
Hadi yang melihat ekspresi wajah istrinya, ia hanya mengerutkan keningnya, ia melihat istrinya sangat bahagia, seperti mendapatkan emas batangan. Wajah Riana langsung mendekati wajah suaminya, lalu ia langsung mencium bibir suaminya. Hadi juga membalas ciuman dari istrinya, hingga ciuman itu berubah menjadi lumut*an. Hadi terus mencium istrinya, dan membimbing istrinya untuk rebahan, kepala istrinya bersandar di bahu sofa, keduanya saling menikmati. Riana juga mencoba mengikuti permainan suaminya, walaupun ia benar-benar tidak bisa melakukan hal itu, yang jelas ia merasakan nikmat. Tiba-tiba saja Delon dan Istrinya turun dari kamarnya, mereka memang akan ke ruang tamu, karena akan ada tamu untuk membahas pekerjaan, tapi mereka tidak sengaja melihat anak dan menantunya sedang berciuman. Henny langsung berbicara pada suaminya sambil masih melihat ke arah mereka
" Pah, sepertinya kita datang di waktu yang tidak tepat."
" Iya mah."
Hadi dan Riana, mendengar suara orang samar-samar, ia menghentikan aksinya, mereka berdua langsung melihat ke arah tersebut, lalu langsung memanggil orang tuanya berbarengan karena terkejut
" Mamah, papah."
Delon dan Henny yang di panggil oleh putranya dan menantunya ia sangat malu. Henny hanya menjawab panggilan dari mereka dengan menganggukkan kepalanya. Delon yang sudah kepalang basah di lihat anak dan menantunya, ia langsung menyuruh anak dan menantunya untuk melakukannya di kamar
" Nak, kalian lanjutkan di kamar, jangan di ruang tamu, sebenar lagi akan ada tamu."
Riana yang mendengar ucapan dari ayah mertuanya, ia benar-benar sangat malu, ia langsung duduk, lalu langsung menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik suaminya, setelah itu ia langsung berbicara pada suaminya
" Om, aku benar-benar malu, kenapa sendal mereka tidak terdengar?"
__ADS_1
Hadi yang melihat reaksi istrinya dan mendengar pertanyaan dari istrinya, ia hanya tersenyum. Jujur saja Hadi sama sekali tidak malu, orang tuanya melihat adegan mereka, bagi Hadi, mereka melihat itu semua tidak masalah, yang penting bukan adiknya yang melihat itu semua, karena usia adiknya masih 19 tahun, dan Hadi juga selalu melarang adiknya melakukan hal itu. Hadi langsung menjawab ucapan dari papahnya sambil tersenyum
" Iya papah. Pah, mah, Hadi dan Riana masuk ke kamar dulu."
" Iya nak."
" Iya sayang."
Hadi langsung mengangkat tubuh istrinya, lalu langsung berjalan ke arah tangga. Riana berpegangan dengan erat sambil masih menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik suaminya. Delon dan Henny hanya menatap kepergian putranya dan menantunya dengan perasaan heran, apa lagi saat melihat senyum lebar dari putranya, mereka benar-benar di buat terkejut. Sudah lama mereka tidak melihat senyuman itu dari putranya, terakhir kali putranya tersenyum seperti itu, saat mereka memperbolehkan putranya sekolah di sanghai, tapi tiba-tiba putranya pulang dengan air mata yang terus mengalir di pipinya, bahkan hampir setiap hari mereka melihat putranya menangis. Kejadian itu sekitar 10 tahun yang lalu, saat Gadis kecil bernama kristiani menghilang entah kemana, dan dari situ juga putranya tidak pernah merasakan kebahagiaan, sikapnya berubah menjadi dingin, sulit sekali untuk mengatur putranya, putranya selalu saja tidak peduli selain dengan adiknya dan pekerjaannya, bahkan putranya menerima pernikahan kontrak itu, mereka juga tau alasannya, pasti putranya tidak enak hati dengan mereka, walaupun putranya sangat dingin, tapi putranya selalu tidak ingin melihat orang tuanya sedih, untuk itu putranya menerima pernikahan yang di dasari dengan kontrak, tapi ternyata Gadis kecil itu begitu mudah membuat wajah putranya menjadi ceriah lagi. Henny langsung melihat ke arah suaminya, lalu ia langsung bertanya pada suaminya, ia merasa melihat adegan itu, seperti sedang mimpi di siang bolong
" Pah, apa Hadi benar-benar sedang berciuman tadi?"
