
Setelah terus saja berpikir, Kristian langsung mengambil lagi dompet Riana, ia langsung memegang reseleting dompet itu, tapi hatinya merasa bingung, ia ingin sekali membuka dompet itu, tapi perasaanya tidak enak, membuat ia sangat bimbang dengan perasaannya, setelah itu, ia langsung meletakkan dompet Riana lagi di meja
" Ah kacau, aku baru pertama kali, penasaran dengan dompet sesaorang, tapi lagi-lagi aku merasa tidak enak."
Yuda yang mendengar ucapan tuan mudanya, ia langsung mengambil dompet Riana. Kristian yang melihat asistennya mengambil dompet Riana, ia langsung membuka pembicaraan
" Apa yang akan kau lakukan?"
" Tentu saja membuka dompet milik nona Riana."
Kristian langsung mengambil dompet Riana dari tangan asistennya, sambil berbicara
" Jangan membuka dompet ini."
" Tuan muda, saya juga sangat penasaran, karena melihat tuan muda sangat penasaran."
" Tidak perlu ikut campur dengan perasaan saya."
" Baik tuan muda."
Yuda hanya mengikuti apa kata tuan mudanya, walaupun ia sangat penasaran dengan dompet Riana, seandainya rasa penasaran itu dari awal, ia sudah membuka dompet itu, tapi ia penasaran karena tuan mudanya yang memiliki rasa penasaran, membuat ia juga ikut penasaran, karena biasanya kalau tuan mudanya memiliki rasa penasaran, pasti ada sesuatu di dalam situ. Kristian masih memegangi dompet itu, walaupun ia sangat penasaran, tapi ia tidak berani untuk membuka dompet itu, ia memang bukan pria yang suka mengambil hak orang lain, atau meminjam barang orang lain, untuk itu ia sama sekali tidak berani. Setelah itu, ia langsung meletakkan lagi dompet itu, tapi hatinya lagi-lagi merasa sangat penasaran, membuat ia berdecik kesal dengan perasaannya
" Sial, kenapa aku selalu saja penasaran, tidak biasanya seperti ini!"
Yuda yang mendengar ucapan dari tuan mudanya, ia hanya diam, ia tidak ingin lagi berbicara, baginya berbicara dengan tuan mudanya sangat percuma, tuan mudanya dari tadi memiliki rasa penasaran, tapi tuan mudanya tidak membuka-buka dompet tersebut. Kristian semakin di buat emosi dengan perasaannya, entah kenapa perasaan penasarannya sangat besar, ia juga tidak tau kenapa, lalu ia langsung mengambil dompet itu lagi, ia langsung membuka dompet itu dengan perlahan-lahan, setelah di buka, ia langsung melihat isi dompet itu. Kristian melihat Riana dan ibunya, lalu ia langsung menarik foto itu, ia langsung memandangi foto itu. Setelah sekitar 3 menit, saat ia akan meletakkan foto itu lagi, ia melihat foto gadis kecil bersama pria kecil. Kristian langsung memandangi foto itu. Foto itu adalah foto Kristiani dengan Hadi, ia langsung berbicara dengan lirih
" Dari mana Riana memiliki foto Kristiani dengan Hadi."
Yuda yang mendengar ucapan dari tuan mudanya, ia langsung melihat foto itu juga
" Kenapa nona Riana memeliki foto nona Kristiani dengan tuan Hadi." batin Yuda
__ADS_1
Kristian terus memandangi foto itu, setelah itu ia langsung mengambil foto itu, tidak sengaja ia melihat foto lagi. Foto itu adalah foto Kristiani dengan Kristian
" Kristiani!"
Yuda yang mendengar ucapan dari tuan mudanya, ia langsung berbicara
" Apa tuan muda?"
" Yuda, Riana adalah Kristiani."
Kristian langsung menarik foto yang bersamaa ia di dalam dompet itu, lalu langsung memberikannya pada asistennya. Yuda langsung mengambil foto yang di berikan oleh tuan mudanya, ia langsung melihat foto itu sambil berbicara
" Nona kecil."
" Sudah aku duga, pasti ada sesuatu di dalam dompetnya." batin Yuda
Kristian langsung meminta asistennya untuk bertemu dengan Riana
" Baik tuan muda."
