
Hadi yang mendengar ucapan dari Istrinya, ia langsung mengepalkan kedua tangannya, ia merasa lebih kecewa, tadi istrinya sudah jelas-jelas minta maaf, tapi sekarang istrinya mengajak untuk berpisah, bukan'kah itu sangat keterlaluan. Hadi langsung berdiri, ia langsung menonjok pintu sangat kencang
Bruk...
Pintu itu baik-baik saja, tapi tangan Hadi sudah mengeluarkan darah, bahkan darahnya langsung menetes ke lantai. Riana yang melihat itu, ia langsung mendekati suaminya, lalu langsung meraih tangan suaminya yang banyak darah
" Pasti sakit, aku akan mengobati lukamu."
Hadi langsung menghempaskan tangan istrinya, hingga tubuh mungil itu langsung tersungkur ke samping meja
Bruk...
Riana meringis kesakitan, ia tidak tau, apa yang ada di dalam pikiran suaminya, dan apa yang salah dengan dirinya, kenpa suaminya sekejam itu. Hadi langsung berbicara pada istrinya
" Jangan pernah pura-pura peduli padaku. Kristiani, kenapa kau menjadi Gadis egois, kenapa?"
__ADS_1
Riana langsung mencoba berdiri, lalu ia langsung menjawab pertanyaan itu
" Iya, aku memang sangat egois, tidak seharusnya aku memaksamu, aku minta maaf hubby, aku benar-benar menyesalinya, aku tidak seharusnya memaksamu untuk kebahagiaanku, hubby, aku rela kau bersama Yulia, yang penting kau jangan pernah menyakiti diri sendiri."
Air mata Riana langsung mengalir lagi, rasa sakit yang tersungkur ke meja tidak ada apa-apanya, ia merasa lebih sakit saat melihat kondisi suaminya seperti itu. Hadi yang mendengar ucapan dari Istrinya, ia langsung ternyaman sinis, lalu ia langsung menjawab ucapanya
" Berhenti menjadi Gadis pura-pura lugu, dan berhenti berpura-pura bahwa kau tidak tega melihatku seperti ini!"
" Aku tidak tau apa yang kau maksud hubby, yang jelas jangan pernah lukai tanganmu lagi, jika kau ingin memukul, pukullah aku, aku rela untuk menjadi pelampiasan amarahmu, tapi jangan lagi kau memukul pintu, karena melihatmu terluka adalah hal yang membuat aku rapuh, aku tidak ingin melihat pria yang aku cintai terluka, seandainya saja aku tau, bahwa kejadiannya akan menjadi seperti ini, aku tidak akan memintamu untuk meninggalkan Yulia, hiks...hiks... hiks..."
" Kristiani, aku mohon berhentilah menangis, jangan buang air mata buayamu, aku sangat benci dengan kebohongan, jika kau ingin kita berpisah, aku akan mengabulkannya, tapi tolong jangan menangis lagi, aku tidak suka melihat seorang wanita menangis. Kristiani, coba saja kau katakan dari dulu, mungkin semuanya tidak akan menjadi seperti ini, aku bukan pria egois, aku akan merelakan orang yang aku cintai bahagia dengan pria lain, asalkan aku melihat kau bahagia, itu sudah lebih dari cukup untukku."
