Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 69. Tidur bersama


__ADS_3

Setelah berpikir Hadi mulai pusing, karena ia minum wine terlalu banyak, hingga ia mulai tidak sadar. Riana yang menyadari suaminya mulai hilang kesadaran, ia langsung menyadarkan kepala suaminya pada dadanya, ia langsung merangkul pundak suaminya, lalu ia langsung membantu suaminya untuk berdiri. Walaupun tubuh Riana kecil, dan tidak seimbang dengan tubuh suaminya, tapi ia tetap berusaha melakukan yang ia bisa. Setelah suaminya berdiri, ia langsung memapah suaminya ke arah ranjang, hingga ia sampai. Riana langsung membaringkan tubuh suaminya di atas ranjang. Hadi yang tidak sadar, ia langsung menarik tangan istrinya hingga tubuh istrinya menindih tubuhnya, lalu ia langsung memeluk pinggang istrinya. Setelah itu ia langsung berbicara pada istrinya secara tidak sadar


" Aku mohon jangan pernah tinggalkan aku, aku sudah pernah kehilangan dia, aku tidak ingin lagi kehilanganmu, aku mohon jangan pernah pergi dari hidupku."


Hadi masih terus memeluk pinggang istrinya. Riana hanya menatap wajah suaminya dengan tatapan sedih, sedih karena mendengar ucapan dari suaminya, ia sedih siapa gadis yang telah meninggal suaminya, dan siapa gadis yang mencampakkan suaminya lagi, hingga suaminya mabuk dan berbicara ngawur


" Om, siapa gadis yang telah tega meninggalkanmu, dan siapa gadis yang beruntung memiliki hatimu, tapi mencampakkanmu lagi." batin Riana


Setelah berpikir, Riana memberanikan diri mengelus lembut wajah suaminya, sambil menatap mata suaminya yang banyak sisa air mata di sisi matanya. Setelah itu, ia langsung mencium kening suaminya sekilas, rasanya sangat nyaman saat melihat suaminya tidak sadar, ia bisa memandangi wajah suaminya sampai puas, dan bisa mencium kening suaminya. Walaupun hatinya sedih, tapi ia tetap nyaman, dari pada ia melihat suaminya yang sadar, suaminya akan menjadi pria dingin seperti istana es, yang tidak pernah akan mencair. Setelah lelah, Riana langsung mencoba melepaskan tangan suaminya, tapi suaminya dengan erat memeluknya, membuat ia tidak bisa melepaskan pelukan dari suaminya, lalu ia langsung berbicara pada suaminya


" Om, tolong lepaskan aku, aku lelah dengan posisi seperti ini."


Tapi ternyata Riana sia-sia mengatakan itu, suaminya tidak mendengar ucapannya, membuat Riana hanya bisa pasrah, hingga ia tertidur di atas tubuh suaminya. Jam sudah menunjukkan pukul 02.09 WIB, Hadi yang merasa berat di tubuhnya, ia langsung bangun, ia melihat ke arah dadanya, ternyata istrinya tertidur di tubuhnya, lalu ia langsung berdecik kesal


" Dasar Gadis kecil aneh, bagaimana mungkin dia tidur di dadaku, apa tadi sore dia ikut mabuk?"


Setelah mengatakan itu, ia langsung mengingat-ingat kejadian tadi saat ia mabuk, ia mengingat semua percakapan ia dengan istrinya, bahkan saat ia mengatakan tolong jangan pernah tinggalkan aku, ia mengingatnya, lalu ia langsung menepuk keningnya sendiri sambil berbicara


" Hadi, kau bodoh, apa yang kau lakukan coba."


Hadi langsung mengangkat tubuh istrinya dengan perlahan, hingga ia berhasil memindahkan istrinya ke atas ranjang, lalu ia langsung menatap wajah istrinya sambil tersenyum, setelah itu ia langsung mencium kening istrinya sekilas, lalu langsung memeluk istrinya yang masih tertidur pulas. Hadi tidak bisa tidur, hatinya sangat bahagia, karena hanya dengan cara mabuk, ia bisa dekat dengan istrinya, bahkan bisa tidur satu ranjang dengan isterinya

