatannya ada pada suaminya, tapi semakin ia menahannya, kepalnya semakin sakit, ia melihat pria kecil itu, mengucapkan seperti yang suaminya ucapkan, bahkan semua kata-kata sama, tapi ia masih belum bisa mengingat nama pria kecil itu. Riana yang terus menahan pusing, membuat tubuhnya semakin lemas, hingga ia langsung menjatuhkan diri ke samping, tapi ia tidak jatuh karena menyadar di pergelangan tangan suaminya. Hadi yang menyadari tubuh istrinya mulai lemas, ia menghentikan pembicaraan itu, lalu langsung duduk sambil menyanggah kepala istrinya, setelah itu ia langsung bertanya
" Gadis kecil, apa kau butuh obat?, tapi obat pereda sakit kepalamu tadi sudah kau minum, dan itu tidak boleh di minum lagi, karena sehari kau hanya boleh minum dua kali, sedangkan kau di kantor baru saja meminumnya, apa kau mau minum obat penenang saja?"
" Tidak om, aku tidak ingin obat penenang."
Riana tidak ingin meminum obat penenang, ia tidak ingin ingatan yang mulai terkumpul susah payah, tiba-tiba hilang begitu saja karena rasa ngantuk. Obat penenang itu memang memiliki epek samping mengangguk, membuat Riana hanya bisa menahan sakitnya. Hadi yang tidak tega melihat tubuh istrinya lemas, ia langsung mengajak istrinya ke villa miliknya, yang tidak jauh dari pantai itu
" Gadis kecil, sekarang kita ke villa."
Riana yang mendengar ajakan suaminya, ia menolak, ia masih ingin mengingat masa lalunya
" Tidak om, aku masih ingan di sini."
Riana yang mendengar ucapan suaminya, ia sangat senang, lalu ia langsung menyetujui ucapan suaminya
" Iya Om."
Hadi langsung mengangkat tubuh istrinya, lalu ia langsung berjalan ke arah villa miliknya, sambil tersenyum mengambang di bibirnya, saat melihat reaksi istrinya yang membuat tubuh istrinya lemas, ia sangat bahagia, ia sudah yakin kalau istrinya adalah Kristiani, sekarang ia hanya butuh usaha untuk membuat istrinya mengingat masa lalunya
" Kristiani, akhirnya aku bisa bertemu denganmu, walaupun kau belum mengingatku, tapi aku sangat bahagia, semoga kau secepatnya bisa ingat masa lalu kita." batin Hadi
Hadi berjalan sambil terus berpikir, ia sangat bahagia, karena baru satu kali mengajak istrinya pergi ke pantai, tapi istrinya suda memiliki reaksi pada ingatan masa lalunya, ia berharap, agar secepatnya mengingatnya, hingga ia sampai di villa. Penjaga villa itu langsung membukan pintu untuk Hadi sambil menyapanya
" Sore tuan muda."
__ADS_1
" Iya sore juga."
Hadi langsung masuk ke dalam kamar, ia langsung meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang, lalu ia langsung duduk di samping istrinya, ia mengelus lembut pucuk kepala istrinya sambil tersenyum. Riana yang di perlakukan seperti itu, ia hanya diam, bahkan ia tidak ingat lagi dengan perjanjian kontrak yang selalu ia ucapkan. Jika suaminya menyentuhnya, tapi sekarang saat suaminya menyentuhnya, ia menjadi sangat bahagia. Hadi langsung menyuruh istrinya untuk istirahat
" Kau istirahat saja, nanti setelah tubuhmu membaik, kita pulang."
" Iya om."
Hadi langsung berdiri, ia baru saja akan melangkahkan kakinya, tapi istrinya sudah menahan tangan kirinya sambil bertanya
" Om, bisakah kau temani aku?, aku tidak ingin sendiri."
Hadi yang mendengar permintaan istrinya, ia langsung menjawab ucapan istrinya sambil tersenyum
" Baiklah gadis kecil."
Hadi langsung duduk lagi di sisi ranjang. Setelah suaminya duduk, Riana memutuskan untuk memejamkan mata, sambil terus memegangi tangan kiri suaminya. Hadi yang melihat istrinya memejamkan mata, ia hanya tersenyum, senyuman itu tidak pernah pudar dari bibirnya, setelah melihat reaksi tubuh istrinya, ia sangat bahagia, walaupun ia tau, istrinya belum bisa mengingatnya, tapi ia sangat bersyukur, karena menemukan jawaban, kalau istrinya adalah gadis yang ia cari selama 10 tahun lebih
" Tuhan, terimakasih karena sudah mengabulkan do'aku, untuk bertemu kembali dengan gadis kecil yang aku cari selama ini, walaupun kristiani belum bisa mengingatku, tapi setidaknya aku sudah bisa menyimpulkan bahwa istriku adalah Kristiani. Walaupun aku juga tidak tau, kalau kristiani sudah ingat sepenuhnya, apa dia akan tetap bersamaku seperti janjinya dulu, atau dia akan mengakhiri hubungan itu, karena usia kita memang sangat berbeda jauh, atau dia mengakhiri hubungan itu, karena marah, karena aku telah mengkhianatinya, aku telah memiliki tunangan. Lama-lama pusing juga kalau aku terus berpikir yang belum jelas nantinya." batin Hadi
Hadi lalu langsung mencium kening istrinya sangat lama, setelah itu ia langsung memandangi wajah mungil istrinya sambil berpikir
" Kristiani, Om sangat mencintaimu, om sangat menyesal karena dulu om menerimamu hanya takut kau melakukan hal yang nekat lagi, tapi janji om yang akan menikahimu, akhirnya menjadi kenyataan." batin Hadi
Setelah berpikir Hadi langsung mengusap lembut pipi istrinya. Riana saat suaminya mencium keningnya, ia pun terbangun, karena aroma parfum suaminya yang sangat menyengat di hidungnya, membuat ia terbangun, tapi ia tetap diam, ia merasakan sangat bahagia saat suaminya mencium keningnya secara diam-diam
__ADS_1