Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 62


__ADS_3

Setelah di dalam kamar, Riana tidak melihat suaminya di ranjang, ataupun di sofa, ia hanya menghela nafas berat, lalu ia langsung melihat ke arah pintu ruang kerjanya, ternyata pintu itu tertutup, mungkin suaminya ada di dalam ruangan kerja, lalu Riana memutuskan untuk mandi, agar menghilangkan rasa lelahnya, ia langsung berjalan ke arah kamar mandi, setelah sampai ia langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya, tapi air matanya masih terus membasahi pipi, entah perasaan apa, ia juga masih tidak mengerti, yang jelas ia merasakan sakit saat melihat suaminya menangis. Setelah sekitar 20 menit, Riana selsai dalam ritual mandinya, ia langsung berjalan ke arah ranjangnya, lalu langsung naik ke atas ranjang, ia tidak merapihkan rambutnya lagi, karena tubuhnya merasa lelah, lalu langsung menyadarkan kepalanya di kepala ranjang, setelah itu ia langsung menatap arah ruang kerja yang masih tertutup. Setelah lama Hadi di dalam ruangan kerja, ia memutuskan untuk berbicara pada ibunya, ia tidak ingin membuat istrinya menderita, untuk itu ia memutuskan untuk berbicara pada ibunya. Hadi langsung berjalan ke luar dari ruangan kerja, ia hanya melihat ke arah ranjang istrinya, ia melihat istrinya yang masih duduk sambil menyandarkan kepalanya, lalu ia langsung keluar dari kamar itu, setelah itu ia langsung berjalan ke arah kamar ibunya, hingga ia sampai di depan pintu kamar ibunya, ia langsung mengetuk kamar itu


Tok-tok


Henny yang mendengar ketukan pintu, ia langsung menyuruhnya untuk masuk


" Masuk."


Hadi langsung masuk ke dalam kamar ibunya, hingga ia sampai di samping ibunya yang sedang nonton TV, ia langsung duduk di samping ibunya, lalu langsung bertanya


" Papah masih belum pulang mah?"


" Belum, papahmu hari ini lembur, ada apa sayang?"


" Mah, aku ingin berbicara tentang Riana."


" Kenapa sayang?"


" Aku ingin mamah membatalkan perjanjian kontrak selama 2 tahun, aku ingin perjanjian kontrak itu hingga bulan depan, setelah itu aku akan menceraikan Riana."


Henny yang mendengar jawaban dari putranya, ia sangat terkejut, lalu ia langsung bertanya lagi

__ADS_1


" Alasannya apa sayang?"


" Tidak ada alasannya, aku tidak suka ada dia di kamarku mah."


" Sayang, maaf mamah tidak bisa melakukan itu, mamah tidak bisa membatalkan perjanjian itu."


" Kenapa mah?"


" Ingat, kau yang menyetujui perjanjian itu, dan orang tua dia juga memiliki hutang pada kita."


" Mah, sejak kapan uang begitu sangat berharga untuk mamah?"


Henny yang mendapat pertanyaan itu, ia bingung harus menjawab apa, apa lagi ia sudah berjanji pada Marina akan menjaga putrinya dengan baik, tapi ternyata sekarang putranya ingin bercerai, bahkan ia juga tidak tau, kenpa alasannya dan apa masalahnya, lalu Henny langsung menjawab pertanyaan itu


" Tidak peduli, aku akan menceraikan Riana, karena aku tidak ingin Riana tersiksa mah."


Hadi tiba-tiba saja jujur apa yang ada di dalam hatinya. Henny yang mendengar ucapan dari putrinya, ia langsung bertanya lagi


" Apa maksudmu sayang?, bukan'kah kau selalu tidak peduli, apa kau sebenarnya mencintai Riana?, kalau kau mencintai Riana, kau harus perjuangan, bukan mundur."


Hadi yang mendengar jawaban dan sekaligus pertanyaan dari ibunya, ia menjawab dengan berbohong, walaupun ia memang mencintai Riana, tapi ia tidak ingin mempertahankan Riana, ia tidak ingin Riana semakin tertekan di sampingnya

__ADS_1


" Mah, aku hanya menganggap Riana sebagai adik, tidak lebih dari itu, karena Riana itu hanya pantas jadi adikku, dia itu tidak pantas menjadi pendamping hidupku, jadi mamah jangan pernah berpikir kalau aku mencintai Riana."


" Apa alasannya sayang?"


