
Setelah istrinya selsai sarap, Hadi memutuskan untuk menyuruh istrinya istirahat, ia tidak mungkin untuk menyuruh istrinya masuk sekolah hari ini, dengan keadaan tubuhnya yang masih lemas
"gadis kecil, kau hari ini istirahat saja, kalau butuh apa-apa panggil pelayan di depan pintu, atau kau mau bibi Ida yang menjagamu?"
"tidak perlu om, aku baik-baik saja, nanti juga aku sembuh."
"baiklah, aku harus mandi, aku akan ada miteeng."
"iya om."
Hadi langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Riana hanya menatap punggung suaminya yang mulai menghilang, ia benar-benar tidak mengerti dengan sikap suaminya, kadang-kadang suaminya itu bersikap baik, tapi kadang-kadang juga suaminya itu bersikap semena-mena
"pria aneh, kau kadang-kadang semena-mena, tapi kadang-kadang kau juga bersikap baik."
Riana memutuskan untuk membaringkan tubuhnya lagi, entah kenapa kepalanya itu masih pusing, biasanya kalau sakit kepala itu cepat sembuh, tapi kali ini ia masih belum sembuh, tapi ia juga tidak mengingat kejadian semalam, yang ia ingat, ia saat di balkon menjatuhkan dua gelas. Setelah 20 menit, Hadi selsai dengan ritual mandinya, ia sudah duduk di depan meja rias, untuk menata rambutnya sendiri, dengan sesekali melihat ke arah istrinya, lalu ia langsung memegang bibirnya sendiri, ia mengingat kejadian semalam sambil tersenyum, tapi setelah sadar ia menampik pikiran itu
"gadis kecil, walaupun kau tidak berpengalaman, tapi aku menikmati permainanmu, rasanya benar-benar nikmat, dan hampir membuatku kehilangan kesadaran. Hadi, apa yang kau pikirkan, dia itu tidak pantas untukmu, dia hanya istri kontrak, dia menikah kerana untuk membayar hutang, tapi kalau di pikir-pikir, kalau dia bukan menikah denganku, mungkin tubuhnya sudah di nikmati, dengan wajah yang polos membuat orang tertarik padanya." batin Hadi
Setelah selesai Hadi langsung memakai jasanya, lalu langsung membawa tas kerjanya, setelah itu ia mendekati istrinya hingga sampai di dekat ranjang, ia langsung memegang kening istrinya, lalu langsung menyuruh istrinya istirahat, dan menyuruhnya untuk tidak sembarang membuka pintu kamar, karena ia memiliki perasaan yang tidak enak terhadap istrinya
"gadis kecil, kau harus istirahat, ingat jangan pergi kemana-mana, dan jangan buka pintu kamar ini selain bukan suara pelayan."
"baik om."
Setelah mengetakan itu Hadi langsung keluar dari kamarnya, lalu ia langsung menuruni tangga hingga ia sampai di ruang tamu yang sudah di tunggu asistennya. Repan yang melihat tuan mudanya ia langsung menyapanya
"selamat pagi tuan muda."
"pagi juga."
Repan langsung mengambil alih tas kerja milik tuan mudanya, lalu mereka langsung berjalan keluar dari rumah itu. Riana langsung duduk lagi, ia mencoba mengingat kejadian semalam, ia penasaran dengan keadaan semalam, kalau ia demam, ia harusnya hingga sekarang pasti masih demam, tapi sekarang ia hanya merasakan pusing, tapi setelah berpikir ia sama sekali tidak mengingat apa-apa, lalu ia menyadarkan kepalanya di kepala ranjang. Aldi yang mengetahui kakaknya sudah pergi, ia memutuskan untuk ke kamar kakaknya, ia semalam memang melihat mantan kekasihnya yang memeluk kakaknya di balkon, kebetulan ia juga sedang ada di balkon kamarnya, ia tidak menyangka kalau gadis yang ia cintai selama ini memeluk pria lain selain ia, dan apa lagi tadi kakaknya juga membawa sarapan buat mantan kekasihnya, ia sangat kuatir pada mantan kekasihnya, lalu ia langsung berjalan ke kamar kakaknya hingga ia sampai di depan kamarnya. Pelayan yang menjaga kamar itu langsung menyapa tuan kecil
"selamat pagi tuan kecil, tuan muda sudah pergi baru saja."
