Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 132.


__ADS_3

Setelah mandi Riana berdiri di depan pintu balkon,ia masih diam membisu, tatapannya hanya menatap kosong ke arah balkon. Hadi berkali-kali menghela nafas berat, saat melihat istrinya hanya diam. Hadi langsung berdiri, ia langsung memeluk pinggang istrinya dari belakang, kepalanya ia sandarkan di leher istrinya


" Sayang, tolong jangan marah lagi, tolong maafkan aku."


" Tidak perlu minta maaf, aku tidak sepenting itu untukmu."


Tatapan mata Riana masih tetap lurus ke depan


" Aku mohon sayang, tolong jangan katakan itu, aku tau aku salah."


" Kalau kau tau salah, tapi kenapa masih melakukan itu hubby?"


Hadi tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya menggelengkan kepalanya


" Tega kau, sudah tau salah tapi tetap melakukannya dan sekarang tidak bisa menjawab apa-apa. Hubby, aku ini istrimu bukan pacarmu."


Hadi benar-benar masih tidak bisa menjawab ucapan dari istrinya, tatapannya ikut lurus ke depan, ia tidak pernah menyangka kalau istrinya marah akan sulit di bujuk, ia menyesal, dan ia tidak ingin membuat kesalahan yang sama lagi pada istrinya


" Sayang, tolong maafkan aku."


" Maaf? Apa Hubby yakin tidak akan mengulangi hal yang sama? Aku bukan wanita yang mudah memafkan segala sesuatu yang Hubby buat. Aku tidak sebaik Yulia yang selalu memaafkan kesalahanmu dan ingin melakukan apapun hanya untuk memilikimu. Sekarang lepaskan pelukanmu, aku tidak sudi di peluk oleh pria yang tidak pernah menganggap aku sebagai istri"

__ADS_1


Hadi langsung melepaskan pelukannya, ia mundur dua langkah dari Istrinya, lalu langsung terduduk di lantai, jujur saja ia bingung harus berbicara apa lagi, untuk itu ia lebih baik diam, yang jelas ia tidak akan mengulangi hal yang sama. Riana langsung melihat ke arah suaminya sambil tersenyum getir, saat suaminya tidak menjawab ucapanya


" Kenapa hanya diam? Apa akan mengulangi hal yang sama lagi? Atau jangan-jangan hubby ada sesuatu dengannya?"


Hadi hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, tatapannya terus menatap istrinya dengan tatapan sendu. Riana langsung melihat ke arah balkon lagi, ia juga berpikir masalah itu hanya sepele karena hanya mentransfer uang tanpa memberi tahunya, tapi hatinya begitu kecewa. Hadi langsung berdiri lagi, ia langsung menarik nafas dalam-dalam lalu langsung menghembuskannya perlahan, ia langsung berdiri di samping istrinya


" Sayang, aku tau kau kecewa, tapi tolong maafkan aku. Aku mohon sayang."


" Sudah aku katakan, aku tidak perlu hubby minta maaf, aku hanya butuh kejujuran hubby."


" Aku sudah jujur semuanya padamu."


" Katakan padaku, bagaimana caranya agar kau memafkan aku?"


" Untuk apa Hubby bertanya tentang cara agar aku memafkanmu? Bukan'kah kau selalu bertindak sendiri? Kau seorang CEO, tapi kau terlalu bodoh untuk masalah pribadi!"


Hadi langsung menundukkan kepalanya, ia ingin sekali menangis saat mendengar istrinya mengatakan ia bodoh, dan ini pertama kalinya ada orang yang menganggap ia bodoh, hanya istrinya yang berani mengatakan ia bodoh. Hadi langsung menatap mata istrinya


" Aku memang pintar dalam masalah bisnis, karena dari kepintaranku tentu ada namanya belajar, tidak ada orang pintar dalam masalah bisnis tanpa belajar, dan masalah kita, seumur hidupku belum pernah mempelajari itu, untuk itu aku pantas di bilang bodoh olehmu, tapi harus sayang tau, di dalam kesuksesanku, aku juga pernah jatuh, pernah tertipu oleh rekan-rekan Bisnisku, seperti sekarang aku melakukan kesalahan, tidak bisakah kau memafkan aku, dan ajari aku bagaimana caranya agar tidak membuatmu kecewa. Sayang, kau adalah harta yang paling berharga dalam hidupku, aku pasti akan melakukan apapun untukmu, jadi tolong maafkan aku."


