
Hadi masih saja menatap para pelayan itu dengan tatapan sinis, lalu ia langsung berbicara kasar pada para pelayan itu
"apa kalian bodoh! Membersihkan kamar mandi saja tidak bersih! Bukan'kah kalian sudah terbiasa bekerja!"
Para pelayan itu hanya menunduk takut saat mendengar ucapan tuan mudanya, lalu para pelayan itu langsung minta maaf pada tuan mudanya
"tuan muda kami minta maaf, karena terlalu lalai, kami akan membersihkan kamar mandi itu dengan baik, kejadian ini kami jamin tidak akan terulang lagi."
Hadi yang mendengar jawaban dari para pelayannya, ia tambah murka
"kalian semua mungkin bisa menjamin hal itu tidak terjadi lagi, tapi kalian tidak akan bisa menjamin kesehatan kaki istri saya! Dasar tidak berguna!"
Repan yang mendengar ucapan tuan mudanya, yang mengatakan kata istri, ia hanya mengerutkan keningnya, sambil sesekali melihat tuan mudanya, ia pikir tuan mudanya, hanya menutupi pernikahan kontrak dari para pelayannya, tapi ia melihat tuan mudanya yang sangat kuatir, bahkan bukan hanya marah, tapi ia melihat tuan mudanya yang sangat murka. Para pelayan itu sangat takut, bahkan badan mereka sudah sangat gemetar, mungkin jika mereka tidak butuh uang, mereka ingin sekali langsung kabur, tapi sekarang hanya bisa pasrah dengan keadaan. Setelah mengatakan itu, Hadi langsung bertanya pada para pelayannya, jam berapa istrinya terpleset di kamar mandi
"jam berapa istri saya terpleset di kamar mandi?"
Yang lain hanya diam, tapi BI Ida yang menjawab pertanyaan tuan mudanya
"sekitar jam 8 pagi tuan muda."
Hadi yang mendengar jawaban dari BI Ida ia berbicara mulai pelan, karena BI Ida pelayan kepercayaannya
"bi, kenapa tidak bilang?"
"saya minta maaf tuan muda, saya takut mengganggu pekerjaan tuan muda."
"bi, kalau ada apa-apa pada istri saya, kau bisa langsung menghubungi saya, atau kau minta bantuan pada tuan kecil, karena sekitar jam 8 tuan kecil masih ada di rumah, dan jangan sampai kejadian ini terulang lagi."
"baik tuan muda."
"kalian boleh lanjutkan pekerjaan kalian."
"baik tuan muda."
Para pelayan itu langsung pergi dari hadapan Hadi, dengan langkah kaki yang sangat gemetar, bahkan BI Ida saja yang tidak pernah mendapat kemarahan dari tuan mudanya, tapi sekarang mendapatkan kemarahan. Setelah para pelayan itu pergi, Hadi langsung menyuruh asistennya untuk memanggil dokter dari rumah sakitnya, ia mendirikan rumah sakit Krisha, 7 tahun yang lalu, itu hanya semata-mata untuk menemukan gadis kecilnya. Nama itu singkatan dari Kristiani Hadi
"panggil semua dokter di rumah sakit Krisha, dan jika tidak ada yang mampu menyembuhkan istriku, pecat semua dokter itu!"
Repan yang mendengar kata istri lagi, ia tidak menjawab yang di suruh oleh tuan mudanya, ia tidak mengerti kenapa tuan mudanya itu sangat marah, bahkan ia akan memecat semua dokter di rumah sakitnya, hanya untuk istri kobtraknya, lalu ia langsung berpikir tentang tuan mudanya, mungkin tuan mudanya mencintai istri kontraknya secara tidak sadar
"apa tuan muda mencintai nona muda?, jangan-jangan tuan muda benar-benar mencintai nona muda secara tidak sadar, karena rasa cintanya sudah di penuhi nama nona Kristiani, tapi melihat tuan muda yang sangat marah, sepertinya iya, kalau tuan muda mencintainya, bahkan ini belum pernah terjadi pada nona Yulia, saat nona Yulia sakit, tuan muda masih saja mementingkan pekerjaan, tapi sekarang terlihat jelas, kalau tuan muda sangat kuatir."
Repan masih saja terus berpikir tentang tuan mudanya. Hadi yang melihat asistennya hanya diam ia langsung memanggil asistennya
"Repan!"
Repan yang mendengar suara tuan mudanya, ia langsung sadar dari lamunannya, lalu ia langsung menjawab ucapan tuan mudanya yang tadi belum ia jawab
__ADS_1
"tuan muda, nona muda mungkin kakinya terkilir, harusnya memanggil tukang urut, bukan dokter tuan muda, itu hanya saran saya."
"baiklah, panggil semua tukang urut yang kau tau."
