Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 8. Di Wijaya Grup


__ADS_3

Riana menatap pria di hadapannya dengan tatapan seperti tidak asing dengan wajahnya, tapi dirinya juga tidak pernah mengenal pria di hadapannya


"tuan muda, siapa namamu, apa saya boleh mengetahuinya?"


"nama saya Kristian Ganesha Malik."


"pantas saja aku pernah mendengar, keluarga Malik orang terkaya di kota Sanghai, walaupun keluarga Malik tinggal di Indonesia, tapi usahanya sebagai kantor seni di Sanghai sangat terkenal, tapi kenapa nama pria ini hanya beda sedikit dengan namaku sebelumnya." batin Riana


Setelah berpikir tentang keluarga Malik Riana memutuskan untuk berpamitan


"kalau begitu saya pamit dulu tuan muda, sekali lagi saya mengucapkan banyak-banyak terimakasih pada tuan muda."


"iya sama-sama, apa tidak sebaiknya saya antar pulang?"


"tidak perlu tuan muda."


Riana langsung turun dari ranjang dirinya langsung berjalan keluar. Kristian terus saja melihat Riana pergi dari ruangan rawat. Yuda yang melihat tuan muda terus saja melihat Riana yang sudah tidak terlihat lagi, lalu dirinya memutuskan untuk memanggil tuan mudanya


"tuan muda."


"iya."


"tuan muda, sampai kapan kita di sini?"


"kita pergi ke kantor Wijaya Grup."


"baik tuan muda."


Kristian dan Yuda langsung berjalan ke parkiran lalu mereka sampai di parkiran. Kristian dan Yuda langsung masuk ke dalam mobil. Kristian masih saja terus tersenyum setelah bertemu dengan Riana. Yuda langsung melajukan mobilnya untuk ke kantor Wijaya Grup. Yuda yang melihat tuan mudanya sedikit bingung karena yang Yuda tau, tuan mudanya tidak pernah dekat dengan wanita apa lagi tersenyum. Setelah 11 tahun lamanya tidak pernah tersenyum dengan siapapun, ini pertama kalinya tuan mudanya tersenyum, bahkan senyuman itu seperti menemukan sesuatu yang pernah hilang


"apa tuan muda menyukai Gadis kecil tadi." batin Yuda


"Yuda."


"iya tuan muda."


"gadis tadi sangat imut, mungkin kristiani juga sebesar Gadis tadi, iya'kan Yuda?"


"ya ampun, aku pikir tuan muda menyukai Gadis tadi, ternyata karena usia Gadis tadi sama dengan nona kristiani." batin Yuda


Kristian yang belum mendengar jawaban dari asistennya dirinya pun bertanya lagi

__ADS_1


"Yuda, iya'kan?"


Lalu Yuda sadar dari lamunannya setelah di panggil oleh tuan mudanya


"iya tuan muda."


Kristian yang awalnya terus tersenyum kini menjadi sedih, hingga langsung meteskan air mata, entah dengan cara apa dirinya bisa bertemu lagi dengan kristiani, sudah banyak cara yang dirinya lakukan untuk adiknya, tapi hasilnya selalu nihil. Yuda yang sedang menyetir dirinya melirik kaca sepion. Yuda melihat tuan mudanya yang sedang menghapus air mata


"tuan muda, mau sampai kapan kau terus saja seperti ini." batin Yuda


Yuda Bekerja menjadi asisten sudah 13 tahun lamanya, dari dirinya dulu asisten Rapahel Malik, hingga sekarang mejadi asisten anaknya, tentu dirinya tau tentang keluarga Malik dan dirinya ikut merasakan kesedihan keluar tuan mudanya


"sayang, Koko sangat merindukanmu." batin Kristian


Setelah menempuh perjalanan 34 menit Kristian sampai di kantor Wijaya Grup. Kristian dan Yuda langsung turun. Repan sudah menunggu kedatangan Kristian karena Kristian sudah menelpon Hadi jika dirinya akan ke kantor Hadi


"selamat siang tuan muda."


"siang juga."


"mari tuan muda."


Kristian dan Yuda mengikuti Repan masuk ke dalam lift. lift itu berhenti di lantai 9.


"silahkan tuan muda."


"iya."


Kristian langsung mendekati Hadi. Hadi yang melihat Kristian datang dirinya langsung berdiri lalu Kristian dan Hadi saling berpelukan karena sudah 2 tahun tidak bertemu. Setelah 1 menit Kristian dan Hadi melepaskan pelukan


"mari silahkan duduk."


