Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 90. Guyuran air shower


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 05.19 WIB, Riana bangun lebih dulu, ia langsung duduk di atas ranjang, ia menetap suaminya yang masih tertidur pulas, lalu ia langsung mencium kening suaminya sekilas, setelah itu ia langsung mengucapkan selamat pagi pada suaminya dengan suara pelan


" Good morning Hubby."


Setelah mengatakan itu, Riana langsung turun dari ranjang. Tiba-tiba ponsel suaminya bergetar, menandakan ada pesan masuk. Riana yang penasaran, ia langsung melihat ponsel suaminya, ia membaca beberapa kata di pesan itu, tanpa membuka pesan itu, itu adalah pesan WhatsApp dari Yulia


Sayang, aku akan kembali ke Indonesia tiga hari lagi, aku tidak jadi satu seminggu, apa kau sudah menceraikan istri kontrakmu. Itulah yang Riana baca dari ponsel suaminya, membuat hati Riana sangat sedih, apa lagi saat mengingat kejadian semalam, membuat ia langsung salah paham, ia langsung berbicara di dalam hatinya


" Hubby, apa kau tidak ingin melakukan hal yang lebih dari ciuman karena Gadis itu akan kembali ke Indonesia?" batin Riana


Setelah berbicara di dalam hatinya, ia hanya menatap wajah suaminya, lalu langsung lari kedalam kamar mandi. Setelah di dalam kamar mandi, Riana langsung menyalakan shower, ia langsung duduk di bawah guyuran shower, sambil menangis tersedu-sedu


"Hiks....hiks....hiks... Apa kau tidak mau melakukan itu karena Yulia akan datang, seharusnya saat itu aku tidak perlu mengatakan bingung padamu, seharusnya aku meyakinkan dia untuk tetap di sisiku, hiks...hiks.."


Riana terus menangis, dadanya merasa sesak, setelah membaca pesan dari tunangan suaminya, rasa takut kehilangan suaminya kini telah menghantuinya, lalu ia mengingat semua kejadian-kejadian bersama suaminya, dari awal suaminya menolong ia di kapal pesiar, hingga kejadian semalam, lalu Riana langsung melepaskan kalung dari suaminya, setelah itu, ia hanya menatap kalung itu, ia mencoba mengingat saat suaminya berjanji akan menikahi ia, lalu suaminya memberikan kalung itu, sebagai bukti cinta dari suaminya, setelah itu ia langsung berbicara lagi

__ADS_1


" Hubby, aku tidak bisa kehilanganmu, aku tidak ingin itu terjadi, lalu apa yang harus aku lakukan, hiks...hiks...hiks..."


Tangisan Riana semakin pecah di bawah guyuran air shower, ia sudah benar-benar takut kehilangan suaminya, ia takut suaminya kembali lagi dengan tunangannya. Sudah 17 menit Riana duduk di bawah guyuran shower, bahkan biasanya mandi dengan air hangat, tapi kali ini ia menyalakan air biasa, tapi air biasa itu tidak bisa menyembuhkan panas di sekujur tubuhnya, ia masih tetap merasakan panas di sekujur tubuhnya. Hadi yang masih memejamkan mata, ia langsung meraba-raba ranjang, tapi di ranjang sudah tidak ada istrinya, ia terpaksa membuka mata, walaupun ia masih sangat ngantuk, karena semalam ia memang sulit untuk tidur, apa lagi saat istrinya memeluk ia, membuat Pusakanya terus berdiri, dan itu membuat ia benar-benar perusstasi dengan keadaan semalam, walaupun ia berhasil menahan hasratnya pada istrinya, tapi tetap saja, ia sulit untuk tidur. Setelah membuka mata, ia langsung melihat ke arah jam dinding, yang baru saja menunjukkan pukul 05.35 WIB, lalu ia langsung berbicara di dalam hatinya


" Apa jadwal sekolah Kristiani lebih pagi sekarang, hingga Kristiani sudah bangun." batin Hadi


Setelah itu Hadi langsung duduk di atas ranjang, lalu bola matanya langsung melihat di sekeliling kamar itu, tapi ia tidak melihat istrinya, Hadi langsung berdiri, ia langsung berjalan ke arah kamar mandi, hingga ia sampai di depan kamar mandi. Hadi langsung mencoba mendengar suara di kamar mandi, ia mendengar air shower yang menyala, dan Isak tangis kecil di dalam kamar mandi. Hadi langsung mengetuk pintu kamar mandi, lalu langsung bertanya pada istrinya


Tok-tok


Setelah beberapa detik tidak ada jawaban, Hadi langsung bertanya lagi dari luar, ia memang tidak berani untuk masuk ke dalam kamar mandi, ia takut istrinya telanjang bulat


" Sayang, apa kau baik-baik saja?"


