Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 97. Salah paham


__ADS_3

Setelah selesai belajar, Riana langsung memutuskan untuk pulang, seperti tadi, ia di dalam mobil masih terus saja menghubungi suaminya, tapi lagi-lagi suaminya tidak ada jawaban, membuat ia tambah murung


" Hubby, kau sedang apa?, aku sangat merindukanmu."


Tidak terasa air mata Riana langsung membasahi pelupuk matanya, ia sangat sedih, rasa rindunya sudah menggebu-gebu, dan ia juga memiliki rasa menyesal, seandainya ia melarang suaminya, mungkin suaminya tidak akan berangkat ke luar kota, dan tidak akan membuat kepikiran, ia pikir suaminya bisa video call, tapi ternyata tidak, bahkan balas pesan saja tidak. Repan yang sedang menyetir, ia sesekali melihat nona mudanya dari kaca spion, ia melihat air mata nona mudanya menetes, membuat ia merasa sedih, lalu ia langsung berbicara pada nona mudanya


" Nona muda, jangan menangis, tuan muda akan secepatnya kembali."


" Saya tau pak, tapi saya benar-benar merindukannya."


Setelah mendengar jawaban dari nona mudanya, Repan tidak bisa berbicara apa-apa, ia juga memiliki kekasih, ia tau rasanya bagaimana merindukan seseorang yang di cintai, tapi ia merasa sangat kasihan pada nona mudanya, dan ia juga tidak habis pikir, kalau tuan mudanya itu masih seperti dulu, tuan mudanya kalau sudah pergi ke keluar kota akan selalu lupa terhadap ponselnya, jelas-jelas sekarang sudah memiliki istri, tapi sikapnya tidak bisa di rubah. Riana hanya menatap foto suaminya di layar ponsel sambil terus meneteskan air mata. Repan langsung berbicara lagi


" Nona muda, jangan menangis, bagaimana kalau sampai rumah sudah ada nyonya atau nona Rina, pasti mereka pikir saya tidak bisa menjaga nona muda."


" Mereka pasti belum kembali pak, sekarang baru jam 2."


Repan yang mendengar jawaban dari nona muda, ia bingung harus berbicara apa lagi, ia tidak tega melihat nona mudanya terus menangis, tapi ia juga bukan pria yang bisa menghibur orang lain, terlebih lagi ia juga sedang ada masalah dengan kekasihnya, tentu ia tidak bisa berbicara banyak pada nona mudanya. Setelah menempuh perjalanan 30 menit, mereka sampai di pekerangan rumah. Riana langsung turun dari mobil, setelah di dalam, ia langsung melemparkan papan jalan ke sofa pendek, lalu ia langsung duduk sambil menyadarkan kepalanya. Repan yang melihat kelakuan nona mudanya, ia hanya bisa menghela nafas berat, sudah dua hari setiap pulang nona mudanya akan melempar papan jalan ke sembarang tempat, setelah itu langsung duduk sambil memejamkan matanya, tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Hadi memang sudah datang sekitar 30 menit yang lalu, ia sudah ada di tangga, tadinya ia akan menjemput ke sekolah, ia sudah siap memakai kemeja kotak-kotak, dan celana jeans, tapi ternyata istrinya sudah pulang, dan melihat kelakuan konyol istrinya. Hadi langsung berbicara pada istrinya sambil masih berdiri di tangga

__ADS_1


" Bagus, jadi ini kelakuan anak gadis, pulang-pulang langsung melempar papan jalan ke sembarang tempat, lalu langsung memejamkan mata, tanpa ganti baju."


Riana yang kenal dengan sumber suara tersebut, ia langsung berdiri, lalu langsung melihat ke arah tangga. Riana melihat suaminya yang berdiri sambil tersenyum, lalu ia langsung lari ke arah suaminya. Hadi masih berdiri di tangga, ia langsung melebarkan kedua tangannya. Setelah sudah mulai dekat, Riana langsung loncat ke pelukan suaminya sambil mengangkat kedua kakinya, layaknya sudah seperti katak. Hadi yang mendapati loncat dari istrinya, hampir saja ia kehilangan keseimbangan, tapi bersyukur, karena tangan kiri ia langsung memegang pegangan tangga, bukan karena tubuh istrinya berat, tapi karena istrinya yang tiba-tiba loncat, itu membuat hilang keseimbangan tubuhnya. Riana yang sudah memeluk suaminya, ia langsung berbicara sambil menangis


" Kenapa Hubby tidak pernah membalas pesanku?, tidak mengangkat telponku?, tidak menelpon balik padaku?, kenapa Hubby jahat, hiks... hiks...hiks..., Hubby jahat."