Hadi dan Kristian lalu duduk di sofa. Repan dan Yuda masih setia berdiri. Kristian lalu langsung menanyakan kabar keluar Hadi


"bagaimana kabarmu dan keluargamu?"


"semuanya baik-baik saja, bagaimana kabarmu dan keluargamu?


"semuanya baik-baik saja."


"apa belum ada kabar tentang Kristiani?"

__ADS_1


"belum ada, sudah semua cara aku lakukan, tapi sampai sekarang aku belum menemukan kristiani."


Wajah Kristian berubah menjadi sedih Setelah sahabat menanyakan tentang adiknya. Hadi yang melihat raut wajah sahabatnya berubah menjadi sedih, dirinya pun memutuskan untuk minta maaf


"maafkan aku, aku tidak bermaksud mengingatkan kau dengan Aprilia, termasuk aku yang masih saja mengingatnya, walaupun aku tau, aku sudah tunangan."


"tidak apa-apa, kapan kau akan menikahi Yulia?"


"secepatnya aku akan melamar Yulia, karena Yulia sudah menghabiskan banyak perjuangan untuku agar aku bisa melupakan masa laluku."


"kau menikah jangan karena Yulia sudah menghabiskan banyak perjuangan, tapi menikahlah karena kau yakin Yulia adalah orang yang cocok untuk mendampingimu."


"aku tau, tapi aku masih saja mengingat kristiani, aku sangat mencintainya."


Hadi memang sampai saat ini masih mencintai kristiani, tapi dirinya juga sudah mencoba membuka hati untuk Yulia, karena Yulia sudah banyak perjuangan untuk dirinya, hingga dirinya memutuskan bertunangan dengan Yulia saat itu


"Hadi, aku berharap kau bahagia bersama Yulia, dan aku juga berharap kau bisa sepenuhnya melupakan adikku karena bagaimanapun juga, Yulia sangat tulus mencintaimu."


"aku tau, terimakasih kau sudah menasehatiku, jujur saja aku belum bisa melupakannya."


"sama-sama bagaimana pun juga aku adalah sahabatmu, tentu aku akan menasehatimu agar kau mengambil keputusan yang baik untukmu."


Kristian masih menatap mata sahabatnya dengan seksama, bukan hanya Hadi jelas dirinya juga sangat rindu dengan Kristiani, Gadis cerewet dan suka marah-marah itu, membuka Kristian mejadi mahluk dingin pada wanita, dirinya juga tidak pernah peduli pada siapapun, tapi entah kenapa pada Gadis tadi yang belum dirinya kenal, dirinya merasakan kenyamanan dan merasa sangat dekat


"kasian Hadi, termasuk aku juga sampai sekarang belum memiliki pacar karena selalu mengingat adiku, tapi kenapa dengan Gadis tadi siang itu, aku sangat nyaman dan merasa kita saling mengenal, apa itu artinya aku mencintainya atau karena sangat mirip seperti Kristiani" batin Kristian


Hadi mulai risih dengan tatapan sahabatnya itu, dirinya mulai menatap mata Kristiani dengan sinis, tapi Kristiani tidak menghiraukan tatapan mata Hadi karena dirinya sedang memikirkan Gadis yang Kristian tolong tadi


"Kristian lagi mikirin apa sih." batin Hadi


Hadi terus saja menatap mata sabatnya dengan tatapan mata sinis, hingga Kristian sadar dari lamunan lalu dirinya melihat sahabatnya yang menatap dengan sinis


"kenapa kau menatapku seperti itu?"


"bukankah kau yang menatapku duluan?"


Kristian semakin bingung karena menurut dirinya yang terus menatapnya adalah sahabatnya, hingga dirinya ingat kalau dirinya yang menatap mata sahabatnya duluan


"aku lupa."


"aku tau, kau pasti sedang memikirkan Kristiani, aku minta maaf karena mengingatkan nama Kristiani lagi, kau juga sudah 26 tahun, apa kau tidak ingin memiliki pacar?"

__ADS_1


"belum bisa, aku masih memiliki rasa bersalah pada adiku."


Hadi hanya diam setelah mendengar jawaban dari sahabatnya, dirinya juga egois atau apa yang akan melamar Yulia, tapi dirinya sadar usia dirinya sudah tidak muda lagi, tidak mungkin menunggu Kristiani. Gadis manis yang selalu ada di mimpi dirinya selama bertahun-tahun, bahkan sampai mengenal Yulia, tapi tetap saja masih mengingat Kristiani, mungkin jika Yulia tidak pernah berjuang untuk dirinya, dirinya juga belum memiliki tunangan


__ADS_2