Repan yang mendengar jawaban dari tuan mudanya, ia mulai bingung, lalu ia langsung berpikir tentang nona muda dan para pelayan itu, termasuk tuan kecilnya
"bagaimana kalau nona muda, mengatakan tidak terpleset?, kalau pun nona muda tidak berbicara apa-apa, bagaimana kalau tukang urut itu mengatakan kaki nona muda tidak kenapa-kenapa, bagaimana aku harus memberi penjelasan pada tuan muda?, lalu bagaimana kalau tuan muda meminta melihat rekaman cctv secara langsung' kalau sampai kejadian ini terjadi, pasti bukan hanya aku yang mendapatkan kemarahan dari tuan muda, pasti para pelayan itu juga di pecat, karena sudah berbohong padanya, dan bagaimana nasib tuan kecil, Kalau sampai tuan muda tau, yang membuat nona muda menangis karena tuan kecil, pasti tuan muda sangat marah."
Setelah berpikir cukup lama, Repan langsung memutuskan untuk berbohong pada tuan mudanya
"tuan muda, bagaimana kalau tuan muda, bertanya dulu mana yang sakit, biar saya gampang mencari tukang urutnya."
"baiklah."
Hadi langsung berjalan menaiki tangga lagi untuk menju ke dalam kamarnya, hingga ia sampai di kamar, ia melihat istrinya yang masih membaringkan tubuhnya sambil menangis, lalu langsung mendekati istrinya hingga ia sampai di samping istrinya, ia langsung duduk di samping istrinya, lalu langsung bertanya
"gadis kecil, mana yang sakit?, apa kakimu sangat parah?, boleh aku menaikan celanamu?"
Riana tidak menjawab pertanyaan suaminya, tapi tangisannya ia tahan, ia menggigit jari telunjuknya untuk menahan tangisan itu. Hadi yang tidak mendengar jawaban istrinya, ia langsung menaikan celana istrinya, karena istrinya menggunakan celana panjang, tapi ia tidak melihat bekas apa-apa di kedua betis istrinya, lalu ia langsung menurunkan lagi celana itu, setelah itu, ia langsung melihat wajah istrinya, ternyata istrinya sedang menggigit jari telunjuknya, mungkin itu untuk menahan suara tangisannya, ia tidak tega, lalu langsung menarik telujuk istrinya. Riana yang merasa jari tenjuknya di tarik, ia mulai melepaskan gigitannya. Hadi langsung membangunkan tubuh istrinya perlahan, hingga istrinya duduk, lalu ia langsung menghapus air mata istrinya, sambil berbicara
"Katakana, apa yang sakit, kaki mana yang sakit?"
Riana yang mendengar pertanyaan suaminya, ia tidak mengerti, kenapa suaminya menayangkan kaki, jelas-jelas dirinya menangis karena bertengkar dengan adik dari suaminya. Setelah selesai menghapus air mata istrinya, Hadi langsung menyerahkan tangan kanannya pada istrinya
"jika ingin menggigit, gigitlah tanganku."
"tidak!"
Hadi yang mendengar teriakkan istrinya, ia semakin sedih, ia memutuskan untuk bertanya pada istrinya
"gadis kecil, kenapa kau teriak?"
Riana menjawab dengan gelengan kepala, sambil terus memeluk suaminya, bahkan pelukan itu semakin erat, dan badannya Musi gemetar, ia langsung berpikir siapa sebenarnya suaminya
"hadi, kau siapa sebenarnya, kenapa aku bisa bermimpi, bahkan wanita kecil itu aku, dan aku di tolak, lalu aku langsung terjun ke kolam. Apa itu nyata masa laluku, atau itu hanyalah mimpi, tapi sudah lama mimpi itu hilang, dan sekarang aku memimpikan hal itu lagi saat bersamamu, lalu sekarang, bahkan aku melihat sosok pria kecil itu yang akan di bunuh preman, aku dengan berani menolong pria itu, apa itu benar-benar aku dan masa laluku, Tuhan, tolong cepat kasih petunjuk, agar aku bisa tau siapa diriku, krnapa pria sombong ini bisa membuat aku mimpi buruk lagi, dan tadi juga melihat gadis kecil yang tertusuk pisau, dan tepat sekali dengan tanda yang ada di punggungku, apa aku sebenarnya pernah mengalaminya."
Riana terus saja berbikir, karena mimpi itu sebenarnya sudah menghilang, beberapa tahun yang lalu, tapi setelah bertemu dengan suami kontraknya, ia bisa mimpi buruk kembali, bahkan tadi juga, ia melihat bayangan-bayang seperti masa kecilnya, entah itu nyata atau tidak Riana juga tidak bisa yakin dalam hal itu. Hadi tidak mengerti apa yang ada dalam pikirannya, kenapa istrinya itu berteriak secara tiba-tiba, bahkan ia lebih tidak mengerti lagi dengan perasaannya
"sakit sekali dadaku, saat melihat gadis kecil ini menangis, apa aku mencintainya, bahkan dari pertama kita bertemu, aku menemukan kenyamanan yang belum jelas, tapi setiap melihat gadis kecil ini, aku bisa tersenyum, kenapa perasaan itu seperti cinta. Jika memang perasaan itu adalah cinta, aku harus membuang cinta itu jauh-jauh, aku harus setia dengan Yulia, hanya dia yang pantas aku cintai selain Kristiani, dia adalah satu-satunya wanita yang bertahan dalam sikap dinginku."
