Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB. 138


__ADS_3

Kandungan Riana sudah memasuki 7 bulan, dan selama itu juga Hadi jarang ke kantor, ia ke kantor untuk sesekali saja, karena waktunya ia habiskan untuk menamuni Riana dan bekerja di rumah. Sekarang bahkan kandungan Riana juga sudah tidak lemah, kandungannya sangat sehat, membuat Riana dan yang lainnya bahagia, kemarin Riana juga ke datangan tamu, mereka adalah orang tua angkatnya dan orang tuanya, yang baru saja di kabari oleh Riana kalau ia sedang mengandung. Riana sekarang sedang duduk di taman, di temani oleh Repan yang duduk di sebelahnya, karena sudah 1 bulan, Repan di tugaskan untuk menjaga Riana, selama Riana keluar dari kamar, sedangkan Hadi, ia memiliki janji temu hari ini bersama orang yang akan bekerja sama dengan perusahannya


" Nona, apa tidak capek dari tadi duduk? Ini sudah 1 jam kita duduk di sini."


Riana hanya menengok ke arah Repan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, ia memang merasa tidak capek, terutama saat menatap bunga-bunga, yang banyak kupu-kupu berterbangan dan sinar mata hari pagi yang menyegarkan, membuat ia bahagia. Repan yang melihat jawaban dari Riana hanya menghela nafas berat, ia sudah benar-benar capek terus duduk saja dari tadi


" Nona, sekarang sudah jam 9, mata hari pagi sudah mulai tidak sehat untuk tubuh nona."


" Baiklah, kalau begitu kita duduk di ruang tv saja."


" Iya nona."


Riana langsung berjalan masuk ke dalam rumah, di ikuti oleh Repan dari belakang. Repan bersyumur karena sekarang sudah menujukan pukul 09.00WIB, kalau tidak pasti Riana akan terus duduk di taman, karena itu sudah kebiasaan Riana, bagi Riana taman adalah tempat yang paling tidak bosan di pandang, terutama dengan kupu-kupu yang berterbangan di atas bunga-bunga. Riana duduk di ruang tv, di temani Repan yang duduk di sampingnya sedikit jauh dari Riana, ia langsung menyalakan tv, untuk melihat filem kartun kesukannya, apa lagi sekarang rumah terasa sunyi karena tadi pagi pukul 05.00WIB, ke dua mertuanya pergi untuk menengok Aldi, yang Riana tau Aldi sudah sakit selama 1 minggu


" Pak Repan, kapan bapak akan menikah?"


Tiba-tiba saja pertanyan itu muncul di otak Riana, membuat Riana langsung bertanya pada Repan


" Saya belum tau nona."


" Bukannya bapak sudah punya pacar?"


Repan hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepala, semenjak dia sudah mengetahui pacarnya memiliki pacar lain, dan bahkan terakhir bertemu pacarnya di restoran saat mengantar Yulia, saat itu juga ia tidak pernah lagi menemui pacarnya, bahkan sekarang hatinya sudah berpindah ke lain hati, yaitu menyukai Yulia, tapi ia sadar kalau ia bukan lelaki yang cocok untuk Yulia, terutama saat Yulia sudah mencapai ke suksesannya sebagai seorang pelukis terkenal, itu membuat ia semakin tidak cocok dengannya

__ADS_1


" Memang bapak sudah putus dengan dia?"


" Bisa di katakan begitu nona, kita sudah lama tidak saling memberi kabar, dan saya juga sudah tidak ingin berharap dengan wanita yang tidak setia, apa lagi saya sekarang sudah memiliki orang yang saya cintai, tapi saya sadar, wanita itu sangat sulit untuk saya gapai, perbedaan kasta sangatlah jauh."


" Siapa wanita itu pak?"


" Maaf nona, saya tidak bisa memberi tau nama wanita itu, saya malu, tapi yang jelas saya dan dia sangat tidak mungkin."


