
Kristian masih terus memeluk adiknya sambil berdiri, dan sesekali juga ia mencium pucuk kepala adiknya. Mencium pucuk kepala adiknya adalah kebiasaannya dulu saat adiknya bangun tidur, mau tidur, akan pergi, dan setelah pergi. Riana yang terus di cium pucuk kepalanya, ia pun mulai mengingat masa lalunya, itu adalah kebiasaan kakaknya, rasa pusing yang ia rasakan itu, tidak berasa, karena ia merasa sangat bahagia, lalu ia langsung berbicara di tengah-tengah pelukan itu
" Koko, aku bukan gadis kecil lagi, berhenti mencium pucuk kepalaku, lihat banyak orang yang melihat ke arah kita."
" Koko tidak peduli, mau sayang bukan gadis kecil lagi atau sudah dewasa, karena bagi Koko, kau hanya gadis kecil, tunggu, apa sayang ingat masa lalu kita?"
" Iya ko, aku mengingatnya, saat Koko mencium pucuk kepalaku hingga 4 kali, Koko, aku boleh minta permintaan dengan koko?"
" Apa sayang?"
" Aku ingin merahasiakan identitasku, hingga pernikahan kontrakku selsai."
" Kenapa sayang?, kau bisa membayarnya pada pria itu."
" Tidak tau, perasaanku sangat nyaman padanya, aku ingin bersamanya walaupun hanya sesaat, dan aku juga ingin tau, kenpa perasaan itu sangat nyaman padanya."
Kristian yang mendengar jawaban dari adiknya, ia hanya menghela nafas berat, lalu langsung melepaskan pelukannya secara tiba-tiba, ia menatap mata adiknya yang sedang menatapnya dengan tatapan berbinar-binar. Kristian menatap adiknya dengan tatapan sedih, rasa bahagia itu hilang seketika, saat ia mendengar jawaban dari adiknya, bukan ia tidak menyukai Hadi yang sudah memiliki tunangan, karena ia tau Hadi tunangan dengan Yulia karena terpaksa. Yulia adalah gadis yang selalu bertahan dalam keadaan apapun. Yulia tidak peduli dengan sikap dingin Hadi, dia selalu berusaha menjadi yang terbaik, untuk itu Hadi menerimanya, tapi yang Kristian takutkan adalah kesalah pahaman adiknya pada Hadi, ia takut menuduh Hadi tidak bisa menepati janji, walaupun ia tau Hadi hingga saat ini belum bisa melupakan adiknya, bahkan Hadi masih menyimpan mainan masa kecilnya bersama adiknya dan foto bersama adiknya, membuat ia bingung harus menjelaskan semuanya, atau ia pendam saja di dalam hatinya, hingga adiknya menemukan jawabannya sendiri. Riana yang melihat kakaknya dengan tatapan sedih, ia langsung bertanya pada kakanya
" Koko, kenpa?"
__ADS_1
Kristian yang mendengar pertanyaan dari adiknya, ia menjawab pertanyaan itu dengan berbohong, karena ia masih bingung harus jujur, atau harus menutupi hingga adiknya tau sendiri, siapa Hadi
" Tidak sayang, Koko hanya sangat merindukanmu, dan mamah sama papah juga merindukanmu, tapi kenapa sayang tidak ingin bertemu mereka dulu?, Koko juga tidak ingin jauh darimu, setidaknya Koko bisa sering melihatmu, Koko benar-benar sangat merindukanmu, apa kau tidak merindukan koko?"
Riana langsung menyuruh kakanya untuk duduk dengan memegang kedua lengan kakanya, setelah kakanya duduk ia langsung mendekati wajah kakanya, lalu ia langsung mencium pipi kakanya, lalu ia langsung bertanya pada kakanya
" Apa masih merindukanku?"
Kristian hanya tersenyum saat mendapatkan perlakuan itu dari adiknya. Kristian memang sangat merindukannya, biasanya saat Kristian marah pada adiknya, maka adiknya akan merayunya dengan mencium pipinya, membuat ia tidak bisa marah lagi saat mendapatkan perlakuan itu, lalu Kristian langsung bertanya pada adiknya
" Sayang, apa kau ingat sesuatu?"
