
Hadi dan Riana memiliki perasaan yang sama-sama sangat nyaman apa lagi Riana yang mencium aroma parfum di jas milik Hadi, aroma parfum itu tidak asing buat dirinya, tapi dirinya juga tidak ingat apa pernah memakainya atau bertemu orang lain di tempat makan. Mereka masih saling menatap mata hingga keduanya sadar dari lamunan masing-masing
"tuan muda, terimakasih."
Riana pun akan melepaskan jas itu namen Hadi langsung memegang kedua bahu Riana sambil berkata
"tidak perlu di lepas, pakai saja jas itu, kau yakin tidak ingin saya antar?"
"tidak perlu tuan muda, sekali lagi saya mengucapkan terimakasih."
"sama-sama."
Riana langsung berdiri lalu dirinya langsung melangkahkan kakinya untuk pulang. Hadi juga ikut berdiri, dirinya masih saja melihat Gadis kecil itu hingga menghilang dari pandangan matanya
"sangat cantik, kenapa nasibnya sangat malang, pria bodoh mana yang sudah memutuskan hubungan dengan Gadis itu."
Repan yang mendengar ucapan tuan mudanya dirinya langsung menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, sudah 11 tahun, tuan mudanya tidak pernah memuji seorang Gadis, bahkan Yulia saja yang calon istrinya belum pernah memuji kecantikan Yulia, tapi hari ini tuan mudanya memuji Gadis kecil tadi membuat Repan sedikit bingung. Hadi yang tidak mendengar suara dari asistennya dirinya melihat asistennya yang sedang menggaruk-garuk kepala
"apa yang aku katakan tadi." Batin Hadi
Hadi terus mengingat apa yang dirinya ucapkan lalu dirinya ingat kalau dirinya baru saja memuji Gadis yang tidak di kenal kemudian Hadi melihat ke air laut yang bergelombang lagi
"Repan."
"iya tuan muda.
"jujur Gadis tadi sangat bodoh kenapa dia melakukan hal bodoh karena seorang pria, apa lagi dia masih Gadis kecil."
"tuan muda, bukankah dulu ada seorang Gadis kecil yang ingin di nikahi pada pria kecil, tapi pria kecil itu menolak lalu dia terjun ke kolam renang, dia ingin bunuh diri lalu pria kecil itu menolong Gadis kecil itu dan menyetujui permintaan Gadis itu, mungkin Gadis tadi juga merasa seperti Gadis itu, perasaan yang ingin memiliki."
Hadi tidak menjawab kini matanya langsung menatap mata Repan dengan tatapan sinis, karena Repan mengingatkan masa lalu dengan Kristiani. Gadis manis dan cerewet yang membuat Hadi menjadi pria tertutup sekarang. Repan yang menyadari tatapan itu tatapan sebuah peringatan dirinya langsung menunduk takut, dirinya juga lupa kenapa mengatakan hal itu pada tuan muda
"kenapa aku mengatakan itu, itu sama saja mengingatkan tuan muda pada nona kristiani." batin Repan
__ADS_1
Perasaan Hadi menjadi sesak saat mengingat lagi kenangan yang sudah menghilang di ingatan dirinya, dirinya mencoba mengingat lagi perkataan Kristiani, hingga Hadi terduduk lemas lalu tangan dirinya mencoba menahan tubuhnya yang kini menjadi gemetar. Repan merasa bersalah kenapa dirinya mengingatkan pada Gadis itu, lalu dirinya ikut duduk
"tuan muda, maafkan perkataan saya."
Hadi langsung mengetes air mata, dadanya benar-benar sesak lalu dirinya memutuskan bertanya pada Repan, tanpa menjawab pertanyaan dari Repan
"Repan, kira-kira wajah kristiani seperti apa sekarang, apa dia cantik?, apa dia hidup dengan layak?, apa dia sudah melupakan aku?, atau dia sudah bahagia bersama pria lain?"
"aku bener-bener keceplosan, teragedi itu adalah teragedi yang membuat tuan muda sadar kalau dirinya bener-bener mencintai nona kristiani." batin Repan
"bagaimana Repan?"
Repan lalu sadar dari lamunannya, tapi dirinya juga bingung harus mengatakan
"mungkin nona muda juga hidup dengan layak tuan muda."
"bagaimana kalau hidupnya tidak layak?"