" Aku minta maaf sayang, aku tidak sempat memegang ponsel, aku hanya ingin segera menyelesaikan pekerjaanku, agar aku bisa cepat-cepat kembali, aku juga sangat merindukanmu, untuk itu aku ingin segera menyelesaikan pekerjaanku."


" Lalu kenapa Hubby tidak memberi tau aku, kalau Hubby sudah pulang?, Hubby jahat hiks...hiks.."


Repan yang melihat adegan seperti itu, ia hanya tersenyum sambil menunduk, ia sangat senang karena ternyata tuan mudanya sudah sampai di rumah. Hadi langsung menjawab pertanyaan dari istrinya


Setelah lama menangis di pelukan suaminya, Riana baru menyadari kalau parfum di kemeja suaminya adalah parfum wanita, ia langsung menurunkan kakinya sambil melepaskan pelukannya. Riana langsung mengendus di seluruh tubuh suaminya. Hadi yang melihat istrinya mengendus tubuhnya, ia langsung bertanya pada istrinya


" Sayang, sejak kapan kau menjadi seperti kucing?, apa yang kau cari dari tubuhku?"


Riana tidak menjawab pertanyaan dari suaminya, ia terus saja mengendus seluruh tubuh suaminya, hingga ia benar-benar yakin, kalau di kemeja suaminya itu adalah parfum wanita, ia langsung bertanya pada suaminya

__ADS_1


" Hubby, saat pulang apa kau bersama Risa saling berpelukan?, atau kau lebih dari pelukan?"


Hadi yang mendapat pertanyaan dari istrinya, ia tidak mengerti, bahkan ia juga lupa kalau tadi ia menggunakan parfum istrinya


" Kenapa sayang menuduh aku seperti itu?, aku tidak pernah berpelukan dengan siapapun dari kemarin hingga sekarang, dan sekarang juga hanya sayang yang memelukku."


" Bohong! Hubby, aku memang seorang Gadis kecil! Tapi aku tidak mudah Hubby bohongi! Hubby memang keterlaluan, Hubby selalu bilang mencintaiku, tapi di luar sana masih menerima pelukan dari Gadis lain! Apa itu yang di namakan cinta?"


Hadi yang mendengar tuduhan dari istrinya, ia juga tidak mau mengalah, ia juga ikut emosi


" Sayang! Jangan pernah menuduhku yang tidak-tidak. Aku kerja siang malam, aku rela istirahat hanya satu jam, agar pekerjaanku cepat selesai, agar aku segera pulang, biasanya aku sampai rumah aku langsung tidur, tapi hanya untukmu, aku rela tidak tidur, aku ingin menemuimu di sekolah! Tapi kau menuduhku seenaknya! Istri macam apa yang menyambut suaminya pulang dengan tuduhan?"


" Apa Hubby bilang istri macam apa?, lalu aku harus menysmbutmu dengan senyum manisku, setelah suaminya di peluk oleh Gadis lain?, apa aku akan selalu diam saja?, apa aku harus menjadi pura-pura bodoh setelah suaminya bermesraan dengan Gadis lain?"


Hadi yang terus mendengar ocehan istrinya, ia hanya bisa menghela nafas kasar, ia sudah sangat ngantuk, tapi hanya untuk istrinya, ia rela tidak tidur, tapi sekarang istrinya langsung menuduh ia yang tidak-tidak, lalu Hadi langsung menjawab pertanyaan dari istrinya


" Aku tau kau tidak bodoh, kau selalu mendapatkan peringkat yang pertama di sekolahmu, tapi jujur, aku tidak tau apa yang ada di dalam pikiranmu sekarang, yang jelas aku sangat kecewa dengan tuduhanmu, aku bukan pria brengsek, aku selalu menjaga harga diriku dari Gadis manapun, tapi kau sekarang sangat keterlaluan, kau tidak mempercayai suaminya sendiri, itu membuatku sangat kecewa."

__ADS_1


" Seharusnya aku yang kecewa, bukan kau, aku sangat membencimu, di saat seperti ini, kau masih saja mengelak!"


__ADS_2