Riana yang mendengar penjelasan dari suaminya, ia sama sekali tidak bisa mencerna penjelasan dari suaminya, yang terdengar jelas di telinganya adalah, jika kau ingin berpisah, aku akan mengabulkannya, ucapan itu membuat Riana yang sudah berdiri langsung terjatuh ke lantai, rasanya benar-benar sesak
" Tuhan, rasanya sakit, benar-benar sakit, mencintai pria yang tidak mencintaiku, aku saja yang terlalu egois, karena ingin memilikinya, aku membuat dia terluka, apa perpisahan jalan terbaik dari rumah tanggaku, apa ini akhir dari perjalanan cintaku di masa lalu, kenapa menjadi seperti ini, aku benar-benar tidak rela untuk melepaskannya, tapi aku tidak bisa melihatnya terluka, hubby, sekarang aku tau, kenapa kau tidak ingan menyentuh tubuhku, karena kau mencintai Yulia." batin Riana
__ADS_1
Riana langsung menghapus air matanya, ia sebisa mungkin untuk tersenyum, tapi tidak dengan tubuhnya, tubuhnya sangat gemetar, bahkan untuk berdiri saja sudah tidak bisa, hatinya sangat remuk setelah suaminya mengatakan akan mengabulkannya, ia pikir suaminya akan mempertahankannya, tapi itu semua hanya angan-angan, lalu Riana langsung memperingati diri sendiri
" Riana, kau tidak boleh seperti ini, kau tidak boleh egois, bukan'kah kau ingin melihat dia bahagia, kau harus tau, kebahagiaan suamimu hanya dengan tunangannya, bukan denganmu, karena kau sudah terlalu lama menghilang darinya, seharusnya kau sadar posisimu, kau sudah tidak ada lagi di hatinya." batin Riana
Walaupun Riana mencoba tersenyum, tapi tetap saja, air matanya terus mengalir di pipinya, begitu perih kenyataan yang harus ia terima. Hadi yang melihat istrinya terduduk di lantai tak berdaya, ia ingin sekali memeluk Gadis yang ia cintai, tapi ia sebisa mungkin untuk mengurungkan niatnya, ia tidak ingin membuat istrinya menjadi semakin merasa bersalah, ia harus menerima kenyataan, kalau istrinya sekarang hanya mencintai adiknya
" Tuhan, apa ini akhir dari penantianku selama bertahun-tahun, apa sudah tidak ada cara lagi untuk membuat istriku jatuh cinta lagi padaku, rasanya sangat sakit, saat istriku ingin berpisah denganku, jelas-jelas aku sudah melakukan apa yang dia inginkan, tapi dia tidak bisa melihat ketulusan cintaku. Kristiani, kenapa kau membuat aku terjatuh ke dalam jurang, hingga terjebak di dalam jurang, kenapa kristiani, seharusnya kau jujur dari awal, mungkin hatiku tidak akan sesakit ini." batin Hadi
Hadi yang terus berbicara di dalam hatinya, hingga tidak terasa air matanya langsung mengalir deras, lagi-lagi ia menangis untuk Gadis yang jelas-jelas sudah tidak menginginkannya lagi. Hadi langsung memalingkan wajahnya ke arah balkon, ia tidak sanggup untuk melihat istrinya yang terduduk di lantai, dengan tubuh gemetar, ia tau, mungkin istrinya gemetar karena merasa bersalah pada ia. Di kamar malam itu menjadi sunyi, mereka hanya berbicara di dalam hatinya masing-masing hingga beberapa saat. Setelah beberapa saat hening, Hadi langsung menyuruh istrinya untuk tidur sambil masih melihat ke arah balkon
" Kristiani, sekarang kau lebih baik tidur, jangan lagi merasa bersalah padaku, aku akan baik-baik saja."
Riana yang mendengar panggilan kristiani, ia tersenyum miris, ia tidak menjawab ucapan dari suaminya, hatinya seperti tertusuk oleh ribuan pisau, begitu bodohnya ia mencintai pria yang sudah tidak mencintainya lagi, begitu miris nasibnya, harus membuat pria baik yang di hadapannya, menuruti keinginannya, tapi pada akhirnya pria itu ternyata tidak sungguh-sungguh untuk melepaskan masa lalunya. Riana sadar, kalau di bandingkan dengan Gadis itu, ia tidak ada apa-apa, ia hanya Gadis egois, apa pun yang ia inginkan harus ia miliki. Hadi langsung berjalan ke arah ruang kerjanya, tanpa melirik ke arah istrinya, ia sudah tidak sanggup lagi untuk melihat istrinya yang merasa bersalah, hingga ia berhenti sejenak di depan pintu, ia langsung mengucapkan selamat tidur pada istrinya
" Selamat tidur Kristiani, semoga mimpi indah."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Hadi langsung masuk ke dalam ruangan kerjanya