
Hadi masih duduk setia menunggu Istrinya yang akan berangkat sekolah. Riana hanya menatap wajahnya dicermin, hari ini adalah hari tunangan dari suaminya pulang, ia masih sangat meragukan pikiran dari suaminya
" Hubby, apa kau yakin akan melepaskan gadis itu?, hubby, aku tidak tau kenapa, kenapa aku menjadi takut kehilanganmu, kenapa aku juga selalu meletakkan kecurigaan padamu, jelas-jelas kecuriganku kemarin juga salah." batin Riana
Hadi yang melihat istrinya hanya memandang diri sendiri dari pantulan cermin, ia langsung mendekati istrinya, lalu ia langsung bertanya pada istrinya sambil meletakkan kedua tangannya di bahu istrinya
" Sayang, apa yang kau pikirkan?, aku tungguin dari tadi masih saja diam, kenpa? apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?"
Riana yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia langsung menjawab pertanyaan suaminya, sambil membalikkan tubuhnya ke arah suaminya, masih dengan posisi duduk
" Tidak ada hubby."
Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, dan melihat wajah istrinya, ia tau kalau istrinya memikirkan tentang tunangannya, ia yakin kalau istrinya itu tidak percaya dengan ucapannya yang akan mengakhiri hubungannya dengan Yulia, lalu Hadi langsung berbicara pada istrinya
" Sayang, aku tidak memiliki keraguan apapun, aku pasti mengakhiri hubunganku dengan Yulia, tolong jangan murung seperti ini, percayalah, aku hanya mencintaimu."
Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, ia sangat terkejut, ternyata suaminya bisa mengetahui tentang kekuatirannya, lalu ia langsung menatap mata suaminya sambil bertanya di dalam hatinya
" Apa yakin, hubby akan mengahari hubungannya hanya untuk aku?, dan bagaimana kalau ucapanya itu bohong?, bahkan bagaimana kalau sebaliknya?, hubby ingin mengakhiri hubungan kita nanti, ah Riana, kenapa kau menjadi wanita bodoh." batin Riana
Hadi yang tidak mendengar jawaban dari istrinya, ia langsung memeluk istrinya, dengan posisi sedikit berjongkok, karena posisi istrinya masih duduk, ia benar-benar mencoba ekstra sabar menghadapi pikiran istrinya, jelas-jelas ia hanya mencintai istrinya, tapi istrinya terlalu sulit percaya, walaupun kadang-kadang istrinya percaya, dan kadang-kadang juga istrinya ragu, lalu ia langsung berbicara di dalam hatinya
" Tuhan, kenpa istriku sulit sekali memberikan kepercayaan, kenapa selalu ragu dan ragu, aku tau ini salahku, salahku telah bertunangan dengannya, hingga membuat istriku sulit untuk percaya, mungkin karena penghianatan yang aku berikan di masa lalu, tapi itu semua terjadi begitu saja, aku tidak tau kalau akan bertemu lagi dalam ikatan pernikahan." batin Hadi
Setelah berbica di dalam hatinya, Hadi langsung berbicara pada istrinya karena istrinya tidak membalas pelukannya
" Percayalah sayang, aku hanya mencintaimu, dan aku akan selalu berada di sampingmu, sekarang aku akan mengantarmu sekolah."
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi langsung melepaskan pelukannya, ia langsung mencium kening istrinya sekilas. Riana langsung berdiri, lalu ia langsung berbicara pada suaminya
" Hubby, kita tidak perlu sarapan iya?, aku tidak ingin sarapan."
" Tapi saat istrihat sayang harus makan di kantin."
__ADS_1
" Iya hubby."
Setelah itu mereka langsung menuju mobil, yang sudah di tunggu Repan dari tadi, Repan langsung menyapa mereka berdua
" Pagi tuan muda, pagi nona muda."
Hadi dan Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Setelah masuk mobil, Repan langsung melanjutkan mobilnya, hingga mereka sampai di parkiran sekolah. Hadi yang melihat istrinya tidak ada tanda-tanda mau turun, ia langsung menyuruh istrinya untuk masuk ke dalam kelas
" Masuklah sayang, sebentar lagi kelas akan di mulai."
" Hubby, bisakah kau antar aku sampai depan kelas?"