Kristian langsung memasukkan lagi foto itu ke dalam dompet Riana. Setelah itu mereka keluar dari hotel itu dengan langkah kaki yang terburu-buru, hingga ia sampai di mobil. Yuda langsung melajukan mobil itu. Kristian di dalam mobil terus menangis, ia benar-benar tidak menyangka, bahwa gadis yang ia tolong adalah adiknya sendiri. Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit, Yuda melihat Riana yang duduk di tanah pinggir jalan, lalu ia langsung berbicara pada tuan mudanya
" Tuan muda, itu bukanya nona Riana?"
Kristian langsung melihat ke arah yang di tujukan oleh pandangan asistennya, lalu langsung menyuruhnya untuk berhenti
" Iya dia Riana, berhenti di sini."
" Baik tuan muda."
Yuda langsung menghentikan mobilnya. Kristian langsung keluar dari mobil, ia langsung lari mendekati Riana, hingga ia sampai, ia langsung memeluk Riana yang terduduk lemas, lalu langsung minta maaf pada Riana
__ADS_1
" Sayang, tolong maafkan Koko, Koko tidak bisa mengenalimu, tolong jangan pernah benci Koko."
Kristian minta maaf pada adiknya sambil di iringi Isak tangis, bahagia dan sedih itu bercampur menjadi satu. Bahagia karena ia sudah menemukan adiknya, sedangkan sedih, ia benar-benar sangat sedih, karena tidak bisa mengenali adiknya. Riana yang di peluk mendadak ia bingung, ia langsung bertenya pada Kristian
" Tuan muda, apa yang kau lakukan, kenapa kau minta maaf padaku?, bukan'kah kita tidak memiliki masalah?, lalu tuan muda juga kenapa menangis?"
Kristian tidak menjawab pertanyaan dari adiknya, ia terus memeluk adiknya dengan erat. Riana langsung bertanya lagi
" Tuan muda, kau kenapa?"
" Kau adalah gadis kecilku, kau adalah Kristiani."
Riana semakin di buat bingung dengan ucapan dari Kristian, apa lagi Kristian tau nama kecilnya, serangkan nama itu tidak ada yang tau, lalu ia langsung bertanya lagi
" Apa maksudmu tuan muda?, dari mana kau tau nama kecilku?"
Kristian yang mendapat pertanyaan dari adiknya, ia langsung melepaskan pelukannya. Setelah itu, ia langsung memberikan dompet milik adiknya
" Ini dompetmu, aku tidak sengaja melihat isi dompet tersebut."
Riana langsung mengambil dompet yang di berikan oleh Kristian, ia masih bingung dengan maksud ucapan itu. Kristian langsung membelai rambut adiknya sambil minta maaf lagi
" Sayang, Koko benar-benar minta maaf, tolong maafkan Koko, maafkan Koko yang tidak bisa mengenalimu, Koko memang sangat bodoh, apa kau pura-pura tidak mengenali Koko karena marah? karena tidak mencarimu, kalau itu yang ada di dalam pikiranmu, itu salah, Koko sudah mencarimu kemana-mana, hingga Koko mengumumkan orang hilang, tapi Koko sempat di tipu, kejadiannya sekitar 5 tahun yang lalu, dia mengaku menjadi kau, Koko dan mamah menjaganya dengan baik, tapi ternyata dia adalah wanita yang menginginkan bergelimang harta, dia pura-pura jadi kau, tapi bersyukur kebohongan itu segera terbongkar, untuk itu, Koko tidak pernah lagi menyebarkan informasi orang hilang."
Kristian memang sempat di tipu oleh orang yang mengaku menjadi Kristiani, ia memang percaya gitu aja, karena tidak bertemu selama 6 tahun lamanya, tapi masih bisa bersyukur, karena kebohongan itu segera terbongkar. Riana masih diam, ia sangat bingung dengan Kristian, ia masih tidak mengerti maksud ucapan Kristian. Kristian yang melihat adiknya hanya diam, ia langsung bertanya pada adiknya
" Apa kau tidak mengenali koko?"
" Tuan muda, aku sangat tidak mengerti dengan jalan pikiran tuan muda, tapi aku ucapkan terimakasih, karena tuan muda sudah memberikan dompet aku kembali, sebagai imbalannya tuan muda meminta apa darimu?"
" Kristiani, ini adalah Koko, apa kau pura-pura tidak ingat?, atau sengaja melupakanku."
__ADS_1