
Setelah selesai keluarga Hadi mau pun orang tuanya Riana sudah pulang. Sekarang di kamar hotel hanya ada Hadi dan Riana. Hadi memutuskan mandi lebih dulu, sedangkan Riana masih duduk di atas ranjang, ia masih memakai Gaun pengantin, rasanya ia sudah benar-benar lelah, apa lagi sekarang di kamar hanya berdua, membuat Riana sedikit kuatir, ia sangat takut pada pria yang sekarang menjadi suaminya, ia tidak pernah menyangka, akan menikah muda dengan pria yang belum di kenal, apa lagi pernikahan itu hanya sebuah kontrak, membuat Riana tambah gelisah. Riana lalu berpikir, jika sampai pria itu melakukan layaknya seperti suami istri, apa Aldi masih akan menerimanya, dengan menyadang status sebagai janda. Sudah 36 menit Riana menunggu suaminya, tapi ia bahkan masih saja belum selesai dengan ritual mandinya, entah apa yang di lakukan di dalam kamar mandi hingga 36 menit masih saja belum keluar, lalu ia langsung memutuskan pindah ke sofa untuk merebahkan tubuhnya sesaat. Riana langsung berjalan ke sofa hingga ia sampai di sofa, lalu ia langsung membaringkan tubuhnya. Tidak lama Hadi keluar dari kamar mandi, lalu ia langsung melihat Gadis yang sekarang menjadi istrinya sedang rebahan di sofa, ia langsung teriak untuk menyuruh istrinya mandi tanpa mendekati istrinya
" Gadis kecil, kau mandi dulu, setelah itu baru kau tidur!"
Riana yang mendengar teriakan suaminya, ia langsung duduk, tanpa menjawab teriakan suaminya, ia bingung harus memanggil tuan muda, atau harus memanggilnya dengan sebutan Om, ia juga tidak tau. Setelah itu Riana langsung berdiri, tapi ia bingung, bagaimana membuka Gaun pengantinnya, karena resleting itu di belakang, lalu ia memutuskan untuk keluar dari kamar hotel itu untuk minta tolong pada pelayan, ia langsung berjalan hingga sampai di pintu, lalu langsung membuka pintu itu, ia menengok ke kanan dan ke kiri, tapi tidak menemukan satu pelayan pun di situ, membuat ia bingung. Riana memutuskan untuk masuk lagi, lalu langsung berjalan ke arah kamar mandi hingga ia sampai di depan kamera mandi, setelah di depan kamar mandi, ia hanya berdiri di situ. Hadi yang sedang duduk di atas ranjang, ia melihat istrinya seperti kebingungan, lalu ia langsung memutuskan untuk berbicara
"gadis kecil, kau tidak perlu kuatir, baju gantimu sudah ada di kamar mandi."
Riana yang mendengar ucapan suaminya, lalu ia langsung berjalan mendekati suaminya, hingga ia sampai di depan suaminya
"tuan muda, boleh saya minta tolong?"
"gadis kecil, bicaramu tidak perlu terlalu formal, kau cukup mengatakan aku, dan jangan panggil aku tuan muda, apa jadinya jika di lihat orang, apa kau akan memanggilku tuan muda juga?, bukan'kah kita sekarang menikah kontrak, jadi kau jangan pernah memanggilku seperti boss dan asisten!"
Riana yang mendengar peringatan suaminya, bulu kuduknya langsung merinding, suaranya sangat dingin, suaminya berbicara tanpa senyum sedikitpun, entah kenapa wajah ceriah yang di tampilan tadi siang itu seperti palsu, membuat ia langsung menundukkan kepalanya sambil menjawab ucapan suaminya dengan anggukan kepala, layaknya seperti pelayan. Sekarang Riana mau minta tolong juga ragu-ragu, karena melihat wajah sinis suaminya, bahkan membuat ia membayangkan hal yang akan di lakukan suaminya nanti saat malam pertama
__ADS_1
"apa dia akan melakukan itu seperti gadis murahan, Tuhan, kenapa aku masuk ke dalam kandang serigala sekarang, tapi aku harus bersyukur, bukan Cici yang menikah."