Hadi hanya menaik turunkan satu alisnya, ini tidak biasanya istrinya meminta ia untuk mengantar hingga depan kelas. Riana yang melihat suaminya meminta jawaban, ia langsung berbicara lagi
" Para guru juga sudah tau kalau kita sudah menikah, jadi antar aku sampai di kelas, lagian hanya para murid saja yang tidak tau."
" Baiklah, tapi sebelum mengantar ke kelas, apa balasan sebagai ucapan terimakasihnya?"
" Itu ucapan terimakasih aku pada hubby."
Hadi hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum, lalu ia langsung turun, tidak lupa ia menyuruh asistennya untuk menunggu di mobil
" Repan, kau tunggu saja sebentar."
" Baik tuan muda."
Hadi dan Riana langsung berjalan ke arah kelas, hingga mereka sampai di depan kelas. Arumi yang melihat Riana, ia langsung lari ke arah Riana, setelah sampai di depan Riana, ia langsung minta maaf pada Riana sambil menunduk
" Riana, aku minta maaf, karena telah lancang mengunggah foto-fotomu bersama tuan muda Hadi, tolong maafkan aku."
Arumi berbicara dengan wajah berkaca-kaca, ia sangat malu, malu pada semua orang yang melihat ia minta maaf. Riana yang mendengar permintaan maaf dari Arumi, ia sedikit terkejut, ia tau, Arumi adalah wanita yang sulit untuk minta maaf, tapi kali ini ia langsung minta maaf, walaupun tulus atau tidak, Riana langsung memafkannya, ia tidak ingin di perpanjang masalahnya
" Sudahlah, aku sudah memafkanmu."
__ADS_1
" Terimakasih Riana, tuan muda, saya juga minta maaf."
Hadi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Arumi langsung berbicara lagi, setelah melihat jawaban dari Hadi
" Tuan muda, tolong jangan putuskan kerja sama dengan perusahaan papah, saya mau melakukan apa saja, asal tuan muda tidak membatalkan kontrak kerjasamanya."
Riana yang mendengar ucapan dari Arumi, ia hanya bisa menghela nafas berat, ternyata Arumi minta maaf ada maksud tertentu. Hadi langsung menjawab ucapan dari Arumi
" Saya tidak bisa meneruskan kerja sama dengan perusahanmu, saya memang tidak pernah peduli jika orang-orang mengusik ketenangan saya, tapi jika orang-orang mengusik ketenangan istri saya, saya tidak akan segan-segan untuk menjatuhkan orang-orang itu ke jurang terdalam!"
Semua orang yang mendengar kata istri, sangat terkejut, apa lagi tadi semua orang juga sudah melihat di absen, Riana sudah di ganti Identitasnya menjadi Kristiani Ganesha Wijaya, bahkan mereka sempet bertanya-tanya ada hubungan apa Riana dan Hadi Wijaya, terlebih lagi nama Ganesha, itu nama yang tidak asing bagi mereka, perusahaan Ganesha sudah terkenal di seluruh kota. Arumi langsung berbicara lagi
" Kalau tuan muda ingin menjatuhkan saya ke jurang terdalam, saya siap menerima tuan muda, tapi tolong jangan membatalkan kontrak kerja samanya."
Riana yang melihat dan mendengar ucapan dari Arumi, ia langsung berbicara pada suaminya
" Hubby, tidak apa-apa orang tua Arumi di berikan kesempatan, terkecuali jika Arumi melakukan kesalahan lagi, baru hubby batalkan, aku mohon hubby."
Arumi yang mendengar ucapan dari Riana, yang memohon pada suaminya sendiri, ia semakin merasa bersalah, yang awalnya minta maaf itu tidak dari hati, tapi sekarang ia benar-benar tersentuh dengan ucapan Riana, pedahal jelas-jelas ia sangat membencinya, tapi Riana masih saja mau membantu. Hadi hanya bisa mengiyakan ucapan dari istrinya
" Baiklah sayang, kalau itu keinginanmu, apapun akan aku lakukan."
" Terimakasih hubby."
" Iya sayang."
Arumi yang mendengar jawaban setuju, ia langsung berterimakasih
" Terimakasih tuan muda, terimakasih Riana."
Hadi tidak menjawab ucapan terimakasih dari Arumi. Riana langsung menjawab ucapanya
" Sama-sama Arumi."
__ADS_1