
Setelah mendengar ucapan dari Aldi, wajah Riana menjadi pucat, ia sudah benar-benar takut, entah setan apa yang merasuki pria di hadapannya, sikap lugu dan penyang itu hilang seketika, ia tidak melihat sosok Aldi yang dulu, sangat lembut dan perhatian, lalu Riana langsung berbicara
" Tolong jangan lakukan apapun Aldi, aku mohon, aku mencintai Hadi."
" Riana, kenpa kau memohon hanya untuk pria seperti dia! Kenapa Riana!"
" Karena aku mencintai Hadi dari kecil, aku bahkan bertaruh nyawa untuk Hadi saat itu, karena aku mencintainya, dan sampai kapanpun jika Hadi dalam berbahaya, aku akan seperti dulu, aku rela menukar nyawaku untuknya."
" Riana, kenpa karena cinta kau menjadi buta, dulu kau ko'ma karena dia, lalu kau datang menolong dia saat akan bunuh diri, dan sekarang kau berani menukar nyawamu untuk dia, apa aku harus mengancam untuk menyekaki koko, agar kau menerimaku?, baik, sekarang aku sudah tau jawabannya, aku akan menyelakai dia agar kau menjadi milikku, aku akan mengirim orang bayaran untuk mencegat mobilnya yang akan menuju ke kantor."
" Aldi, tolong jangan seperti itu, jangan pernah mengancamku dengan ancaman yang tidak masuk akal, kau boleh melakukan apapun padaku, tapi jangan coba-coba kau untuk menyakiti dia."
Aldi yang mendengar jawaban dari Riana, ia menyiratkan senyum sekilas, lalu langsung berubah menjadi datar lagi, setelah itu ia langsung bertanya pada Riana
" Termasuk tubuhmu?, kau akan memberikannya padaku hanya untuk dia?"
Setelah mendengar pertanyaan dari mantan pacarnya, wajah Riana semakin pucat, tubuhnya benar-benar gemetar, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari mantan pacarnya
" Kalau kau ingin melakukan itu, kau boleh lakukan, asal jangan sakiti dia, setidaknya aku bisa melihat dia baik-baik saja, tapi setelah melakukan itu, jangan harap kau bisa memiliki aku seumur hidupmu, karena aku akan bunuh diri!"
Aldi yang mendengar jawaban dari Riana, ia langsung memegang tangan Riana, lalu langsung menarik Riana perlahan, hingga Riana berdiri. Setelah berdiri, ia langsung memeluk Riana, setelah itu ia langsung membisiki sesuatu pada telinga Riana
" Selamat ulang tahun mantanku, eh perisisnya Kaka iparku tercinta, maaf, aku membuatmu takut, aku hanya ingin tau reaksiku."
Riana yang mendengar ucapan dari mantan pacarnya, ia langsung menangis tersedu-sedu sambil berbicara
__ADS_1
" Hiks...hiks... Kenpa kau tega, kenapa kau membuat aku takut, tadi aku tidak melihat sosok Aldi seperti dulu, hiks...hiks..."
" Maafkan aku, karena menggertakmu terlalu berlebihan, aku memang tidak rela melepaskanmu pada orang lain, tapi aku rela melepaskanmu untuk Koko, aku yakin, Koko bisa menjagamu, melindungimu, aku percaya itu Riana."
Setelah mengatakan itu, Aldi langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menghapus air mata mantan pacarnya sambil tersenyum. Riana yang melihat senyuman dari mantan pacarnya, ia pun ikut tersenyum, walaupun tubuhnya masih sedikit gemetar, tapi setidaknya ia bisa tenang, karena mantan pacarnya hanya berbohong. Setelah selsai menghapus air matanya, Aldi langsung memberikan kontak kecil
" Riana, ambilah kotak ini, ini kado ulang tahun, dan kado selamat atas pernikahan yang di awali dengan kontrak, hingga tidak ada embel-embel kontrak lagi."
" Aldi, aku tidak bisa menerima ini."
" Aku tidak terima penolakan Riana, ini terakhir kalinya aku melihatmu, karena aku akan melanjutkan kuliah ke Singapur, aku belum sanggup untuk menerima kenyataan, kalau kau sudah tidak mencintaiku lagi."
Riana yang mendengar penjelasan dari mantan pacarnya, ia sangat terkejut
" Singapur?"
