
Dari saat istrinya pergi ke hotel sahabatnya, membuat pikiran Hadi tidak tenang, bagaimana pun juga istrinya adalah Gadis kecil, dan dia sangat polos, sedangkan sahabatnya adalah pria dewasa, walaupun usianya lebih muda 2 tahun dari Hadi, tapi Hadi yakin, sahabatnya tidak akan sama polosnya seperti istrinya, ia takut kalau sahabatnya akan menaro obat di minuman istrinya, atau di makanan istrinya, dan membuat yang tidak harus terjadi menjadi terjadi. Hadi benar-benar sangat takut hal itu, tapi Hadi juga tidak ingin menghubungi sahabatnya, Hadi masih mengingat kata-kata istrinya. Jangan ikut campur urusanku, urus saja urusanmu sendiri, kata-kata itu masih terdengar jelas di telinganya, membuat Hadi tidak bisa apa-apa selain mondar-mandir di teras depan rumahnya. Tidak lama Delon datang, ia langsung turun dari mobil, ia melihat putra pertamanya mondar-mandir dengan perasaan yang sangat kuatir, membuat ia hanya bisa mengerutkan keningnya, ia belum pernah melihat putranya memiliki rasa kuatir, ini pertama kalinya lagi Delon melihat putranya kuatir, setelah Gadis kecil yang putranya cinta menghilang entah kemana, putranya tidak pernah memiliki rasa kuatir, wajah putranya terlihat sangat dingin, putranya tidak pernah peduli dengan apapun selain dengan adiknya dan kerjaannya. Delon sampai di depan putranya, ia langsung bertanya pada putaranya, yang masih terus saja mondar-mandir tanpa menyapa ia datang, bahkan mungkin putranya tidak menyadari ia datang
" Nak, apa yang kau pikirkan?, hingga membuat kau mondar-mandir saja?"
Hadi langsung melihat ke arah papahnya, ia tidak menjawab pertanyaan dari papahnya, melainkan langsung bertanya pada papahnya, karena ia tidak mendengar suara mobil papahnya, apa lagi ia juga tidak melihat asisten papahnya
" Papah sudah pulang?, kenapa suara mobilnya tidak terdengar?, apa papah naik taksi?"
Delon yang mendengar pertanyaan dari putranya, ia hanya menghela nafas berat, ternyata benar, putranya tidak menyadari ia datang, lalu Delon langsung menjawab pertanyaan dari putranya
" Iya, tentu saja papah bawa mobil."
" Lalu asisten papah kemana?"
" Dia pulang kampung, tadi ada telpon, dan katanya anaknya sakit, jadi dia pulang kampung mendadak."
" Oh."
__ADS_1
" Nak, kau belum jawab pertanyaan dari papah, apa yang sebenarnya kau pikirkan?"
Hadi hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak ingin papahnya tau tentang masalahnya. Delon yang melihat jawaban dari putranya, ia paham, putranya tidak ingin menceritakan masalahnya, tapi ia yakin kalau masalah ini ada kaitannya dengan menantunya, karena semenjak putranya menikah dengan Riana, ia mendengar dari istrinya, kalau putranya pernah menangis karena bertengkar dengan istrinya, bahkan ia juga tau, semenjak hilangnya Gadis kecil itu, membuat putranya menjadi dingin, bahkan putranya tidak pernah merasa kecewa terhadap siapapun, tidak pernah menangis dalam masalah apapun, tapi istri dari putranya, bisa membuat putranya menangis, dan itu adalah anugerah bagi Delon. Delon memang ingin melihat putranya seperti dulu lagi, putranya bisa memiliki perasaan kecewa, sedih, marah, ceriah, dan bahagia. Delon sangat bersyukur karena Gadis kecil itu bisa membuat putranya seperti dulu lagi. Delon yang tidak ingin bertanya lagi, ia langsung berbicara pada putranya
" Nak, papah tau, kau memiliki rasa kuatir, dan papah tau, pasti karena Riana, itu adalah hal yang sangat wajar, kalau kau sungguh-sungguh mencintai Riana, maka lepaskan tunanganmu, dan lepaskan keinginanmu untuk bersama Kristiani, ingat, wanita tidak suka pria yang selalu mengingat masa lalunya, tanpa mengingat masa depannya harus bagaimana, dan menurut papah, Riana adalah Gadis baik-baik, jadi papah juga setuju kalau kau dengan Gadis itu, jadi papah minta, kau lupakan ingatanmu pada Kristiani."
