
Repan tadi sudah menunggu di depan rumah Riana. Sekarang Riana dan hadi duduk di mobil penumpang berdua, dan yang menyetir mobil itu Repan. Riana dari tadi terus diam, ia tidak bisa berbicara apa-apa, ia hanya bisa berharap dan berharap kalau suaminya itu akan menjelaskan pembicaraan di telpon tadi bersama tunangannya, tapi ternyata harapan itu sia-sia, suaminya sama sekali tidak menjelaskan itu. Hadi hanya menatap lurus, tapi tidak bisa ia bohongi, ia sangat kuatir pada istrinya yang sangat pucat, entah kenapa istrinya tiba-tiba pucat, tapi Hadi sama sekali tidak menyadari, kalau istrinya sangat cemburu. Setelah menempuh perjalanan 30 menit, mereka sampai di depan gerbang sekolah. Hadi langsung menyuruh Repan untuk mengantar ia sampai parkiran sekolah
" Repan, sampai parkiran sekolah."
" Baik tuan muda."
Riana yang mendengar ucapan suaminya, ia langsung menolak
" Tidak bisa hubby, aku turun di sini saja."
" Jangan membantah."
Riana pun yang mendengar suara suaminya tanpa kata sayang, ia pun hanya bisa menghela nafas berat. Mereka sampai di parkiran. Riana yang melihat suaminya akan turun dari mobil, ia langsung menahan tangan suaminya sambil berbicara, karena ia takut kalau ada orang yang melihat mereka berdua, dan mengatakan ia adalah wanita simpanan, bukan karena ia takut di ejek oleh anak-anak sekolah, tapi ia tidak ingin nama baik suaminya jelek di mata umum, apa lagi jarang orang yang tau kalau pemilik sekolah ini sudah menikah, dan kalau pun ada yang tau juga, pasti tidak akan ingat, kalau ia yang di nikahi
" Tidak perlu turun."
Hadi yang mendengar ucapan dari istrinya, hatinya sangat kecewa, ia berpikir kalau istrinya malu memiliki suami om-om, ia dan istrinya memang berbeda 11 tahun, dan itu membuat Hadi yakin kalau istrinya malu memiliki suami om-om, lalu Hadi langsung bertanya pada istrinya
" Apa kau malu memiliki suami yang sudah om-om?, apa kau takut teman-temanmu tau bahwa kau sudah menikah?, apa lagi dengan om-om"
" Bukan begitu, aku hanya tidak ingin nama baikmu jelek, mereka pasti mengira aku adalah wanita simpanamu."
__ADS_1
Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, ia masih tetap tidak percaya, ia langsung menjawab ucapan dari istrinya
" Sudahlah, kau sekarang masuk kelas, aku tidak ingin mendengar alasan apapun lagi, aku sadar, usia kita berbeda sangat jauh."
Riana sekarang benar-benar sangat emosi, ia tidak menyangka kalau suaminya itu berpikir seperti itu, ia langsung berbicara dengan sangat emosi sambil meneteskan air mata
" Kenapa kau begitu tidak percaya padaku?, aku mencintaimu sangat tulus, aku tidak ingin merusak citra baikmu di semua orang, kau adalah orang terpandang, sedangkan aku, aku di sini hanya Gadis biasa, semua orang tau aku adalah anak angkat dari keluarga Renata!, dan satu lagi, aku juga sangat lelah menahan seribu pertanyaan di otakku! Kau tau, aku terus saja berharap dan berharap kau akan menjelaskan tentang maksud Yulia yang menelponmu, tapi harapan itu sia-sia!"
Riana berbicara sangat lantang, bahkan tidak ada lagi panggilan Hubby pada suaminya, emosi yang ia tahan dari tadi, kini ia ucapkan semua pada suaminya. Hadi yang mendengar ucapan dari istrinya, ia langsung menarik istrinya dalam pelukannya dengan erat, lalu langsung minta maaf
" Maafkan aku sayang, tapi aku akan menjelaskan itu setelah urusanku dengan Yulia selesai, aku tidak ingin kau mengatakan bimbang lagi, untuk itu aku hanya diam padamu, Yulia akan kembali ke Indonesia tiga hari lagi, dan aku akan mengakhiri hubunganku dengannya."
