
Hadi masih tersenyum memandang istrinya yang masih sedikit bingung, tapi ia tidak mempedulikan itu, ia tidak ada keniatan untuk menjelaskan hal itu, yang jelas jika berkaitan dengan hal dewasa ia tidak akan mengatakannya, lalu Hadi langsung mencium bibir istrinya sekilas, setelah itu ia langsung berbicara pada istrinya
" Tidak perlu di pikirkan, sayang."
" Iya hubby."
Hadi langsung mematikan lampu lagi, untuk melanjutkan aksinya yang tertunda. Hadi langsung membaringkan tubuh istrinya perlahan, lalu langsung melepaskan lingerie seksi kimono istrinya. Riana hanya diam saja, walaupun ia sekarang sudah tidak bergairah, karena otaknya penuh dengan pikiran heran, ia merasa ingin pipis tapi tidak jadi, dan itu membuat ia tidak berpikir mesum lagi. Hadi langsung mencium bibir istrinya sekilas, lalu ia langsung bertanya pada istrinya
" Mau di lanjutkan atau tidak sayang?"
Hadi tau, istrinya sekarang sudah tidak bergairah, apa lagi saat kejadian tadi, ia yakin istrinya terus saja berpikir. Riana hanya menjawab dengan mengangguk. Setelah melihat jawaban dari istrinya, ia langsung mencium bibir istrinya, dan ia melakukan seperti tadi, jelas permainan yang tertunda tadi. Setelah sekitar 20 menit, Riana juga mulai menikmati permainan suaminya lagi, dan ia juga sudah tidak berpikir tentang hal tadi. Setelah istrinya sudah bergairah, Hadi pun langsung melanjutkan aksinya, hingga ia bisa menembus mahkota istrinya. Di kamar itu menjadi saksi malam pertama mereka, suara nafas dan lenguhan kecil menghiasi malam pertama mereka, hingga sekitar 2 jam, mereka pun mulai lelah, lalu mereka memutuskan untuk tidur. Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB, Hadi bangun lebih dulu, ia langsung menatap wajah istrinya yang tertidur pulas, lalu langsung mengecup kening istrinya sekilas, setelah itu ia langsung berbicara pada istrinya
" Terimakasih sayang, sudah melakukan kejibanmu sebagai istri."
Setelah mengatakan itu, ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Hadi langsung duduk, ia langsung melihat ke arah seprei yang ada banyak bercak darah di sana, ia hanya tersenyum simpul di bibirnya, lalu ia langsung mengingat ucapan ibunya, yang mengatakan nanti juga akan minta jatah tiap malam
" Rasanya memang nikmat, bahkan aku ingin melakukan hal itu lagi sekarang, tapi kasian Kristiani, dia pasti sangat lelah, apa lagi semalam kristiani sampai mencengkeram tangannya sendiri karena sakit." batin Hadi
Setelah itu Hadi langsung mengambil baju tidur miliknya, ia langsung mengenakan baju tidurnya, lalu langsung berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tidak lama Riana pun bangun dari tidurnya, ia langsung melihat ke arah samping, lalu langsung membalikkan badannya, tapi ia sudah tidak menemukan suaminya di atas ranjang. Riana langsung melihat jam, yang sudah menunjukkan pukul 06.21 WIB
" Kemana hubby pagi-pagi begini." batin Riana
Setelah itu Riana langsung mengintip di dalam selimutnya, ia belum memakai apa-apa, semalam ia merasakan sakit dan lelah yang luar biasa di bawah sana, hingga ia memutuskan untuk tidur, tanpa mengenakan pakaian lagi, lalu ia langsung berbicara sendiri
" Sangat memalukan, pasti hubby sudah melihat jelas tubuhku."
Setelah mengatakan itu, Riana langsung mengacak-acak rambutnya sendiri. Semalam memang suaminya melakukan hal itu, dengan keadaan gelap, bahkan lamu tidur saja di suruh di matiin oleh Riana, karena ia sangat malu dengan suaminya, dan suaminya hanya menuruti saja, hingga ia dan suaminya terjadi malam pertama. Riana mengingat-ingat kejadian semalam, betapa memalukannya dia, meringis kesakitan dan mencengkeram tangannya sendiri
__ADS_1
" Sangat memalukan, tapi itu karena sangat sakit, bahkan lebih sakit dari goresan pisau."