Riana sedikit tersentuh dengan kata-kata suaminya, Kalau di pikir secara jernih, memang kata-kata suaminya ada benarnya, orang sukses tentu pernah terjatuh, tidak langsung sukses, tapi ia masalah sepele saja di perpanjang. Riana langsung menundukkan kepalanya

__ADS_1


" Maaf."


Hanya kata itu yang keluar dari mulut Riana, kepalanya masih tetap menunduk. Hadi langsung tersenyum saat mendengar kata maaf dari istrinya, ia langsung memeluk istrinya sangat erat


" Tidak perlu minta maaf sayang, ini memang salahku, aku janji tidak akan bertindak sendiri, aku janji apapun yang menyangkut Yulia akan aku katakan padamu."


Riana juga membalas pelukan dari suaminya, ia hanya menjawab dengan anggukan kepala, rasa kecewa yang dari tadi meluap, hilang seketika saat mendengar kata-kata dari suaminya


" Ini memang tidak sepenuhnya salah hubby, harusnya aku tau hubby mentransfer uang itu hanya semata-mata dulu Yulia pernah ada di samping hubby, menemani hubby saat terjatuh karena selalu memikirkan aku. Seharusnya aku tidak egois, seharusnya aku mengerti jalan pikiran hubby, dan seharusnya aku bersyukur, Karena aku wanita yang paling beruntung, dari dulu hubby mencintaiku walaupun di samping hubby ada wanita cantik yang selalu menemani hubby tanpa lelah, tapi hubby masih tidak berpaling dariku. Maaf, karena aku sangat egois."


" Tidak perlu minta maaf sayang, aku tau kau cemburu, aku tau perasaanmu, tapi jujur saja, aku tidak ada niat untuk menyakiti hatimu, aku hanya takut membuat hatimu terluka, untuk itu aku merahasiakan semuanya, tapi ternyata aku salah, bahkan sayang menjadi salah paham, aku minta maaf."


Menurut Hadi istrinya marah itu wajar, itu adalah bentuk cemburu, tapi ia hanya takut kalau istrinya marah berlarut-larut. Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala


" Riana, kau wanita bodoh, seharusnya kau bersyukur karena Hadi selalu mencintaimu, tapi kau marah-marah tidak jelas hanya karena masalah sepele." batin Riana


Menurut Riana, ia adalah wanita yang paling bodoh, tidak seharusnya ia cemburu pada suaminya, apa lagi hanya karena suaminya membantu perusahaan orang tua Yulia, jelas-jelas ia tau kalau Yulia adalah wanita yang menemani suaminya dulu, saat suaminya terus mengingat ia, tapi Yulia tidak pernah lelah dengan kelakukan suaminya yang terlalu cuek, bahkan ia mendengar sendiri di dalam telpon itu kalau Yulia tidak menginginkan uang dari suaminya. Cinta Yulia begitu tulus, dan memiliki penuh rasa sabar


" Kalau sikapku terus seperti ini, yang ada membuat Hubby menjauh dariku, hubby pasti akan berpikir 2 kali dengan sikapku yang sangat cemburuan dan sikap Yulia yang sabar, apa lagi Yulia bersedia menjadi istri kedua hubby. Mulai dari sekarang aku harus buang jauh-jauh sikap cemburuku ini." batin Riana


Riana baru menyadari Kalau rasa kecewa pada suaminya adalah salah, jelas itu sikap cemburu, dan ia tidak ingin membuat suaminya menjauh karena sikap kanak-kanaknya

__ADS_1


__ADS_2