"pagi juga, saya tidak mencarinya, dan tolong kau tinggalkan pintu kamar ini sebelum saya memerintahkanmu untuk kembali."
"baik, tuan kecil."
Pelayan itu langsung pergi, Aldi langsung mengetuk pintu kamar
Tok-tok
Riana yang mendengar ketukan pintu, ia langsung menyuruhnya untuk masuk, tanpa bertanya siapa yang di luar
"masuk."
Aldi yang mendengar jawaban dari dalam kamar, ia langsung masuk ke dalam, ia melihat mantan kekasihnya yang sedang duduk di atas ranjang, ia langsung mendekati mantan kekasihnya hingga ia sampai di depannya, lalu ia langsung bertanya pada mantan kekasihnya
"apa kau baik-baik saja Riana?"
"aku baik-baik saja ko."
__ADS_1
Aldi langsung memeluk Riana yang masih di atas ranjang. Riana sama sekali tidak membalas pelukan itu, ia hanya diam, ia bingung dengan mantan kekasihnya yang langsung memeluk secara tiba-tiba. Aldi yang merasa pelukan itu tidak di balas, ia langsung meneteskan air mata, ia tidak menyangka, kalau gadis yang selama ini di cintainya berubah begitu mudah, entah kenapa mantan kekasihnya itu melupakan kenangan indah bersamanya begitu saja, setelah itu ia langsung melepaskan pelukannya, lalu ia langsung bertanya lagi tentang keadaan mantan kekasihnya, karena ia sangat kuatir
"apa kau baik-baik saja?, aku sangat kuatir."
"aku baik-baik saja ko."
Aldi memutuskan untuk bertanya tentang isi hati mantan kekasihnya, ia semalam memang melihat mantan kekasihnya memeluk kakaknya sendiri saat di balkon, kebetulan kamar mereka sebelahan, bahkan ia juga mengambil foto mereka berdua
"Riana, apa kau benar-benar mencintai koko?, bukan mencintai aku lagi?"
"apa maksudmu ko?"
"aku melihat kau memeluk Koko saat kalian di balkon."
Detak jantung Riana sangat kencang setelah mantan kekasihnya mengatakan itu, tapi ia sama sekali tidak ingit apa-apa, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari mantan kekasihnya
"Koko, aku tidak mungkin melakukan hal itu."
"apa kau perlu bukti?"
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Aldi langsung mengambil ponselnya, lalu ia langsung membuka layar ponselnya, ia langsung menggeser layar ponsel itu, untuk mencari foto semalam, setelah ketemu, ia langsung menunjukkannya pada mantan kekasihnya
"ini fotonya."
Riana langsung mengambil ponsel yang di serahkan mantan kekasihnya, ia tidak percaya kalau ia semalam benar-benar memeluk suaminya, ia melihat foto itu sambil mencoba mengingat kejadian semalam, tapi tetap saja, ia tidak ingit apa-apa, lalu ia pun langsung berbicara tentang kejadian semalam
"Koko, semalam aku memang berada di sana, tapi jujur aku tidak mengingat apa-apa tentang kejadian semalam."
"bagaimana mungkin kau tidak ingat?, jelas-jelas itu fotomu! Apa kau jangan-jangan berpura-pura tidak ingat?, Riana, tolong jangan terus saja mempermainkan hatiku, dengan menggunakan wajah polosmu! Katakan yang sejujurnya, apa kau mencintai koko?"
Riana yang mendengar suara mantan kekasihnya semakin emosi, ia sangat bingung, apa lagi ia memang tidak ingit apa-apa tentang kejadian semalam, lalu ia langsung menjawab pertanyaan mantan kekasihnya
"aku benar-benar tidak ingit Koko."
