Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 67


__ADS_3

Setelah bertemu orang tua angkatnya, Riana memutuskan untuk pulang, walaupun tadi kakaknya belum mau pulang, tapi ia memutuskan pulang lebih dulu, karena ia tidak ingin keduluan suaminya, untuk itu ia buru-buru pulang. Walaupun Riana masih sangat merindukan ibu angkatnya, bahkan ia juga belum bertemu dengan Kaka angkatnya, karena tadi Kaka angkatnya masih belum pulang kuliah. Riana sampai di garasi mobil, ia langsung menghela nafas berat, saat melihat mobil suaminya yang sudah ada di garasi, ia langsung melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 15.01 WIB


" Tidak biasanya om sudah pulang." batin Riana


Yang Riana tau suaminya itu gila kerja, tapi sudah 2 hari ini suaminya selalu pulang lebih dulu, membuat perasaan Riana tidak enak. Mila langsung membuka pintu mobil untuk nona mudanya. Riana langsung turun dari mobil, setelah itu ia langsung menyuruh asistennya untuk istrihat, ia tidak ingin kejadian kemarin menjadi tontonan oleh asistenya, untuk itu ia menyuruh asistennya istirahat, dari pada kejadian kemarin terulang lagi, dan membuat ia malu


" Mila, kau boleh istirahat."


" Baik nona muda."


Mila langsung membukukan badan pada nona mudanya. Riana langsung masuk ke dalam rumah itu, keadaan rumah itu sangat sepi, entah kemana ibu mertuanya, hanya ada para pelayan saja di situ, lalu ia langsung menaiki tangga, tapi tangannya di tahan oleh seseorang dari belakang. Riana langsung berbalik ke arah belakang, ia langsung menatap mantan kekasihnya, entah kenapa detak jantung Riana sama sekali tidak berdetak kencang saat berhadapan dengan mantan kekasih, bisanya jantungnya akan berdetak lebih kencang


" Kenapa jantungku baik-baik saja, apa sebenarnya aku sudah tidak mencintai Koko lagi?" batin Riana


Aldi langsung berbicara lebih dulu, karena ia sebenarnya mengetahui kejadian tadi pagi, saat Riana mengatakan biarkan aku melakukan kewajibanku menjadi istri yang baik, tadi pagi ia hanya diam karena tidak ingin membuat suasana semakin kacau, tapi kali ini ia ingin menanyakan apa maksud dari ucapan mantan kekasihnya


" Riana, apa maksudmu ingin menjadi istri yang baik untuk koko?, apa kau sudah mencintainya?"


Riana yang mendengar pertanyaan itu, ia sangat terkejut, ia tidak menyangka kalau mantan kekasihnya akan mendengar ucapannya tadi pagi, membuat Riana tidak bisa menjawab pertanyaan dari mantan kekasihnya. Aldi langsung bertanya lagi karena mantan kekasihnya tidak menjawab pertanyaan dari ia


" Riana, tolong katakan padaku, apa maksudmu ingin menjadi istri yang baik untuk koko?, apa kau mencintainya?"


Riana yang mendapat pertanyaan lagi dari mantan kekasihnya, ia langsung menjawab pertanyaan itu

__ADS_1


" Koko tidak berhak ikut campur urusanku, karena kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa."


" Riana! Aku tau tidak berhak ikut campur dengan urusanmu, tapi aku masih mencintaimu hingga sekarang."


Riana yang mendengar ucapan dari mantan kekasihnya, ia langsung emosi, ia mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu, saat ia akan bunuh diri, lalu ia langsung menjawab dengan nada emosi


" Koko bilang cinta?, setelah hampir membuat nyawaku melayang saat itu!"


Aldi yang mendengar ucapan dari kekasihnya, ia langsung bertanya pada mantan kekasihnya dengan keadaan sedikit panik


" Apa yang terjadi denganmu Riana?, apa yang kau lakukan saat itu?"


" Koko tau, saat itu aku menangis, aku sangat kecewa padamu, saat kau meminta putus, hingga aku memutuskan untuk bunuh diri, aku memutuskan loncat dari kapal pesiar, hingga ada seorang yang menolongku, bahkan dia ikut terjun ke laut olehku."


" Hadi, suami kontrakku."