Hadi yang melihat istrinya menundukkan kepala, ia langsung tersenyum, entah kenapa setiap melihat Gadis yang sekarang menjadi istrinya itu, ia menemukan kebahagiaan yang belum jelas, tapi ia berusaha menampik perasaan itu, karena ia takut mencintai Gadis kecil itu, bukan karena apa-apa, tapi Hadi hanya ingin setia pada Yulia, dia adalah Gadis yang menemaninya selama ini, walaupun hatinya tidak bisa di bohongi, tetap saja memikirkan Kristiani, Gadis yang menghilang itu, bahkan bayang-bayang Gadis itu saja sudah tidak ingat. Hadi mengingat perkataan istrinya tadi, lalu ia langsung bertanya pada istrinya
"gadis kecil, kau tadi minta tolong apa?"
Setelah mendengar pertanyaan suaminya, ia pun menjawab dengan ragu-ragu karena takut
"anu itu om, aku boleh minta tolong buka resletingku."
"aku minta maaf, aku tidak bermaksud memanggilmu dengan sebutan itu, hanya saja, aku bingung harus memanggilmu dengan sebutan apa, tolong maafkan kelancanganku."
Hadi yang mendengar permintaan maaf, ia pun langsung mengangkat kepalanya, ia berusaha bersikap biasa saja, ia tau, kalau istrinya itu sangat takut pada dirinya, lalu ia mengingat ucapan istrinya yang minta tolong
"mendekatlah, aku akan membukakan reseletingmu."
__ADS_1
"baik."
Riana langsung mendekati suaminya hingga ia sampai, lalu langsung membalikkan badannya membelakangi suaminya, tapi aroma parfum suaminya, membuat Riana seperti harus mengingat sesuatu, tapi ia tidak ingat apa-apa tentang parfum yang di pakai suaminya, ia juga tidak ingin bertanya, karena takut akan membuat kesalahan, ia hanya terus menghirup aroma parfum suaminya itu, ia juga berharap bisa mengingat semua di masa lalunya. Hadi pun selesai membuka resleting istrinya
"kau mandi, aku akan membicarakan tentang kontrak pernikahan kita."
"baik."
Riana langsung berjalan ke dalam kamar mandi, dengan pikiran yang tidak karuan, entah kenapa, belum apa-apa Riana sudah membayangkan hal yang belum terjadi, hingga ia sampai di kamar mandi, lalu langsung menyalakan shower untuk membasi tubuhnya, tapi pikirannya terus saja memikirkan ucapan suaminya
"apa yang akan dia lakukan padaku, kontrak perjanjian apa?, apa aku harus melayaninya layaknya seperti suami istri, haruskah aku berikan harta berharga dalam hidupku untuk pria itu, tapi bagaimana pun juga dia sudah menjadi suamiku, lalu bagaimana dengan Koko, aku masih sangat mencintainya, apa aku bisa mendapatkan Koko kembali, dengan kondisiku sekarang."
Riana mandi sambil terus saja berpikir. Hadi setelah melihat istrinya pergi, ia langsung tersenyum, setelah itu ia mengingat bekas luka di punggung istrinya, bekas luka itu sama persis seperti bekas luka yang ada di punggung Kristiani, ia ingin sekali melihatnya lebih jelas, tapi ia tadi mengurungkan niatnya karena istrinya adalah anak dari keluarga Renata
"kenapa bekas luka itu mirip sekali seperti yang ada di punggung Kristiani, haruskah aku mencari tau siapa istriku sebenarnya, tapi tidak mungkin ada kaitannya dengan Kristiani, kenapa malam ini aku selalu saja memikirkan Kristiani, apa kristiani baik-baik saja, Tuhan tolong pertemukan aku dengan Kristiani, walaupun aku tidak bisa bersamanya, tidak masalah, asalkan aku bisa menemukannya."
__ADS_1