Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB. 72 Jujur


__ADS_3

Hadi masih diam, masih dengan air mata yang mengalir deras di pipinya tanpa di suruh. Sudah dua kali Hadi menangis oleh istrinya, entah kenapa hatinya sangat sakit, setiap kali di bohongi oleh istrinya, bahkan membuat ia menjadi pria yang lemah tidak berdaya. Riana juga masih diam, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi, kalau pun ia berbicara, semuanya akan sia-sia, suaminya pasti akan membentaknya, tidak ingin mendengarkan penjelasannya, membuat hatinya sangat sakit, andaikan saja suaminya tidak memiliki tunangan, ia mungkin akan berusaha mendapatkan hati suaminya dengan caranya sendiri, membuat ia benar-benar bingung. Hadi memutuskan untuk bertanya lagi pada istrinya


" Berapa lama kau memiliki hubungan dengan Kristian?, apa kau bahagia dengan pria itu?"


" Om, sudah aku bilang, aku tidak memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih, aku adalah."


Riana baru saja akan mengatakan aku adalah adiknya Kristian, tapi suaminya sudah memotong pembicaraannya lagi


" Riana, aku mohon, tolong jangan terus berbohong padaku, aku hanya butuh kejujuranmu."


Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, ia hanya menghela nafas berat, ia bahkan tidak di berikan kesempatan untuk berbicara, lagi-lagi suaminya selalu memotong pembicaraannya, entah apa yang ada dalam pikiran suaminya, suaminya seperti sedang cemburu, tapi menurut Riana tidak mungkin kalau suaminya itu cemburu, jelas-jelas suaminya itu sangat tergila-gila pada tunangannya, bahkan suaminya hampir bunuh diri karena tunangannya, jadi tidak mungkin kalau suaminya itu mencintai ia, tapi melihat suaminya yang sangat marah besar, suaminya seperti sedang cemburu, membuat Riana tidak bisa menyimpulkan dengan perasaan suaminya


" Om, apa yang ada di dalam pikiranmu, kenapa kau begitu marah, apa kau mencintaiku?, tapi itu sangat mustahil bagiku, kau adalah pria yang sangat sempurna, tidak mungkin mencintaiku, tapi kenapa kau begitu marah seperti sangat cemburu." batin Riana


Hadi yang tidak ingin berdebat lagi dengan istrinya, ia langsung menyuruh istrinya untuk berangkat sekolah, apa lagi sekarang sudah telat, sebentar lagi istrinya akan memulai pelajaran


" Riana, kau masuklah ke dalam mobil, dan hapus air matamu, berhentilah membuat air mata palsu, sekarang sudah telat."


Riana yang di suruh suaminya, ia sudah tidak ingin untuk masuk sekolah lagi, baginya percuma, walaupun ia masuk sekolah, ia tidak akan bisa mencerna semua pelajaran itu

__ADS_1


" Tidak om, kalau kau mau pergi ke kantor, pergi saja, aku tidak ingin berangkat sekolah."


Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, membuat ia semakin marah, dan kecewa, ia langsung bertanya pada istrinya


" Riana, berhenti bersikap seperti anak-anak, apa yang aku lakukan semuanya salah di matamu?, apa yang harus aku lakukan?, katakan padaku Riana!"


" Bisa kau menghargai aku sebagai seorang manusia yang pantas kau hargai?, bisa kau mengerti perasaanku?, semuanya tidak bisa, kau hanya mementingkan diri sendiri, kau tidak mementingkan perasaanku."


" Perasaan seperti apa yang ingin di mengerti?, ingat Riana, aku masih sah jadi suamimu!"


Riana yang mendengar kata suami, membuat ia sangat emosi, apa lagi ia tidak di berikan untuk menjelaskan siapa Kristian sebenarnya, dan di tambah lagi ia juga akan bercerai, hanya tinggal menghitung hari


Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, membuat dadanya sangat sesak, ia tidak menyangka kalau istrinya akan mengatakan itu, begitu ingin berpisahnya hingga istrinya mengatakan itu, bahkan istrinya sama sekali tidak menganggap ia sebagai suaminya, kemarahan dan ke sabaran sudah ia tunjukkan bahwa ia sangat mencintai istrinya, tapi ternyata istrinya sama sekali tidak menghargainya


