
Hadi bukanya melakukan malam pertama, ia malah diam dan terus saja menatap wajah istrinya, walaupun kejantanannya sudah terus memberontak, tapi ia tidak mempedulikan itu, ia terus saja menatap wajah istrinya. Riana yang melihat suaminya hanya diam, ia langsung bertanya pada suaminya
" Hubby, kenapa?"
" Sayang, aku merasa seperti mau memperkosa sesaorang, kau terlihat gelisah."
" Jelas aku gelisah, ini pertama kalinya untuk aku, dan ini juga pertama kalinya untuk hubby, jadi gelisah itu wajar hubby."
" Aku tau, tapi."
Hadi belum menyelesaikan pembicaraannya, tapi Riana langsung mencium bibir suaminya sekilas, setelah itu ia langsung berbicara pada suaminya
" Lakukanlah hubby, jangan setengah-setengah, tidak enak kalau setengah-setengah."
Hadi hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Setelah itu ia langsung mencium gundukan daging yang menggumpal, dan ia juga tidak lupa memberi beberapa kepemilikan. Riana langsung memejamkan mata, sedangkan tangannya melingkar di tubuh suaminya, ia merasakan nikmat yang belum pernah ia rasakan selama ini. Hadi masih terus bermain di sana sambil tangannya sudah mengusap-usap paha istrinya, sebenarnya ia sudah tidak tahan, ia ingin segera memasuki mahkota istrinya, tapi ia sebisa mungkin untuk menahannya, ia masih memberikan rangsangan pada istrinya, agar istrinya tidak merasa takut, apa lagi ia juga merasakan tubuh istrinya panas dingin, jadi ia tidak ingin membuat istrinya semakin takut. Namen Hadi juga sedikit heran, kenapa sekarang ia tidak memiliki rasa takut lagi, bahkan sekarang berbalik, sekarang istrinya yang memiliki ketakutan pada ia, tapi tadi istrinya juga bilang wajar, karena ini pertama kalinya untuk istrinya dan ia, tentu akan merasakan takut. Riana mulai mendesah kecil, ia sangat menikmati permainan suaminya, walaupun ia masih memiliki rasa takut, tapi tidak bisa di pungkiri, ia merasakan sangat nikmat yang tiada duanya, karena sebelumnya ia tidak pernah merasakan hal itu, tapi tiba-tiba saja ia merasa ingin pipis, Riana langsung bilang pada suaminya
" Hubby, aku ingin pipis."
Hadi yang mendengar ucapan dari istrinya, ia hanya bisa menghela nafas berat, kalau istrinya pipis, itu artinya ia mulai dari awal lagi, ia langsung menghentikan permainannya, lalu langsung duduk, setelah itu ia langsung menyalakan lampu untuk istrinya pergi ke kamar mandi. Riana langsung duduk, lalu ia langsung turun dari ranjang sambil menarik selimutnya. Hadi yang melihat istrinya menarik selimut, ia juga tidak ingin kalah, ia langsung menarik selimut itu untuk menutupi tubuh polosnya. Riana yang tidak bisa menarik selimutnya, ia langsung berbicara pada suaminya
" Hubby, aku mau ke kamar mandi, bagaimana bisa pergi ke kamar mandi Kalau kau pegang selimutnya."
" Sayang, aku malu, aku tidak memakai satu kain pun di tubuhku."
__ADS_1
" Hubby, aku juga malu kalau berjalan tanpa satu kain pun yang menutupi tubuh polosku."
" Kenapa harus malu, aku juga nanti melihat seluruh tubuhmu."
Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung berdecik kesal, jelas-jelas suaminya juga malu pada ia, tapi suaminya masih bisa bilang untuk apa malu
" Hubby, bukan'kah kita berdua sama saja, hubby malu padaku, aku juga malu pada hubby, tapi hubby bisa-bisanya mengatakan itu padaku, tidak masuk akal."
