
Setelah Riana dan Hadi pergi, Angga juga langsung keluar dengan wajah yang sangat kecewa, tanpa berpamitan dengan siapapun di ruang itu, hatinya terasa tertusuk oleh ribuan pisau, ia benar-benar tidak menyangka akan menerima kenyataan seperti ini, awalnya ia masih saja menyakinkan diri bahwa Riana ada alasannya melakukan hal itu, tapi ternyata Riana adalah istri dari pemilik sekolah ini. Angga sampai di parkiran, ia langsung masuk ke dalam mobil, setelah di mobil, ia langsung mengacak-acak rambutnya sambil berbicara
" Kenapa semuanya seperti ini, pertama kalinya aku jatuh cinta pada seorang Gadis, tapi Gadis itu langsung mematahkan hatiku, Angga, bukan'kah kau belum pernah mempermainkan seorang Gadis?, tapi kenapa sekarang menjadi seperti ini." batin Angga
...****************...
Riana hanya menatap lurus di dalam mobil, sama dengan Hadi yang hanya menatap lurus ke depan jalan raya, karena Hadi sekarang sedang menyetir. Riana langsung bertanya pada suaminya
" Hubby, kau tau tentang ini dari internet?"
" Iya sayang."
" Apa Hubby tadi sedang sibuk?"
Hadi hanya menjawab dengan anggukan kepala, dengan pandangan masih ke arah jalan raya. Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, ia hanya menghela nafas berat, karena masalah ini, suaminya harus menunda urusan pekerjaan, ia langsung minta maaf pada suaminya
" Hubby, aku minta maaf, karena telah membuat Hubby ke sekolah."
Hadi langsung menjawab permintaan maaf dari istrinya, masih dengan pandangan ke jalan raya, karena Hadi jarang membawa mobil sendiri, ia tidak bisa melirik ke arah istrinya, apa lagi keadaan jalan sekarang ramai
" Sayang, untuk apa minta maaf?, kau adalah istriku, tidak perlu minta maaf."
" Iya hubby."
__ADS_1
Riana hanya menatap wajah suaminya yang fokus ke depan, ia benar-benar bingung dengan sikap suaminya itu, sikap suaminya selalu baik terhadap ia, tapi suaminya selalu bersikap dingin dengan siapapun, bahkan tadi sapaan dari para guru saja suaminya abaikan, entah apa yang ada di dalam pikiran suaminya, Riana juga tidak tau
" Apa yang ada di pikiran hubby, kenapa hubby selalu tidak peduli dengan orang lain, bahkan sapaan dari mereka juga Hubby mengabaikannya, hubby pura-pura tidak denger, tapi hubby sangat lembut padaku, bahkan hubby tidak ingin membuat aku bingung dengan perasaanku terhadap Yulia." batin Riana
Hadi yang menyadari istrinya terus menatapnya, ia langsung berbicara pada istrinya sambil terus menatap lurus ke arah jalan raya
" Berhenti menatapku sayang, aku memang tampan, walaupun sudah om-om."
Riana yang mendengar ucapan dari suaminya ia sangat malu, ia tidak menjawab ucapan dari suaminya, tapi ia langsung memalingkan wajahnya ke jendela sebelah. Hadi yang masih fokus menyetir hanya tersenyum. Mobil itu sampai di pekarangan rumah. Hadi dan Riana langsung turun dari mobil, lalu mereka langsung masuk ke dalam kamarnya, mereka langsung duduk di sofa. Tiba-tiba Hadi ingat, kalau ia akan ke luar kota besok, selama tiga hari, ia langsung berbicara pada istrinya
" Sayang, aku tiga hari lagi akan ke luar kota, sayang mau tinggal di sini, apa mau tinggal di rumah mamah?"
Riana langsung menatap ke arah suaminya, tatapannya dengan tatapan sendu, ia benar-benar tidak rela kalau suaminya itu akan pergi selama tiga hari, bahkan tidak melihat suaminya sehari saja, ia sangat merindukannya, dan saat itu ia juga tidak bisa fokus belajar, karena terus memikirkan suaminya, tapi sekarang suaminya akan pergi, apa lagi besok ia sudah mulai ulangan akhir semester
Hadi yang hanya di tatap oleh istrinya, ia langsung berbicara lagi
" Sayang, tidak lama, cuma tiga hari, dan sayang juga besok ada ulangan semester, tidak mungkin sayang ikut."