Riana langsung mengambil kotak yang di berikan oleh mantan pacarnya, entah kenapa perasaan menjadi hampa, setelah mendengar mantan pacarnya akan pergi ke Singapura. Riana langsung bertanya pada mantan pacarnya
" Boleh aku memelukmu untuk terakhir kali?"
Aldi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Riana langsung memeluk Aldi sangat erat, sambil meneteskan air matanya lagi, ia merasa tidak rela, akan di tinggal pergi olehnya, tapi di sisi lain, ia mencintai Hadi, lalu ia langsung bertanya pada mantan pacarnya
" Kapan?"
" Tentu sekarang."
__ADS_1
" Aldi, tolong jaga dirimu baik-baik di sana, jangan pernah telat makan, kau harus benar-benar menjaga kesehatanmu, karena kau di sana sendiri, lalu kenapa Hadi tidak mengantarmu ke bandara?, papah, dan mamah juga tidak ada di rumah?"
" Iya Riana, terimakasih atas nasehatnya, Koko akan menemuiku di bandara, kau juga tau, bandara dan kantor Koko sangat dekat, papah dan mamah sudah pergi ke Bandara lebih dulu, karena akan menjemput Tania, dia adalah anak almarhum adiknya mamah, dia mau tinggal di rumah ini."
Sebenarnya Aldi ingin menangis, tapi ia tidak ingin membuat suasana hati Riana semakin kacau, ia tau Riana sangat sedih, walaupun ia tau Riana sudah tidak memiliki perasaan, tapi bagaimana pun juga, dulu ia adalah masa lalunya, tentu itu membuat Riana sangat sedih. Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Setelah beberapa menit, mereka langsung melepaskan pelukannya. Aldi langsung berbicara lagi pada Riana
" Iya sudah Riana, aku keluar dulu, kau sekarang istirahat, wajahmu sangat pucat, dan minta maaf tentang tadi."
" Iya Aldi, tidak apa-apa, terimakasih masih mengingat tanggal ulang tahunku, dan aku juga minta maaf Aldi, karena sekarang perasanku sudah berubah, maafkan aku."
" Tentu akan selalu aku ingat, walaupun itu tidak sama dengan tanggal lahir atas nama Kristiani, tapi tetap saja, aku akan mengingat tanggal atas nama Riana, kau tidak perlu minta maaf Riana, hati seseorang bisa berubah kapan saja, aku tidak akan pernah menyalahkanmu tentang itu, terlebih lagi kau juga dulu memiliki hubungan dengan Koko."
" Terimakasih Aldi, semoga kau mendapatkan wanita yang lebih baik dariku."
" Sama-sama Riana."
Setelah mengatakan itu, Aldi langsung keluar dari kamar kakaknya. Riana hanya menatap punggung Aldi yang mulai menghilang di balik pintu. Riana langsung berbicara di dalam hatinya
" Terimakasih, terimakasih karena kau sudah mengingat hari ulang tahunku, dan terimakasih, atas ketakutan yang kau berikan padaku Aldi."
Setelah mengatakan itu, Riana langsung membuka kotak yang di berikan Aldi, ia melihat kalung mutiara dan gelang mutiara. Riana langsung tersenyum, gelang mutiara itu adalah gelang yang Riana berikan pada Aldi, saat ulang tahun tanggal jadian mereka, sedangkan kalung mutiara, mungkin itu adalah rancangan Aldi, karena model dan mutiara yang sama seperti gelangnya, mungkin itu agar terlihat cocok jika di gunakan. Sebenarnya gelang itu adalah gelang coupel, yang satu untuk Aldi, yang satu lagi di pakai oleh ia. Di kotak itu juga ada surat kecil, Riana langsung membaca tulisan itu
Riana, gelang ini aku kembalikan pada pemiliknya, karena aku tidak berhak untuk memakainya lagi. Riana, terimakasih telah mencintaiku dulu, terimakasih telah memberikan warna dalam hidupku, semoga kau selalu bahagia dengan pilihanmu
Riana langsung menangis tersedu-sedu, ia merasa dadanya sangat sesak, setelah membaca surat dari mantan pacarnya
__ADS_1
" Aldi, maafkan aku, kau pergi karena aku, semoga kau baik-baik saja di sana, aku menyangimu sebagai Kaka iparmu, bukan sebagai kekasihmu." batin Riana