
Susan terus saja menatap wajah Riana. Riana yang di tatap terus oleh Susan ia langsung bertanya pada Susan, karena ia yakin Susan ingin bertanya sesuatu
" Susan, apa yang ingin kau tanyakan?"
" Riana, aku ingin bertanya sesuatu tentangmu, ada hubungan apa kau dengan pemilik sekolah ini?, aku ingat saat kita di kantin, kau memanggilnya dengan panggilan om, tapi kenapa tadi pria itu mencium keningmu begitu mesra, bukan seperti om pada ponakannya, dan bukan seperti Kaka pada adiknya, perasaan pria itu seperti dari hatinya."
" Susan, nanti aku jelaskan saat kita istirahat, ada hubungan apa aku dengan Hadi."
Setelah mendengar jawaban dari Riana, Susan hanya menjawab dengan anggukan kepala, walaupun ia semakin penasaran, apa lagi sekarang Riana memanggil pemilik sekolah dengan panggilan Hadi, membuat ia menjadi semakin penasaran saja. Tiba-tiba bel pun berbunyi
Ting...
Angga pun masuk ke dalam kelas sambil membawa buka materinya, lalu ia langsung menyapa murid-muridnya
" Selamat pagi anak-anak."
" Pagi pak." jawab mereka berbarengan
Sebelum Angga memulai pelajaran, ia langsung melihat ke arah Riana sambil tersenyum, lalu langsung bertanya pada Riana masih sambil berdiri di depan
" Riana, apa kau sudah sembuh?"
" Sudah pak."
" Baiklah, kita mulai pelajarannya sekarang."
" Iya pak." jawab mereka berbarengan
Banyak anak-anak perempuan yang mencibir, karena melihat gurunya yang sangat perhatian pada Riana, bahkan mereka sangat jijik melihat Riana, penampilan yang sangat cantik, suara yang sangat lembut, dan pintar, membuat mereka kagum pada Riana, tapi rasa kagum itu sirna seketika, setelah melihat Riana di cium keningnya oleh pemilik sekolah di depan umum, walaupun hanya cium kening, dan itu terbilang biasa saja, tapi entah kenapa mereka tetap tidak suka. Angga pun mulai menjelaskan materi hari ini, dengan senyuman yang mengambang di bibirnya. Setelah sekitar 1 jam lebih, bel istirahat pun berbunyi
Ting.....
Angga pun langsung mengakhiri materinya
__ADS_1
" Baiklah anak-anak, pelajarannya sampai di sini dulu."
" Baik pak." jawab mereka berbarengan
Setelah itu Angga langsung membereskan buku-bukunya, lalu langsung berjalan mendekati Riana, hingga ia sampai di depan Riana
" Riana, apa kau sudah baik-baik saja, matamu terlihat seperti habis menangis?"
" Saya baik-baik saja pak."
" Oh iya sudah baiklah."
" Iya pak."
Angga langsung pergi keluar dari kelas. Setelah Angga pergi dari kelas, ada orang yang berbicara sangat lantang pada Riana, dia adalah Rudi
" Hei, Gadis murahan! Tidak perlu berbicara dengan pura-pura lugu, kalau ternyata di ranjang sangat liar, hahaha."
" Tunggu saja balasanku Riana." batin Arumi
Susan langsung mengajak Riana keluar dari kelas
" Riana, ayo kita keluar."
" Iya."
Riana dan Susan langsung berjalan ke luar dari kelas, di luar juga banyak yang menatap Riana dengan tatapan tidak suka, dan bahkan mereka ingin sekali membuli Riana, tapi mereka sadar, Riana adalah wanita simpanan pemilik sekolah ini, jadi mereka tidak ingin berurusan dengan pemilik sekolah, mereka takut di keluarkan. Riana dan Susan duduk di bangku taman, di bawah pohon besar. Susan langsung bertanya pada Riana
" Riana, aku tau kau bukan wanita simpanan yang seperti mereka bilang, tapi sebenarnya kau memiliki hubungan apa dengannya?"