Hadi memang berencana tidak ingin memberi tau istrinya kalau ia akan mengakhiri hubungannya dengan tunangannya, tapi ia tidak menyangka kalau istrinya dari tadi butuh penjelasan, ia benar-benar merasa bersalah, dan sekarang ia tau penyebab wajah istrinya pucat. Riana yang mendengar penjelasan dari suaminya, ia langsung membalas pelukannya, ia benar-benar tidak menyangka kalau dugaannya ternyata salah, yang ia takutkan dari tadi pagi itu ternyata tidak benar-benar terjadi, bahkan ia sangat menyesal, karena telah berbicara sangat lantang pada suaminya, lalu ia langsung minta maaf pada suaminya
" Tidak apa-apa sayang, aku sangat senang kalau kau jujur padaku, dan jangan pernah berpikir yang tidak-tidak, aku akan selalu mencintaimu, dari dulu dan sekarang, kau adalah Gadis satu-satunya yang ada di hatiku, dan satu lagi, kau adalah Kristiani Ganesha Malik, tapi aku akan mengganti Identitasmu menjadi Kristiani Ganesha Wijaya."
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi dan Riana langsung melepaskan pelukannya. Hadi langsung menghapus air mata istrinya sambil berbicara
" Sekarang sayang masuk kelas, sebentar lagi akan mulai pelajaran."
Riana masih menjawab dengan anggukan kepala, ia masih menyesali ucapannya. Hadi langsung turun dari mobil, lalu langsung membuka pintu mobil untuk istrinya, setelah itu ia langsung mencium kening istrinya sekilas, lalu langsung menyuruh istrinya untuk masuk kelas
__ADS_1
" Masuklah sayang, belajar yang fokus, nanti Repan yang jemput, Mila sedang mengantar papah, supir papah sakit."
" Iya hubby."
Banyak anak-anak yang melihat mereka berdua termasuk Arumi dan teman-teman yang melihat itu semua. Arumi juga ngambil beberapa foto untuk di adukan pada kepala sekolah, walaupun ia tau, pria yang bersama Riana adalah pemilik sekolah, tapi tetap saja, ia ingin Riana di keluarkan dari sekolah, terutama pria yang bersama Riana, dia adalah pria yang di kagumi selama ini oleh Arumi. Arumi langsung mengepalkan tangannya sambil berbicara
" Dasar wanita murahan, waktu itu kak Rendy yang menyukaimu, dan sekarang Riana memiliki hubungan dengan Hadi Wijaya, apa lagi secara terang-terangan, benar-benar wanita murahan!"
Bella yang mendengar ucapan dari sahabatnya yang sangat kesal, ia mencoba untuk menenangkan sahabatnya
" Sabar Arumi, mungkin saja Riana hanya menjadi wanita simpanan, ingat, Hadi Wijaya itu sudah memiliki istri, apa lagi papahku juga di undang untuk menghadiri pernikahannya, jadi kau jangan emosi, mungkin saja Riana menukar tubuhnya agar masuk ke sekolah ini."
Maya pun ikut membenarkan ucapan Bella
" Iya benar Arumi, kau jangan marah, Riana hanya menjadi barang mainan sesaat."
" Ah, tapi tetap saja kesal!"
Riana langsung berjalan masuk ke dalam kelas, sementara Hadi sudah pergi dari situ. Riana masuk kelas dengan wajah yang ceriah, walaupun ada sisa-sisa air mata, tapi ia sangat bahagia, setelah mendengar penjelasan dari suaminya, apa lagi suaminya akan mengganti Identitasnya, itu artinya suaminya benar-benar mengakui ia sebagai istrinya. Riana sampai di kelas. Semua orang menatap Riana dengan tatapan yang tidak suka, bahkan para pria juga menatap Riana tidak suka, yang awalnya memuji kecantikannya dan suaranya yang lembut, tapi kini mereka merasa jijik dengan Riana. Susan yang melihat Riana, ia langsung menyapa Riana
" Pagi Riana."
__ADS_1
" Pagi juga."
Riana duduk di samping Susan. Susan langsung melihat ke arah Riana, ia langsung menatap mata Riana, ia ingin sekali bertanya, ada hubungan apa Riana dengan Hadi Wijaya