Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 46. Informasi Riana


__ADS_3

Setelah masalahnya selsai, Hadi langsung membawa istrinya masuk ke dalam ruangannya, hingga ia sampai di ruangannya, lalu langsung menyuruh istrinya untuk duduk di sofa


" Gadis kecil, duduklah."


" Baik om."


Riana duduk sambil terus memutar bola matanya di sekeliling ruangan itu, hingga ia tertuju dengan bola kristal yang ada tulisan HaKris, tapi ia merasa nama di bola kristal itu sama sekali tidak asing buatnya, pedahal jelas-jelas ini adalah pertama kalinya ia melihat. Riana terus menatapnya, hingga melihat seorang pria kecil yang memberikan bola itu padanya sambil berbicara


" Aku memiliki dua buah bola Kristal yang sudah aku beri nama, ini namaku dan namamu, yang satu untukmu, dan yang satu untukku."


Seketika membuat Riana langsung menjerit kesakitan sambil memegang kepala dengan kedua tangannya


" Ah sakit! Sakit!"


Hadi yang melihat istrinya menjerit kesakitan, ia sangat panik, ia langsung bertanya pada istrinya


" Gadis kecil, apa kau membawa obat yang di berikan Xiyi?"


" Bawa Om di tas."


Hadi langsung membuka tas istrinya, lalu ia langsung mengambil obat itu, setelah itu ia langsung mengambil air minum, lalu langsung memberikannya pada istrinya


" Minumlah."


Riana langsung mengambil obat dan air minum yang di serahkan suaminya, lalu langsung meminumnya. Setelah selesai ia langsung meletakkan gelas itu di meja, lalu langsung menatap wajah suaminya dengan perasaan bingung


" Siapa sebenarnya kau Hadi, kenpa di semua benda, di rumah, dan di matamu, selalu ada bayang-bayangku dan itu mungkin adalah ingatan masa kecilku, kalau memang itu benar, ingatan masa kecilku, lalu siapa pria kecil itu? tidak mungkin kau?" batin Riana


Hadi langsung bertanya lagi pada istrinya dengan perasaan yang sangat kuatir

__ADS_1


" Apa kau baik-baik saja?"


" Aku baik-baik saja Om, boleh aku istirahat?"


" Tentu saja boleh."


Hadi langsung memegang tangan kiri istrinya, lalu langsung mengajak istrinya ke ruangan istirahat, hingga ia sampai di samping ranjang


" Kau istirahatlah di sini, dan kalau ada apa-apa panggil saja aku."


" Iya Om."


Riana langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Hadi langsung menyelimuti tubuh istrinya, lalu ia langsung keluar dari ruangan itu. Setelah suaminya keluar, Riana langsung tersenyum, saat mengingat perhatian suaminya


" Ternyata pria dingin itu, sangat perhatian, semakin hari aku semakin nyaman, tidak, aku tidak boleh merasakan nyaman terhadapnya, dia hanya suami kontrakku, dan setelah kontrak itu habis, kita juga akan bercerai, ingat kau hanya mencintai Koko, tidak boleh mencintai pria lain, selain dia." batin Riana


Riana yang selalu nyaman pada suaminya, tapi ia lagi-lagi menampik perasanya, ia hanya ingin bersama mantan kekasihnya. Hadi sampai di meja kerjanya, ia langsung memeriksa dokumen, sambil sesekali tersenyum, saat ia mengingat istrinya yang memeluknya lebih dulu, lalu ia langsung berbikir tentang Yulia


Hadi yang terus berpikir tentang Yulia, tapi seketika ia mengingat kristiani, membuat hatinya bimbingan


" Tidak, aku tidak boleh mencintai gadis kecil itu, bagaimana dengan janji yang telah aku ucapkan pada Kristiani dulu, bagaimana kalau kristiani membenciku, karena aku telah mengkhianatinya." batin Hadi


Tidak lama Repan pun datang, ia tadi memang habis mencari informasi tentang nona Riana, seperti yang di suruh tuan mudanya kemarin malam, ia langsung mengetuk pintu ruangan tuan mudanya


Tok-tok


Hadi yang mendengar suara ketukan pintu, ia langsung menyuruhnya masuk


" Masuk."