Riana tidak percaya, kalau Susan masih tetap percaya dengan ia, di saat orang-orang sudah mengejeknya, tapi Susan masih tetap percaya, lalu Riana langsung bertanya pada Susan
" Kau percaya bahwa aku bukan wanita simpanan?"
__ADS_1
" Tentu aku percaya Riana."
" Susan, kau coba lihat cincin yang ada di jari manisku."
Riana berbicara sambil menunjukkan cincinnya dengan mengangkat jari-jari tangannya. Susan yang melihat itu, matanya langsung membulat sempurna, ia tau, cincin yang di pakai Riana adalah cincin nikah, tapi ia tidak percaya kalau Riana sudah menikah, apa lagi menikah muda, terlebih lagi suaminya adalah om-om, walaupun tidak bisa di pungkiri oleh Susan kalau pemilik sekolah itu sangat tampan, bahkan hampir semua siswa menyukainya, wajahnya yang dingin, tapi membawa ketenangan, dan sulit siapa saja untuk mendekati pria itu, Susan sudah sering mendengar para wanita dewasa hampir membicarakan sangat sulit untuk berbicara dengannya, tapi ternyata pemilik sekolah itu memilih Riana, bahkan hanya seorang gadis kecil, walaupun Riana sangat sempurna, tidak ada kekurangan dari Riana, tapi tetap saja, ia tidak percaya kalau pemilik sekolah itu mencintai gadis kecil. Susan langsung bertanya dengan terbata-bata
" Ka-kau sudah menik-menikah?"
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Susan yang melihat jawaban dari Riana, matanya langsung membulat sempurna, ia merasa percaya tidak percaya kalau Riana adalah istri dari pemilik sekolah. Riana langsung menjelaskan pada Susan
" Iya Susan, aku dan Hadi memang sudah menikah, kita sudah memiliki hubungan dari usiaku 6 tahun."
" Riana, kau tidak bercanda?, aku dengar dia kembali ke Indonesia sekitar 10 tahun yang lalu, dan kau baru usia 17 tahun, itu artinya sekitar 11 tahunan."
" Aku kenal dia saat di sanghai, aku adalah anak dari Aprilia Ganesha dan Repahel Malik."
Susan di buat terkejut lagi saat mendengar pengakuan dari Riana, Susan tau, Ganesha group dan Malik Grup adalah perusahaan yang berpengaruh, mereka bisa membangkrutkan perusahaan lain dalam waktu satu malam, dan itu membuat ia tidak menyangka, kalau Riana adalah anak mereka, walaupun Susan tau, Riana adalah anak angkat dari Renata, lalu ia langsung bertanya pada Riana
" Kau serius Riana?"
" Aku serius, namaku adalah Kristiani Ganesha Malik, tapi nanti Hadi akan mengganti Identitasku, menjadi Kristiani Ganesha Wijaya."
Sekarang Riana menjelaskan segalanya, ia tidak ingin menutupi apapun dari Susan, Susan adalah sahabat terbaiknya, jadi ia jujur pada Susan
" Riana, artinya aku tidak pantas berteman denganmu?, orang tuaku hanya dari perusahaan kecil."
" Susan, aku tidak pernah memandang status pada siapapun, yang penting mereka baik, bagiku sudah lebih dari cukup."
" Terimakasih Riana."
" Tidak perlu berterimakasih."
Riana langsung memeluk Susan. Susan juga membalas pelukan dari Riana. Susan memang tidak pernah memiliki teman, karena orang tuanya tidak terlalu kaya dan ia tidak suka di suruh-suruh oleh anak-anak yang berkuasa, untuk itu ia tidak memiliki teman, tapi sekarang ia memiliki teman, Riana tidak memandang rendah ia, dan itu membuat Susan merasa bahagia, pedahal jelas-jelas Riana memiliki kekayaan yang sangat melimpah, di tambah lagi dengan kekayaan milik suaminya
__ADS_1