Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 68.


__ADS_3

Riana juga membalas pelukan dari suaminya, ia sangat bingung dengan keadaan suaminya, saat ia bertanya tentang Yulia, suaminya hanya membentaknya, menyuruh ia untuk diam, membuat ia semakin kuatir pada suaminya. walaupun Riana tau, rasa kuatir ia tidak akan pernah ada artinya untuk suaminya, tapi ia benar-benar sangat kuatir, bahkan saat suaminya memeluk ia, ia merasakan kebahagiaan. Walaupun Riana tau, ia sekarang hanya untuk menjadi sandaran untuk suaminya, tapi baginya tidak masalah selama ia bisa melakukan yang terbaik untuk suaminya, ia akan lakukan apapun itu, lalu ia langsung berbikir tentang pekerjaan suaminya yang sudah 2 hari ini sering pulang cepat


" Om, apa pekerjaanmu di kantor sangat melelahkan?, hingga membuatmu menjadi seperti ini." batin Riana


Riana hanya bertanya di dalam hatinya, ia sama sekali tidak berani untuk bertanya langsung pada suaminya, apa lagi melihat keadaan suaminya yang sangat mabuk, ia tidak ingin membuat suaminya emosi, apa lagi sekarang suaminya setengah sadar, ia takut membuat suasananya semakin rumit. Hadi masih memeluk istrinya, bahkan ia mempererat pelukannya, ia sekarang merasakan takut, ia takut kehilangan isterinya. Walaupun dalam keadaan sadar Hadi sangat dingin pada istrinya, tapi saat keadaan mabuk, rasa takut kehilangan istrinya itu bertambah. Hadi memang sengaja mabuk untuk melupakan kata-kata istrinya yang selalu terdengar di telinganya, dan selalu terbayang di pikirannya, tapi ternyata mabuk tidak membuat ia lupa, melainkan membuat ia semakin gila pada istrinya, semakin ia ingin memiliki istrinya seutuhnya, bahkan ia masih terus meneteskan air mata, rasanya sangat lemah saat mendengar ucapan istrinya yang mengatakan sampai kapan kau akan menyiksaku?, kata-kata itu selalu terdengar di telinga Hadi, membuat hatinya hancur, seperti daging yang sudah di giling. Riana masih terus diam, ia ingin sekali bertanya apa masalah suaminya, hingga suaminya itu mabuk, ia tau, suaminya bukan pria pemabuk, bahkan saat adiknya mabuk, suaminya memarahi adiknya habis-habisan, tapi kali ini suaminya yang mabuk, lalu ia langsung memberanikan diri untuk bertanya lagi pada suaminya


" Om, sebenarnya kenapa?, apa yang terjadi pada om?, tolong katakan om?"


Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia hanya diam, ia sama sekali tidak ingin menjawab pertanyaan dari istrinya, ia masih terus memeluk istrinya sambil masih meneteskan air mata. Riana yang tidak mendengar jawaban dari suaminya, ia semakin kuatir, tapi ia bingung harus berbicara apa lagi. Riana hanya merasakan pundaknya semakin basah karena air mata suaminya, membuat hatinya sangat sedih, saat merasakan pundaknya semakin basah oleh air mata suaminya


" Om, apa yang sebenarnya terjadi, kenpa kau tidak mengatakan apa-apa padaku, apa karena aku hanya istri kontrakmu, hingga kau tidak ingat cerita sedikitpun tentang masalahmu." batin Riana


Riana terus saja berpikir, hatinya sangat sedih, hingga tidak terasa ia meneteskan air mata, tapi ia tidak bisa apa-apa selain diam, apa lagi suaminya tidak menjawab pertanyaan dari ia, membuat ia bingung harus mengatakan apa lagi agar suaminya menjawab pertanyaan dari ia. Riana langsung bertanya lagi pada suaminya, karena ia masih penasaran pada suaminya, apa penyebab suaminya mabuk dan menangis

__ADS_1


" Om, tolong katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi padamu?, aku benar-benar sangat kuatir padamu, aku mohon om, apa yang harus aku lakukan agar om mau menceritakan permasalahan om padaku?"


Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia langsung melepaskan pelukannya, ia langsung melihat mata isterinya, ia memang melihat istrinya yang sangat kuatir padanya, tapi ia tidak bisa menyimpulkan, ia tidak tau istrinya menganggap ia sebagai apa, dan kekuatiran istrinya itu seperti apa, ia juga sangat tidak tau, tapi ia melihat istrinya yang benar-benar kuatir, lalu ia langsung bertanya pada istrinya, apa istrinya benar-benar sangat kuatir pada ia, atau hanya pura-pura kuatir


" Apa kau kuatir padaku?, apa kau benar-benar peduli padaku?, atau kau pura-pura perduli padaku?"


Riana yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia sangat sedih, begitu tidak percayanya suaminya pada ia, hingga suaminya bertanya pada ia, jelas-jelas ia sangat kuatir pada suaminya, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari suaminya


" Tentu aku sangat kuatir padamu om, ingat, bagaimana pun juga, aku ini sah istrimu."


" Cukup Riana! Sudah aku katakan, aku tidak suka pada wanita yang pura-pura polos, jangan pernah menggunakan statusmu untuk pura-pura perhatian padaku!"


Setelah mengatakan itu, Hadi langsung berjalan ke luar dari ruangan itu, dengan langkah kaki yang lemas, hingga ia hampir terjatuh. Riana yang melihat suaminya akan terjatuh, ia dengan sigap menahan tangan suaminya. Namun ia tidak bisa menyeimbangi tubuh suaminya, hingga ia ikut terjatuh menindih suaminya. Riana buru-buru bangun, karena posisi suaminya yang telungkup, ia langsung membantu suaminya untuk bangun. Setelah suaminya duduk, ia langsung bertanya pada suaminya

__ADS_1


" Om tidak apa-apa?"


Hadi yang mendapat pertanyaan dari istrinya, ia tidak menjawab pertanyaan dari istrinya, ia hanya menatap istrinya dengan tatapan sendu, ia tidak bisa membedakan, apa istrinya benar-benar sangat kuatir, atau istrinya hanya menganggap ia adalah suaminya. Riana yang tidak mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung berbicara pada suaminya, ia tidak bisa lagi menahan rasa sakit hatinya yang terus di abaikan oleh suaminya, untuk itu ia langsung berbicara pada suaminya sambil memegang kedua pipi suaminya


" Om, tolong jangan pernah abaikan aku, aku mohon, aku tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang ada di dalam hatiku, aku tau kau hanya menganggap aku sebagai istri kontrak, tapi tolong, jangan pernah abaikan aku, karena aku."


Riana menghentikan pembicaraannya, ia ingin sekali mengatakan karena aku mencintaimu, tapi kata itu tidak bisa ia ucapkan, ia sadar ia hanya istri kontrak, apa lagi suaminya juga sudah memiliki tunangan, jadi ia urungkan niatnya untuk mengatakan hal itu. Hadi yag mendengar ucapan dari istrinya, matanya langsung berbinar-binar, saat istrinya mengatakan jangan pernah mengabaikannya, lalu ia langsung bertanya pada istrinya


" Apa ucapan itu dari hati nuranimu?"


Riana yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia langsung memegang tangan kanan suaminya dengan kedua tangannya


" Tentu, ucapan itu dari hatiku om, dan rasa kuetirku pada om juga dari hati, bukan karena statusku seorang istri, tapi ini murni dari hatiku. Om, aku tau kau tidak akan pernah berpaling dari Yulia, tapi tolong jangan pernah abaikan aku hingga kita berpisah."

__ADS_1


Hadi yang mendengar kata pisah, hatinya menjadi sakit, ternyata cepat atau lambat, ia dan istrinya akan tetap berpisah


" Riana, aku pikir kau tidak ingan kita berpisah, tapi ternyata kau tetap ingin kita untuk berpisah." batin Hadi


__ADS_2