
Riana masih diam, ia hanya menatap suaminya sambil mencerna kata-kata suaminya, suaminya bilang memiliki perasaan pada ia, apa itu perasaan cinta, atau perasaan apa, ia juga tidak mengerti. Hadi yang tidak mendengar jawaban dari istrinya, ia sangat malu, harusnya ia tidak mengakuinya kalau ia mencintai istrinya, tapi ia juga tidak ingin terus memendam perasaan itu, ia juga ingin jujur pada istrinya, agar tidak terus terbebani oleh perasanya, tapi ternyata tetap saja, ia masih terbebani oleh perasannya, karena istrinya tidak menjawab perasannya, atau pun menolak perasannya, lalu ia langsung bertanya pada istrinya
" Gadis kecil, kenapa kau tidak menjawab kejujuran dariku?, apa kejujuranku tidak ada artinya untukmu?"
Riana yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia langsung bertanya pada suaminya, karena ia tidak bisa mencerna kata-kata dari suaminya tadi
" Maksud Om apa?"
Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia hanya menghela nafas berat, ia tidak menyangka kalau istrinya tidak bisa mencerna kata-kata dari ia, lalu ia memutuskan untuk jujur pada istrinya, dan mengungkapkan semua isi hatinya
" Gadis kecil, dari pertama aku melihatmu saat di kapal pesiar, aku sudah memiliki perasaan padamu, dan saat aku mengetahui kau memiliki hubungan dengan Kristian, hatiku sangat sakit, tapi aku tau, aku tidak bisa memaksamu untuk mencintaiku, yang penting aku melihat kau bahagia, aku juga ikut bahagia, aku sadar, cinta tidak harus saling memiliki, maafkan aku yang telah membuatmu menangis, maafkan aku yang telah egois padamu, aku janji, aku tidak akan ikut campur urusanmu lagi."
" Apa om mencintaiku?"
Hadi yang mendengar pertanyaan istrinya, ia hanya menganggukkan kepalanya, lalu ia langsung menghapus air matanya, setelah itu ia langsung minta maaf lagi
" Aku minta maaf, karena telah mengingkari perjanjian itu, tapi jujur, aku sangat mencintaimu Gadis kecil."
Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, ia sama sekali tidak percaya kalau suaminya itu mencintai ia, suaminya adalah pria yang sangat sempurna, bagaimana mungkin suaminya mencintai ia, itu sangat mustahil menurut ia, apa lagi ia tau, suaminya sangat mencintai tunangannya, lalu ia langsung memegang kening suaminya sambil berbicara
" Tidak sakit, tapi kenapa om berbicara ngawur, atau om masih dalam pengaruh wine?"
__ADS_1
Riana langsung mendekati mulut suaminya, ia langsung mencoba mencium aroma mulut suaminya. Hadi yang melihat kelakuan istrinya, ia hanya menghela nafas berat, tadi istrinya tidak paham dengan kata-katanya, tapi sekarang istrinya menganggap ia berbicara ngawur, membuat ia bingung harus berbicara bagaimana agar istrinya mengerti kalau ia sangat mencintai istrinya. Riana yang sudah mencium aroma mulut suaminya, ia langsung berbicara lagi
" Om juga sudah tidak mabuk, apa jangan-jangan om memiliki penyakit aneh, apa karena emosi terlalu berat, hingga membuat om berbicara ngawur?"
Riana masih terus menganggap suaminya berbicara ngawur, bagi Riana tidak mungkin suaminya mencintai ia hanya manusia biasa, sedangkan suaminya pria yang sangat sempurna, kekurangan suaminya hanya satu, mudah emosi. Riana langsung bertanya lagi pada suaminya
" Apa kepala om masih pusing?"
Hadi hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak menyangka kalau uangkapan hatinya akan di anggap ngawur oleh istrinya, atau istrinya menolak ia secara tidak langsung, hingga membuat istrinya berbicara seperti itu
" Apa Riana menolak ku secara tidak langsung, kenpa Riana tidak percaya dengan ungkapan hatiku, apa Riana tidak enak hati, kalau menolak ku secara langsung, hingga menganggap ucapanku ngawur." batin Hadi
" Aw, sakit ternyata."