__ADS_1


Repan yang mendengar teriakkan tuan mudanya, ia langsung masuk, hingga ia sampai di depan tuan mudanya


" Permisi tuan muda, saya ingin membicarakan tentang informasi nona muda."


" Iya, katakan Repan, tapi jangan sampai terdengar oleh nona muda, saya tidak ingin dia tau, kalau saya mencari informasinya."


" Baik tuan muda, dari informasi yang saya dapatkan, nona muda memiliki penyakit amesia disosiastif, itu dari awal nona muda di adopsi oleh keluarga Renata, sepanjang malam, nona muda dulu tidak pernah bisa tidur karena selalu mimpi buruk, mungkin itu adalah masa lalunya, hingga akhirnya ia menjalankan hipnosis pada dokter Xiyi, tapi tetep saja tidak bisa mengembalikan ingatan masa lalu nona muda, walaupun dokter Xiyi bisa menyembuhkan sakit di kepala nona muda,."


" Jadi maksudmu nona muda itu amesia?"


" Iya tuan muda, dan setiap nona muda sakit kepala, nona muda pasti melihat bayang-bayang masa lalunya, hanya saja, mungkin nona muda juga antara percaya atau tidak percaya, kalau itu masa lalunya, tapi tentang nama nona muda, hingga sekarang saya belum menemukan informasi nama sebelumnya, atau kemungkinan nona muda sama sekali tidak mengingat namanya."


" Baiklah, kalau seperti itu, lalu apa yang harus kita lakukan agar nona muda mengingat masa lalunya?"


" Saya tidak tau tuan muda, tapi dari pandangan saya, mungkin saja ini ada kaitannya dengan tuan muda."


Hadi yang mendengar jawaban dari asistennya, ia langsung berpikir istrinya adalah Kristiani, ia langsung bertanya pada asistenya


" Maksudmu nona muda adalah Kristiani?"


" Saya tidak bilang seperti itu tuan muda, saya takut salah, tapi nona muda, sering pusing akhir-akhir ini, mungkin saja itu ada kaitannya dengan tuan muda, tapi itu hanya dugaan saya saja tuan muda, saya mohon maaf, karena telah lancang mengatakan itu, tapi nona muda memang sudah tidak pernah merasakan sakit kepala, dan sakit kepala juga baru akhir-akhir ini."


" Baiklah, lalu apa yang harus saya lakukan Repan?"


" Kalau dari informasi kedokteran, biasanya kita harus melakukan kebiasaan masa lalunya, terutama tuan muda membawa nona muda ke tempat yang pernah nona muda dan tuan muda habiskan dulu, siapa tau kita bisa menemukan jawabannya, kalau memang benar nona muda adalah nona Kristiani, mungkin kita bisa menemukan petunjuk dari setiap tempat yang kita datangi, tapi saya minta tuan muda jangan terlalu berharap dulu, saya takut dugaan saya salah."


" Baiklah, tapi aku berharap nona muda adalah nona Kristiani, tapi itu hanya sebuah harapanku saja Repan."


Repan yang mendengar ucapan tuan mudanya, ia tidak menjawab ucapan tuan mudanya, ia menjadi takut, ia takut kalau nona mudanya bukan nona kristiani, apa lagi ia tau, tuan mudanya sejak awal sudah memiliki perasaan pada nona muda, kalau sampai nona mudanya bukan nona kristiani, maka akan banyak orang yang tersakiti oleh tuan mudanya, tapi jika nona mudanya adalah nona kristiani, tetep saja akan ada yang tersakiti, karena Repan sudah melihat di cctv, kalau nona mudanya memiliki hubungan dengan tuan kecilnya

__ADS_1


" Tuan muda, aku juga berharap seperti itu, kalau sampai nona muda bukan nona kristiani, maka akan ada banyak orang yang tersakiti, tapi jika nona muda adalah nona kristiani, sama saja akan ada orang yang tersakiti, apa lagi nona muda memiliki hubungan dengan tuan kecil, bagaimana kalau nona muda memilih tuan kecil, pasti hati tuan muda sangat terluka." batin Repan


Repan terus saja berpikir


__ADS_2