Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 78. Menggodanya


__ADS_3

Hadi masih diam, ia masih sangat bingung pada sikap istrinya yang tiba-tiba saja berubah, dan mengatakan kalau kata-katanya itu sangat nyata, apa lagi istrinya baru saja pulang dari hotel, tiba-tiba saja mengatakan hal yang sangat ngawur bagi ia, lalu ia langsung mendekati mulut istrinya, ia takut istrinya mabuk, tapi ia tidak mencium bau alkohol dari mulut istrinya. Riana yang melihat suaminya mendekati mulutnya, ia tau, kalau suaminya takut ia mabuk. Riana langsung naik di atas pangkuan suaminya, dan kedua tangannya merangkul bahu suaminya, lalu ia langsung berbicara pada telinga suaminya


" Kenapa hanya menghirup aroma mulutku, kenapa kita tidak melakukan seperti malam itu?, bukan'kah melakukan itu sangat nikmat?"


Hadi yang mendengar kata-kata dari istrinya, ia sangat malu, apa lagi ia yakin kalau ucapan istrinya itu masih terdengar oleh asisten istrinya, lalu Hadi langsung menyuruh asisten istrinya pergi


" Mila, kau pergi dari sini."


" Baik tuan muda."


Mila langsung membukkan badannya, lalu ia langsung pergi ke kamarnya. Setelah asisten istrinya pergi, Hadi langsung berbicara pada istrinya


" Gadis kecil, apa kau salah makan sesuatu?"


" Tidak om, aku tadi hanya minum air putih."


" Lalu kenapa kata-katamu sangat ngawur?"


Riana yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia langsung tersenyum, ia masih tidak ingin menjelaskan siapa ia, tapi ia sangat senang menggoda suaminya, lalu Riana langsung menjawab pertanyaan dari suaminya


" Om, aku tidak ngawur, aku benar-benar ingin melakukan seperti malam itu lagi, malam itu aku tidak sadar, aku tidak terlalu merasakan nikmat, bagaimana kalau kita ciuman sekarang?"


Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia hanya menghela nafas berat, mungkin kalau orang lain di rayu seperti itu akan langsung memangsanya, tapi berbeda dengan Hadi, ia bergidik ngeri dengan pertanyaan dari istrinya, lalu Hadi langsung menyuruh istrinya untuk turun dari pangkuannya, dan Hadi juga mengancam istrinya

__ADS_1


" Turunlah Gadis kecil, jangan pernah menggodaku, ingat, aku pria normal, bagaimana kalau sampai aku memaksamu lebih dari ciuman?, apa kau mau?"


Riana yang mendengar ancaman dari suaminya, ia tidak takut, bahkan ia semakin menggoda suaminya, apa lagi ia tau, suaminya tidak akan berani melakukan itu, kalaupun suaminya berani melakukan itu, ia dan suaminya sudah sah menjadi suami istri, apa lagi ia dan suaminya saling mencintai, jadi melakukan itu adalah hal yang sangat wajar


" Aku juga menginginkan itu om, Kalau om mau mengajak aku yang lebih dari ciuman, aku juga mau, pasti sangat nikmat."


Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, ia hanya menghela nafas berat, ia sekarang seperti sedang masuk ke dalam kandang macan, ia niat menakut-nakuti, tapi ia yang di terkam. Riana masih di pangkuan suaminya, ia menatap wajah suaminya sambil tersenyum, senyuman itu adalah senyuman kebahagiaan, ia sangat bahagia karena ternyata suaminya itu adalah pria yang memiliki janji, lalu ia langsung mencium bibir suaminya sekilas, setelah itu ia langsung berbicara pada suaminya


" Om, bibirmu sangat manis, bahkan lebih manis dari madu, aku ingin sekali melahap bibirmu hingga habis."


Hadi yang mendengar ucapan dari istrinya, lagi-lagi ia hanya bisa menghela nafas berat, ia tidak menyangka kalau istrinya akan mengatakan hal yang berbau mesum. Tangan kanan Riana langsung mengusap lembut bibir suaminya, masih sambil tersenyum. Hadi yang di perlakukan seperti itu, ia hanya diam, ia masih bingung dengan perubahan istrinya, entah apa yang merasuki istrinya hingga istrinya semakin kurang ajar padanya


" Apa dia kerasukan?" batin Hadi


Riana yang melihat suaminya hanya diam, ia langsung menghentikan permainan tangannya, lalu ia langsung bertanya pada suaminya


Hadi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Riana yang sudah melihat jawaban dari suaminya, ia langsung bertanya lagi


" Bagaimana dengan tunanganmu?"