" Sampai kapanpun Riana hanya seorang gadis kecil."


" Sayang, kau bilang Riana hanya gadis kecil?, lalu apa bedanya Riana dengan kekasih kecilmu itu?, bukan'kah umur kekasih kecilmu dan Riana itu tidak akan berbeda jauh?"


Hadi yang mendengar kata kristiani, ia seketika langsung marah, karena bagi ia, ibunya itu tidak pantas memanggil nama kekasih kecilnya


" Cukup mah! Mamah tidak pantas membandingkan Riana dengan kristiani, dan mamah tidak pantas memanggil nama Kristiani lagi di hadapanku, mulai sekarang mamah tidak perlu ikut campur urusanku dengan Riana, aku akan tetap menceraikan Riana, Kalau mamah masih mempermasalahkan tentang uang, mamah sita saja semua kartu ATM ku."


Setelah mengatakan itu, Hadi langsung keluar dari kamar ibunya, dengan emosi yang meluap-luap, karena ibunya menyantumkan nama Kristiani, dulu ibunya pernah membuang semua barang-barang milik Kristiani, ke tong sampah, mungkin agar ia melupakan Kristiani, tapi ia bersyukur, saat ibunya membuang barang-barang ke tong sampai, ia baru saja pulang sekolah, untuk itu, ia memungut kembali barang-barang Kristiani. Walaupun Hadi jijik melihat tempat sampah yang kotor, tapi ia terpaksa mengorek-ngorek tong sampah itu, untuk mengambil kembali barang-barang milik Kristiani yang sudah di campur dengan sampah oleh ibunya, untuk itu ia melarang ibunya untuk memanggil nama Kristiani, karena bagi ia, ibunya tidak pantas memanggil nama kekasih kecilnya. Hadi langsung masuk ke dalam kamar lagi, ia langsung mendekati istrinya yang masih duduk dengan posisi yang sama saat ia keluar tadi, hingga Hadi sampai di depan istrinya, lalu ia langsung memanggil istrinya


" Gadis kecil."


Riana yang di panggil oleh suaminya, ia langsung mengangkat kepalanya yang dari tadi bersandar, lalu ia langsung menatap mata suaminya. Hadi yang mendapat respon hanya dengan tatapan, ia langsung melanjutkan pembicaraannya


" Aku akan menceraikanmu, setelah usia pernikahan kita sampai 2 bulan, dan sekarang, kau lakukan saja sesuai ke inginanmu, aku tidak akan pernah ikut campur lagi dalam masalahmu, aku juga sudah membuang surat perjanjian kontrak pernikahan kita, jadi kau tidak perlu kuatir, aku tidak akan pernah membuatmu tertekan lagi. Maaf."


Setelah mengatakan itu, Hadi langsung berjalan lagi ke arah ranjangnya, tanpa menunggu jawaban dari istrinya, ia sama sekali tidak ingin mendengar ucapan terimakasih dari istrinya, baginya asalkan istrinya hidup dengan nyaman, itu sudah lebih dari cukup, setelah sampai di ranjang, ia langsung mengambil dokumen dan laptopnya, lalu langsung mulai mengerjakan pekerjaannya lagi untuk menghilangkan rasa sedihnya. Riana yang mendengar penjelasan dari suaminya, hatinya semakin sakit, andaikan saja ia bisa menarik ucapanya tadi, ia ingin menarik ucapan itu, tapi ia bukan manusia yang bisa mengulang waktu yang sudah terjadi, ia langsung membaringkan tubuhnya sambil memiringkannya, ia hanya menatap tembok sambil menangis, bahkan ia menangis hingga tersedu-sedu, tapi ia menggigit telapak tangannya, agar tangisannya itu tidak di dengar oleh suaminya

__ADS_1


" Om, andaikan saja aku bisa mengulang waktu, aku tidak ingin mengatakan itu, kenapa semuanya menjadi seperti ini, aku tidak ingin berpisah darimu om, aku tau, dan aku sadar, aku hanya istri kontrak, tapi aku sudah terlanjur menyayangimu, aku ingin menjadi istrimu hingga kontrak kita selsai, tapi ternyata, sekarang hanya memiliki waktu sebentar untuk bersamamu, tapi sudahlah, aku akan manfaatkan waktu yang ada untuk bersamanya, aku hanya ingin memiliki kenangan manis bersamanya, bagiku itu sudah cukup." batin Riana


__ADS_2