Hadi melihat kelakuan istrinya semakin aneh, entah kenapa istrinya seperti Gadis tidak waras. Istrinya mencubit pipinya sendiri, lalu langsung berbicara sendiri, membuat ia sedikit panik, ia langsung bertanya pada istrinya
" Gadis kecil, apa kau memiliki penyakit aneh?"
Riana yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia langsung mengerutkan keningnya, lalu ia langsung bertanya pada suaminya
" Maksud Om apa?, kenapa mengatakan aku memiliki penyakit aneh?"
__ADS_1
" Lalu kenapa kau mencubit pipimu sendiri?, apa ini kebiasanmu, setiap mendapatkan perilaku tidak baik dari orang lain?"
Hadi mengatakan itu, ia takut kalau istrinya memiliki penyakit aneh, setelah ia terus membentak istrinya. Riana yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia tidak menjawab pertanyaannya, ia langsung balik bertanya
" Apa om mencintaiku?"
Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya lagi, ia benar-benar sangat malu, karena menurut ia, istrinya seperti sedang mempermainkan kata-katanya, ia sudah lebih dari dua kali untuk mengakuinya, kalau ia mencintai istrinya, tapi sekarang istrinya bertanya lagi pada ia, membuat ia hanya menghela nafas panjang. Riana yang masih tidak percaya kalau suaminya baru saja mengungkapkan perasaannya, ia langsung bertanya lagi
" Apa om mencintaiku?"
Hadi yang mendapat pertanyaan dari istrinya, ia hanya diam membisu, ia sudah tidak bisa mengeluarkan kata-katanya lagi, ia benar-benar sangat malu, seandainya ia tau kalau ungkapan perasaan cintanya tidak di respon, melainkan seperti di permainkan, ia tidak ingin mengungkapkan perasaannya pada istrinya. Riana melihat suaminya hanya diam, ia sangat kecewa, sepertinya ungkapan cinta dari suaminya itu hanya mimpi, atau hanya imajinasinya, karena melihat suaminya hanya diam membisu, membuat Riana malu, ia langsung menundukkan kepalanya sambil berbicara di dalam hatinya
" Ternyata semuanya hanya imajinasi, Riana, kau benar-benar sangat gila, bagaimana mungkin kau berimajinasi di tengah-tengah kesadaranmu, kau sedang tidak minum wine Riana, bagaimana mungkin kau berimajinasi terlalu jauh, benar-benar sangat memalukan." batin Riana
Riana yang mendengar ungkapan cinta dari suaminya, ia hanya menganggap itu semuanya hanya imajinasinya, ia tidak percaya kalau suaminya itu mencintai ia. Riana yang terus menundukkan kepalanya, ia memutuskan untuk minta maaf pada suaminya
" Om, aku benar-benar minta maaf."
Hadi yang mendengar permintaan maaf dari istrinya, membuat detak jantungnya sangat kencang, ia pikir istrinya minta maaf, karena tidak bisa membalas perasaan cintanya, membuat ia sangat kecewa, tapi ia tidak bisa apa-apa selain pasrah, ia juga tidak ingin memaksa istrinya untuk mencintai ia, apa lagi di posisi lain, istrinya sudah memiliki orang yang di cintainya, seandainya istrinya tidak memiliki orang yang istrinya cintai, mungkin ia akan memperjuangkan cintanya, hingga istrinya benar-benar menerimanya seutuhnya, tapi sekarang, ia tidak ingin membuat istrinya semakin sedih, membuat istrinya tidak enak hati dengan perasanya, untuk itu, ia akan benar-benar melepaskan istrinya, lalu ia langsung menjawab permintaan maaf dari istrinya
" Tidak apa-apa Gadis kecil, kau tidak perlu tidak enak hati, asalkan kau bahagia bersama Kristian, aku juga ikut bahagia, tidak seharusnya aku cemburu pada kemesraan kalian, seharusnya aku yang minta maaf, bukan kau, jadi tolong maafkan aku
__ADS_1