" Mah, mereka memang tadi sedang berciuman, apa mamah tidak melihat Hadi tersenyum lebar tadi?"
" Mamah melihatnya tadi, tapi mamah masih tidak percaya kalau Gadis kecil itu begitu mudah mengubah sikap dinginnya."
" Iya mah, Hadi tadi juga sudah cerita pada papah, kalau Hadi mencintai Riana, tapi katanya Riana memiliki hubungan dengan sahabatnya, yaitu Kristian."
__ADS_1
Henny yang mendengar ucapan dari suaminya, ia sangat terkejut, lalu langsung berteriak
" Apa!"
" Iya mah, Riana sudah memiliki pacar, dan pacarnya teman Hadi sendiri, Hadi juga sudah bilang, akan menceraikan Riana secepatnya."
" Kenapa bisa begitu pah?, apa salah putra kita, hingga dia harus mendapatkan luka lagi?, benar-benar sangat malang."
" Iya mah, papah juga sangat prihatin dengan kehidupan putra kita, kenapa putra kita selalu saja mendapatkan penderitaan yang tidak ada habisnya."
Henny langsung memeluk suaminya sambil meneteskan air mata, ia tidak menyangka kalau perjodohan yang ia buat akan membuat putranya sedih lagi, ia berharap putranya bisa mencintai istrinya, dan ternyata itu benar adanya, tapi ia tidak pernah berpikir kalau Gadis kecil itu memiliki pacar, ia tidak pernah berpikir ke situ, kini harapannya membawa luka lagi pada putranya. Jelas-jelas putranya sudah tersiksa karena kejadian sekitar 10 tahun yang lalu, putranya menjadi dingin dan tidak peduli dengan siapapun, tapi kini ia harus membuat luka baru. Namen dari penjelasan suaminya, ia sangat aneh, putranya orang yang memiliki perinsip, putranya tidak akan menyentuh Gadis yang sudah memiliki pacar, apa lagi, pacar Gadis itu adalah sahabatnya sendiri, tapi tadi, ia memergoki mereka berdua sedang berciuman, bahkan keduanya saling menikmati satu sama lain, dan Riana juga bukan Gadis nakal, Riana adalah Gadis baik-baik, ia tau kepribadian Riana, tapi Riana juga mau di perlakukan seperti itu oleh putranya, membuat ia sangat bingung dengan hubungan mereka
" Hubungan seperti apa yang mereka miliki, apa Hadi meminta syarat sebelum bercerai?, ah benar-benar sangat membingungkan, sulit sekali untuk mengetahui tentang anak itu." batin Henny
Henny memang sangat sulit untuk mengerti keperbiadian putra pertamanya, semenjak Gadis kecil itu menghilang, ia tidak bisa untuk mengerti keperbiadiannya, apa lagi putranya juga sangat tertutup, dan keinginannya tidak bisa di ganggu gugat, kalau putranya sudah menginginkan seperti itu, iya harus seperti itu, termasuk hubungan putranya bersama Yulia, ia dan suaminya tidak pernah menyetujui hubungan mereka, alasannya Yulia adalah wanita karir, dia selalu mementingkan karirnya, tapi putranya tetap saja memiliki hubungan dengan Yulia, bahkan hingga mereka tunangan dan hampir menikah, jadi ia benar-benar tidak bisa mengerti kepribadian putranya sendiri. Henny langsung bertanya pada suaminya
" Apa papah tidak menasehati Hadi?, bagaimana pun juga hubungan mereka itu sah sebagai pasangan suami istri, sedangkan Kristian, masih pacar, apa lagi Hadi sudah sangat menderita selama ini, hanya Gadis kecil itu yang bisa membuat Hadi tersenyum lagi, dan lebih banyak bicara lagi."
__ADS_1
" Sudah mah, papah tadi sudah menasehatinya, tapi Hadi tetap dengan pendiriannya, siapa yang bisa menentang keinginan anak itu?, dia selalu saja melakukan apapun yang menurutnya benar."
Henny yang mendengar jawaban dari suaminya, ia hanya bisa menghela nafas berat, ia tau sangat sulit untuk menasehati putranya