Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 10. Putus


__ADS_3

1 Bulan berlalu meninggalnya Rendra sekarang Riana sudah bekerja, dirinya sangat bersyukur karena teman-teman kerjanya semuanya baik-baik pada Riana, hari ini Riana sudah menunggu Aldi di kapal pesiar. Entah apa yang akan Aldi katakan, tapi perasaan dirinya sangat tidak nyaman saat ini


"apa yang akan Koko katakan, kenapa ingin bertemu di sini." batin Riana


Riana sudah jenuh menunggu pacarnya, lalu dirinya juga terus saja melihat jam tangannya, tapi pacarnya belum saja datang. Aldi memang sudah datang dari sebelumnya Riana datang karena dirinya harus menghadiri lamaran Kakanya yang tidak lain adalah Hadi. Aldi terus saja menatap wajah Riana dari kejauhan


"Riana, apa kau akan menerima uang pemberian aku, atau kau memilih kita putus, jujur, kalau kau tidak melanjutkan sekolah, mamah pasti tidak akan setuju dengan hubungan kita, setidaknya kau harus melanjutkan sekolah." batin Aldi


Lalu dirinya berjalan mendekati Riana yang sudah jenuh dari tadi menunggu dirinya hingga dirinya sampai di depan Riana


"sayang, sudah lama menunggu?"


"iya Koko, memangnya ada apa?"


Aldi menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan-lahan


"sayang, aku ingin kau sekolah lagi."


"Koko."


Aldi langsung menyerahkan kartu ATM milikinya pada tangan Riana


"sayang, ambil ini ambil ini."


Riana langsung menyerahkan kartu ATM pada tangan Aldi lagi


"Koko, sudah aku bilang, aku akan cari uang sendiri."


Aldi diam setelah mendengar jawaban dari pacarnya, dirinya juga tidak tau harus bilang apa pada pacarnya yang menurut dirinya keras kepala karena dirinya ingin pacarnya sekolah lagi


"kenapa tidak menerima uang ini, bagaimana hubungan kita, apa lebih baik aku minta putus dulu, aku bilang mamah dulu kalau aku mempunyai pacar yang sederhana." batin Aldi


Riana menatap mata Aldi dengan tatapan bingung, kenapa pacarnya itu selalu saja suruh mengambil uang


"Koko, aku ini punya harga diri." batin Riana


Aldi menatap mata Riana yang sedang menatap dirinya, mungkin juga ini saatnya dirinya jujur, kalau dirinya selalu di bilang tidak ada gunanya memiliki pacar yang miskin dan bekerja di rumah makan, sebenarnya perkataan itu dirinya tidak peduli, tapi bagaimana dengan orang tuanya, apa akan merestui hubungan dirinya atau tidak kalau Gadis yang dirinya cintai itu bahkan tidak lulus sekolah SMA

__ADS_1


"Riana, maafkan aku, mungkin untuk sementara kita putus dulu hingga aku mendapatkan restu dari orang tuaku." batin Aldi


"sayang, ada sesuatu yang ingan aku bicarakan padamu."


"iya bicaralah ko."


"aku mau kita putus, aku malu memiliki pacar yang miskin, teman-teman aku semuanya tau, kalau keluargamu sudah bangkrut."


Riana diam setelah mendengar penjelasan dari Aldi, dadanya mulai sesak, bahkan hari ini adalah hari jadian dirinya dan Aldi, tapi Aldi memutuskan dirinya, yang sudah mereka berdua jalani selama 4 bulan lamanya kini harus kandas. Riana masih menatap pacarnya, tapi tatapan bingung itu menjadi tatapan kecewa, entah apa yang harus dirinya jawab. Aldi juga masih menatap mata pacarnya, dirinya memutuskan Riana karena ingin meminta restu terlebih dahulu pada orang tuanya, karena setua Aldi Kakanya saja ingin bertunangan betapa susahnya meminta restu pada orang tuanya. Lalu Aldi membuka suara lagi karena pacarnya belum menjawab perkataan dari dirinya


"sayang, kenapa tidak menjawab perkataan aku?"


Riana masih tidak menjawab pertanyaan pacarnya, dirinya masih diam dengan air mata yang sudah ingin menetes, dirinya juga sadar sekarang dirinya hanya seorang Gadis miskin


"Koko, kenapa kau tega memutuskan aku, aku tau, aku sekarang hanya Gadis miskin." batin Riana


"sayang, maafkan aku mungkin aku egois, tapi aku tidak ingin terus-menerus di ejek oleh mereka, aku sudah sangat lelah dengan hubungan kita."