Setelah melontarkan pertanyaan yang sama pada istrinya, Hadi mulai panik, apa lagi istrinya masih tidak menjawab pertanyaan dari ia, ia memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandi, lalu ia langsung berjalan perlahan-lahan masuk ke dalam kamar mandi, hingga ia melihat istrinya yang duduk di bawah guyuran shower, sambil menangis dan memegang kalung dari ia. Hadi langsung mematikan kerran itu, lalu langsung memeluk istrinya dengan erat, setelah itu ia langsung bertanya pada istrinya

__ADS_1


" Sayang, apa yang kau lakukan di sini?, kenapa kau pagi-pagi sudah melakukan hal gila?"


Riana yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia tidak menjawab pertanyaan dari suaminya, ia langsung menangis tersedu-sedu tanpa membalas pelukan dari suaminya


Hiks....hiks...hiks..., hiks...hiks..


Hadi yang mendengar tangisan istrinya semakin kencang, ia langsung bertanya lagi pada istrinya, masih sambil memeluk istrinya


" Tolong katakan sayang, apa yang membuatmu hingga seperti ini, apa aku melakukan kesalahan padamu saat aku tidur?, atau aku melakukan sesuatu padamu, dan membuat kau sakit hati?, kalau itu benar adanya, aku benar-benar minta maaf sayang, bagaimana pun juga aku tidur, aku benar-benar tidak tau apa-apa, tolong katakan sayang, kau tidak boleh menangis."


Setelah mendengar pertanyaan dari suaminya lagi, Riana masih tetap tidak menjawab pertanyaan dari suaminya, ia masih terus menangis, tapi kini ia memeluk suaminya dengan erat, rasa takut yang menghantuinya semakin besar, apa lagi saat melihat suaminya sudah bangun, ia takut suaminya membaca pesan itu, lalu sikap suaminya berubah pada ia, walaupun awalnya yakin kalau suaminya hanya mencintai ia, tapi keyakinan itu hilang dalam sekejap, setelah ia melihat pesan dari tunangan suaminya, dan suaminya hingga sekarang belum melakukan layaknya seperti suami istri, suaminya masih melakukan layaknya sebatas kekasih. Hadi yang tidak mendengar jawaban dari istrinya, ia semakin bingung dan sedih, ia bingung kenapa istrinya menangis, dan ia sedih, melihat istrinya yang terus saja menangis, tanpa mau cerita apa penyebab istrinya menangis, lalu Hadi langsung bertanya lagi pada istrinya


" Sayang, tolong katakan, apa yang membuatmu menangis?"


Setelah mendengar pertanyaan lagi dari suaminya, Riana hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia bingung, haruskah ia bertanya tentang perasaan suaminya, atau ia hanya diam dan berpura-pura tidak tau apa-apa tentang pesan dari tunangan suaminya. Hadi yang hanya mendapat jawaban gelengan kepala, ia langsung mengambil nafas dalam-dalam, lalu langsung menghembuskannya dengan perlahan-lahan, ia mencoba untuk sabar menghadapi sikap istrinya yang sulit untuk cerita, pedahal ia jelas-jelas masih ngantuk, tapi rasa ngantuk itu seketika hilang, saat melihat istrinya menangis di bawah guyuran air shower. Riana masih memeluk suaminya dengan erat, dan Isak tangisnya mulai mereda, walaupun ia merasa takut kehilangan suaminya, tapi saat suaminya memeluk ia, ia merasakan sangat nyaman, dan membuat pikiran ia mulai tenang, walaupun ia masih memiliki rasa takut, tapi ia mulai bisa meredakan emosinya. Hadi juga tidak ingin bertanya lagi pada istrinya, ia masih terus memeluk istrinya

__ADS_1


__ADS_2