__ADS_1


" Gadis kecil, aku sangat bahagia, saat kau peduli padaku, aku tau kau peduli karena hanya menganggap aku masih suamimu, tapi entah kenapa rasanya saat kau peduli padaku, aku sangat bahagia." batin Hadi


Riana juga bangun dari tidurnya, ia membuka mata, ternyata ia sedang di peluk oleh suaminya, kepala ia di dada suaminya, tapi ia tetap tidak menggerakkan tubuhnya, ia takut suaminya terbangun, karena ia tidak mengetahui kalau suaminya tidak tidur


" Om, andaikan saja ini nyata, bukan karena kau mabuk, rasanya aku sangat bahagia, tapi walaupun dengan kondisi kau mabuk, aku tetap bahagia, aku benar-benar sangat merindukanmu, merindukan aroma parfum yang ada di tubuhmu." batin Riana


Hadi dan Riana sama-sama tidak tidur lagi, mereka sama-sama terus berpikir dalam pikiran masing-masing yang tidak pernah bisa mereka ungkapkan, rasa bahagia mereka hanya bisa mereka ucapkan di dalam hatinya. Setelah jam menunjukkan pukul, 03. 00 WIB, Riana mulai lelah dengan posisi itu, ia dengan perlahan menggeserkan posisinya, tapi saat ia melihat wajah suaminya, suaminya sedang menatap ia, lalu ia langsung bertanya pada suaminya


" Om sudah bangun?"


Hadi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Riana langsung bertanya lagi


" Apa kepala om masih pusing?"


" Tolong jangan pergi."


Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, ia langsung memegang kening suaminya, setelah itu ia langsung berbicara pada suaminya


" Om tidak sakit, tapi kenapa ucapan om masih ngelantur?"


Hadi yang mendengar ucapan istrinya, langsung tersenyum, lalu ia langsung berbicara lagi pada istrinya

__ADS_1


" Gadis kecil, tolong temani aku tidur untuk malam ini."


Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, detak jantungnya langsung kencang, saat mendengar Gadis kecil, bahkan panggil itu sudah 2 hari tidak ia dengar, tapi kali ini suaminya memanggil ia dengan panggilan Gadis kecil lagi, membuat Riana lupa belum menjawab ucapan dari suaminya, ia langsung berbicara di dalam hatinya


" Apa ini mimpi, atau ini benar-benar sangat nyata?, om, aku sangat merindukan panggilan itu, aku berharap kau tidak marah lagi padaku, aku hanya ingin bersamamu sebelum kita bercerai. Om, aku mencintaimu." batin Riana


Hadi yang belum mendengar ucapan dari istrinya, ia langsung berbicara lagi pada istrinya


" Gadis kecil, aku mohon temani aku tidur untuk malam ini."


Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, ia sadar kalau belum menjawab ucapan dari suaminya, lalu ia langsung menjawab ucapan dari suaminya


" Baik Om."


" Terimakasih Gadis kecil."


Hadi langsung menarik istrinya dalam pelukannya lagi, ia sangat bahagia karena istrinya tidak menolak permintaannya, lalu Hadi langsung melihat jam yang sudah menunjukkan 03.20 WIB, membuat ia berdecik kesal di hatinya


" Sial, kenapa sekarang sudah pagi, tinggal beberapa jam lagi jam 7, ah sangat menyebalkan." batin Hadi


Hadi yang ingin berlama-lama dengan istrinya, ternyata tidak bisa, karena sebentar lagi juga pagi. Riana juga sangat bahagia, saat suaminya menarik ia dalam pelukannya. Walaupun Riana sadar, suaminya mungkin masih dalam pengaruh wine, tapi bagi ia tidak masalah, yang terpenting ia bisa tidur bersama suaminya, apa lagi ia sangat merindukan sosok suaminya, lalu Riana langsung berbicara di dalam hatinya, ia ingin menghentikan waktu yang terus berputar

__ADS_1


" Andaikan saja aku bisa menghentikan waktu, aku ingin sekali menghentikan waktu, agar aku bisa lama-lama bersama Om, tapi sayang sekali, aku tidak bisa menghentikan waktu, Aku tidak bisa lama-lama bersama Om, dan aku yakin jika om sudah sepenuhnya sadar, om akan berubah menjadi dingin seperti istana es lagi, om tidak akan pernah perduli padaku lagi, bahkan om seperti sangat membenci." batin Riana


__ADS_2