
Tidak terasa Hadi dan Riana masih saling memeluk hingga jam sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB. Riana yang mengetahui sudah pagi, ia buru-buru bangun, ia langsung duduk. Hadi yang melihat istrinya duduk, ia langsung duduk, lalu ia langsung memiringkan posisi istrinya agar menghadap ke arahnya, setelah itu ia langsung bertanya pada istrinya
" Gadis kecil, kemarin kemana lagi?"
Riana yang mendengar pertanyaan dari suaminya, membuat detak jantungnya lebih kencang, ia tidak menyangka kalau suaminya akan mengetahui hal itu
" Apa om sebenarnya mengirim orang untuk mata-mataiku, kenpa om selalu tau kalau aku tidak masuk sekolah, aku yakin masalah ini akan menjadi semakin besar lagi, baru juga tadi baikan, tapi sekarang sudah mendapatkan masalah baru." batin Riana
Hadi yang mengerti maksud dalam pikiran istrinya, ia langsung menjelaskan, dari mana ia tau kalau istrinya tidak pergi ke sekolah
" Gadis kecil, kau jangan salah paham, aku tidak mengirim orang untuk memata-mataimu, tadi Angga menelpon Repan, Angga menanyakan kabarmu, dan Angga juga bertanya kenapa kau tidak pergi ke sekolah."
Riana yang mendengar penjelasan dari suaminya, ia semakin tidak menyangka kalau gurunya yang akan membuat masalah baru, lalu ia langsung berbicara pada suaminya kalau ia pergi ke rumah ibu angkatnya sambil menundukkan kepalanya
" Aku minta maaf om, kemarin aku pergi ke rumah mamah, aku sangat merindukan mamah om, jadi aku memutuskan pergi ke rumah mamah."
Hadi yang mendengar penjelasan dari istrinya, ia langsung memegang kedua bahu istrinya, lalu ia langsung berbicara pada istrinya
" Gadis kecil, sudah aku bilang, kau boleh ke rumah ibumu, tapi tidak saat jam sekolah, kau pergi setelah pulang sekolah."
" Iya om, aku tidak akan mengulanginya."
" Baiklah, kau sekarang mandi, aku akan mengantarkanmu pergi ke sekolah."
Riana yang mendengar ucapan dari suaminya,
membuat matanya berbinar-binar, ia sangat bahagia karena akan di antara sekolah oleh suaminya lagi
" Baik Om."
Hadi langsung mengangkat tangannya yang masih ada di bahu istrinya, lalu ia langsung mencium kening istrinya sekilas, setelah itu ia langsung menyuruh istrinya untuk mandi
__ADS_1
" Sekarang kau mandi, aku akan mandi di kamar mandi tamu."
" Baik om."
Riana langsung berdiri, lalu langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi dengan perasaan yang sangat bahagia, karena akan di antar sekolah oleh suaminya. Hadi juga tersenyum, ia sangat bahagia, ia langsung keluar dari kamarnya, lalu langsung masuk ke dalam kamar mandi tamu, ia langsung mandi. Setelah sekitar 20 menit, Hadi selsai dengan ritual mandinya, ia langsung berjalan lagi ke kamar, hingga ia sampai di kamar, ternyata di kamar belum ada istrinya, mungkin istrinya masih belum selesai mandi. Hadi mengingat ucapan istrinya, kalau istrinya pergi ke rumah ibunya, tapi entah kenapa ia masih merasa ada yang di tutupi oleh istrinya, ia langsung mengambil ponselnya, lalu langsung menghubungi asisten istrinya. Setelah di angkat, Hadi langsung berbicara lebih dulu
" Mila, saya ingin bertanya tentang nona muda."
" Iya tuan muda."
" Kemarin nona muda bertemu dengan siapa?, kenapa nona muda tidak masuk sekolah?"
Mila yang mendapat pertanyaan dari tuan mudanya, ia sangat bingung harus menjawab pertanyaan dari tuan mudanya, kalau ia jujur, ia takut akan ada pertengkaran lagi, kalau ia berbohong, ia takut tuan mudanya memiliki mata-mata untuk selalu melihat kegiatan nona mudanya, apa lagi hingga sekarang ia juga tidak tau, nona mudanya memiliki hubungan apa dengan tuan mudanya. Hadi yang belum mendengar jawaban dari asisten istrinya, ia langsung bertanya lagi
" Katakan Mila, kemarin nona muda bertemu dengan siapa?, ingat, kalau kau berbohong, aku tidak segan-segan akan memecatmu."
