
Hadi terus mencari keberadaan Repan, ia benar-benar sangat kesal dengan asistennya yang pergi tanpa pamit terlebih dahulu. Setelah terus saja memacari keberadaan Repan, ternyata ia menemukan Repan sedang tertidur pulas sambil memegang Foto seorang Gadis, yang ia tidak tau, siapa Gadis yang ada di foto itu. Hadi langsung mengambil foto itu
" Siapa Gadis ini, apa Repan sedang menyembunyikan sesuatu dariku?" batin Hadi
Setelah itu Hadi langsung membangunkan Repan sambil menggoyang-goyangkan tangan Repan
" Repan bangun, kenapa bisa kamu tidur di lantai dekat dispenser, apa tidak ada tempat istirahat yang lebih layak?"
Repan tidak bangun, ia masih tertidur pulas, bahkan ia memeluk pergelangan tangan Hadi, seolah-olah ia sedang memeluk guling. Hadi yang di peluk pergelangan tangannya, ia langsung menghempaskan tangan Repan
" Gila! Saya masih normal Repan! Bisa-bisanya kau memeluk pergelangan tanganku!"
Hadi benar-benar sangat emosi, apa lagi ia bingung harus berbuat apa pada Yulia, untuk itu ia mencari Repan, tapi bisa-bisanya Repan tidur, bahkan memeluk pergelangan tangannya. Repan masih tetap tertidur pulas, bahkan bentakan dari Hadi, ia sama sekali tidak mendengarnya. Hadi langsung menyalakan air dispenser, ia tuangkan di telapak tangannya, lalu langsung menyiram ke waktu Repan
" Repan! Kebakaran-kebakaran cepat bangun!"
Repan yang mendengar kebakaran, ia langsung bangun, ia langsung berdiri masih dengan keadaan belum sepenuhnya sadar
" Di mana-di mana yang kebakaran?!"
" Di dapur bodoh!"
Repan masih belum menyadari kemana pembicaraan itu, tapi ia buru-buru akan keluar dari ruangan itu, karena Hadi mengatakan kebakaran di dapur. Jadi ia akan membantu mereka. Hadi yang melihat asistennya keluar dari ruangannya, ia hanya tersenyum. Setelah beberapa detik asistennya masuk lagi ke ruangannya
" Tadi saya sudah menanyakan, tidak ada yang kebakaran tuan muda."
__ADS_1
" Lalu di dapur apa ada yang masak?"
" Ada tuan muda, Lili sedang masak mie."
" Iya itu artinya kebakaran kompornya kan?"
Hadi masih berbicara sambil tersenyum, sementara Repan sudah sangat kesal dengan kebohongan yang di buat oleh tuan mudanya
" Bisa-bisanya tuan muda membohongiku, tapi memang benar apa kata tuan muda, kompornya kebakaran, ah terserah deh." batin Repan
" Repan, ini foto siapa? Kau tidak menduakan pacarmu?"
" Itu foto Mega tuan muda."
" Mega Melani?"
" Kau juga tau kalau saya memiliki kerja sama dengan ayahnya, tentu saya tau, bukan'kah kau tau, saya sebelum bekerja sama selalu mencari tau latar belakang keluarga mereka, dan bukan'kah Mega sudah meninggal 3 tahun yang lalu?"
" Iya tuan muda, Mega memang sudah meninggal, tapi di hati saya tidak pernah meninggal, tuan muda."
" Jangan curhat dulu, masalah saya lebih rumit dari pada mendengar celotehan omong kosongmu. Ingat, kau masih memiliki pacar, jangan ingat masa lalu yang tidak jelas. Yulia ada di ruangan istirahatku, kepalanya pusing, tapi Yulia tidak mau saya panggilkan dokter, dan Yulia minta saya untuk menemani istirahat, menerutmu bagaimana? Saya tidak mungkin untuk menemani Yulia istirahat, walaupun di sini tidak ada kristiani, tapi saya takut akan salah paham."
Repan yang mendengar penjelasan dari tuan mudanya, ia hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, ia bingung harus berbicara apa
" Tuan muda, lebih baik saya saja yang menemani nona Yulia, walaupun saya tidak ingin terlibat dengan masalah ini, tapi tadi nona muda menelpon saya, jam 12 nona muda akan ke kantor, untuk membawa bekal makan siang, saya takut terjadi salah paham kalau tuan muda menemani nona Yulia."