" Sudah aku bilang, aku tidak pernah mencintai tunanganku."


" Jika Gadis itu muncul kembali, apa om akan memilih Gadis itu?, dari pada tunangan om sendiri?"

__ADS_1


" Iya."


" Apa om tidak membenci Gadis itu?, jelas-jelas Gadis itu telah menghilang entah kemana, tapi om masih menerimanya?"


" Aku sangat mencintai kristiani, aku juga sudah memiliki janji akan menikahinya."


" Oh, seperti itu."


" Iya, kenapa kau mendadak tertarik dengan nama Kristiani?"


Riana yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia memutuskan untuk jujur pada suaminya, siapa ia sebenarnya


" Tidak ada om, aku hanya mau bilang, aku akan tetap mencintaimu, om, aku minta maaf, telah menghilang selama lebih dari 10 tahun, dan membuat om menjadi dingin, om tidak pernah peduli dengan siapapun selain peduli dengan keluarga dan kerjaan, itu semua karena aku, om, biarkan aku menebus semua kesalahanku, biarkan aku menjadi istri yang baik untukmu, terimakasih, terimakasih karena kau selalu mencintaiku, aku tidak pernah tau, kalau perginya aku membuat om tersiksa, jelas-jelas dulu om menerimaku karena terpaksa, karena takut aku bunuh diri lagi, tapi aku tidak menyangka, kalau rasa cinta om akan tumbuh terhadapku."


Hadi yang mendengar ocehan dari istrinya, ia sangat tidak mengerti, entah kenapa istrinya berbicara seperti itu, membuat ia bingung, tapi kata-kata istrinya, itu menujukan kalau istrinya adalah Kristiani, tapi istrinya tidak mengakui kalau istrinya adalah Kristiani


" Apa maksud Riana, kenapa seolah-oleh Riana adalah Kristiani." batin Hadi


Riana yang belum mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung melanjutkan pembicaraannya


" Om, maafkan aku, aku tidak bisa mengenali aroma parfummu, karena aku hilang ingatan, aku tidak bisa mengingat semua masa lalu kita, tapi setiap bersentuhan denganmu, aku selalu melihat bayang-bayang masa lalu kita, maafkan aku, telah membuat jiwa dan ragamu tersiksa."


Riana berbicara sambil meneteskan air mata, ia sangat sedih, sedih karena telah membuat suaminya menjadi pria dingin, suaminya tidak pernah merasakan cinta pada siapapun, dan ia juga tau, kalau suaminya menikahi Yulia karena usia suaminya sudah cukup untuk menikah, memang perbedaan ia dengan suaminya sangat jauh, sekarang usia suaminya 28 tahun, sedang usia ia masih 17 tahun, dan ia juga tau, dari Kakanya, suaminya takut ia tidak bisa menerimanya, usia ia dan suaminya berbeda sangat jauh, untuk itu suaminya akan menikahi Yulia, tapi Tuhan telah berpihak pada ia, Tuhan telah menyatukan kembali kisah cinta yang sempat tertunda, memang rencana Tuhan sangat luar biasa, bisa di pertemukan kembali dengan pria yang ia cintai. Hadi masih diam, ia tidak ingin mengeluarkan sepatah katapun, ia hanya mencerna kata-kata dari istrinya. Riana yang belum mendengar jawaban dari suaminya, ia tau suaminya tidak mengerti maksud dari kata-kata ia, lalu ia langsung merogoh saku bajunya, ia langsung membuka dompetnya, lalu ia langsung mengambil foto ia bersama suaminya, dan mengambil kalung yang di berikan kakanya tadi, setelah itu ia langsung berbicara pada suaminya

__ADS_1


" Om, lihat ini, apa om masih mengingatnya?"


Hadi langsung mengambil foto dan kalung yang di serahkan istrinya, setelah melihat foto itu, tiba-tiba saja air matanya langsung mengalir tanpa di suruh, akhirnya ia mengerti semua pembicaraan istrinya


__ADS_2