
Setelah makan Riana dan Hadi langsung ke kamarnya. Hadi duduk di atas ranjang sambil memainkan laptopnya, sedangkan Riana langsung membaringkan tubuhnya sambil sesekali ia melihat suaminya yang masih sibuk dengan laptopnya, lalu ia ingat dengan mantan pacarnya
"apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku perbuat, Koko pasti sangat membenciku, bahkan aku sekarang benar-benar seperti gadis murahan, aku harus terjebak dalam pernikahan kontrak, bahkan Koko juga tau, dia mengatakan pernikahan kontrak, Riana sudahlah, kau tidak perlu memikirkan hal itu, yang harus kau pikir adalah mengingat masa lalumu."
Setelah berpikir tentang mantan pacarnya, ia langsung melihat jam yang menunjukkan pukul 21.39 WIB. Riana memutuskan untuk tidur, ia langsung menarik selimut, lalu langsung tertidur. Tidak lama Riana tertidur, ia langsung bermimpi, mimpi yang sama seperti saat itu, ia menyatakan perasaannya pada pria kecil, tapi pria kecil itu, menolaknya, lalu ia langsung terjun ke kolam, setelah itu pria kecil itu berteriak-teriak memanggil nama Kristiani, panggilan itu sangat jelas. Riana yang masih bermimpi, sambil sesekali menggeleng-gelengkan kepalanya. Hadi yang masih memainkan laptopnya, ia melihat ke arah istrinya, ia melihat istrinya seperti sedang mimpi buruk, ia langsung turun dari ranjang, lalu langsung mendekati istrinya, hingga ia sampai di ranjang istrinya. Hadi langsung duduk, ia mencoba membangunkan istrinya yang tertidur sambil menggeleng-gelengkan kepala, bahkan istrinya sangat penuh dengan keringat, mungkin istrinya sedang mimpi buruk
"gadis kecil, gadis kecil."
Tiba-tiba Riana memeluk suaminya dengan erat, ia masih memejamkan mata, ia tidak menyadari kalau orang yang di sampingnya adalah suaminya, karena biasanya yang ia peluk saat mimpi yang sama, ia akan memeluk ibu angkatnya. Hadi juga membalas pelukan itu, walaupun ia sangat dingin pada istrinya, tapi tidak bisa di pungkiri, saat istrinya memiliki ketakutan tersendiri, ia ingin menjadi sandaran untuk istrinya. Riana yang masih memeluk erat, ia mulai terbangun karena rasa nyaman dan aroma tubuh orang yang ia peluk, ingatannya mulai sadar, kalau itu adalah suaminya, ia langsung membuka mata perlahan, setelah sadar kalau ia sedang memeluk suaminya, Riana langsung melepaskan pelukannya. Hadi menatap wajah istrinya yang penuh dengan keringat, lalu ia langsung bertanya pada istrinya
"apa kau tadi mimpi buruk?"
__ADS_1
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi melihat jam yang masih menunjukkan pukul 23.30 WIB, lalu ia langsung menyuruh istrinya untuk tidur lagi
"kau lebih baik tidur lagi, sekarang masih sangat malam."
Riana masih menjawab dengan anggukan kepala. Hadi langsung membaringkan tubuh istrinya, lalu ia langsung menyelimuti tubuh istrinya, setelah itu ia langsung pergi ke ranjangnya lagi, hingga ia sampai di ranjangnya, lalu ia langsung memainkan laptopnya lagi. Riana hanya menatap suaminya yang pergi ke ranjangnya lagi, ia tidak menyangka bahwa pria sombong dan dingin itu, tapi pria itu masih memiliki hati nurani. Setelah jam menunjukkan pukul 00. 12 WIB. Riana langsung terlelap lagi. Hadi juga memutuskan untuk tidur, ia langsung meletakkan laptopnya di atas meja, setelah itu, ia langsung melirik ke arah istrinya, ia melihat istrinya sudah tertidur, lalu langsung membaringkan tubuhnya hingga ia tertidur. Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB, Hadi bangun lebih dulu, ia juga sudah mandi, sekarang ia sedang membereskan berkas-berkas untuk miteeng, setelah itu ia langsung keluar dari kamarnya hingga ia sampai di samping meja makan, yang sudah di tunggu oleh kedua orang tuanya, lalu ia langsung menyapa kedua orang tuanya
"pagi pah, pagi mah."