" Apa yang membuat bapak tidak mungkin? bukan'nya Hadi juga sudah menyiapkan rumah untuk bapak? Lalu apa lagi yang bapak inginkan? Mobil juga bapa sudah punya, pekerjan bapak sudah punya. Pak, saran saya jangan dulu menyerah sebelum mencobanya, apa bapak tidak ingat kisah saya dengan Hadi seperti apa? Kita sudah berpisah bertahun-tahun, bahkan saat itu saya juga hilang ingatan, tapi Hadi selama bertahun-tahun tidak pernah menyerah untuk mencari saya, hingga sekarang saya bahkan akan memiliki seorang anak dari Hadi. Perjuangan itu perlu pak, jangan mundur sebelum bapak tau kalau wanita itu sudah memiliki pacar, bapak harus mencobannya."


Repan hanya bisa tersenyum getir saat mendengar ucapan panjang lebar dari Riana, ia dan Riana kisahnya sangat berbeda, ia mencintai wanita yang belum tentu mencintainya, sedangkan Riana dan tuan mudanya sudah saling mencintai dari dulu


" Saya tau nona, tapi kisah kita sangat berbeda, saya takut di tolak, dan saya juga takut kalau nanti dia tidak ingin bersahabat dengan saya lagi."


" Bapak itu payah, bagai mana mungkin mundur sebelum di coba, sangat menyebalkan."


Kini mata Riana fokus ke arah tv lagi, karena baginya Repan itu sangat pengecut. Repan saat melihat Riana tidak melihat ke arahnya lagi, ia tersenyum, ia menyadari kalau Riana sangat kesal hingga mengatakan kalau ia sangat menyebalkan menurut Riana


" Nona, bagai mana kalau wanita itu menolak, dan memutuskan persahabatan yang sudah lama kita jalin selama ini? Apa yang akan nona lakukan?"


Riana langsung menatap ke arah mata Repan lagi


" Pak, kalau wanita itu tidak mencintai bapak, saya yakin wanita itu tidak akan memutuskan persahabatan dengan bapak, apa lagi kalau bapak sudah sering bersamanya dan menemaninya saat wanita itu terjatuh, saya yakin wanita itu akan tetap bersahabat dengan bapak."

__ADS_1


Repan hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia memang selama bersahabat tidak pernah membuat Yulia marah tentang hal apapun, tapi ia juga menyadari saat Yulia ke kantor tuan mudanya, ucapan ia sangat kasar pada Yulia, tapi itu juga semata-mata agar Yulia tidak merusak hubungan tuan mudanya dan Riana, hanya itu yang membuat Yulia marah, sedangkan selebihnya ia tidak pernah membuat Yulia marah


" Bapak harus mencobanya, saya tidak ingin bapak menyesal karena telat mengutarakan perasaan bapak pada wanita itu, kalau kita sudah mencoba dan tidak bisa mendapatkannya, itu artinya wanita itu bukan jodoh bapak."


Repan masih menjawab dengan anggukan kepala, memang ucapan Riana ada benarnya juga, ia harus mencoba terlebih dahulu, sedangkan selebihnya ia hanya bisa pasrah pada Tuhan


" Gitu dong pak, tapi ngomong-ngomong apa wanita itu cantik pak? Seperti apa dia kira-kira?"


Kini jiwa kepo Riana meronta-ronta


" Dia sangat cantik, terutama hatinya, hatinya begitu cantik dan gigih, bahkan dengan ke gigihannya, dia sudah sukses dengan usianya yang masih terbilang muda, hampir semua pembisnis mengenal namanya, dan lebih membuat saya mengaguminya, dia adalah wanita yang sangat mandiri, karirnya di dapat tanpa bantuan ke dua orang tuannya."


Riana langsung tersenyum saat mendengar jawaban dari Repan


" Pantas saja pak Repan takut untuk memperjuangkannya, ternyata wanita itu sudah memiliki karir di usia yang terbilang muda." batin Riana


...****************...


Apa kabar kaka-kaka, jangan lupa juga mampir di karya baruku iya


Air mata Lisa


Menikah Muda

__ADS_1


__ADS_2