__ADS_1
" Baiklah, aku akan mengerjakan pekerjanku, lebih baik kau masuk ke sana."
" Baik tuan muda."
Repan langsung masuk ke ruang istirahat tuan mudanya, ia langsung mendekati Yulia dengan raut wajah tidak suka, lalu ia duduk di sofa
" Tidurlah, saya akan menemanimu hingga kau terlelap."
" Kenapa bukan Hadi yang menemaniku? Apa kau ikut campur dengan urusanku?"
" Nona Yulia yang terhormat, tuan muda masih banyak pekerjaan, anda lebih baik istirahat, atau anda mau saya antar pulang? Ingat, seharusnya seorang nona dari Senkeuel grup itu harus memiliki harga diri. Ups lupa, saya memang tau, perusahaan ayah Anda sebentar lagi akan bangkrut. Nona Yulia, kalau anda menginginkan uang, berapapun jumlahnya tuan muda pasti akan memberikannya, mengingat anda adalah orang yang sudah menemaninya, tapi kalau Anda ingin memiliki tuan muda, rasanya tidak mungkin. Nona Yulia harus ingat, yang membatalkan pernikahan itu anda, jadi seharusnya Anda itu menyingkir dari kehidupan tuan muda. Walaupun saya hanya seorang asisten, tapi jika berurusan dengan tuan muda, saya akan maju paling depan."
" Sialan kau brengsek! Aku tidak pernah mengharapkan uang, aku hanya mencintai Hadi."
Repan yang di bilang brengsek, ia langsung mengepalkan tangannya, jujur saja, ia tidak suka ada yang bilang brengsek, seolah-olah ia telah melecehkan seorang Gadis hingga di bilang brengsek. Repan bersyukur, orang yang berbicara dengannya adalah seorang Gadis, andaikan seorang pria, ia sudah memukul mulutnya tanpa ampun
" Nona Yulia, seharusnya yang di bilang brengsek itu anda! Anda bahkan lebih brengsek, rela menurunkan harga dirinya, memohon ingin di nikahi, hanya untuk merasakan kenikmatan di ranjang! Sangat miris nasibmu nona Yulia. Atau jangan-jangan memang tidak ada laki-laki yang ingin menjamah tubuhmu, hingga suami orang kau rayu?"
" Dasar asisten brengsek! Dulu kau begitu mendukungku, kau begitu memberikan aku semangat, tapi sekarang kau juga yang memojokanku, dasar pria sialan!"
" Dulu saya tidak tau, kalau Anda adalah wanita berbahaya, saya tidak tau kalau Anda adalah gadis egois, meninggalkan tunangannya hanya untuk mengejar karir, bahkan tepatnya bukan lagi tunangan, tapi sudah menjadi calon suami, hanya tinggal 1 Minggu lagi. Anda pergi begitu saja, apa anda tidak berpikir bagaimana nasib keluarga Wijaya kalau tuan muda gagal menikah? Apa anda tidak kasihan saat tuan muda hampir saja akan melakukan hal bodoh? Dan sepertinya tuan muda juga sudah cerita, kalau tuan muda akan bunuh diri hanya karena ulahmu yang bodoh! Anda lebih baik pergi dari kehidupan tuan muda, sebelum saya sendiri yang turun tangan atas tindakan anda!"
Repan sudah benar-benar di kuasai emosi, walaupun dulu ia sangat mendukung hubungan Yulia dan tuan mudanya, bahkan Repan selalu ada di saat Yulia menangis karena bentakan dari tuan mudanya, dan Repan juga masih sangat kasihan saat Yulia pergi untuk mengejar karirnya, ia sama sekali tidak benci pada Yulia, tapi hari ini Repan benar-benar benci dengan kelakuan Yulia
" Sekali Brengsek, dan tetap Brengsek! Sebelum kau turun tangan, aku pastikan akan membunuhmu lebih bodoh!"
__ADS_1
" Nona Yulia, jangan terlalu mengancam, saya bisa terlebih dahulu membunuh Anda! Saya tau Anda orang baik, jadi tidak mungkin anda akan membunuh orang."
Repan memang tau kalau Yulia adalah Gadis baik-baik, jadi ia sama sekali tidak takut dengan ancaman Yulia, dan kelakukan hari ini yang di buat Yulia, ia yakin kalau Yulia ingin mendapatkan tuan mudanya tidak lebih dari itu