"kenapa aku harus ke ceploskan, aku tidak bisa berkata-kata, kenapa tuan muda masih saja mencintai Gadis kecil itu, jelas-jelas tadi sudah melamar nona Yulia." batin Repan
"bagaimana kalau hidupnya tidak layak?"
Repan pun sadar dari lamunannya
"tidak tau, tuan muda."
Raut wajah Hadi semakin kecewa setelah mendengar jawaban dari Repan. Repan juga menemukan kekecewaan pada wajah tuan muda, tapi dirinya juga bukan malaikat yang selalu benar, kalau Repan mengatakan hidup nona kristiani pasti layak, bagaimana kalau kenyataan itu berubah menjadi tidak layak, pasti dirinya menjadi masalah lagi seperti yang di ucapkan barusan dirinya juga tidak sengaja mengucapkan hal tadi
"tuan muda, saya benar-benar minta maaf atas ucapan saya."
"tidak perlu minta maaf Repan, hal yang paling saya sesali adalah kenapa saya menerima Kristiani hanya seorang adik saat itu, tapi kenyataannya saya juga sangat mencintainya."
Repan hanya diam dirinya juga tidak tau harus menjawab apa lagi sekarang
__ADS_1
...****************...
Riana memasuki rumah sederhana dengan langkah kaki yang tertatih-tatih, baju basah kuyup. Rina yang sedang duduk di depan menunggu adiknya dirinya melihat adiknya datang lalu dirinya langsung mendekati Riana
"dek, ada apa ?, kenapa bajumu basah?, siapa yang melakukan ini?, lalu jas siapa ini?"
"tadi hujan Ci."
"jangan berbohong, aku tidak pernah mengajarimu untuk berbohong, dan ini pertama kalinya kau berbohong denganku, ada apa sebenernya?, kenapa kau seperti habis menangis?"
"iya ini pertama kalinya aku berbohong padamu Ci, tapi aku tidak mungkin menceritakan kalau aku akan bunuh diri karena seorang pria, pria dewasa itu benar aku adalah Gadis bodoh." batin Riana
"kenapa tidak menjawab pertanyaan aku?
Riana sadar dari unek-uneknya yang ada di dalam pikiran dirinya
" Ci, aku lelah, aku ingin istirahat."
Rina sedikit kecewa dan bingung, lalu dirinya mendekati adiknya lalu dirinya mencium aroma jas yang adiknya pakai, aroma jas itu tidak asing itu adalah parfum yang biasa teman pria Rina pakai, tapi sebelum itu dirinya pernah mengenal aroma parfum itu lalu dirinya ingat kalau parfum itu adalah yang di pakai Riana saat masih kecil, dirinya juga mengenal produk parfum itu yang di produksi oleh PT Wijaya Grup
"apa Riana ada hubungannya dengan keluarga Wijaya." batin Rina
Riana melihat wajah Kakanya sedikit bingung, karena dari tadi Kakanya melontarkan banyak pertanyaan, tapi kini diam membisu setelah mencium aroma jas yang Riana pakai
"apa Cici juga merasakan hal yang sama, aku memang banyak berganti parfum, tapi baru kali ini parfum yang pria itu pakai sangat tidak asing untukku, dan merasakan hal yang berbeda, pelukannya sangat hangat tidak seperti pelukan Aldi." batin Riana
Rina dan Riana diam mereka memikirkan pikiran masing-masing, kedua orang itu sangat banyak melontarkan pertanyaan dalam pikiran masing-masing
"tidak mungkin, mana mungkin Riana ada hubungannya dengan keluarga Wijaya Grup, tapi parfum itu di keluarkan 7 tahun yang lalu, sedangkan Riana memakai parfum itu 11 tahun yang lalu bahkan parfum itu belum ada lebel nama saat Riana memakainya." batin Rina
Kedua masih saja diam tiba-tiba Marina datang dari dapur lalu dirinya melihat anak-anak yang terdiam seperti memikirkan sesuatu masing-masing lalu dirinya memutuskan untuk bertanya pada anak-anaknya
"Rina, Riana, kalian kenapa?, kenapa baju Riana basah?"
__ADS_1
Rina dan Riana tidak menjawab pertanyaan ibunya keduanya masih diam membisu sambil memikirkan aroma parfum dalam jas yang Riana pakai