Mila yang mendengar ancaman dari tuan mudanya, ia langsung berdecik kesal di dalam hatinya
" Enak iya jadi orang kaya, sedikit-dikit ngancam, sedikit-dikit ngancam, benar-benar sangat menyebalkan, nona muda maafkan aku, sepertinya aku harus jujur pada tuan muda, aku takut tuan muda sedang menguji kejujuranku." batin Mila
" Kemarin pagi nona muda bertemu dengan tuan muda Kristian, setelah itu, mereka pergi ke rumah ibunya nona muda."
Hadi yang mendengar nama Kristian, ia langsung mengepalkan tangan kirinya, lalu ia langsung bertanya lagi
" Apa katamu mereka?, itu artinya Kristian ikut pergi ke rumah ibunya nona muda?"
" Iya tuan muda."
" Apa kau tau, percakapan apa yang mereka bicarakan?"
" Tidak tuan muda, saya hanya seorang asisten, tentu saya hanya duduk di luar."
__ADS_1
" Baiklah."
Setelah mengatakan itu, Hadi langsung memutuskan sambungan telponnya, lalu ia langsung melempar ponselnya ke atas ranjang, setelah itu ia langsung menonjok meja laci yang ada kacanya, 2 kali sambil berbicara
Bruk...Bruk..
" Sial,kau Kristian!"
Bahkan hingga tangan Hadi berdarah, karena kaca yang ia tonjok hingga pecah, tapi ia sama sekali tidak merasakan tangannya sakit, yang ia rasakan adalah cemburu, ia tidak tau percakapan apa yang sahabatnya dan ibu dari istrinya bahas
" Apa Kristian dan Riana sudah memiliki hubungan serius, hingga Riana membawa Kristian kerumahnya."
Setelah mengatakan itu, Hadi diam sesaat, ia mengingat saat mengajak istrinya ke pantai, lalu istrinya mendapatkan reaksi pusing dan lemas, terus apa artinya itu semua, kalau istrinya dan Kristian memiliki hubungan, Itu artinya istrinya bukan Kristiani, tapi kalau bukan Kristiani, kenpa ia selalu memiliki perasaan berbeda, ia merasa istrinya sudah pernah bertemu sebelumnya, bahkan alergi istrinya sama persis dengan alergi Kristiani, membuat ia berdecik kesal
" Riana, sebenarnya siapa kau, kenpa aku merasa selalu ingin bersamamu, Kalau kau bukan Kristiani, kenpa bisa kau semudah itu untuk mendapatkan hatiku." batin Hadi
Hadi masih berdiri, tangannya mulai meneteskan darah ke lantai, tapi ia masih tidak menyadari itu, ia masih terus memikirkan istrinya. Riana baru saja keluar dari kamar mandi, masih dengan senyum di bibirnya, tapi senyuman itu hilang saat melihat suaminya dari kejauhan yang berdiri dengan penuh emosi, dan tangan yang luka. Riana buru-buru menghampiri suaminya, hingga ia sampai, lalu langsung memegang tangan kanan suaminya, setelah itu ia langsung bertanya
" Om, tanganmu kenpa berdarah?, apa ini sakit?, aku akan mengambil obat untukmu."
Hadi langsung menghempaskan tangan istrinya yang memegang tangannya, sambil berbicara
" Tidak perlu! Aku benci dengan wanita yang selalu mempermainkan perasaanku!"
Setelah mengatakan itu, Hadi langsung keluar dari kamar hingga ia sampai di pintu kamar. Riana langsung menahan pergelangan tangan suaminya, saat suaminya sudah di pintu kamar, ia langsung bertanya pada suaminya
" Om marah sama aku?, apa salahku om?"
Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia memutuskan untuk berbohong pada istrinya
" Aku tidak marah padamu, lebih baik kau siap-siap, dan cepat turun, aku tunggu di meja makan."
__ADS_1
" Tapi tangan om luka, om kenpa?, lalu kenapa om seperti tidak suka saat aku sentuh?"
" Karena sampai kapanpun kau bukan siapa-siapa, dan jangan pernah berpikir karena semalam kita tidur bersama, kau bisa menyentuhku sesuka hatimu, ingat, jangan menyentuhku."