Riana langsung duduk sambil bersandar. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, ia langsung membaringkan tubuhnya lagi, sambil menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya hingga kepala. Hadi langsung keluar dari kamar mandi, dengan rambut yang basah, sambil tersenyum, ia memang dari bangun tidur terus saja tersenyum, setelah ia dan istrinya melakukan malam pertama, dan itu membuat ia sangat bahagia. Hadi sampai di depan ranjang, ia melihat istrinya yang menutupi seluruh tubuhnya. Hadi langsung bertanya pada istrinya
" Sayang, apa sudah bangun?, ayo cepat mandi, nanti aku akan mengganti sprei nya."
Riana yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia langsung membuka selimutnya sedikit, hingga sampai hidungnya, lalu ia langsung menjawab pertanyaan suaminya
" Sudah hubby, aku tidak mau bangun, aku malu."
" Malu?, bukan'kah aku sudah tau semalam?, sudahlah sekarang sayang mandi, atau mau aku gendong?"
" Tidak perlu, tapi bolehkah aku bawa selimutnya ke dalam kamar mandi?"
" Tentu saja boleh sayang."
" Sakit."
Hadi yang mendengar ucapan istrinya, ia sedikit panik, ia langsung memegang bahu istrinya
" Boleh aku lihat, untuk memastikan, agar aku bisa membelikan salep untukmu."
" Tidak mau, aku malu."
" Sayang, semalam kita sudah melakukan malam pertama, kenapa harus malu."
Riana tidak menjawab ucapan dari suaminya lagi. Hadi langsung membuka paksa selimut yang melilit di tubuh istrinya, ia juga sangat panik, saat mendengar ucapan dari istrinya yang mengatakan sakit. Hadi melihat milik istrinya yang sangat bengkak, ia langsung berbicara pada istrinya
__ADS_1
" Bagaimana bisa separah ini sayang, aku akan menbelimu salep sekarang juga."
" Aku baik-baik saja hubby."
Riana langsung menutupi miliknya sendiri pakai dua telapak tangannya, wajahnya sudah merasa seperti tomat, ia benar-benar malu pada suaminya. Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, ia hanya bisa menghela nafas berat. Jelas-jelas milik istrinya itu sangat bengkak, tapi istrinya bilang baik-baik saja, lalu ia langsung mengangkat tubuh istrinya, ia langsung berjalan ke arah kamar mandi. Riana yang di angkat tubuhnya, ia langsung berbicara pada suaminya
" Hubby, aku bisa sendiri."
" Diamlah, jangan membantah sayang."
Setelah di kamar mandi, ia langsung menurunkan istrinya, lalu ia langsung minta maaf pada istrinya
" Sayang, aku minta maaf, pasti rasanya sangat sakit."
Wajah Hadi yang tadi tersenyum, tapi sekarang wajahnya penuh dengan kekuatiran pada istrinya, apa lagi ia tidak tau akibat tentang sehabis malam pertama. Riana langsung tersenyum pada suaminya, walaupun sakit ia sama sekali tidak panik, karena sebelum melakukan malam pertama, Riana sudah membaca seputar malam pertama di internet, sedangkan suaminya, ia yakin tidak akan sempat membaca hal itu, karena suaminya adalah orang yang sangat sibuk, bahkan setiap waktunya di habiskan dengan dokumen-dokumen saja, itu sudah menjadi kebiasaan suaminya, hingga suaminya tidak tau apa-apa tentang akibat malam pertama. Hadi yang melihat senyuman istrinya, ia langsung berbicara pada istrinya
" Berhenti tersenyum, aku sangat kuatir, tapi sayang masih bisa tersenyum."
" Hubby saja yang mikir kerajaan terus, jadi tidak tau apa-apa setelah malam pertama seperti apa."
Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, ia langsung bertanya pada istrinya
" Apa sayang membaca seputar malam pertama lagi?"
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi yang melihat jawaban dari Istrinya, ia langsung emosi
" Mulai hari ini, aku tidak akan pernah mengijinkan sayang memegang ponsel, jika mau menghubungi siapapun, gunakan saja telpon rumah!"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Hadi langsung keluar dari kamar mandi dengan wajah emosi, ia sangat emosi, karena istrinya menggunakan ponsel untuk hal yang tidak mendidik