
Riana yang masih bingung, ia hanya menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, ia bingung, kalau ia jawab Risa menerima Bara kembali, pasti Risa juga tidak enak hati pada Key, dia adalah gadis yang selama ini menemani Bara, Kalau Risa mundur, pasti sangat berat, untuk menerima kenyataan karena Risa sangat mencintai Bara. Setelah lama ia bingung, akhirnya ia pun tidak menjawab pertanyaan dari Kakanya, karena menurut Riana sangat rumit
" Koko, pertanyaan itu sangat rumit, aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu, aku sangat bingung dengan pertanyaan itu, kenpa juga Koko bertanya hal seperti itu, sudahlah Koko, itu hanya sebuah cerita, jadi tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata."
Kristian yang mendengar jawaban dari adiknya, ia hanya menghela nafas berat, lalu ia langsung berbicara di dalam hatinya
" Kristiani, itu bukan sebuah cerita, tapi itu adalah kisah cintamu yang sekarang, bahkan hanya sebuah cerita saja kau tidak bisa menentukan hal itu, lalu bagaimana kalau ingatanmu sudah kembali, apa kau akan tetap mencintai Hadi, atau kau mundur karena tidak ingin melihat Yulia sakit hati." batin Kristian
Kristian menjadi semakin sedih, ia bingung haruskah ia katakan kalau itu adalah cerita cinta segitiga adiknya sendiri, atau ia hanya diam, menunggu ingatan adiknya kembali, lalu ia katakan segalanya pada adiknya, atau ia ceritakan semua itu pada sahabatnya saja, agar sahabatnya bisa menemukan jawaban itu, tapi ia yakin, kalau ia ceritakan hal itu pada sahabatnya, sudah jelas pasti sahabatnya akan memilih adiknya, lalu bagaimana dengan Yulia, Gadis yang selama ini selalu ada untuk Hadi, memang Yulia juga salah, seandainya Yulia tidak mengejar karirnya, mungkin Hadi dan adiknya tidak akan di pertemukan dalam pernikahan kontrak yang menurut ia sangat konyol, apa lagi adiknya sekarang masih mencintai sahabatnya, walaupun adiknya hilang ingatan, membuat ia semakin kacau. Riana yang melihat wajah kakanya yang terlihat sedih, ia langsung bertanya pada kakanya
" Koko, kau kenapa?"
Kristian yang mendapat pertanyaan dari adiknya, ia memutuskan untuk berbohong, ia langsung mengalihkan pembicaraan
" Tidak apa-apa sayang, Koko hanya ingin tau, kapan kau akan mengajak Koko bertemu dengan orang tua angkatmu?"
Riana yang mendapat pertanyaan dari Kakanya, tiba-tiba saja ia ingat rumah yang di sita, ia ingin membeli kembali rumah itu, lalu ia langsung berbicara pada kakanya
" Koko, bisakah kau beli kembali rumah peninggalan papah angkatku?, aku ingin membeli rumah itu kembali, rumah itu adalah satu-satunya kenangan bersama papah, apa Koko mau membeli rumah itu untukku?"
__ADS_1
" Tentu saja boleh sayang, selagi permintaanmu bisa Koko lakukan, tentu saja Koko akan melakukan itu."
" Terimakasih Koko."
" Di mana alamatnya, nanti Koko suruh Yuda untuk mengurus semua itu."
" Di jalan melati C7/17 ko."
" Baiklah besok Koko akan lakukan untukmu sayang."
" Terimakasih koko."
" Kenapa sayang selalu bilang terimakasih?, kita adik Kaka."
" Baiklah sayang, ayo kita pergi ke rumahmu, Koko ingin bertemu dengan ibu angkatmu "
" Baik Koko."
Kristian dan Riana langsung berdiri, lalu mereka langsung pergi dari restoran itu di ikuti dengan Yuda yang dari tadi berdiri, hingga mereka sampai di parkiran. Riana langsung menyuruh Mila yang dari tadi menunggu di parkiran, untuk mengikuti mobil kakanya
__ADS_1
" Mila, kau ikuti mobil Koko, saya akan ikut bersama Koko."
" Baik nona muda."
Yuda yang akan membukakan pintu untuk nona kecilnya, tapi di larang oleh Kristian
" Tidak perlu, biar saya saja yang buka pintu untuknya."