" Pah, tapi aku tidak bisa melupakan tentang kristiani, apa lagi setiap aku melihat wajah Riana, senyuman manis Riana, sama persis seperti Kristiani, dan makanan yang Riana tidak suka, itu sama seperti Kristiani, aku tidak bisa melupakan Kristiani pah, semakin aku mencoba melupakannya, semakin membuat aku gila, kalau papah menyuruhku untuk melepaskan Yulia, tentu aku bisa, tapi dengan kristiani, aku benar-benar tidak bisa pah."
" Papah tau nak, tapi kau tidak bisa egois seprti itu nak, jangan sampai kau menyesalinnya, kau sudah kehilangan Kristiani, jangan sampai ke egoisanmu membuatmu kehilangan Riana juga, papah tau, kau sangat mencintai Riana, jadi jangan sampai kau melukai hati Riana."
" Sudahlah pah, papah tidak akan ada gunanya menasehatiku, karena Riana sudah memiliki pacar, dan pacar Riana adalah sahabatku sendiri, dia adalah Kristian pah, aku tidak mungkin egois, aku tidak mungkin merusak kebahagiaan mereka, mereka saling mencintai pah, dan aku tidak ingin membuat Kristian kecewa karena aku, sudah cukup hidup Kristian tanpa warna, karena selalu mencari adiknya."
" Iya pah, sebentar lagi aku akan bercerai dengan Riana, aku tidak ingin membuat Riana sedih lagi, aku ingin melihat Riana bahagia bersama pria yang Riana cintai."
" Nak, kau yakin akan melepaskan Riana?"
" Aku yakin pah."
__ADS_1
"Baiklah, semua keputusan ada di tanganmu, papah tidak bisa ikut campur tentang rumah tanggamu, tapi keputusan apapun yang kau ambil, papah harap kau tidak akan pernah menyesalinya."
" Iya pah, semoga saja keputusan yang aku ambil, keputusan yang terbaik untuk aku dan Riana."
" Semoga saja nak, iya sudah, papah masuk dulu, kau jangan terus mondar-mandir seperti itu, apa tidak capek kakimu?"
" Iya pah, tidak ko pah."
Delon langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya, sambil sesekali melihat ke arah putranya yang sudah mulai mondar-mandir lagi. Hadi terus saja mondar-mandir, perasanya masih tidak tenang, apa lagi istrinya belum saja datang, membuat rasa kuatirnya bertambah
" Riana, apa kau baik-baik saja bersama Kristian?" batin Hadi
Setelah lelah mondar-mandir, akhirnya Hadi sadar, kalau yang ia lakukan itu salah, Kristian tidak akan mungkin menodai orang yang di cintainya
" Apa yang aku lakukan, kenapa aku terus saja mondar-mandir tidak karuan, aku yakin Kristian bukan orang seperti itu, aku yakin Kristian akan menjaga Gadis yang di cintainya, lalu untuk apa aku kuatir pada Riana, kalau Riana saja tidak pernah peduli apa yang aku lakukan, Riana selalu memandangku sebelah mata, apapun yang aku lakukan selalu salah di mata Riana, aku tau, mungkin yang aku lakukan selalu salah, karena aku tidak ada di hatinya, tentu saja, apapun yang aku lakukan, tidak akan pernah terlihat baik oleh Riana, dan ini pertama kalinya, ada orang yang menganggap aku selalu salah. Sudahlah, aku tidak perlu memikirkan hal itu, yang penting Riana bahagia, bagiku sudah cukup." batin Hadi
Hadi langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya, hingga ia sampai di ruang tamu. Hadi langsung duduk di sofa ruang tamu, sambil menyadarkan kepalanya di bahu sofa, ia langsung memejamkan matanya, ia mencoba untuk tidur, agar ia tidak terus mengingat istrinya. Setelah sekitar 20 menit, Hadi tetap saja tidak bisa tidur, kata-kata istrinya yang mengatakan jangan ikut campur urusanku, urus saja urusanmu sendiri, membuat ia berdecik kesal
__ADS_1
" Sial, kenapa kata-kata itu selalu terdengar." batin Hadi