"apa ini caramu untuk menghindari masalah?, dengan berpura-pura tidak ingat?"
"ko, aku memang tidak tau kejadian semalam, yang aku ingat, aku semalam meminum wine yang di berikan oleh Hadi, dan setelah itu, aku tidak ingit apa-apa lagi."
Detak jantung Aldi sangat kencang, setelah mendengar jawaban dari mantan kekasihnya, ia yakin kalau wine itu bukan sebatas wine, bagaimana pun juga ia lebih percaya dengan mantan kekasihnya, karena mantan kekasihnya itu jarang sekali untuk berbohong, lalu ia langsung memeluk mantan kekasihnya dengan erat sambil berbicara
"Riana, mari kita kabur dari sini, di sini tidak aman untukmu, aku yakin wine itu bukan hanya sebatas wine, aku yakin ada campuran di dalam wine itu."
"maksud Koko apa?"
"apa tubuhmu merasa sakit Riana?, atau apa?"
"aku hanya merasa pusing ko, dan Hadi juga tidak mungkin memberikan wine yang tidak biasa, aku percaya dia ko, bagaimana pun juga dia bukan orang yang suka bermain dengan wanita."
"coba kau ingat-ingat lagi, apa Koko meminum wine yang kau minum?, apa pagi-pagi ada sesuatu yang berbeda?"
"Hadi tidak meminum wine itu, karena semalam gelasku jatuh, jadi Hadi memberikan gelasnya padaku, tadi pagi memang tidak ada yang berubah, hanya saja bajuku yang di ganti oleh BI Ida, kata Hadi bajuku basah, semalam aku demam, lalu Hadi menyuruhku untuk meminum obat, tapi gelas itu jatuh dan mengenai bajuku."
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban dari mantan kekasihnya, Aldi semakin mempererat pelukannya, apa lagi usia mantan kekasihnya mungkin saja sama dengan kristiani, Gadis yang kakaknya cintai selama 10 tahun lebih, bahkan Yulia saja yang tunangannya, dia tidak bisa mengubah sikap dingin kakaknya, tapi melihat dari cara kakaknya memperlakukan mantan kekasihnya yang berbeda, ia yakin kalau kakaknya mulai mencintai mantan kekasihnya, lalu ia langsung mengajukan tiga pilihan yang harus mantan kekasihnya pilih, karena ia takut kalau harus kehilangan mantan kekasihnya
"Riana, aku ingin kau memilih salah satu dari tiga pilihan."
"iya Koko."
"pertama, mari kita kabur, lalu kita menikah secara diam-diam, aku janji akan giat mencari uang untuk masa depan kita, kedua aku akan menjual dua mobil milikku untuk kau membayar hutang pada orang tuaku, ketiga, mari kita melakukan hubungan badan agar kau hamil anakku, agar kita tidak berpisah lagi, mana yang akan kau pilih dari tiga pilihan itu?"
Riana tau, kalau mantan kekasihnya itu, takut kehilangannya, ia langsung membalas pelukan mantan kekasihnya, ia juga tidak ingin berpisah dengan mantan kekasihnya, tapi ia tidak ingin melibatkan mantan kekasihnya dalam masalah, apa lagi ia juga belum mengingat pria yang sudah memiliki janji denganya, ia takut pria masa kecil itu masih menunggunya, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari mantan kekasihnya
"Koko, aku minta maaf, aku tidak bisa melibatkanmu dalam masalahku, aku tidak ingin berhutang budi pada siapa pun."
"Riana, aku mohon jangan keras kepala, aku mohon kau menuruti keinginanku, aku tidak memaksamu, aku hanya ingin kau memilih."
"Koko, aku tidak bisa memilih, aku minta maaf ko."
