
Riana masih diam membisu saat mendengar permintaan maaf dari suaminya, dan suaminya mengatakan cemburu, lagi-lagi Riana tidak bisa mencerna kata-kata dari suaminya, yang ia dengar semuanya hanya mimpi, kalau bukan mimpi, itu semua hanya imajinasinya. Jelas-jelas suaminya sudah berulang kali mengakui kalau suaminya mencintai ia, tapi lagi-lagi ia menganggap hanya mimpi
" Apa tadi bilang om cemburu?, apa aku salah dengar." batin Riana
Hadi yang tidak mendapatkan jawaban dari istrinya, ia langsung menarik istrinya dalam pelukannya, masih dengan posisi duduk, ia tidak ingin lagi berdebat dengan istrinya, ia tidak ingin cemburu tidak jelas dengan istrinya, walaupun rasa cintanya semakin besar, tapi ia tidak ingin memaksa istrinya. Riana juga membalas pelukan dari suaminya, tapi pikirannya masih memikirkan suaminya, ia masih bingung dengan ucapan dari suaminya, kalau ia bertanya, ia takut kalau kata-kata dari suaminya hanya imajinasi. Hadi memeluk istrinya dengan perasaan sangat sedih, ia mencoba menahan air matanya, ia tidak ingin menujukan kesedihannya pada istrinya
" Kenapa nasibku selalu seperti ini, dulu aku terlambat mengakui cinta pada Kristiani, dan sekarang aku juga terlambat mengakui cinta pada Riana, tapi anehnya kenapa Riana memiliki kesamaan dengan Kristiani, bahkan aku juga begitu mudah mencintai Riana, apa yang sebenarnya terjadi, kenpa semuanya seperti ini." batin Hadi
Riana yang di pelukan suaminya, ia langsung bertanya pada suaminya, ia masih penasaran, apa itu mimpi, atau itu adalah nyata
" Om, apa ucapan tadi benar, kalau om cemburu padaku dengan Koko?"
Hadi yang mendapat pertanyaan dari istrinya, ia hanya menjawab dengan anggukan kepala. Walaupun Hadi sangat malu untuk mengakuinya, karena lagi-lagi istrinya seperti sedang mengejek ia, tapi ia juga ingin istrinya mengetahui tentang ia dengan jelas. Riana yang melihat jawaban dari suaminya, ia langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung menatap mata suaminya. Hadi juga menatap mata istrinya sambil mencoba untuk tersenyum, ia tidak ingin menampilkan kesedihan lagi pada istrinya. Riana langsung bertanya lagi pada suaminya
" Apa om benar mencintai?, atau aku yang terlalu berimajinasi?"
Hadi yang mendapat pertanyaan dari istrinya, ia hanya mengerutkan keningnya, ia tidak menyangka kalau kata-katanya dari tadi di anggap imajinasi oleh istrinya, ia sudah menjelaskan panjang lebar pada isterinya, tapi istrinya masih saja tidak percaya dengan kata-katanya, lalu Hadi langsung menjawab pertanyaan dari istrinya
" Iya, aku sangat mencintaimu, maafkan aku, aku sudah marah-marah tidak jelas padamu, itu semua karena aku sangat cemburu, hingga aku tidak bisa mengentrol emosiku. Gadis kecil, kau tau, kau adalah orang pertama yang memiliki kemiripan dengan seseorang, dia adalah kekasih kecilku, dan perasaanku, sangat berbeda padamu, aku memiliki rasa cemburu, marah, kecewa, sedih, walaupun kita baru sesaat bersama. Jujur saja, perasaan itu sudah hilang sejak lama, aku yang sekarang hanya memiliki sikap dingin dan pemarah, tapi semenjak kau hadir di kehidupanku, perasaan lamaku hadir kembali, terimakasih, kau sudah menjadi warna dalam kehidupanku."
Riana yang mendengar penjelasan dari suaminya, wajahnya menjadi murung, ternyata ia hanya di samakan dengan kekasih kecil suaminya, ternyata rasa cinta suaminya, semata-mata karena banyak kesamaan dengannya, bukan dari hatinya, membuat hatinya sangat sakit, lalu ia langsung menjawab penjelasan dari suaminya
" Om, aku bukan dia, aku bukan kekasih kecilmu, jangan pernah samakan aku dengan kekasih kecilmu!"
__ADS_1
" Aku tau Gadis kecil, maafkan aku, tapi cintaku tulus dari hatiku, kalau aku mencintaimu."
