Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 61. Bertengkar


__ADS_3

Riana sampai di pekarangan rumah, dengan wajah yang masih terus tersenyum, ia langsung turun dari mobil, lalu langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah itu di ikuti asistennya, tapi senyuman itu hilang seketika, saat melihat suaminya yang sedang memainkan laptopnya di ruang tamu, apa lagi ia ingat kalau tadi ia memutuskan telpon secara tiba-tiba


" Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan, ah benar-benar menyebalkan, kenpa om mengatakan hal itu, membuat aku takut." batin Riana


Setelah berpikir Riana langsung melihat bibir tipis suaminya, lalu ia langsung mengingat kejadian malam itu, saat ia di beri obat perangsang, dan membuat ia berbicara mesum secara tiba-tiba


" Nikmat!"


Tapi pembicaraan itu hanya di dengar oleh asistenya, karena jarak Riana dan suaminya masih terlalu jauh. Mila yang mendengar ucapan nona mudanya, ia langsung bertanya


" Apa yang nikmat nona muda?"


Riana yang mendengar pertanyaan dari asistennya, ia b benar-benar sangat malu, bersyukur ia tidak mengatakan bibir suaminya sangat nikmat


" Ah sial, kenapa aku bisa keceplosan seperti itu, tapi aku sangat bersyukur tidak mengatakan bibir om sangat nikmat, kalau tidak, mukaku mau di taro di mana?, ah Riana kau memang sudah benar-benar gila." batin Riana


Setelah berpikir Riana langsung membalikkan badan pada asistennya, ia langsung menatap sinis asistennya, untuk menghilangkan rasa malunya. Mila yang di tatap oleh nona mudanya, ia langsung minta maaf pada nona mudanya


" Nona muda, saya minta maaf, karena saya sudah bertanya."

__ADS_1


Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu ia langsung berjalan lagi mendekati suaminya masih di ikuti oleh asistenya hingga ia sampai di depan suaminya, lalu ia langsung menyapa suaminya


" Sore om."


Mila juga ikut menyapa tuan mudanya


" Selamat sore tuan muda."


Hadi langsung menghentikan jari-jarinya yang dari tadi memainkan laptopnya, ia tidak menjawab sapaan dari istrinya dan termasuk asistennya, melainkan ia langsung menatap tajam pada istrinya. Riana yang di tatap oleh suaminya, ia langsung minta maaf, ia tau, suaminya pasti marah karena ia telah bolos sekolah


" Om, aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk bolos sekolah, tapi aku memang."


" Aku memang habis bertemu dengan kekasihku, untuk itu aku bolos sekolah, apa kau mau menjelaskan itu?"


Detak jantung Riana sangat kencang, setelah mendengar ucapan suaminya, ia yakin suaminya pasti tau kalau ia bertemu dengan kakanya, ia yakin suaminya tau tentang kemesraannya dengan kakaknya, dan membuat salah paham padanya, apa lagi saat mendengar kau, rasanya sangat asing buat Riana, walaupun ia dulu tidak suka di panggil Gadis kecil, tapi ia mulai terbiasa dengan panggilan itu, tapi sekarang, sepertinya suaminya benar-benar sangat marah, ia langsung minta maaf lagi pada suaminya, karena saat suaminya bersikap cuek, ia benar-benar merasakan sakit hati, dan takut, entah kenapa saat suaminya marah ia sangat takut, bukan karena takut dengan kemarahannya seperti dulu, tapi sekarang ia takut di abaikan oleh suaminya


" Om, aku minta maaf, tapi aku memang tidak bertemu dengan kekasihku, dia bukan kekasihku."


Setelah mendengar ucapan istrinya, Hadi mendadak panas di hatinya, ia benar-benar merasa sangat sakit saat tidak mendapatkan penjelasan apa-apa dari istrinya, membuat Hadi sangat emosi karena di bakar oleh api cemburu. Hadi langsung berdiri, ia langsung berbicara dengan nada keras pada istrinya

__ADS_1


" Lulu ada hubungan apa kau bersama Kristian! Jawab jujur Riana!"