" Riana, apa perpisahan membuat kau bahagia, apa kebersamaan kita tidak ada artinya sedikitpun untukmu, apa Kristian pria yang sangat kau cintai, bahkan nama kontaknya saja sangat sepesial di ponselmu." batin Hadi


Kristian yang masih mendengarkan pertengkaran mereka dari dalam telpon, ia hanya menghela nafas panjang. Kristian yang mendengar pertengkaran mereka, ia bisa menyimpulkan kalau adiknya dan sahabatnya itu saling mencintai. Walaupun adiknya masih belum mengingat siapa Hadi, dan Hadi belum mengetahui siapa Riana, tapi dari pembicaraan mereka, Kristian bisa menyimpulkan kalau sahabatnya sangat mencintai adiknya. Ternyata nama tidak bisa di bohongi, perasaan Hadi sangat terikat kuat kalau tetap mencintai satu wanita di hatinya. Kristian memutuskan untuk membicarakan tentang Hadi pada adiknya, ia tidak ingin kesalahan pahaman itu terus terjadi. Kristian langsung memanggil adiknya, ia berharap bisa mendengar suaranya


" Sayang, apa kau mendengar suaraku?"

__ADS_1


Riana yang mendengar suara Kakanya dari dalam telpon, ia benar-benar sangat malu pada kakanya, ternyata kakanya belum memutuskan sambungan telponnya. Riana langsung mengambil ponselnya, tapi suaminya dengan sigap mengambil ponselnya dari tangannya. Hadi yang sudah sangat marah, ia langsung berbicara pada Kristian


" Kristian, kau bilang kau sama sekali tidak mencintai istriku saat kita di kantor, tapi ternyata kau memiliki hubungan dengan istriku, kau memang pria brengsek, sahabat macam apa?, yang berani merebut istri dari sahabatnya sendiri, apa tidak bisa kau mencari wanita lain untuk kau jadikan pacar, selain istriku!"


" Hadi, kau salah paham, aku adalah k."


Kristian baru saja akan mengatakan aku adalah Kaka kandungnya, tapi ucapan itu sudah di potong oleh Hadi


" Kau dan Riana sama saja! Sama-sama munafik."


" Hadi, aku tau kau sangat emosi, tapi emosi tidak akan menyelesaikan masalah, dan jangan pernah kau memotong pembicaraanku, aku belum selesai berbicara."


Hadi yang tidak ingin mendengarkan ucapan dari Kristian, ia langsung melempar ponsel istrinya ke dinding


Bruk...


Ponsel itu hingga hancur, lalu Hadi langsung menatap istrinya dengan tatapan sangat kecewa, ia sangat kecewa, istrinya dan sahabatnya sama-sama menutupi hubungan mereka, sama-sama tidak ada yang mau jujur, andaikan saja ia akan mencintai istrinya dengan muda, ia tidak ingin mengajukan perjanjian kontrak konyol, dan ia juga tidak akan memperbolehkan istrinya untuk memiliki pacar, tapi nasi sudah menjadi bubur, tidak akan bisa menjadi nasi lagi. Riana hanya menatap suaminya dengan perasaan kecewa, suaminya begitu sangat egois, tidak ingin mendengarkan pembicaraan dari Kakanya dan dari ia, ia bingung harus berbicara apa lagi pada suaminya, ia langsung duduk di lantai, rasanya sudah benar-benar lelah, bertengkar dengan suaminya itu tidak akan mendapatkan titik terang. Hadi melihat istrinya duduk di lantai, ia juga langsung ikut duduk di lantai, setelah itu ia langsung minta maaf, dan ia juga memutuskan untuk jujur dengan perasaannya pada istrinya


" Gadis kecil, aku minta maaf, telah membuatmu menangis, aku tau, aku tidak berhak ikut campur urusanmu, kisah percintaanmu, tapi aku hanya ingin jujur padamu, dari awal kita bertemu saat kau akan bunuh diri, dari saat itu juga aku memiliki perasaan padamu, maafkan aku, aku tidak akan membuatmu menangis lagi, dan aku akan mempercepat perceraian kita, kalau memang kau bahagia dengan kristian, aku ikhlas, dan aku juga tidak tau, kenpa aku mencintaimu begitu mudah, yang jelas perasaanku ini tulus dari hati, kau jangan menangis lagi, aku sangat sedih saat melihatmu menangis."

__ADS_1


__ADS_2