
Setelah asistennya keluar, Hadi langsung berjalan mendekati ranjang, ia langsung duduk di samping ranjang, ia langsung menatap wajah istrinya yang terlihat pucat, lalu ia langsung minta maaf dengan lirik pada istrinya
" Aku minta maaf sayang, telah membuatmu menangis, aku pasti secepatnya akan menceraikanmu, dan aku rela kau bersama adikku, asalkan kau bahagia, aku sangat mencintaimu."
Setelah mengatakan itu, Hadi langsung mencium kening istrinya sekilas, lalu langsung memegang tangan istrinya. Riana yang mulai sadar, ia langsung meneteskan air mata. Hadi yang melihat istrinya meneteskan air mata, ia langsung bertanya pada istrinya sambil tangannya kirinya mengelus lembut pucuk kepala istrinya, sedangkan tangan kanannya masih memegang tangan istrinya
" Sayang, kau kenapa?, tolong bangun, aku pasti akan menuruti keinginamu, apapun yang kau minta, aku pasti akan menurutnya, kau cepat sembuh sayang, aku tidak ingin melihat kau terbaring, aku sangat mencintaimu."
Riana yang mendengar suara samar-samar, ia langsung membuka matanya, ia langsung melihat ke arah suaminya, ia langsung bertanya dengan lirih
" Hubby, apa kau sudah tidak marah lagi?"
Hadi yang mendengar suara istrinya, ia langsung menjawab ucapan dari istrinya sambil tersenyum
" Tidak, aku tidak marah sayang."
Riana langsung mencoba untuk duduk. Hadi yang melihat istrinya akan duduk, ia langsung membantu istrinya untuk duduk. Setelah duduk Riana langsung memeluk perut suaminya, karena suaminya yang masih dengan posisi berdiri, lalu ia langsung berbicara pada suaminya
" Aku takut, aku takut kehilanganmu hubby, aku takut hidup tanpamu."
Riana mengatakan itu, karena ia tadi mendengar ucapan dari suaminya, kalau suaminya juga mencintainya. Hadi juga membalas pelukan dari istrinya, sambil mengelus-elus punggung istrinya. Riana langsung berbicara lagi
" Hubby, aku takut, aku memang ingin melihat hubby bahagia, tapi aku terlalu takut melepaskanmu."
" Sayang, apa yang sebenarnya ada dalam pikiranmu, aku benar-benar tidak mengerti, kenapa kau menjadi Gadis yang tidak memiliki pendirian, sayang, tolong jangan seperti ini, tolong jangan mempersulit keadaan, kalau kau mencintai seseorang, harus mencintai satu pria, tidak boleh memiliki dua pria, kau adalah seorang Gadis, bukan seorang pria, tidak ada sejarahnya seorang Gadis berpoligami."
Riana yang mendengar penjelasan dari suaminya, ia langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung menatap suaminya dengan tatapan bingung. Hadi yang di tatap oleh Istrinya, ia hanya bisa menghela nafas berat, ia tidak tau tatapan apa. Riana langsung bertanya pada suaminya
__ADS_1
" Poligami?, hubby kira aku ini Gadis nakal?"
Hadi yang mendapat pertanyaan dari istrinya, ia hanya menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal. Riana yang melihat suaminya garuk-garuk kepala, ia langsung bertanya dengan wajah yang serius
" Hubby, apa Hubby yakin ingin berpisah denganku?"
" Iya sayang, bukan'kah kau yang ingin berpisah, aku tidak akan menahan sesaorang yang tidak mencintaiku, apa setelah berpisah kau akan pergi ke singapur juga?"
Tiba-tiba saja Hadi menanyakan itu, sebenarnya ia tidak sengaja mengatakan itu. Riana yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia tidak mengerti kenapa suaminya bertanya akan ke Singapur, jelas-jelas tempat orang tuanya ia di sanghai, tapi kenapa suaminya bertanya akan ke Singapura, lalu ia langsung bertanya pada suaminya dari pada ia bingung
" Maksud hubby apa?"
" Sayang, tolong jangan pura-pura bodoh, aku yakin kau tau maksud dari pertanyaanku."
" Hubby, jujur aku tidak mengerti apa maksud hubby."