" Baik tuan muda."
Kristian langsung membuka pintu untuk adiknya, setelah adiknya masuk, ia pun langsung masuk di pintu yang sama, karena adiknya juga sudah bergeser ke kiri. Yuda juga langsung masuk mobil. Mila langsung masuk mobil, sambil terus berpikir, ia semakin bingung dengan hubungan nona mudanya dengan tuan Kristian, apa lagi saat nona mudanya memanggil dengan nama Koko, itu artinya adalah Kaka, memang tidak heran kalau nona mudanya memanggil Koko, karena usia mereka yang berbeda jauh, tapi yang ia bingung, mereka tidak ada jarak sedikitpun, selalu lengket, itu yang membuat Mila bingung, pedahal jelas-jelas kemarin nona mudanya dan tuan mudanya bertengkar hebat, hingga mereka berdua menangis, tapi hari ini nona mudanya bertemu lagi dengan tuan Kristian
" Sangat aneh, kemarin nona muda dan tuan muda bertengkar hebat, tapi hari ini, nona muda bertemu lagi dengan tuan Kristian, sangat rumit, bahkan aku kemarin melihat mereka berdua menangis, aku sangat sedih, tapi nona muda masih tidak ada kapoknya." batin Mila
Yuda langsung melajukan mobilnya, untuk ke rumah orang tua angkat nona kecilnya. Riana duduk sambil menyadarkan kepalanya di dada kakanya. Kristian merangkul pinggang adiknya. Yuda yang sedang menyetir, tapi matanya sesekali melihat ke arah kaca spion, membuat ia tersenyum, menurut Yuda, tuan mudanya dan nona kecilnya itu seperti sepasang kekasih, bukan seperti kaka dan adik, jadi tidak heran saat kemarin mereka berfoto-foto, banyak yang bilang mereka pasangan yang serasi. Riana yang bersandar, sebenarnya pikirannya masih memikirkan suaminya dan cerita tadi
" Aku harus melakukan apa, agar om bisa menjadi seperti dulu lagi, tunggu, cerita yang Koko ceritakan, kenapa seperti yang ada di bayanganku, saat itu gadis kecil itu meminta untuk menikahinya, tapi pria kecil itu menolak, lalu Gadis kecil itu terjun ke kolam dan akhirnya pria kecil itu menyetujuinya, dia akan menikah Gadis kecil itu saat mereka dewasa, cerita itu benar-benar sama dengan yang aku lihat, setiap bersama Hadi, sebenarnya siapa Hadi?, tidak mungkin dia adalah kekasih kecilku." batin Riana
Kristian juga yang memeluk pinggang adiknya, sebenarnya ia terus berpikir tentang permasalahan adiknya, ia masih di buat bingung harus bagaimana, kalau pun ia cerita dengan adiknya, ia takut akan mempersulit keadaan, ia takut membuat adiknya semakin sedih, untuk itu ia hanya diam dan sambil terus berpikir, agar mendapatkan solusi yang baik untuk adiknya, ia juga sebenarnya tidak ingin kisah cinta adiknya berakhir begitu saja, berakhir dengan luka yang mendalam, ia tidak ingin itu terjadi, tapi ia bingung harus bagaimana, kisah cinta adiknya memang sangat rumit. Kristian akui kalau pun adiknya tetap memutuskan bersama Hadi, dan meresa tidak salah, karena yang salah adalah Yulia. Yulia yang meninggalkan Hadi untuk karirnya, tapi tetap saja, Kristian tidak tega pada Yulia, bagaimana pun juga, Yulia yang selalu ada untuk Hadi
__ADS_1
" Ah, kacau, kenapa otakku tidak bisa untuk berpikir, ternyata kisah percintaan itu lebih sulit dari kerjaan, kerjaan tidak begitu rumit, aku selalu memiliki ide-ide cemerlang, tapi untuk masalah percintaan, otakku sama sekali tidak jalan, tidak bisa untuk berpikir, apa lagi cinta segitiga, benar-benar sangat rumit." batin Kristian
Yuda masih melihat ke arah kaca sepion, tiba-tiba saja ia melihat raut wajah tuan mudanya yang sangat sedih, ia tau kesedihan tuan mudanya, itu karena cinta segitiga adiknya, yang memang menurut Yuda juga sangat rumit, Karena akan ada orang yang tersakiti dari mereka