Hadi langsung berbicara seperti itu, ia seolah-olah tau apa yang ada di dalam pikiran istrinya, ia tau kalau istrinya itu tidak ingin jauh dari ia, tapi bagaimana pun juga proyek itu sudah di buat dengan jauh-jauh hari, tidak mungkin ia batalkan begitu saja, bahkan membuat laporannya sangat menguras otak. Riana tidak menjawab ucapan dari suaminya, ia masih terus menatap suaminya, rasanya sekarang mulutnya terkunci, ia tidak bisa berbicara apa-apa pada suaminya, hanya saja hatinya merasa tidak rela, hanya itu yang ada di dalam hatinya. Hadi yang tidak mendengar jawaban dari istrinya, ia langsung menarik istrinya dalam pelukannya, ia juga tidak tau harus berbicara apa lagi pada istrinya. Setelah di peluk, Riana langsung menangis sekencang-kencangnya
Hiks....hiks....hiks....
Hadi yang mendengar tangisan istrinya, ia langsung memeluk Istrinya dengan erat, lalu langsung berbicara lagi pada istrinya
__ADS_1
" Sayang, tolong mengerti dengan posisiku, tolong jangan seperti anak-anak, seharusnya kau sebagai istri, harus mendukung suamimu."
Riana masih tidak ada jawaban, ia masih terus menangis tersedu-sedu. Marina baru datang dari butik, ia akan ke kamarnya, karena kamar Riana dan kamar Marina sebelahan, ia berhenti di depan kamarnya, ia mendengar tangisan putrinya samar-samar! dari luar, lalu ia langsung berbicara dalam hatinya
" Kenapa Riana menangis, apa yang Hadi lakukan pada putriku, apa Hadi melakukan itu di siang hari?, apa mereka baru hari ini melakukan hubungan badan?, sabar iya sayang, kau masih terlalu muda, pasti rasanya sangat menyakitkan, nanti juga kau akan ketagihan." batin Marina
Setelah mengatakan itu Marina langsung masuk ke kamar, ia pikir putrinya sedang melakukan layaknya hubungan suami-istri, karena mendengar tangisan putrinya yang samar-samar, apa lagi ia tau, Hadi sudah dewasa, pasti sangat liar. Sedangkan di kamar Hadi masih memeluk istrinya yang masih menangis tersedu-sedu, ia juga bingung harus bagaimana, lalu ia langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menghapus air mata istrinya sambil bertanya
" Sayang, apa kau melarangku untuk pergi?"
Riana yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia sangat bingung, ia tidak menjawab pertanyaan itu, melainkan ia langsung berpikir di dalam hatinya
" Jika aku melarang Hubby, hubby pasti sangat kecewa, hubby pasti menganggap aku kanak-kanakan, tapi jika aku mengijinkan hubby, aku juga tidak bisa jauh dari hubby, apa lagi itu tiga hari, bahkan sehari saja aku tidak ingan jauh dari hubby." batin Riana
Hadi yang masih tidak mendengar jawaban dari istrinya, ia hanya menghela nafas berat, ia harus bisa sabar, walaupun kesabarannya sudah mulai terkuras, apa lagi saat istrinya menangis, ia merasakan dadanya sesak, lalu Hadi langsung berbicara lagi pada istrinya, ia memutuskan untuk membatalkan perjalanannya, dari pada ia terus melihat istrinya menangis
" Iya sudah, kalau tidak ingin aku pergi tidak apa-apa sayang, aku akan membatalkan proyek itu, sudah jangan menangis."
Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, ia pun memutuskan untuk memperbolehkan suaminya pergi, ia tidak ingin jadi penghalang dalam bisnisnya
" Hubby boleh pergi, kita juga masih bisa video call, dan jangan lupa harus makan tepat waktu."
Hadi yang mendengar ucapan dari istrinya, ia langsung tersenyum, ia sangat senang
__ADS_1