Kristian yang mendapat pertanyaan dari adiknya, ia hanya menghela nafas berat, ia pikir adiknya melakukan itu sudah mengingat masa lalunya, tapi ternyata tidak, tapi baginya tidak apa-apa, ia berharap adik kesayangannya itu segera mengingat masa lalunya. Riana yang melihat kekecewaan dalam wajah kakanya, ia langsung memegang kedua tangan kakaknya, lalu ia langsung berbicara pada kakanya, ia pikir kakaknya kecewa karena ia belum siap kembali ke rumah
" Koko, mungkin aku belum bisa mengingat apa-apa, tapi aku tidak akan pernah membuatmu kecewa, kita masih bisa bertemu di manapun Koko mau, tapi untuk bertemu mamah dan papah, aku belum siap ko, aku masih butuh waktu, aku ingin mengingat terlebih dahulu, agar aku tidak memiliki beban pikiran."
Kristian yang mendengar ucapan adiknya, ia hanya bisa mengalah, ia juga tidak ingin membuat adiknya terbebani, apa lagi ia tau, orang yang memiliki hilang ingatan, jika mengingat masa lalunya akan pusing, tapi ia bingung dengan kisah cinta adiknya, ia harus bagaimana Kalau adiknya tidak ingin kembali ke rumah, ia takut Hadi belum mengetahui yang sebenarnya, dan akan membuat masalah baru, tapi rasa takut itu hanya bisa ia pendam di hatinya
" Baiklah sayang, Koko akan menuruti keinginanmu, asalkan sayang baik-baik saja, Koko tidak masalah."
__ADS_1
" Terimakasih Koko."
Tiba-tiba Kristian ingat ucapan Hadi, kalau keluarga Renata bangkrut, dan Rendra Renata meninggal, ia langsung bertanya pada adiknya karena sangat penasaran
" Sayang, bisakah Koko tau, keluarga angkatmu bangkrut karena hal apa?"
" Om Rehan membawa kabur uang perusahaan, bukan hanya itu, dia juga meminjam uang di bank dan di rentenir, Riana lupa siapa nama rentenir itu, yang jelas penyebabnya oleh om Rehan."
" Apa Rehan dulu pernah mendapat perlakuan tidak enak dari keluarga Renata sayang?"
" Tidak ko, bahkan papah angkatku menganggap om Rehan sebagai anak sendiri, dan papah memberikan rumah dan perusahaan cabang, tapi om Rehan, dengan tega menghancurkan keluarga Renata."
" Benar-benar sangat jahat, sayang boleh Koko meminta alamat orang tua angkatmu?, agar Koko bisa berterimakasih secara langsung pada mereka?"
" Tentu boleh ko, mana ponsel Koko?"
Kristian tidak menjawab pertanyaan dari adiknya, ia langsung memberikan ponselnya pada adiknya. Riana langsung mengambil ponsel itu, lalu ia langsung mengetik alamat ibu angkatnya di ponsel itu, setelah selesai ia langsung memberikan ponselnya lagi pada Kristian. Kristian langsung mengambil ponselnya, setelah itu Kristian langsung mencium pucuk kepala adiknya lagi sambil tersenyum, ia benar-benar sangat merindukan adiknya, ia tidak peduli kalau adiknya sekarang sudah remaja. Riana yang mendapat perlakuan itu, ia hanya tersenyum. Hadi dan Repan memang sedang ada di Restoran tersebut, mereka baru selesai membicarakan tentang kontrak kerja sama dengan Xi Group, tapi saat Hadi mau pulang, ia melihat istrinya bersama sahabatnya, membuat ia penasaran dengan semua itu, ia ingin tau apa hubungannya dengan Kristian, hingga ia memutuskan untuk melihat mereka berdua dari jauh, ia benar-benar tidak menyangka kalau sahabatnya itu memperlakukan istrinya layaknya seperti seorang kekasih, dan membuat ia berpikir kalau keduanya itu menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, lalu Hadi langsung melihat jam tangannya, seharusnya jam sekarang istrinya itu masih belajar, tapi kenapa sekarang istrinya berada di restoran, setelah itu Hadi hanya menghela nafas berat, ia benar-benar tidak menyangka kalau istrinya akan berbohong padanya, tadi pagi istrinya bilang tidak bisa pergi ke kantor karena terlalu lelah dan harus belajar, tapi bahkan sekarang istrinya bermesra-mesraan bersama sahabatnya, bahkan istrinya mencium pipi sahabatnya membuat Hadi sangat marah, lalu ia langsung mengambil ponselnya, setelah itu langsung menghubungi istrinya, ia ingin tau istrinya akan beralasan apa padanya, tapi ternyata istrinya tidak mengangkat ponselnya, membuat Hadi berdecik kesal
" Sial, kenpa aku tertipu oleh gadis kecil!"
__ADS_1