Setelah mendengar jawaban dari istrinya, Hadi hanya bisa menghela nafas berat, ia benar-benar tidak tau, harus bagaimana bertanya pada istrinya, ia jelas-jelas sudah tidak mengunakan nada emosi, tapi istrinya terus saja pura-pura tidak mengerti, lalu Hadi langsung bertanya pada istrinya
" Hubby."
Riana langsung menundukkan kepalanya, ia seharusnya tidak mengakui kalau ia mencintai suaminya, ia seharusnya tidak mengulangi keegoisan yang sama, karena itu akan membuat ia dan suaminya bertengkar lagi, lalu suaminya menonjok pintu lagi, ia tidak ingin itu semua terjadi lagi, lalu ia langsung minta maaf sambil masih menundukkan kepalanya
" Hubby, aku minta maaf, tapi ini memang kenyataan, kalau aku sangat mencintai Hubby, tolong hubby jangan memukul pintu lagi, ingat, kalau mau memukul, pukul saja aku."
Hadi yang mendengar permintaan maaf dari istrinya, ia langsung mengangkat dagu istrinya, agar mereka saling menatap mata, lalu Hadi langsung bertanya pada istrinya
" Apa kau benar-benar mencintai aku?"
__ADS_1
Riana yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi yang sudah melihat jawaban dari Istrinya, ia langsung bertanya lagi
" Apa kau pernah memiliki kekasih selain aku?"
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi langsung bertanya lagi
" Siapa?, apa kau masih mencintai dia?"
Riana langsung mengambil tangan suaminya yang menyangga dagunya tadi, ia langsung memegang tangan suaminya dengan kedua tangannya, lalu ia langsung bertanya pada suaminya
" Apa Hubby tidak akan marah kalau aku jujur?"
Hadi hanya menjawab pertanyaan istrinya dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Riana memutuskan untuk jujur, ia juga tidak ingin menutupi apapun pada pria yang sangat ia cintai
" Sebenarnya kekasihku dulu adalah Aldi, adik hubby, kita dulu saling mencintai, hingga akhirnya Aldi memutuskan aku dengan alasan aku adalah Gadis miskin, memang saat itu keluarga angkatku sedang mendapatkan kebangkrutan, dan papah angkatku meninggal, tapi setelah putus, jujur aku masih memiliki perasaan padanya."
Riana belum melanjutkan ucapannya, tiba-tiba saja Hadi langsung marah
" Cukup kristiani! Tidak perlu melanjutkan penjelasanmu lagi, kau sadar tidak?, kejujuranmu membuat aku menjadi semakin sakit hati, kenapa kau menjadi Gadis tidak peka, apa susahnya kau tinggal bilang kalau kau masih mencintai dia!"
Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, ia hanya bisa menghela nafas berat, ia sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti hati suaminya, bahkan ia belum menyelesaikan cerita itu sampai selesai, tapi suaminya sudah memotong ucapanya. Hadi langsung melepaskan tangan istrinya yang memegang tangannya, ia menatap mata istrinya, tatapan kasih sayang yang tadi itu hilang seketika, sekarang ia hanya menatap istrinya dengan tatapan sinis. Riana sebisa mungkin untuk tidak menangis, walaupun ia ingin sekali menangis, karena sangat lelah dengan suaminya yang tidak memberikan kesempatan untuk ia menjelaskan semuanya, lalu ia langsung berbicara pada suaminya
" Hubby, bukan'kah kau tadi tidak akan marah lagi, tapi kenapa kau marah lagi?, hubby, aku hanya tidak ingin memiliki kesalah pahaman, walaupun aku tau, mungkin kejujuranku tidak akan pernah ada artinya untukmu, karena kau hanya mencintai Yulia, bukan aku, tapi aku ingin sekali menjelaskan itu semua, aku tidak ingin menutupi apapun tentangku padamu."
" Sudahlah kristiani, aku lelah dengan keegoisanmu, kau benar-benar Gadis yang tidak memiliki pendirian, bagaimana mungkin kau tadi mengatakan mencintaiku, tapi sekarang kau bilang mencintai adikku, bukan'kah sudah aku bilang, kau adalah seorang Gadis, bukan seorang pria, kau tidak bisa berpoligami, tapi kau masih saja tidak paham dengan hal itu."
" Hubby, Aldi adalah masa laluku, dan dia."
__ADS_1
Riana baru saja akan bilang dan dia tidak akan pernah menjadi masa depanku, tapi Hadi langsung memotong ucapanya
" Sudah, jangan katakan lagi."