Hadi yang mendengar jawaban dari Istrinya, ia benar-benar lupa, ia saja seorang pria malu, apa lagi istrinya yang seorang Gadis, tentu lebih malu, ia langsung menyuruh istrinya untuk memakai lingerie
" Sayang pakai dulu lingerie nya, kalau membawa selimut ke kamar mandi akan sulit."
" Iya, tapi bagaimana aku memakai lingerie, kalau lampunya menyala?"
" Hubby, nyalakan lagi lampunya."
" Iya sayang."
Hadi langsung menyalakan lampunya. Setelah lampunya menyala, Riana langsung berjalan ke arah kamar mandi. Setelah istrinya masuk ke dalam kamar mandi, Hadi langsung menghela nafas kasar, ia sudah memberikan pemanasan cukup lama, tapi semuanya gagal, dan itu harus memulai dari awal lagi, kalau tidak istrinya akan merasakan sangat sakit, apa lagi habis pipis, jelas sudah hilang nafsu istrinya itu, ia langsung mengelus kejantanannya dari luar selimut sambil berbicara
" Sabar iya sayang, pasti malam ini kau melepaskan keperjakaanmu."
Setelah mengatakan itu, Hadi langsung tertawa kecil, ia merasa lucu, ini pertama kalinya ia memanggil sayang pada kejantannya, jelas-jelas ia tidak pernah seperti itu, terlebih lagi ini juga pertama kalinya, kejantanannya sangat tegak, biasanya tidak seperti itu, walaupun ia sering nafsu saat berciuman dengan Istrinya, tapi ia masih bisa mengontrol kejantannya, tapi sekarang ia merasa sudah tidak sabar, ingin segera memasuki milik istrinya. Riana sampai di kamar mandi, ia langsung berjongkok, tapi ia tidak pipis, entah kenapa, ia tidak pipis, lalu ia langsung berbicara sendiri
__ADS_1
" Bukan'kah tadi aku merasakan sakit ingin pipis, tapi kenapa tidak jadi pipis, apa yang aneh denganku, ini pertama kalinya aku merasa ingin pipis, tapi tidak jadi pipis."
Riana langsung berdiri di depan westapel sambil menundukkan kepalanya
" Apa aku sakit?, atau apa, kenapa aku ingin pipis, tapi tidak jadi pipis." batin Riana
Ini memang pertama kalinya bagi Riana, ia merasa ingin pipis, tapi ternyata ia tidak jadi pipis, bahkan ia mengira dirinya sakit, karena tadi sudah merasa tidak tahan, sangat ingin pipis. Setelah itu Riana langsung keluar dari kamar mandi, ia langsung naik ke atas ranjang lagi. Hadi langsung bertanya pada istrinya
" Sayang, sudah pipisnya?, kenapa lama?"
" Hubby, aku tidak jadi pipis."
" Loh, memangnya kenapa sayang?"
" Aku tidak tau hubby, saat aku akan pipis, aku tidak jadi pipis, tapi tadi aku sudah tidak tahan ingin pipis, apa aku sakit hubby?, tapi kira-kira aku sakit apa Hubby?"
" Oh seperti itu, itu tidak sakit sayang, itu wajar untuk seorang wanita."
" Tapi aku baru pertama kalinya hubby."
" Iya mungkin ini baru pertama kalinya untuk sayang, tapi nanti juga akan sering mengalami seperti itu."
Hadi tidak berniat untuk menjelaskan lebih detail pada istrinya, walaupun istrinya sangat mesum, tapi istrinya masih terlalu polos untuk mengetahui segala hal tentang dewasa. Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Riana hanya menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, ia sedikit bingung, tapi ia juga tidak ingin bertanya pada suaminya, walaupun ia yakin suaminya tau tentang itu, karena tadi suaminya mengatakan akan sering mengalami seperti itu, itu artinya suaminya mengetahui sesuatu, hanya saja mungkin suaminya tidak berniat untuk memberi tau ia. Riana juga tidak ingin memaksa suaminya, ia akan mencari sendiri di internet, kenapa ia merasa ingin pipis
__ADS_1