"pagi juga sayang, istrimu kemana?"
Setelah mendengar pertanyaan ibunya, Hadi baru ingat kalau ia dari tadi belum melihat istrinya, lalu ia langsung menjawab pertanyaan ibunya
__ADS_1
"masih tidur mah."
Setelah mendengar jawaban dari anaknya, Henny langsung bertanya apa yang anaknya lakukan semalam dengan istrinya
"apa semalam kau melakukan sesuatu dengan istrimu?"
"mah, aku tidak melakukan apa-apa, dia itu hanya gadis kecil, apa lagi dia juga hanya istri kontrak, aku tidak akan melakukan apa-apa padanya."
Setelah anaknya menjawab pertanyaannya, Henny tidak lagi bertanya apa-apa tentang anaknya, perasanya sangat kecewa, tapi ia berharap dengan seiringnya waktu, anaknya bisa membuka hati untuk Riana, bagaimana pun juga mereka bukan menikah kontrak, yang Henny anggap pernikahan mereka adalah sebuah perjodohan. Delon, Henny, dan Hadi mulai sarapan, hanya Aldi yang belum bangun karena ia sudah biasa bangun pukul 08.30 WIB, sedangkan mereka bertiga memang bangun pagi-pagi karena memiliki kesibukan masing-masing. Delon yang harus pergi ke perusahaan Helvy Grup, itu adalah perusahaan Henny, tapi karena Henny yang membuka toko butik, ia menyerahkan perusahaan itu pada suaminya, sedangkan Hadi harus pergi ke perusahaan Wijaya Grup. Setelah selesai sarapan mereka langsung pergi. Jam sudah menunjukkan pukul 08.21 WIB, Riana baru saja bangun, ia langsung duduk di atas ranjang sambil melihat sekeliling kamar, ternyata di kamar itu tidak ada keberadaan suaminya, mungkin suaminya sudah pergi bekerja, lalu ia langsung turun dari ranjang, setelah itu ia langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Riana langsung cuci muka, setelah cuci muka, ia memutuskan untuk mengambil air minum, karena ia sangat haus. Riana langsung berjalan keluar dari kamarnya hingga ia sampai di samping meja makan, Riana langsung mengambil minum, lalu langsung meminumnya, sambil matanya melirik ke arah semua ruangan itu, tapi ia bahkan tidak melihat siapa-siapa selain pelayan. Aldi juga sudah rapih karena ia akan pergi ke kampus, ia langsung menuruni tangga hingga ia sampai di samping meja makan, ia melihat mantan pacarnya yang sedang minum, detak jantung Aldi sangat kencang, ia sangat merindukan mantan pacarnya, tapi rasa rindu itu ia buang jauh-jauh, karena ia mengingat mantan pacarnya yang menerima pernikahan kontrak, layaknya seperti wanita yang tidak memiliki harga diri, ia langsung menarik gelas yang ada di tangan mantan pacarnya, lalu langsung meletakannya di meja, setelah itu ia langsung menarik mantan pacarnya hingga duduk di kursi. Riana dan Aldi saling menatap mata, hanya saja Riana menatap mantan pacarnya dengan tatapan takut, sedangkan Aldi menatap mata mantan pacarnya dengan tatapan sinis, lalu ia langsung berbicara lebih dulu
"Riana, kenapa kau menikah kontrak?, kenapa kau merelakan harga dirimu hanya untuk uang?, aku tidak pernah berpikir bahwa kau adalah wanita murahan! Apa ini sikap aslimu yang rela melakukan apapun hanya untuk uang?, dasar wanita murahan! Kau tidak pantas berpura-pura menjadi wanita lugu dan polos, kau tidak lebih seperti wanita yang ada di club malam!"
__ADS_1
Setelah mendengar pertanyaan mantan pacarnya sangat banyak dan menganggapnya wanita murahan, ia langsung meneteskan air mata, ia tidak menyangka, bahwa dugaannya semalam itu benar, Riana langsung menundukkan kepalanya, ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan mantan pacarnya, dan menurut Riana semua ucapan mantan pacarnya itu benar, ia sekarang memang seperti gadis murahan, tapi ia lakukan semuanya hanya untuk membalas kebaikan keluarga angkatnya