Aldi yang mendengar jawaban dari mantan kekasihnya, ia sangat terkejut, ia tau sikap kakanya yang sangat dingin, cuek, angkuh dan pemarah, semuanya ada di dalam sikap kakanya, tapi ia tidak percaya bahwa kakanya akan menolong seorang Gadis, bahkan hingga rela kakanya terjun ke laut untuk menolong mantan kekasihnya, lalu ia langsung bilang tidak mungkin pada mantan kekasihnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


" Tidak, tidak mungkin Koko yang menolongmu, aku tau siapa Koko. Koko orang yang sangat tidak peduli pada siapapun itu, jadi tidak mungkin kalau Koko yang menolongmu."


" Untuk apa aku berbohong ko?, Hadi adalah orang yang telah menolongku, kalau Koko tidak percaya, tanyakan saja padanya, dan tolong jangan lagi muncul secara tiba-tiba, aku tidak suka itu, dan tolong lupakan saja masa lalu kita, sepertinya aku tidak akan pernah bisa bersamamu lagi, karena hatiku sekarang sudah berubah, bahkan detak jantungku sekarang baik-baik saja, tidak berdetak lebih kencang, itu artinya aku sudah tidak mencintaimu lagi."


" Tidak Riana! Sampai kapanpun kau tetap milikku! Kalau aku tidak bisa memilikimu, maka Koko juga tidak akan pernah bisa memilikimu, ingat, Koko itu memiliki tunangan, jadi tidak mungkin Koko akan mencintaimu Riana, jadi tolong, berikan aku kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya, aku mohon Riana."

__ADS_1


" Maafkan aku Koko, aku tidak bisa lagi mencintaimu."


Setelah mengatakan itu, Riana langsung buru-buru menaiki tangga, ia tidak ingin permasalahannya semakin panjang, tapi entah kenapa saat ia menolak mantan kekasihnya, ia sekarang tidak merasa sedih, tidak seperti dulu, ia sangat sedih, menyesal, dan kecewa, semuanya bercampur jadi satu, tapi kali ini ia tidak merasakan apa-apa, mungkin karena sekarang sudah benar-benar tidak mencintai mantan kekasihnya lagi. Riana sampai di dalam kamar, ia langsung melihat suaminya yang sama sekali tidak ada di ranjang, ia langsung mendekati arah pintu ruang kerja suaminya, hingga ia sampai di sana, ia menguping suara dari dalam ruangan kerja suaminya, tapi ia mendengar suaminya yang sedang batuk-batuk. Riana yang panik, ia langsung membuka pintu ruangan kerja itu, ia melihat suaminya yang memegang botol wine sambil menangis, bahkan ia melihat 2 wine yang sudah kosong, membuat ia sangat panik, ia langsung mendekati suaminya hingga ia sampai, lalu langsung mengambil wine yang ada di tangan suaminya, setelah itu ia langsung bertanya pada suaminya


" Om, apa yang kau lakukan?, katakan padaku om memiliki masalah apa?, apa tidak bisa cerita padaku?, aku akan mendengarkan cerita om."


Hadi yang mendengar ucapan dari istrinya, ia sangat marah, jelas-jelas ia minum wine karena istrinya


" Diam! Aku tidak butuh wanita yang pura-pura polos, tapi lebih liar di luar sana, aku benci wanita seperti itu!"


Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, ia tidak mengerti maksud dari ucapan suaminya, lalu ia langsung bertanya lagi pada suaminya


" Apa om mabuk karena Yulia?"


Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia langsung membentak istrinya


" Diam!"


Riana yang mendengar bentakan dari suaminya, ia sama sekali tidak takut, ia hanya sangat kuatir dengan keadaan suaminya, ia takut suaminya kenapa-napa, lalu ia langsung membuka jas milik suaminya, lalu ia langsung membuka 2 kancing baju kemeja putih polos suaminya. Setelah itu, ia langsung mengusap air mata suaminya sambil bertanya lagi


" Katakan padaku om kanapa?, jangan buat aku sangat kuatir om, tolong katakan apa yang terjadi pada om?"


Riana memang benar-benar sangat kuatir pada kondisi suaminya. Hadi tidak menjawab pertanyaan dari istrinya, ia langsung memeluk istrinya

__ADS_1


__ADS_2