Riana pun sadar dari lamunannya, lalu dirinya mencoba tegar walaupun dirinya merasakan sangat kecewa, tapi dirinya sadar sekarang dirinya dan Aldi seperti langit dan bumi


Setelah mendengar perkataan Riana, dada Aldi sangat sesak, ternyata pacarnya menyetujui permintaan dirinya begitu mudah


"Riana aku pasti akan berusaha mendapatkan hati mamah, maafkan aku." batin Aldi


"aku ingin sekalih memohon padamu, tapi aku sadar aku hanya seorang Gadis miskin, mungkin ini yang terbaik untuk kita." batin Riana


"boleh aku memelukmu sebentar?"


"boleh ko."


Aldi lalu langsung memeluk Riana, pelukannya dirinya sangat erat, kedua orang yang tidak bisa menjelaskan, Aldi yang tidak bisa menjelaskan tentang ke inginanya sedangkan Riana juga sama, dirinya ingin sekalih menahan pria yang sekarang memeluk dirinya, tapi apalah daya dirinya hanya seorang Gadis miskin. Riana semakin mempererat pelukannya dirinya masih terus mencoba menahan air matanya, dirinya tidak ingin terlihat sedih oleh orang yang dirinya cintai


"Koko, apa ini pelukan terakhir kita, apa kita tidak akan pernah bisa bersama lagi, kenapa takdir baik tidak pernah berpihak padaku." batin Riana


Riana sudah tidak bisa menahan air matanya lagi, air mata itu langsung membasahi pipi cantiknya hingga membasahi bahu Aldi. Aldi juga merasakan itu, hingga dirinya juga ikut meneteskan air mata


"Riana, setelah mamah menyetujui hubungan kita, aku pasti akan mencari dirimu lalu langsung bertunangan denganmu, karena mimpi terbesarku adalah menikahimu." batin Aldi

__ADS_1


Setelah sekitar 3 menit Riana dan Aldi langsung menghapus air mata masing-masing. Lalu Riana dan Aldi melepaskan pelukannya. kedua orang itu saling menatap mata


"Koko, terimakasih, karena selama ini kau menemaniku, dan mencintaiku."


Aldi menyerahkan kartu ATM yang tadi di tolak oleh Riana lagi sambil berkata


"sama-sama sayang, aku mohon tolong terima kartu ATM ini."


Riana langsung menyerahkan kartu ATM yang Aldi berikan sambil berkata


"sudah aku bilang, aku tidak akan pernah menerima uang ini, Koko jangan pernah menganggap rendah diriku, aku tidak akan pernah menerima uang tanpa bekerja."


"Riana, aku mohon tolong terima, setidaknya kau tidak terlalu sibuk, aku tidak suka kau bekerja, kau pasti lelah."


"apa!, Koko bilang tidak ingin aku capek, tapi Koko memutuskan hubungan dengan aku, kau sudah tidak berhak berkata seperti itu karena kita sekarang sudah putus, kau bukan siapa-siapa aku lagi."


"aku memang sudah tidak berhak mengatakan itu, tapi aku."


Aldi belum selesai bicara namen Riana langsung memotong pembicaraan Aldi


"sudah'lah Koko, jangan pernah ikut campur dalam urusan apa pun, aku bukan Gadis manja, dan aku memiliki harga diri."


Aldi langsung menghapus air matanya sendiri, dirinya bahkan tidak bermaksud merendahkan atau menghina karena Riana miskin, tapi dirinya terlalu kasihan kalau orang yang dirinya cintai harus bekerja setiap hari


"apa maksudmu, apa kau pikir aku merendahkanmu, aku sama sekali tidak merendahkanmu, apa kau tidak mengerti maksudku." batin Aldi


"apa Koko sedang merendahkan aku." batin Riana


"aku mohon terima uang ini."


"Koko lebih baik pergi dari sini, dan jangan pernah memaksa aku untuk menerima uang itu."


Aldi hanya diam setelah mendengar jawaban dari Riana, entah dengan cara apa agar Riana menerima uang dari dirinya. Riana lalu langsung membentak Aldi


" pergi!."


"baiklah jaga dirimu sayang."

__ADS_1


__ADS_2