Riana yang mendapat bentakan dari suaminya, ia sama sekali tidak takut, tapi hatinya sangat sakit, seperti tertusuk oleh ribuan pisau, apa lagi saat suaminya mengucapkan kata Riana, bahkan selama ini suaminya belum pernah memanggil namanya, membuat ia berpikir sejenak untuk memikirkan menjelaskan atau tidak


" Apa yang harus aku lakukan, apa aku jujur saja kalau dia adalah kakakku, tapi kalau aku jujur, aku belum ingat siapa pria yang berjanji akan menikah denganku, aku takut membuat banyak orang yang kecewa, aku tidak boleh menjelaskan siapa aku, lagian pria yang ada di hadapanku adalah suami kontrakku, dia tidak berhak mengetahui segalanya, apa lagi suatu saat kita akan berpisah, lebih baik aku tidak perlu menjelaskan itu padanya." batin Riana


Riana langsung menatap suaminya dengan tatapan sinis, lalu ia langsung berbicara pada suaminya


" Om tidak berhak ikut campur urusan pribadiku! Sudah cukup kau terlalu banyak ikut campur urusanku, dari aku di pecat, hingga menyuruhku untuk melanjutkan sekolah, dan membatalkan kontak pisik, apa di mata om aku seperti wanita rendahan?, hingga semua yang aku lakukan harus menjelaskan semuanya?, Om, aku lelah, seberapa lama lagi kau akan menyiksaku?"


Riana mengucapkan itu sambil meneteskan air mata, walaupun ia tadi menatap suaminya dengan tatapan sinis, tapi tidak bisa di bohongi, hatinya sangat sakit, hingga ia mengeluarkan kata-kata yang tidak pernah ada di dalam pikirannya, entah kenapa tiba-tiba ia mengatakan itu. Hadi yang awalnya marah, setelah mendengar ucapan istrinya, ia sangat sedih, ia sebenarnya tidak pernah bermaksud untuk merendahkan harga diri istrinya, tapi karena ia sangat menyayangi istrinya, ia juga tidak menjawab ucapan istrinya lagi, ia langsung berpikir tentang dirinya sendiri


" Riana, apa aku salah melakukan itu, apa caraku menyayangimu salah, lalu harus bagaimana agar aku tidak di anggap sebagai orang yang merendahkanmu, aku sama sekali tidak pernah merendahkanmu, dari pertama aku melihatmu, aku memiliki kebahagiaan tersendiri, hingga aku mulai menemukan kebenaran bahwa kau adalah Kristiani, walaupun aku belum 100% yakin bahwa kau adalah gadis kecil yang aku cari, tapi hatiku sudah menyayangimu." batin Hadi


Hadi yang terus berpikir, hingga tidak terasa air matanya langsung mengalir, entah kenapa ucapan istrinya membuat ia sangat lemah, dan ini baru pertama kalinya ia sangat lemah saat mendengar ucapan seseorang. Riana yang melihat suaminya menangis, ia menjadi lebih sedih, ia juga tidak bermaksud mengucapkan kata-kata itu, lalu ia langsung berpikir tentang dirinya sendiri


" Apa ucapanku sangat menyakitkan untuknya?, hingga ia menangis, om, aku sama sekali tidak bermaksud untuk mengatakan itu, tapi aku hanya bingung harus menjelaskan atau tidak, maafkan aku om, tolong maafkan aku yang telah melukai hatimu, dan aku juga sebenarnya hanya tidak ingin di abaikan, hanya itu." batin Riana


Riana ingin sekali minta maaf pada suaminya, tapi mulutnya seperti terkunci, apa lagi saat melihat suaminya menangis, ia menjadi lebih sakit, bukan hanya hati yang sakit, tapi seluruh tubuhnya menjadi sakit, apa lagi dadanya, ia merasakan sesak, dan sulit untuk bernafas. Mila yang mendengar percekcokan tuan mudanya dan nona mudanya membuat ia menjadi semakin bingung, apa lagi saat nona mudanya mengatakan wanita rendahan, membuat ia juga tidak bisa mencerna, dan ia juga semakin di buat penasaran dengan hubungan nona mudanya dan tuan mudanya

__ADS_1


" Sebenarnya mereka itu memiliki hubungan apa, hingga mereka bertengkar hebat, apa lagi hingga tuan muda menangis, membuat aku penasaran dengan hubungan mereka." batin Mila


__ADS_2