Riana yang mendengar kata cinta dari suaminya, membuat ia menjadi marah, jelas-jelas suaminya itu sangat mencintai tunangannya
" Lalu bagaimana dengan nona Yulia?, Om, kau memang brengsek, bagaimana mungkin kau mencintai aku dan mencintai nona Yulia, kau bener-bener pria bajingan, dan satu lagi, jangan pernah samakan aku dengan Gadis masa lalumu!"
Setelah mengatakan itu Riana langsung berdiri, ia langsung mendekati arah telpon rumah sambil meneteskan air mata, rasanya sangat kecewa, saat mendengar penjelasan dari suaminya, yang awalnya ia seperti mimpi, tapi ternyata itu semuanya nyata. Walaupun ungkapan cinta dari suaminya itu nyata, ia sangat kecewa, karena ia di samakan dengan Gadis masa lalunya. Hadi langsung berdiri, ia langsung berjalan mendekati istrinya, hingga ia sampai di depan istrinya, lalu ia langsung berbicara lagi
" Gadis kecil, aku tidak pernah mencintai Yulia, tapi ceritanya sangat panjang, tolong kau percaya padaku, kalau aku benar-benar tulus mencintaimu."
" Om, aku bukan Gadis masa lalumu, aku tidak suka kau samakan aku dengan dia."
Setelah mengatakan itu, Riana langsung berjalan lagi mendekati telpon rumah, setelah sampai, ia langsung menekan nomer kakanya, lalu Riana langsung menghubungi kakanya, setelah di angkat, Riana langsung berbicara lebih dulu
" Tentu boleh sayang."
" Kita bertemu di rumah mamah ko."
" Iya sayang, tapi Koko sekarang sedang ada di kantor, dan Koko akan ke hotel terlebih dahulu, karena Koko ingin menceritakan sesuatu padamu."
" Apa, Koko mau ke hotel dulu?"
" Iya sayang."
__ADS_1
" Koko, kita bertemu di hotel Koko saja, lagian juga hotelnya dekat dengan rumah Hadi."
" Baiklah sayang."
Riana langsung memutuskan sambungan telponnya, ia langsung berjalan lagi. Hadi langsung menahan tangan istrinya
" Gadis kecil, kau mau kemana?, dan berdua di hotel dengan seorang pria, itu sangat tidak baik."
Riana langsung melepaskan tangan suaminya dari tangannya, lalu ia langsung menjawab ucapan dari suaminya
" Itu bukan urusanmu, jangan pernah ikut campur urusanku, kau urus saja urusanmu sendiri."
Riana langsung berjalan keluar dari rumah itu, dengan air mata yang mengalir deras, seandainya saja suaminya mengatakan cinta tidak menyamakan ia dengan gadis masa lalunya, mungkin ia sangat bahagia, walaupun di bohongi oleh suaminya, tapi sekarang, kejujuran suaminya sangat menyakitkan
" Gadis itu sangat beruntung, bisa memiliki hati Om, bahkan om sampai menyamakan aku dengan Gadis itu, tapi aku bukan gadis itu. Om, aku hanya ingin di cintai dari hatimu, bukan dari kesamaanku denganya, aku benar-benar sangat kecewa padamu, kejujuranmu membuat hatiku terluka." batin Riana
Riana sampai di bagasi, di batasi sudah di tunggu asistennya, lalu ia langsung meminta asistennya untuk mengantar ia ke hotel Melati, untuk menemui kakanya
" Mila, antar aku ke hotel Melati sekarang."
" Baik nona muda."
Mila langsung membukukan pintu mobil untuk nona mudanya, lalu langsung melajukukan mobil itu pergi ke hotel Melati. Riana langsung menghapus air matanya, ia tidak ingin terus menangis, walaupun ia masih kecewa, tapi ia sadar, ia bukan siapa-siapa suaminya, jadi ia tidak ingin menangisi suaminya. Mila yang melihat nona mudanya menangis dari kaca spion, ia tidak enak hati, ia yakin kalau nona mudanya pasti bertengkar lagi dengan tuan mudanya
__ADS_1
" Aku yakin, nona muda dan tuan muda bertengkar lagi, maafkan aku nona muda, seandainya saja aku tidak mengatakan sejujurnya, mungkin nona muda dan tuan muda tidak akan bertengkar lagi, tapi bagaimana pun juga tuan muda mengancamku, aku sangat takut dengan ancaman tuan muda, apa lagi aku juga sangat butuh pekerjaan." batin Mila