Setelah lama mereka berdua berpikir dengan pikiran yang berbeda, lalu Riana dan Hadi melepaskan pelukannya. Hadi memutuskan untuk bertanya lagi, kaki mana yang sakit
"gadis kecil, katakan, kaki mana yang sakit?"
Riana yang mendapat pertanyaan lagi dari suaminya, ia bingung, kenapa suaminya lagi-lagi menanyakan kaki, bahkan suaminya tidak bertanya kenapa dirinya menangis, setelah itu ia langsung menjawab pertanyaan suaminya
"tidak ada yang sakit om."
__ADS_1
"yakin kau baik-baik saja?, bukan'kah kau tadi terpleset di kamar mandi ruangan meja makan?"
Setelah mendengar pertanyaan dari suaminya, Riana langsung berpikir
"siapa yang mengatakan aku terpleset di kamar mandi, dan kenapa pria sombong dan dingin ini mendadak sangat baik, itu bahkan bukan perinsip pria ini."
Riana terus saja berpikir tentang suaminya. Hadi yang tidak mendengar jawaban dari gadis kecil itu, ia langsung bertanya lagi
"yakin tidak apa-apa?, lalu kau menangis kenpa?, kenapa kau tidak bekerja?, bukan'kah kau harus bekerja?"
Setelah mendengar pertanyaan suaminya, Riana sadar dari lamunannya, lalu ia langsung menjawab pertanyaan suaminya
"aku baik-baik saja, hanya saja, aku sangat merindukanmu mamah dan Cici, aku benar-benar merindukan mereka."
Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, ia menghela nafas panjang, ia pikir istrinya sedang merasakan sakit, tapi ternyata, ia tidak merasakan sakit, melainkan sangat merindukan orang tuanya, lalu ia langsung menjawab ucapan istrinya
"jika kau sangat merindukannya, kau bisa pergi ke rumah ibumu, kau tidak perlu menangis, aku tidak melarang apa pun tentang kepribadianmu, dan keinginanmu, hanya satu pesanku, jangan pernah berpacaran di tempat umum, karena ada beberapa orang yang mengetahui bahwa kau istriku."
"baik om, terimakasih atas kebaikanmu."
"aku tidak baik padamu, aku hanya tidak suka ada wanita yang menangis! Dan kau juga tadi memelukku, apa kau jangan-jangan menangis agar bisa memelukku?"
Riana yang mendengar ucapan suaminya, dan mengira dirinya yang berharap bisa memeluknya, ia hanya menghela nafas berat, sambil berpikir
"dasar pria gila, jelas-jelas dia yang memelukku lebih dulu, tapi kenapa aku yang di salahkan."
Riana terus saja berpikir tentang sikap suaminya, ia juga tidak mengerti dengan sikap suaminya, yang kadang-kadang suaminya menjadi pria baik, tapi kadang-kadang juga suaminya menjadi pria sombong dan dingin, entah apa yang ada dalam pikirannya suaminya itu, lalu ia langsung memutuskan menjawab pertanyaan suaminya
"jelas-jelas om yang memelukku lebih dulu tadi."
Hadi yang mendengar jawaban istrinya, ia diam sejenak, untuk memikirkan kejadian tadi, ternyata iya dirinya yang memeluk istrinya lebih dulu, tapi ia tetap tidak terima dengan jawaban istrinya
"kalau saja kau tidak menangis seperti kesakitan, aku tidak akan sudi memelukmu!"
Riana yang mendengar ucapan suaminya, ia tidak ingin lagi menjawab ucapan suaminya, yang di katakan suaminya memang benar, ia tadi menangis hingga tersedu-sedu, karena ia merasakan seperti ada beban berat yang menindihnya. Hadi langsung berdiri, lalu ia langsung berjalan mendekati laci, ia langsung membuka laci itu, lalu ia langsung mengambil berkes-berkas untuk miteeng, setelah itu, ia langsung menutup lagi laci itu. Setelah itu ia langsung keluar dari kamarnya, tanpa berpamitan dengan istrinya lagi, hingga Hadi sampai di ruang tamu, lalu ia langsung berbicara tentang istrinya
"Repan, gadis kecil itu menangis bukan karena dia terpleset, tapi karena dia merindukan orang tuanya."
Repan yang mendengar ucapan tuan mudanya, ia bersyukur karena ia selamat dari kebohongan itu, lalu ia langsung menjawab ucapan tuan mudanya
"saya minta maaf tuan muda, tapi yang terjadi di rekaman cctv itu benar adanya."
"sudahlah, jangan bahasa gadis kecil itu lagi, membuatku banyak menguras tenaga karena marah-marah, sekarang kita pergi ke kantor."
"baik tuan muda, tapi apa nona muda sudah baik-baik saja?"
"dia baik-baik saja."
__ADS_1