Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 13. Memikirkan masing-masing


__ADS_3

Sudah 3 minggu berlalu dari kejadian itu, Riana hanya memikirkan kerja dan kerja, dirinya hanya ingin mengumpulkan uang untuk modal usaha agar bisa bersama Aldi lagi dan membalas dendam pada Om Rehan hanya itu yang ada di pikiran Riana sekarang hanya ada cinta dan kebencian. Riana juga tidak peduli Aldi memutuskan hubungan dengan dirinya dan hampir membuat dirinya kehilangan nyawa, dirinya tetap mencintai Aldi, dirinya juga tidak peduli lagi tentang parfum dan pria yang menolong dirinya 3 minggu yang lalu itu, karena menurut dirinya percuma karena dirinya tidak bisa mengingat tentang masa lalu dirinya. Riana keluar dari kamar mendekati meja makan seperti biasa dirinya menyapa ibu dan Kakaknya


"pagi mah, pagi Ci."


"pagi juga dek."


" pagi juga sayang."


Riana seperti biasa setelah menyapa langsung mencium pipi ibu dan Kakanya lalu dirinya duduk sambil melihat wajah Kakanya yang sangat pucat


" Cici tidak bisa tidur lagi?


" Iya dek."


Mereka mulai sarapan, Rina seperti biasa melihat adiknya yang sedang makan, dirinya terus saja melihat wajah ceriah itu, dirinya ingin menanyakan tentang masalah parfum itu, tapi enggan untuk menanyakan karena tidak mungkin sebuah kebetulan, dirinya juga baru ingat saat adiknya memakai jas pria yang tidak tau dari siapa, tapi terus berpikir dan berpikir membuat dirinya tidak bisa tidur. Rina hanya takut bagaimana kalau Aldi adalah Kaka kandung Riana, lalu bagaimana kisah cinta mereka itu yang terus saja dirinya pikirkan karena Aldi kuliah di kampus yang sama dengan dirinya tentu tau tentang Aldi. Rina juga masih belum tau kalau adiknya putus 3 minggu yang lalu karena adiknya bahkan tidak mengatakan apa pun. Riana melihat kakanya yang terus saja memandangi dirinya


"kenapa Cici selalu melihat aku seperti itu?"


"tidak ada dek."


Kina Riana yang memandangi wajah Kakanya yang sudah 3 minggu sikap Kakanya sangat aneh menurut dirinya semenjak kejadian aroma parfum jas pria yang tidak di kenal itu


"apa Cici tau sesuatu tentang parfum itu, atau Cici hanya menanyakan karena aku memakai jas pria itu?"


Riana bukan orang yang selalu bergaul tentu dirinya tidak pernah tau, tentang parfum itu yang sudah di produksi oleh PT Wijaya Grup, yang dirinya tau parfum itu tidak asing bagi dirinya. Marina melihat wajah anak-anaknya yang memikirkan sesuatu masing-masing


"ada masalah apa dengan anak-anakku sudah 3 minggu semenjak Riana pulang dengan baju basah dan memakai jas pria itu mereka menjadi sangat aneh." batin Marina

__ADS_1


Di meja makan itu sudah 3 minggu hening tidak ada pembicaran sama sekali hanya ada dentingan sendok, tapi semua memikirkan hal masing-masing yang tidak bisa dirinya ucapkan termasuk Marina yang selalu memikirkan anak-anaknya, tapi dirinya enggan untuk menanyakan karena melihat anak-anak hanya diam tidak ada pembicaran membuat dirinya juga memutuskan untuk diam. Setelah selesai makan seperti biasa mereka akan pergi Rina pergi ke kampus, Riana harus pergi ke rumah makan sedangkan Marina akan berjualan jus hanya Bi Katmi yang pergi lebih pagi karena Bi Katmi berjualan sayuran


"mamah pergi dulu sayang."


" Iya mah, hati-hati." jawab Rina dan Riana berbarengan


Setelah berpamitan pada anak-anaknya Marina langsung melangkahkan kakinya keluar, di meja makan tinggal ada Rina dan Riana, keduanya saling bertatap mata, dirinya sama-sama ingin menanyakan sesuatu, tapi masih sama-sama enggan untuk menanyakan, setelah 1 menit saling bertatap mata, kini Rina memutuskan untuk menanyakan apa yang selama ini ada di dalam pikiran dirinya


"dek, apa aku boleh tanya sesuatu?"