Aldi langsung meneteskan air mata lagi, ia sekarang sudah memiliki rasa takut, ia takut kehilangan mantan kekasihnya, tapi ia juga tidak bisa apa-apa, ia tidak bisa memaksa gadis yang ia cintai. Riana juga langsung meneteskan air mata, ia sangat sedih dengan keadaan yang menimpanya, apa lagi saat melihat foto yang di balkon, ia sudah memiliki rasa takut, takut suaminya akan melakukan hal yang sama, dan membuat ia terikat dalam pernikahan itu selamanya, kalau pun tidak terikat, ia takut dengan status janda, ia takut pria yang sekarang memeluknya tidak menerimanya lagi, entahlah begitu banyak masalah yang harus ia pikirkan. Aldi dan Riana langsung melepaskan pelukannya, mereka saling menatap mata. Aldi langsung menghapus air mata mantan kekasihnya
"Riana, apa kau yakin dengan pilihanmu?"
"aku yakin ko."
Setelah mendengar jawaban dari mantan kekasihnya, Aldi langsung mencium kening mantan kekasihnya sekilas, lalu ia langsung berbicara
"baiklah, aku pasrah dengan keadaan ini, tapi tolong katakan dengan jujur, apa kau masih mencintaiku?"
Riana yang mendengar pertanyaan dari mantan kekasihnya, ia bingung harus menjawab apa pada mantan kekasihnya itu, kalau ia jujur, ia takut nanti mengingat masa lalunya, dan membuat terluka, Kalau ia berbohong, ia takut mantan kekasihnya itu membencinya, membuat ia bingung harus menjawab pertanyaan itu, jujur atau berbohong. Aldi yang masih belum mendengar jawaban dari mantan kekasihnya, ia langsung bertanya lagi
"apa kau masih mencintaiku?"
Riana yang mendapat pertanyaan lagi dari mantan kekasihnya, ia memutuskan untuk jujur, apa yang ada di dalam pikirannya
"Koko, aku ingin jujur padamu, apa boleh?"
"katakan Riana."
"aku memang masih mencintai Koko, tapi aku takut ko, aku takut tidak bisa berada di sisimu, aku takut mengecewakan harapanmu yang ingin bersamaku, apa lagi sekarang aku belum bisa mengingat masa laluku."
Aldi yang mendengar jawaban dari mantan kekasihnya, seketika dadanya terasa sesak, ia tau, pasti mantan kekasihnya memikirkan pria yang ada di foto itu, dan mungkin saja kalau mantan kekasihnya sudah mulai mengingat masa lalunya, hanya saja mantan kekasihnya menutup rapat tentang ingatanya, lalu ia langsung memohon pada mantan kekasihnya
"Riana, aku mohon jangan seperti ini, aku tidak ingin kehilanganmu, aku minta kau menerimaku seperti dulu lagi, aku akan berusaha sebisaku untuk membantumu, dan berjanjilah kalau kau akan selalu ada di sampingku nanti."
"aku minta maaf ko, aku tidak bisa janji, aku takut membuat janji, aku takut tidak bisa menepatinya, lebih baik kita berdo'a saja, agar kita bisa bersama suatu saat nanti, sekali lagi aku benar-benar minta maaf ko."
Aldi yang mendengar permintaan maaf dari mantan kekasihnya, ia tidak ingin lagi memohon, ia tau kalau mantan kekasihnya paling benci dalam sebuah janji, ia takut kalau janji itu tidak bisa menepatinya, karena ia paham dengan mantan kekasihnya, lalu ia langsung menjawab permintaan maafnya
"tidak apa-apa Riana, walaupun kau tidak bisa janji, setidaknya aku sudah tau isi hatimu, semoga saja pernikahan kontrak ini cepat berakhir, agar kita bisa bersama lagi, karena aku hanya ingin bersamamu."
"iya Koko, semoga saja."
Aldi langsung memeluk mantan kekasihnya lagi. Riana juga membalas pelukan dari mantan kekasihnya, ia juga sekarang sangat lega, karena sudah jujur pada mantan kekasihnya, ia juga berharap pria di masa lalunya sudah melupakannya, agar ia bisa bersama mantan kekasihnya lagi
__ADS_1