"tentu boleh Ci, memang Cici mau bertanya apa?"


Rina diam sebentar dirinya sedikit ragu-ragu, tapi kalau terus saja dirinya pendam dirinya akan terus kepikiran dan akan membuat tidak bisa tidur terus


"apa kau tau siapa yang memakaikan jas padamu,? dan apa kau ada yang aneh tentang aroma parfum yang ada di jas itu dek?"


"tidak Ci, kalau tau pasti jas itu sudah aku kembalikan, dan tentang parfum aku tidak tau Ci, hanya saja aroma parfum itu sangat tidak asing untukku, tapi aku juga tidak ingat."


"ternyata Riana bener-bener sudah tidak mengingat, apa aku jelaskan, atau tidak, bagaimana kalau Aldi benar Kaka kandung Riana?" batin Rina


Riana terus memandangi wajah Kakanya dengan tatapan bingung, entah'lah dirinya juga harus bertanya atau tidak tentang itu dirinya juga tidak tau, tapi melihat kakanya terus terdiam membuat dirinya memutuskan untuk bertanya


"apa Cici tau dengan aroma parfum itu?


Rina tidak menjawab pertanyaan adiknya dirinya hanya diam, dirinya tidak tau akan menjelaskan atau berbohong. Rina sangat takut akan kenyataan yang terjadi bagaimana kalau benar adik kandung Aldi. Riana masih saja memandangi Kakanya sekarang semakin bingung dengan perlakuan Kakanya, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya lagi, karena kakaknya belum menjawab pertanyaan dari dirinya


"apa Cici tau tentang parfum itu?

__ADS_1


Kina mau tidak mau Rina harus menjawab, tapi dirinya mengurungkan niatnya untuk menceritakan tentang parfum itu


"iya dek, aku tau, parfum itu di produksi oleh PT Wijaya Grup. di keluarkan 7 tahun yang lalu hanya saja parfum itu di jual untuk orang yang bekerja sama saja, dan sangat terbatas hanya orang-orang tertentu yang memakai parfum itu."


"7 tahun yang lalu, lalu siapa yang memakai parfum ini selain pria itu, kenapa sangat tidak asing untuk aku, karena yang aku tau, ini pertama kalinya aku mencium aroma parfum itu." batin Riana


Riana pun lalu memutuskan untuk bertanya tentang nama parfum itu


"nama parfum itu apa Ci?"


"nama parfum itu Hakris."


"iya Ci, ya sudah aku duluan ya Ci."


"iya dek hati-hati."


"iya Ci."


Rina dan Riana berdiri lalu Rina mencium pipi asiknya setelah itu Riana langsung melangkahkan kakinya keluar rumah itu. Rina memandangi adiknya hingga tidak terlihat lagi, kini pikiran dirinya semakin tambah kacau setelah adiknya mengatakan sangat tidak asing dengan aroma parfum itu, tentu saja dirinya hanya berpikir kalau adiknya adalah adik kandung Aldi


"bagaimana kalau benar Riana adalah adik kandung Aldi, jangan pernah pisahkan mereka dalam hal percintaan. Riana terlihat bahagia memiliki kekasih Aldi, apa lagi Riana baru pertama kalinya memiliki kekasih." batin Rina


Setelah capek terus saja berpikir, dirinya langsung berdiri lalu melangkahkan kakinya untuk berangkat ke kampus dengan pikiran yang sangat kacau. Riana juga berjalan seperti orang linglung dirinya terus saja memikirkan Kakanya, kalau benar parfum itu tidak ada kaitannya dengan kakaknya kenapa Kakanya itu sangat aneh bahkan terus saja memandangi dirinya dengan tatapan aneh


"nama parfum itu Hakris, dari PT Wijaya Grup, kenapa sangat tidak asing, bahkan orang yang menolongku juga tidak asing, tapi kita baru pertama kali bertemu." batin Riana


Riana berjalan sambil terus saja memikirkan hal itu, awalnya dirinya sudah tidak memikirkan lagi, tapi karena kakaknya yang bertanya membuat dirinya terus bertanya-tanya tentang aroma parfum itu

__ADS_1


__ADS_2